Mafia's woman

Mafia's woman
Evelyn Terluka



Suara dobrakan pintu yang begitu keras membuat atensi kelima wanita tersebut kini menoleh ke arah sumber suara. Mata keempat wanita yang berada di sana sontak memelotot saat melihat siapa yang datang. Berbeda dengan keempat perempuan tersebut, satu perempuan yang berada di sana kini tersenyum dengan lebar saat melihat yang datang adalah pahlawannya.


“Nyonya,” suara teriakan Jessie salah satu dari keempat orang tersebut terdengar begitu khawatir saat melihat keadaan Evelyn yang kini terlihat begitu mengenaskan. Sorot mata Kenrick kini sudah begitu tajam menatap keempat wanita yang kini terlihat ketakutan tersebut.


Dengan langkah tegasnya kini Kenrick menghampiri salah satu dari mereka yang Kenrick yakini adalah dalang dari semua ini. Sorot mata Kenrick kini begitu tajam, seolah siap membunuh wanita di depannya kapan saja.


Suara tamparan yang begitu keras secara berulang kali terus terdengar. Carlo hanya bisa menjerit kesakitan karena jelas ia tak ada apa-apanya dibanding dengan laki-laki yang kini terus memukulinya secara bertubi-tubi tersebut.


“Berani sekali kau mengacaukan pesta pertunangan ku,” marah Kenrick yang kini terus memburu Carlo, wanita tersebut berusaha untuk muncul namun Kenrick tetap saja mengejarnya dan memukuli wanita tersebut tak ada ampun.


Kenrick memang tak pernah pandang bulu dalam memberikan pelajaran bagi orang yang mencari masalah dengannya. Ia akan memberikan hukuman yang tiada ampun pada orang tersebut.


“Apa aku terlalu baik padamu hingga kau berani menyakiti wanita ku?” tanya Kenrick yang kini sudah ingin memukul Carlo lagi namun Steve segera menahan atasannya tersebut. Ia memang sudah biasa melihat Kenrick membunuh, jadi jelas ia menghentikan Tuannya itu bukan karena tak ingin Tuannya membunuh tapi karena Evelyn yang kini jauh lebih membutuhkannya.


“Tuan, lebih baik kita bawa Nyonya pergi lebih dulu, mereka saya yang akan mengurusnya,” ucap Steve dengan tegasnya sambil menahan tangan Kenrick yang sudah siap untuk meluncur kembali memukul Carlo.


Kenrick yang mendengar ucapan Steve tersebut seera menoleh ke arah Evelyn yang kini sudah tak sadarkan diri dengan kepalanya yang berada dalam pangkuan Jessie. Stave bisa membiarkan Tuannnya tersebut memberikan pelajaran untuk Carlo dan ia yang membawa Evelyn, namun tentu Tuannya itu tak akan membiarkan Evelyn di sentuh oleh laki-laki lain.


Melihat Evelyn yang sudah tak sadarkan diri akhirnya Kenrick segera berjalan ke arah wanitanya tersebut lalu segera menggendong Evelyn dengan tatapan khawatirnya.


“Urus mereka, jangan bunuh mereka. Karena aku juga akan memberikan pelajaran untuk mereka,” ucap Kenrick dengan begitu tegasnya pada Steve yang akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya mengerti.


Tatapan mata Kenrick begitu menusuk, setelahnya Kenrick segera membawa Evelyn untuk segera pergi dari sana. Ia tak menyangka di tengah pengawasan yang ketat pun pesta pertunangannya bisa dihancurkan oleh wanita yang Kenrick pelihara sendiri.


Untuk pesta pernikahannya sepertinya Kenrick harus semakin memperketat penjagaan agar tak lagi terjadi hal buruk.


Kini tujuan Kenrick adalah mansionnya. Ia akan membawa wanitanya tersebut ke Mansionnya karena ia sudah menelpon dokter pribadi nya untuk segera datang ke mansionnya. Kenrick dengan tatapan teduh nya menatap Evelyn dengan begitu khawatir, ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada wanitanya tersebut.


Tak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka sampai di mansion besar milik Kenrick. Dengan terburu-buru laki-laki tersebut membawa wanitanya itu menuju kamarnya yang ternyata sudah ada pelayan dan seorang dokter perempuan yang kini mengikutinya.


“Bertahan lah Sayang,” ucap Kenrick dengan khawatir pada Evelyn. Ia benar-benar takut terjadi sesuatu pada wanitanya tersebut. Melihat bagaimana Kenrick yang mencemaskan Evelyn, mereka tahu jika laki-laki yang tak percaya cinta dan begitu suka mempermainkan wanita tersebut akhirnya memiliki pelabuhan terakhirnya.


Selama dokter tersebut memeriksa Evelyn, Kenrick tak melepaskan tangannya dari wanitanya tersebut. Tangan Kenrick menggenggam tangan Evelyn dengan begitu eratnya.


“Bagaimana keadaannya?” tanya Kenrick dengan wajah khawatirnya pada dokter yang sudah selesai memeriksa Evelyn tersebut.


“Nyonya baik-baik saja Tuan. Dia hanya shock atas apa yang terjadi. Dan ada luka lebam di tubuh Nyonya, juga luka. Saya akan memberikannya obat dan membersihkannya,” ucap Dokter tersebut yang dengan segera Kenrick mencegahnya.


“Biar aku saja, kau resepkan saja obat untuk Evelyn,” ucap Kenrick sambil mengambil kotak P3K yang Jessie bawa. Dokter perempuan tersebut hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Tuannya tersebut.


Setelahnya ia segera meresepkan obat untuk Evelyn dan ia berikan pada Jessie untuk menebus obat tersebut. Setelah selesai ia segera berpamitan dengan Jessie yang mengantarnya keluar dari mansion besar tersebut.


Kenrick menatap wanita di depannya dengan tatapan nanar. Ia merasa bersalah pada wanitanya tersebut karena tak bisa menjaga wanitanya itu dengan baik. Dan karena Kenrick yang memelihara para wanita ular tersebutlah kini wanitanya sendiri menjadi seperti ini.


“Maaf Evelyn, seharusnya dari awal aku memang sudah mengusir mereka agar mereka tak membahayakan mu,” ucap Kenrick dengan penuh sesal, tangannya kini terus menggenggam tangan wanitanya yang masih setia memejamkan matanya tersebut.


“Aku baik-baik saja,” ucap Evelyn saat melihat wajah Kenrick yang terlihat begitu khawatir, Kenrick segera membantu Evelyn untuk duduk saat melihat Evelyn hendak bangun.


“Kau membuatku begitu khawatir,” ucap Kenrick yang kini sudah memeluk Evelyn dengan begitu erat. Evelyn mengelus punggung Kenrick berusaha untuk menenangkan laki-laki tersebut. Evelyn merasa senang karena Kenrick mengkhawatirkannya membuatnya semakin yakin dengan perasaannya sendiri.


“Kenrick, kau memeluk ku begitu erat,” ucap Evelyn saat merasakan sakit di tubuhnya yang masih ada lebam akibat para wanita ular tersebut yang tadi memukulnya. Mendengar ucapan Evelyn membuat Kenrick meringis dan langsung melepaskan pelukannya.


“Aku akan mengobati luka mu,” ucap Kenrick yang Evelyn balas dengan anggukan. Setelahnya laki-laki tersebut segera mengobati luka di sudut bibir Evelyn yang berdarah lalu mengoleskan salep di wajah wanitanya itu.


“Buka baju mu,” ucap Kenrick yang sontak membuat Evelyn memelototkan matanya mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Kenrick, aku masih sakit,” ucap Evelyn yang malah membuat kening Kenrick berkerut mendengarnya dengan sebelah alisnya yang dinaikkan.


“Apa maksud mu Evelyn? Aku hanya ingin memberikan salep pada lebab mu,” ucap Kenrick yang kini berusaha menahan tawanya sata mengerti dengan apa yang Evelyn pikirkan. Pipi Evelyn kini sudah bersemu merah menyadari kekonyolannya sendiri.


“Sepertinya otakku sudah tercemari dengan otak mesum Kenrick,” batin Evelyn, merutuki dirinya sendiri.


“Apa yang sebenarnya tengah kau pikirkan hm? Apa otak cantikmu ini memikirkan hal aneh hm?” tanya Kenrick dengan menggoda Evelyn sambil menaik turunkan alisnya yang membuat Evelyn semakin malu karena tingkah Kenrick tersebut.


“Memangnya apa yang aku pikirkan? Jangan mengada-ngada,” ucap Evelyn dengan ketus yang berusaha menutupi salah tingkahnya itu.


Evelyn memilih untuk membuka bajunya dan membiarkan Kenrick untuk mengobati lukanya. Kenrick menatap Evelyn dengan meneguk ludahnya susah payah melihat tubuh indah wanitanya tersebut.


“Cepat obati, jangan berpikiran yang tidak-tidak,” kecam Evelyn pada Kenrick yang membuat Kenrick berdehem lalu memilih untuk fokus mengobati Evelyn.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.