Mafia's woman

Mafia's woman
Tak Ada Habisnya



Evelyn memilih berjalan jalan di taman menikmati hembusan angin malam yang mengenai kulitnya. Pikirannya tengah kacau dan bertemu dengan Kenrick hanya akan membuatnya kesal saja jadi ia memutuskan untuk berjalan-jalan dan mencari udara segar.


“Untuk apa malam-malam begini berjalan-jalan di taman?” tanya sebuah suara menghampiri Evelyn yang kini tengah memeluk tubuhnya sendiri sambil melihat ke arah harimau yang tengah tertidur di kandangnya tersebut mengingat kini sudah hampir jam dua belas malam.


Ini adalah waktu orang untuk beristirahat namun Evelyn kini malah berada di luar kamar dan mencari udara segera.


"Sean?! Ah aku hanya ingin menghirup udara segar,” ucap Evelyn saat melihat orang yang kini sudah berdiri di depannya tersebut adalah Sean. Sean menghela nafasnya ia tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Evelyn.


“Kau sedang bertengkar dengan Tuan?” tanya Sean sekedar memastikan. Sean sebenarnya mengetahui apa yang terjadi antara Evelyn dan Kenrick mengingat tadi ia tak sengaja mendengar pertengkaran tersebut saat hendak menemui Evelyn karena mengira jika Kenrick belum datang.


"Pertengkaran dalam sebuah hubungan bukankah memang sering terjadi?” tanya Evelyn dengan senyumannya yang sebenarnya hanya menutupi lukanya. Evelyn sengaja berkata demikian karena tak ingin membuat hubungannya semakin keruh karena ada orang lain yang mengetahui tentang pertengkarannya apalagi orang itu adalah orang yang menyukainya.


“Ya kau benar,” ucap Sean yang membalas senyuman Evelyn sambil menganggukkan kepalanya.


"Kau sendiri bagaimana bisa berada di taman?” tanya Evelyn dengan menaikkan sebelah alisnya dan menatap penuh tanya pada Sean yang kini malah tersenyum.


“Sama sepertimu. Ingin jalan-jalan bersama?” tawar Sean pada Evelyn yang terlihat berpikir sejenak untuk menerima atau menolaknya.


"Aku rasa itu tidak buruk. Namun jika kau sibuk aku bisa sendiri,” ucap Evelyn yang tak ingin untuk merepotkan Sean. Apa lagi ini adalah waktu untuk istirahat dan Sean juga butuh untuk istirahat atau laki-laki itu memiliki pekerjaan.


“Tentu saja tidak, tak ada hal yang harus aku urus. Jadi, aku bisa menemanimu. Kau juga bisa menceritakan masalahmu jika kau mau,” ucap Sean. Hubungan mereka kini memang cukup dekat namun mereka juga mengetahui batasan satu sama lain dan tak akan melampauinya. Sean hanya menemani Evelyn yang tengah bersedih dan Evelyn membutuhkan teman.


"Bukankah Kenrick membuatmu sibuk akhir-akhir ini?”  tanya Evelyn pada Sean saat mereka kini sudah berjalan di taman bunga yang berada di belakang kediaman Kenrick yang bisa tembus menuju teman depan.


“Aku dapat menanganinya,” jawaban Sean dengan begitu santainya. Sean memang begitu setia dan penurut pada Kenrick, dan Evelyn percaya itu. Evelyn bahkan menjadi penasaran apa yang sebenarnya Kenrick berikan pada Sean hingga membuat laki-laki tersebut begitu setia padanya.


"Kenrick memang keterlaluan padamu, tapi dia tidak bisa melakukan itu pada Razita. Sangat tidak tegas,” dengus Evelyn dengan kekesalannya. Mendengar hal itu membuat Sean terkekeh dengan senyumannya yang terlihat jelas. Mendengar itu Evelyn segera menatap Sean datar yang sontak membuat laki-laki tersebut menghentikan tawanya dan mengulum senyumnya.


“Kau masih memikirkan hubungan mereka?” tanya Sean pada Evelyn yang menganggukkan kepalanya. Sean tak menyalahkan jika Evelyn masih memikirkannya karena tuannya pun kini yang malah membuat Evelyn memikirkannya terus. Kenrick memang tak bisa tegas dan terkadang membuat Sean kesal sendiri karena nya.


“Tentu saja, bagaimana aku bisa tenang saat ada wanita lain yang dekat dengan Kenrick. Terlebih dia menyukai Kenrick dan mereka sudah bersahabat lama,” jelas Evelyn dengan helaan nafas kesarnya. Ia sebenarnya sudah tak ingin memikirkannya dan berusaha percaya pada Kenrick. Namun sikap Kenrick sendiri yang membuat nya terus merasa takut dan khawatir dengan hubungan mereka. Kenrick bahkan selalu meninggalkannya dan sibuk dengan urusannya yang ternyata berkaitan dengan Razita. Lalu bagaimana ia tak merasa takut kehilangan? Dan terus memikirkannya?


“Percayalah, Tuan tak akan mengkhianatimu. Ini sudah malam lebih baik aku segera kembali ke kamar,” ucap Sean menenangkan.


Evelyn hanya membalasnya dengan anggukan sebelum segera berlalu dari sana. Evelyn tahu bahwa perasaannya pada Kenrick sekarang sudah semakin besar. Evelyn tidak bisa lagi menyembunyikan perasaan cemburunya pada wanita lain.


***


Saat keluar dari kamar mandi Kenrick mengerutkan keningnya saat tak melihat keberadaan Evelyn di dalam kamar. Ia jadi bertanya-tanya kemana perginya wanitanya tersebut.


Satu jam berada di kamar mandi hanya sekedar berendam dan menenangkan dirinya. Tak lama suara pintu dibuka membuat Kenrick menoleh, hingga terlihat Evelyn yang baru saja masuk ke kamar dengan baju tidurnya.


“Dari mana?” tanya Kenrick pada Evelyn yang tengah bersiap untuk beristirahat.


Kenrick yang melihat hal tersebut menghembuskan nafasnya kasar lalu segera berjalan ke arah ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Evelyn lalu memeluk wanitanya tersebut. Walau ia kesal dengan Kenrick namun Evelyn memilih diam, membiarkan Kenrick memeluknya. Karena ia sudah begitu nyaman dengan laki-laki tersebut.


“Aku mencintai mu Evelyn. Selamat malam sayang,” gumam Kenrick sambil mengecup puncak kepala Evelyn sayang. Hingga akhirnya mereka sama-sama terlalap dengan alam mimpinya.


***


Pagi ini Evelyn terbangun dengan tidak mendapati Charles di sampingnya, padahal tadi malam laki-laki tersebut memeluk Evelyn dengan begitu erat.


“Kau sudah bangun?” suara lembut tersebut menyapa telinga Evelyn.


Saat mendengar suara Charles, Evelyn melihat ke arah pintu kamar mandi, ternyata laki-laki itu baru saja selesai membersihkan tubuhnya. Laki-laki tersebut kini sudah terlihat begitu segar dengan rambutnya yang basah.


"Hmm…” ucap Evelyn sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Kenrick. Evelyn berusaha menurunkan ego masing-masing untuk melupakan pertengkaran mereka sebelumnya. Charles berjalan ke arah wanitanya itu lalu mencium keningnya sayang.


“Maafkan aku karena pertengkaran kemarin,” ucap Kenrick tulus. Kenrick kini duduk di samping Evelyn sambil menggenggam tangan wanitanya itu sayang.


"Ya. Aku juga minta maaf. Aku terlalu emosi,” ucap Evelyn dengan wajah bersalahnya pada Kenrick yang menganggukkan kepalanya.


“Ini adalah kesalahanku jadi kau tak perlu meminta maaf. Kau hanya perlu percaya padaku,” ucap Kenrick. Ia sadar ia terlalu mengabaikan Evelyn untuk Razita. Namun tetap saja ia merasa jika Razita juga masih membutuhkannya.


"Baiklah. Aku kira ini akan menjadi pertengkaran lagi jika masih tetap berlanjut. Jadi, aku harap kau tidak mengulangi lagi,” ucap Evelyn yang membuat Kenrick terkekeh dan menganggukkan kepalanya sambil memeluk Evelyn.


“Lepaskan dulu Kenrick. Aku akan membersihkan diri dulu,” ucap Evelyn. Kenrick segera melepaskan pelukannya.  Setelah nya Evelyn langsung memilih pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Charles hanya bisa menghela napasnya lega karena hubungannya dengan Evelyn yang perlahan membaik.


***



Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.