Mafia's woman

Mafia's woman
Kantor Kenrick



Keadaan Kenrick kini sudah membaik, bahkan mereka sudah kembali ke rumah Kenrick kemarin. Evelyn pun mengatur nafasnya karena pergulatan yang melelahkan. Bahkan laki-laki tersebut baru saja sembuh namun kini sudah meminta jatahnya pada Evelyn.


“Terima kasih Sayang,” uap Kenrick sambil mengecup puncak kepala wanitanya tersebut sayang. Kenrick kini tengah bersandar di kepala ranjang dengan Evelyn yang berada dalam pelukan laki-laki itu.


"Kenrick, bolehkah aku meminta sesuatu padamu?” tanya Evelyn Evelyn mendongakkan kepalanya sambil menatap Kenrick dengan tatapan polosnya yang kini menatap Kenrick dengan begitu lembut dan begitu menenangkan. Bahkan rasanya Kenrick benar-benar nyaman berada dalam tatapan tersebut.


“Katakanlah, Sayang,” ucap Kenrick dengan lembut. Tangan Kenrick kini mengelus rambut Evelyn memainkannya dengan begitu lembut.


"Bisakah kau mencarikan pekerjaan yang baik untuk pamanku?” tanya Evelyn dengan tatapan memohonnya. Terlepas dari apa yang dilakukan pamannya pada dirinya namun ia tak pernah membenci laki-laki tersebut karena hanya pamannya yang selama ini ia miliki sebelum kedatangan Kenrick. Kenrick memang belum memberitahu Evelyn jika ia sudah menempatkan paman wanitanya tersebut di salah satu perusahaannya yang berada di New york


“Aku sudah menempatkan paman mu sebagai direktur pemasaran di salah satu perusahaan ku yang berada di New York,” ucap Kenrick dengan santai yang malah membuat Evelyn memelototkan matanya mendengar jawaban dari laki-laki nya tersebut. Kenrick sudah melakukan semuanya tanpa ia minta tapi kenapa laki-laki tersebut tidak memberitahunya? Tak tahukah Kenrick jika ia mengkhawatirkan pamannya?


“Mengapa kau tak memberitahuku Kenrick?” tanya Evelyn dengan kekesalannya. Bahkan kini wanita tersebut sudah menegakkan tubuhnya menjadi duduk dan menutupi tubuhnya yang polos  dengan selimut yang berada di sana.


“Karena aku pikir ini bukan masalah besar dan aku tak perlu memberitahu mu,” ucap Kenrick santai yang sontak membuat Evelyn menganga mendengar jawaban dari laki-laki tersebut yang begitu membuatnya kesal. Memang bukan hal besar namun ini menyangkut keluarganya tentu ia harus tahu.


“Mengapa kau memberi posisi yang begitu tinggi untuk paman?” tanya Evelyn mengingat jika posisi yang Kenrick berikan untuk pamannya tersebut bukanlah posisi sembarangan.


“Karena dia pamanmu dan karena kemampuannya sendiri. Pamanmu adalah orang yang cerdas dan begitu memahami tentang pemasaran. Aku masih ingat bagaimana ia saat melakukan penawaran saat ia menjual mu,” ucap Kenrick dengan kekehannya. Mendengar ucapan laki-laki tersebut Evelyn mencubit perut bidang Kenrick dengan keras walau pasti tak terasa apapun bagi Kenrick karena perutnya yang begitu kaku.


Kenrick menarik Evelyn hingga kini wanitanya tersebut kembali dalam pelukannya. Kenrick tersenyum senang melihat bagaimana menggemaskannya wanitanya tersebut.


“Aku hanya bercanda sayang. Namun aku serius mengatakan jika pamanmu begitu pintar. Aku begitu kagum dengan kemampuannya,” jelas Kenrick yang membuat Evelyn kini menatap laki-laki tersebut lalu mengeratkan pelukannya pada Kenrick sambil memejamkan matanya merasa begitu nyaman dalam pelukan yang hangat tersebut.


"Terima kasih Kenrick,” ucap Evelyn dengan tulus. Tak tahu harus berapa banyak ia mengucapkan terima kasih pada laki-laki tersebut namun ia merasa begitu beruntung karena memiliki Kenrick sebagai calon suaminya. Kenrick yang begitu baik dan begitu menjaganya.


“Tak perlu Sayang. Pamanmu adalah pamanku juga,” ucap Kenrick sambil mengelus puncak kepala Evelyn dan ikut memejamkan matanya untuk beristirahat sebentar karena lelah.


“Hari ini ikutlah denganku ke kantor,” ucap Kenrick setelah membuka matanya. Jika saja ia bisa untuk tidak bekerja Kenrick tak ingin rasanya untuk berangkat bekerja dan hanya ingin berlama-lama dengan wanitanya saja.


"Ah tidak. Aku sangat lelah,” tolak Evelyn yang masih setia memejamkan matanya. Ia masih ingin berlama-lama di ranjangnya tersebut tanpa mau kemanapun. Bahkan untuk sarapan saja ia tak ingin jika harus turun dan lebih memilih untuk tetap berada di kamarnya.


“Kau bisa beristirahat lebih dulu. Kita akan berangkat siang,” ucap Kenrick yang masih tetap memaksa agar Evelyn mau untuk ikut ke kantor bersamanya. Kenrick hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan wanitanya tersebut jadi ia ingin membawa Evelyn ke kantor dan menemaninya.


"Tidak bisa Kenrick. Kau tak boleh terlambat,” ucap Evelyn yang mencari alasan untuk menolak Kenrick. Perdebatan mereka karena pemikiran yang tak sejalan sepertinya akan dimulai kembali. Kenrick yang ingin terus bersama Evelyn dan Evelyn yang ingin terus bersama kasur nya.


“Ayolah Sayang temani aku hari ini. Aku juga sangat lelah jadi aku akan datang siang,” ucap Kenrick masih dengan memohon pada Evelyn. Evelyn berdecak kesal sambil menatap laki-laki tersebut dengan memutar bola matanya malas.


"Siapa suruh, kau membangunkanku begitu pagi untuk itu,” kesal Evelyn mengingatkan laki-laki tersebut dengan ulahnya yang membangunkan Evelyn begitu pagi saat matahari saja belum terbit hanya untuk memintah jatah nya.


“Siapa suruh kau begitu menggoda di pagi hari,” ucap Kenrick sambil mencium bibir Evelyn membuat Evelyn segera mendorong laki-laki tersebut.


"Kenrick!” marah Evelyn setelah melepaskan ciumannya.


***


Sesuai keinginan Kenrick, kini Evelyn tengah berada di ruangannya. Pria itu sedang sibuk berkutat dengan iPad-nya membuat Evelyn mengerutkan bibirnya kesal. Lagi-lagi laki-laki itu mengabaikannya hingga Evelyn merasa bosan berada di sana.


"Kau membuat ku bosan Kenrick,” ucap Evelyn dengan dengisannya. Bibirnya kini sudah mengerucut lucu karena kesal terus saja diabaikan oleh Kenrick yang lebih fokus pada pekerjaannya.


Harusnya Evelyn mempertahankan pendiriannya dengan tetap berada di rumah daripada ikut ke kantor bersama dengan Kenrick yang hanya akan membuatnya bosan.


“Sebentar Sayang harus ada yang aku urus,” ucap Kenrick pada wanitanya tersebut tanpa mengalihkan tatapannya dari dokumen di depannya.


“Ck! Kenrick! Kau mengatakan akan menemaniku. Tapi kau malah sibuk dengan urusanmu. Kau benar-benar ingkar janji,” kesal Evelyn menatap Kenrick dengan tatapan marahnya. Kenrick memang begitu menyebalkan. Mengajaknya ke kantor namun setelahnya Evelyn malah di abaikan.


“Sayang kau pergilah lebih dulu nanti aku akan menyusulmu. Di lantai atas gedung ini ada tempat bersantai yang bagus. Kau bisa pergi jika bosan di sini,” saran Kenrick yang masih tak melihat ke arah Evelyn dan fokus dengan iPad nya. Evelyn benar-benar kesal melihatnya.


"Kenrick, kau tidak seru! Aku akan memecahkan iPad-mu itu,” marah Evelyn dan sudah akan berjalan ke arah Kenrick namun Kenrick segera melindungi iPad nya tersebut.


“Jangan dong Sayang. Aku kan kerja untukmu,” ucap Kenrick dengan tatapan memohonnya pada Evelyn.


"Aku tak akan ikut ke kantormu lagi walau kau memaksaku,” kesal Evelyn dengan kakinya yang dihentakkan.


Dengan wajah kesal Evelyn segera keluar dari ruang kerjanya. Di sisi lain Kenrick hanya tersenyum melihat Evelyn yang tengah marah.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.