
“Nona Evelyn,” suara tersebut memanggilnya membuat Evelyn juga Steve menoleh ke arah sumber suara. Saat melihat siapa yang memanggil Evelyn, Steve segera pasang badan untuk menjaga Evelyn. Evelyn menatap wanita tersebut dengan tanda tanya. Ia masih mengingat betul jika wanita tersebut adalah wanita yang ia bantu saat di bully oleh Carlo di kolam renang saat itu.
“Apa yang kau lakukan di sini? Kembali ke gedung selatan,” marah Steve pada wanita yang kini terlihat ketakutan tersebut. Bahkan ia sampai menundukkan kepalanya karena takut dengan Steve. Melihat hal tersebut Evelyn segera maju dari Steve yang kini tengah menahannya.
“Maaf Kepala pengawal, saya hanya ingin berbicara dengan Nona Evelyn,” ucap wanita tersebut dengan wajah takutnya. Ia begitu takut melihat wajah menyeramkan kepala pengawal Kenrick tersebut.
“Pergi sekarang atau aku akan melaporkannya pada Taun Kenrick. Atau harus aku yang menghukum mu dengan cara ku? Kau tahu bukan kau tak boleh menginjakkan kakimu ke mansion utama dan mendekati Nona Evelyn,” marah Steve yang kini semakin membuat wanita tersebut bahkan ia sudah mengepalkan tangannya menahan rasa takutnya. Evelyn yang melihat hal tersebut jadi takut karena nya.
“Steve, tinggal kan kami berdua,” ucap Evelyn pada Steve yang kali ini sontak melihat ke arah Evelyn dengan raut wajah terkejutnya.
“Tapi Nona….” Belum sempat Steve melanjutkan ucapannya Evelyn sudah lebih dulu menyela ucapannya tersebut.
“Kau ingin membantahku?” tanya Evelyn dengan begitu tajamnya pada Steve yang akhirnya hanya bisa menuruti perintah calon Nyonya nya tersebut. Melihat bagaimana Steve yang begitu takut dengan Evelyn, wanita tersebut tahu jika posisi Evelyn begitu berpengaruh di mansion tersebut.
“Saya akan berjaga dari jauh Nona,” ucap Steve yang akhirnya memilih untuk mengalah. Setelahnya laki-laki tersebut sedikit menjauh membiarkan Evelyn juga wanita tersebut berbicara.
“Nona maaf telah mengganggu waktu Anda,” ucap wanita tersebut yang dijawab dengan anggukan dan senyuman begitu lembut oleh Evelyn.
“Tidak masalah. Jadi siapa namamu?” tanya Evelyn yang merasa canggung dan aneh saat ia tak mengetahui nama lawan bicaranya.
“Kau bisa memanggilku Vera, Nona,” ucap wanita bernama Vera tersebut memperkenalkan dirinya yang dijawab dengan anggukan oleh Evelyn.
Kini mereka berjalan ke arah salah satu kursi taman yang terletak di taman bagian depan Mansion tersebut. Steve masih saja mengawasi mereka dengan tatapan yang begitu tajam. Menjaga Evelyn kini adalah tugasnya jika terjadi sesuatu pada wanita tersebut bisa di pastikan ia akan kehilangan kepalanya. Tuannya jelas tak akan membiarkannya begitu saja.
“Apa yang ingin kau katakan?” tanya Evelyn yang kini menatap serius ke arah Vera yang malah memilin tangannya. Melihat hal tersebut Evelyn mengelus tangan Vera mengerti jika wanita tersebut kini takut.
“Tak apa, katakan saja apa yang ingin kau katakan,” ucap Evelyn dengan senyuman lembutnya pada wanita tersebut yang kini menatap Evelyn dengan tatapan penuh harap yang membuat Evelyn kebingungan melihatnya.
“Nona bisakah Anda mengeluarkan saya dari Mansion selatan?” tanya Vera yang membuat Evelyn terdiam mendengarnya.
Vera meminta bantuan pada Evelyn yang jelas di tempat ini juga hanyalah tawanan. Bahkan ia sendiri tak bisa pergi dari tempat ini. Jadi bagaimana bisa ia mengeluarkan wanita tersebut.
“Aku tak bisa melakukannya. Bahkan aku bernasib sama seperti mu yang menjadi tawa nya,” ucap Evelyn dengan senyuman sinisnya yang membuat Vera terkejut mendengarnya.
“Tidak Nona, kita tidak sama. Kau begitu beruntung bisa hidup dengan baik di Mansion utama. Kau bahkan bisa bebas ke tempat yang kau inginkan dengan para pelayan dan pengawal yang tunduk padamu,” ucap Vera sambil menggelengkan kepalanya dengan kuat. Tidak setuju dengan pa yang Evelyn katakan. Karena jelas kehidupan Evelyn di mansion tersebut sangat baik.
“Tidak seperti saya, bahkan kehidupan kami di sana begitu dibatasi. Kita dulu hanya menjadi teman malam Tuan Kenrick juga tawanan Tuan Kenrick. Saya juga menjadi korban bully di sana Nona,” ucap Vera dengan begitu menyedihkannya. Evelyn yang mendengarnya menjadi tak tega karenanya. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Kenrick bahkan sudah melarangnya untuk tidak mencampuri urusannya.
“Dulu?” tanya Evelyn yang sedikit salah fokus dengan ucapan Vera yang mengatakan jika mereka dulu menjadi teman malam Kenrick. Lalu bagaimana dengan sekarang?
“Nona, Saya tahu Anda bisa membantu saya. Saya mohon Nona. Saya tidak masalah jika hanya keluar dari Mansion selatan dan menjadi pelayan Anda tanpa bisa keluar dari Mansion ini. Saya hanya tak ingin ditindas lagi oleh para wanita tersebut Nona,” ucap Vera yang kini sudah berlutut di hadapan Evelyn. Evelyn yang melihatnya tentu saja di buat terkejut. Ia tidak mengetahui mengapa Vera bisa menjadi objek Bully namun ia tahu pasti semua itu sangat menyiksa bagi wanita tersebut.
“Berdirilah dan duduk kembali,” perintah Evelyn pada Vera sambil menggenggam tangan Vera dan membantunya untuk duduk kembali di samping Evelyn. Evelyn tak bertanya mengapa gadis tersebut bisa menjadi objek bully karena ia berpikir jika hal tersebut adaah sebuah privasi karena Vera pun tak berminat untuk menceritakannya.
“Nona Anda bisa bukan membantu Anda? Mereka selalu membully saya hanya karena saya wanita baru di sana dan Tuan Kenrick mengajak saya ke club untuk menemaninya,” ucap Vera yang membuat Evelyn terkejut mendengar jika Wanita tersebut juga baru di sana.
“Kau baru berada di sani?” tanya Evelyn yang dijawab dengan gelengan membuat Evelyn mengerutkan keningnya bingung.
“Semua itu semua berlalu lima bulan yang lalu Nona. Dan setelah itu Tuan Kenrick tak pernah lagi menghiraukan saya dan hanya menghiraukan wanita di lantai tiga,” ucap Vera yang sekarang semakin membuat Evelyn bingung dengan struktur yang berada di sana.
“Carlo bersama teman-temannya,” jelas Vera yang membuat Evelyn mengangguk paham.
Vera kini sudah menggenggam tangan Evelyn dengan begitu eratnya menatap wanita tersebut dengan penuh permohonan.
“Saya mohon Nyonya bantulah saya. Saya akan menjadi pelayan yang setia pada Anda Nyonya,” ucap Vera dengan wajah memelasnya.
“Aku tidak bisa janji,” ucap Evelyn pada wanita tersebut yang kini terlihat menundukkan kepalanya. Bersamaan dengan itu Steve datang menghampiri mereka karena ia sudah terlalu lama menunggu mereka berbicara.
“Nona kita harus segera kembali. Dan kau cepat kembali ke tempat mu,” ucap Steve dengan tegasnya pada Vera.
“Tapi aku coba mengatakannya pada Kenrick,” ucap Evelyn sebelum pergi dari sana membuat senyuman terbit di wajah Vera.
Setelahnya Evelyn segera pergi dari sana bersama dengan Steve yang selalu mengikutinya. Di depan pintu utama sudah terlihat Jessie bersama dengan dua pelayan nya yang menunggu Evelyn.
Ia masih memikirkan tentang ucapan Vera. Ia merasa kasihan dengan wanita tersebut jadi ia akan mencoba mengatakannya pada Kenrick. Hasil akhir biarkan takdir yang menjawabnya karena ia juga bahkan tak jauh berbeda dengan Vera yang juga merupakan seorang tawanan.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow
akun ku ya.