
Kenrick dan Evelyn kini duduk di kursi tunggu, di depan sebuah kaca yang menjadi pembatas antara pengunjung juga orang yang akan dikunjungi. Kini Kenrick dan Evelyn memang sudah berada di penjaram sesuai dengan rencana mereka tadi malam.
Evelyn kini menggenggam tangan Kenrick dengan begitu erat begitu pun dengan Kenrick. Kini mereka seolah memberikan kekuatan satu sama lain. Sambil menunggu Karel yang belum juga datang. Kenrick dengan wajah datarnya terus menatap lurus ke arah depan.
Hingga tak lama orang yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang juga, dengan seorang penjaga yang mengantar Karel untuk menjumpai orang yang mengunjunginya. Senyuman di wajah laki-laki itu mengembang saat melihat kedatangan Evelyn yang menjenguk nya.
“Kau datang Evelyn?” tanya Karel dengan senyumannya saat laki-laki tersebut kini sudah duduk di depan Kenrick juga Evelyn. Mendengar ucapan Karel, Evelyn hanya menjawabnya dengan anggukan.
“Aku datang karena aku benar-benar ingin menyelesaikan semua dengan mu Karel,” ucap Evelyn menjelaskan pada Karel yang kini terlihat tersenyum dengan sendu mendengar ucapan Evelyn sambil menganggukkan kepalanya mengerti.
“Aku tahu. Aku juga ingin meminta maaf atas kejadian kemarin. Tak seharusnya aku melakukan hal seperti itu,” ucap Karel dengan tatapan menyesalnya.
Kini ia sadar jika hubungannya dengan Evelyn memang sudah tak bisa lagi untuk diperbaiki. Evelyn sudah menemukan kebahagiaannya sendiri setelah luka yang ia berikan pada wanita cantik di depannya tersebut.
“Aku sudah memaafkan mu, tapi aku harap setelah ini kau tak akan mengganggu ku lagi,” ucap Evelyn dengan tatapan memohonnya pada Karel yang menjawabnya dengan anggukan.
Sebenarnya tanpa Evelyn minta pun ia juga akan melupakan Evelyn dan mulai menjalani hidupnya kembali tanpa mengganggu wanita tersebut. Setelah banyak memikirkan tentang kajian belakangan ini yang menimpanya. Karel sadar, tak selamanya cinta harus memiliki. Terkadang mengikhlaskan orang yang kita cintai juga perlu jika memang itu yang terbaik.
“Tuan. Aku juga meminta maaf pada mu tentang apa yang terjadi. Aku harap kau bisa membahagiakan Evelyn dan tidak menyakitinya seperti apa yang ku lakukan padanya,” ucap Karel dengan senyuman tulus pada Kenrick.
Kenrick bahkan kini di buat tak percaya jika akan semudah ini untuk Karel meminta maaf dan menyadari kesalahannya. Bahkan laki-laki tersebut terlihat tulus saat mengucapkannya.
“Aku tak akan melakukan hal bodoh yang pernah kau lakukan. Aku akan menjaga nya dengan baik,” ucap Kenrick pasti.
Tanpa Karel minta pun ia jelas akan menjaga Evelyn dengan baik dan tak akan menyakiti wanitanya itu. Baginya Evelyn adalah dunianya, ia tentu tak akan membiarkan dunianya hancur begitu saja.
“Terima kasih telah memaafkan ku. Jaga dirimu dengan baik Evelyn. Terima kasih karena pernah menemaniku dalam segala kondisi. Terima kasih karena telah mencintaiku. Dan maaf atas luka yang aku berikan pada mu, maaf karena aku tak bisa mencintaimu dengan baik,” ucap Karel panjang lebar yang kini hanya membuat Kenrick juga Evelyn terdiam mendengar ucapan laki-laki tersebut yang terlihat begitu tulus.
“Berbahagialah, aku akan selalu mendukungmu dan mendoakan kebahagiaanmu,” ucap Karel dengan senyumannya lalu laki-laki itu segera berdiri dan menunduk hormat pada kedua orang didepannya sebagai salam perpisahan. Setelahnya ia segera pergi dari sana bersama dengan penjaga yang membawanya.
Melihat Evelyn bersama laki-laki lain. Tak bisa Karel bohongi, hatinya masih sakit saat melihat hal tersebut jadi lebih baik ia segera pergi dari pada membiarkan hatinya semakin terluka. Meskipun ia masih begitu mencintai Evelyn. Namun ia sudah tak ingin lagi untuk merebut Evelyn dn membuat banyak orang terluka karena sikapnya itu.
Sepeninggalan Karel. Kenrick segera mengajak Evelyn untuk keluar. Kenrick menggenggam tangan Evelyn dengan begitu erat untuk keluar dari ruangan tersebut.
Kenrick yang mendengar pertanyaan wanita nya itu segera menoleh ke arah Evelyn lalu menjawabnya dengan anggukan dan senyuman. Karena memang itulah yang ia rasakan saat ini. Evelyn benar, masalah memang harus dihadapi bukan dan lari dan bersembunyi.
“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang kini membuat Kenrick mengerutkan keningnya mendengar ucapan Evelyn.
Namun tak dapat disembunyikan, senyuman gadis tersebut yang kini mengembang mendengar jika Evelyn kini memiliki inisiatif untuk mengajaknya pergi ke tempat yang gadis itu mau.
“Baiklah. Aku akan mengikuti mu Nyonya,” ucap Kenrick yang kini justru membuat Evelyn terkekeh mendengar ucapan dari suaminya itu.
Setelahnya mereka akhirnya memilih untuk segera pergi menuju tempat yang ingin Evelyn kunjungi. Di dalam mobil mereka seolah tak kehabisan topik untuk di perbincangkan. Entah sekedar cerita ringan ataupun humor yang Kenrick lontar kan untuk membuat istrinya itu tertawa.
Bahkan terkadang mereka mendapatkan kejutan dari anak mereka yang begitu aktif menendang saat Kenrick mengelus perut Evelyn dan mengajak anaknya itu untuk berbicara.
Hingga tak beberapa lama mereka akhirnya sampai di tempat yang sudah Evelyn tentukan. Evelyn segera keluar dari mobil yang membawa mereka. Begitupun dengan Kenick yang kini juga sudah keluar dari mobil. Dan pandangan mereka kini langsung tertuju pada bangungan dengan arsitektur yang begitu mewah. Dan jika dilihat dari atas maka akan berbentuk salib di bagian tengah dengan dua bagian pilar.
“St. Patrick's Cathedral?” tanya Kenrick saat melihat bangunan di depannya yang kini Evelyn balas dengan anggukan dan senyuman.
“Aku tahu kau tak pernah beribadah, jadi dengan baik hati aku akan mengajakmu beribadah bersama untuk kembali pada jalan tuhan,” ucap Evelyn dengan kekehannya yang kini sontak membuat Kenrick memelototkan matanya mendengar jawaban dari wanitanya itu.
Meskipun apa yang Evelyn katakan adalah benar. Terakhir kali ia ke gereja bahkan saat usia nya 8 tahun. Setelah ibunya meninggal ia sudah tak pernah lagi datang ke gereja karena baginya tuhan hanya memberikan derita dan mengambil orang-orang yang ia sayangi.
“Memangnya kau rajin beribadah?” tanya dengan tatapan menyelidiknya pada Evelyn. Karena semenjak ia tinggal bersama Evelyn ia tak pernah melihat wanitanya itu pergi ke gereja.
“Awalnya iya, tapi setelah mengenalmu dan kau mengurungku aku jadi tak pernah datang ke gereja,” aku Evelyn yang kini membuat Kenrick memelotot mendengar ucapan Evelyn yang seolah menyalahkannya karena wanita itu tidak pernah beribadah karena Kenrick yang mengurungnya.
“Kau sengaja mengadukan ku pada tuhan? Dosa ku sudah banyak jadi jangan coba untuk menyalahkan ku lagi di depan tuhan,” peringat Kenrick yang kini berhasil membuat Evelyn tertawa mendengar ucapan dari suaminya itu.
“Kau sangat lucu sayang. Sudah lah, lebih baik sekarang kita segera masuk,” ajak Evelyn yang setelahnya langsung menarik Kenrick untuk memasuki gereja tersebut.
***