Mafia's woman

Mafia's woman
Evelyn Ngambek



Saat sampai di Mansion besarnya, Evelyn segera memasuki kamarnya dengan perasaan kesalnya. Ia masih saja kesal dengan Kenrick dan Maxi. Dasar memang laki-laki tua tersebut, Evelyn padahal tak pernah mencari masalah dengan aki-laki tersebut jadi untuk apa laki-laki tersebut tidak menyukainya?


Para pelayan Evelyn dibuat kebingungan melihat calon Nyonya mansion tersebut yang berjalan dengan kaki yang dihentak-hentakkan tersebut.


Namun saat baru saja membuka kamarnya Evelyn dibuat mengerutkan keningnya bingung melihat sebuah box berwarna hitam yang berada di atas ranjangnya tersebut.


"Apa ini?” tanya Evelyn dengan bingung. Evelyn segera berjalan ke arah ranjangnya itu untuk melihat boz tersebut lebih jelas dan membaca pesan yang ternyata hanya bertuliskan nama Evelyn. Tanpa ragu Evelyn segera membukanya hingga terlihat heels berwarna silver dengan blink emas yang terlihat begitu indah.


"Wow ini begitu indah,” ucap Evelyn dengan senyuman mengembangnya, amarahnya yang sedari tadi terus memuncak kini seolah sirna saat melihat heels tersebut.


Suara ketukan pintu membuat Evelyn segera menyuruh orang di luar masuk. Ia masih saja sibuk mengamati heals yang begitu itu dengan senyumannya yang mengemabang tersebut.


“Nona, Tuan meminta kami untuk membawakan Anda pakaian,” ucap Jessie yang baru saja masuk bersama tiga pelayannya lainnya dengan menarik gantungan baju yang berisi gaun yang begitu indah.


Kini mata Evelyn kembali di buat berbinar saat melihat berbagai gaun indah tersebut. Evelyn dengan segera menghampirinya untuk melihatnya lebih jelas. Lama terkesima dengan pakaian tersebut hingga Evelyn menyedari ada sesuatu yang mengganjal. Karena jika sudah begini pasti ada yang laki-laki tersebut akan lakukan.


"Ada apa ini? Aku lelah sekali,” ucap Evelyn akhirnya memilih untuk menjauh dan mengabaikannya walau matanya masih sempat melirik gaun-gaun indah tersebut sebentar. Namun jika Kenrick meminta nya untuk pergi ia tak akan lagi tertarik. Seharian ini ia sudah begitu lelah harus menuruti kemauan Kenrick, jadi sekarang ia hanya ingin untuk beristirahat.


“Kami juga tidak tahu Nyonya. Tuan hanya meminta kami membawakan semua ini tanpa mengatakan apapun,” ucap Jessie menundukkan hormat pada Evelyn. Wanita tersebut berdecak kesal mendengar jawaban dari pelayannya tersebut, seharusnya ia tak perlu bertanya karena Kenrick memang suka sekali melakukan apa yang ia mau tanpa bertanya lebih dulu.


"Baiklah, aku akan tanyakan sendiri,” ucap Evelyn akhirnya. Ia tahu para pelayan tersebut tak akan pergi sebelum ia mengatakan Iya, mereka masih akan tetap memaksa Evelyn karena terlalu takut dengan Kenrick. Ya memangnya siapa yang tak takut dengan monster tersebut?


“Kalau begitu kami permisi Nona,” ucap Jessie. Evelyn hanya mengangguk, lalu para pelayan itu segera pergi.


Setelah mereka pergi Evelyn segera menelpon Kenrick dengan ponsel yang baru kemarin laki-laki itu berikan padanya. Ya, akhirnya laki-laki tersebut membuang ponsel yang Evelyn beli dengan uang Ronald.


Namun di sisi lain, Evelyn bersyukur karena mulai bisa mengirim pesan pada temannya melalui email, karena Evelyn tidak ingat berapa nomor HP mereka.


“Ada apa Evelyn?” tanya Kenrick saat panggilan wanita tersebut sudah di jawab oleh laki-laki tersebut.


"Ada apa ini? Mengapa kau mengirim heels dan gaun?” tanya Evelyn dengan kekesalannya. Kenrick cukup terkejut dengan reaksi wanita tersebut, ia pikir Evelyn akan menyukainya namun kini wanita tersebut malah terdengar marah padanya.


“Pakailah, aku akan menjemputmu jam tujuh nanti,” ucap Kenrick dengan begitu tegasnya membuat Evelyn berdecak sambil memutar malas matanya mendengar nada paksaan dari laki-laki tersebut.


"Ada apa sebenarnya? Kenrick jujurlah, jika kau cinta padaku?” tegas Evelyn yang sebenarnya tak perlu menanyakan hal tersebut karena ia tahu pasti jika laki-laki tersebut tak mencintainya. Setidaknya saat ini itulah yang Evelyn pikirkan karena Kenrick yang suka sekali mengatakan jika ia mencintai Evelyn namun saat Evelyn menanyakan kesungguhan dari ucapan laki-laki tersebut Kenrick malah terlihat kebingungan. Jadi tak salah bukan jika ia bertanya seperti itu?


“Kau sekarang berani memanfaatkan cintaku padamu hm?” tanya Kenrick dengan seringainya di seberang sana yang jelas tak dapat Evelyn lihat.


"Ya, aku harus melakukannya untuk membuatmu jujur padaku,” kesal Evelyn yang malah membuat Kenrick tertawa mendengar ucapan wanitanya tersebut.


“Baiklah, tapi aku tetap tidak akan memberitahumu,” ucap Kenrick dengan begitu santainya. Evelyn yang mendengar ucapan tersebut sontak memelototkan matanya sempurna.


“Sudah aku katakan ini adalah kejutan, Sayang,” lanjut Kenrick hingga terdengar decakan dari Evelyn. Wanita tersebut kini mendudukkan tubuhnya ranjang king size nya dengan perasaan kesalnya karena Kenrick yang tak mau memberitahunya.


"Ahh... Kau memang tak mencintaiku,” kesal Evelyn yang masih saja terus memaksa Kenrick untuk mengatakan yang sebenarnya tentang kemana laki-laki tersebut akan membawanya bahkan kini Evelyn berbicara dengan suara yang merajuk berharap Kenrick akan luluh dengan dengannya. Ia hanya tak ingin jika kembali dibawa pada pertemuan di klub malam yang akhirnya hanya akan membuatnya sakit hati,.


Tampa mau membuang waktunya Kenrick malah langsung mematikan sambungan telepon tersebut dengan sepihak karena tak ingin mendengar protes dari Evelyn lagi. Dengan helaan nafasnya akhirnya Evelyn bangkir dari ranjangnya. Tidak ingin lagi menundanya dengan segera Evelyn mempersiapkan dirinya. Meski cukup kesal karena Evelyn harus berpindah-pindah tempat dalam satu waktu, tapi Evelyn penasaran kejutan apa yang Kenrick maksud.


seorang make up artist kini tengah membantu Evelyn merias wajahnya. Tadi saat ia baru keluar dari kamar mandi ternyata di kamarnya sudah ada pelayan juga MUA yang tengah menunggu nya. Semua ini adalah rencana Kenrick yang mengajaknya untuk pergi. Namun, laki-laki itu malah belum terlihat batang hidungnya.


“Nyonya Anda terlihat begitu cantik,” ucap sang makeover tersebut memuji kecantikan wanita yang tengah ia make up tersebut.


"Terima kasih, semua juga karenamu. Terima kasih sudah membantu,” ucap Evelyn dengan begitu tulus. Ia begitu puas dengan hasil make up nya itu yang begitu cantik. Bahkan ia sendiri di buat tak percaya jika yang berada di cermin tersebut adalah dirinya.


“Ahh tidak Nona. Saya berikan terbaik karena ini sesuai kemauan Nyonya,” ucap nya lagi yang membuat Evelyn menjawabnya dengan anggukan.


“Mari saya bantu memakai gaun,” ucap MUA tersebut yang akan membantu Evelyn untuk bersiap.


"Tentu,” ucap Evelyn dengan senyumannya. Evelyn berjalan ke arah gantungan baju yang sudah pelayan siapkan dan mulai memilih pakaian yang akan Evelyn kenakan. Setelah selesai menggunakan gaunnya, kini Evelyn melihat Kenrick datang dengan mata berbinar.


“Hei! Kau terlihat begitu cantik,” ucap Kenrick yang baru saja datang dengan senyumannya. Kini laki-laki tersebut berjalan ke arah Evelyn menatap wanitanya tersebut bahkan dengan tidak berkedip karena terlalu terpesona dengan kecantikan dari wanitanya tersebut.


"Terima kasih,” ucap Evelyn dengan senyuman malunya, kini pipinya sudah memerah akibat ucapan Kenrick tersebut.


“Sudah siap?” tanya Kenrick yang Evelyn jawab dengan anggukan lalu Kenrick segera membawa wanitanya tersebut dalam rangkulannya.


"Kau tak ingin memberitahuku sekarang?” tanya Evelyn yang masih saja dengan usahanya, mendengar hal tersebut Kenrick berhasil di buat terkekeh mendengarnya.


“Tidak. Kau sangat tidak sabaran, Sayang,” ucap Kenrick dengan tawanya. Ia benar-benar gemas melihat ekspresi wanitanya tersebut saat ini. Evelyn hanya mendengus hingga mereka berjalan beriringan keluar dari rumah besar tersebut menuju mobil yang sudah menunggu mereka.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.