
Evelyn masuk ke dalam mobilnya masih dengan menggerutu dan amarahnya yang terlihat begitu jelas. Sopir yang kini berada di depan Evelyn untuk mengantar wanita tersebut memilih diam karena terlalu takut pada Evelyn.
“Sepertinya pernikahan ku akan benar-benar dibatalkan, aish sial,” marah Evelyn dengan mengepalkan tangannya dan melihat ke luar jendela dengan tatapan tajamnya seolah ia siap membunuh kapan saja.
“Apa aku harus menemui Ronald?” tanya Evelyn pada dirinya sendiri. Merasa jika ia perlu berbicara pada Ronald dan tidak lagi memperpanjang masalah ini.
Bukan hanya memikirkan tentang pernikahannya yang akan di undur namun ia juga memikirkan tentang Kenrick, ia tahu laki-laki tersebut pasti begitu lelah dan Evelyn juga tak ingin jika sampai terjadi sesuatu pada laki-laki yang dicintainya itu.
“Sebaiknya aku menemuinya sekarang. Memintanya untuk tidak terlibat dengan Charles. Aku rasa itu ide yang bagus untuk saat ini,” ucap Evelyn, ia berharap langkah yang diambil saat ini tidak menimbulkan masalah baru. Rasanya ia sudah lelah dengan masalah yang belakangan ini menimpanya. Hidup dengan banyak uang ternyata tak menjamin kebahagiaan dan terhindar dari masalah karena nyatanya belakang ini terus saja ada masalah yang menghampirinya.
Evelyn mengeluarkan ponselnya mencari kartu nama Ronald yang ia simpan di dompetnya, beruntung Evelyn bisa menyembunyikan kartu nama itu dari Kenrick. Setelahnya Evelyn langsung menghubungi laki-laki tersebut.
Tak membutuhkan waktu lama, hanya di dering ketiga Ronald sudah menjawab panggilannya yang membuat Evelyn menghela nafasnya lega.
“Siapa?” tanya Ronald di seberang sana setelah menjawab panggilan dari Evelyn.
“Aku Evelyn,” jawab Evelyn singkat.
“Ah kau, ada apa Evelyn?” tanya Ronald yang terdengar begitu antusias di seberang sana saat mengetahui jika yang menghubunginya adalah Evelyn. Pasalnya, setelah Evelyn kembali ke Las Vegas mereka tak lagi saling berhubungan dan tentu saja semua itu karena Kenrick.
“Bisakah kita bertemu?” tanya Evelyn langsung. Evelyn melihat ke arah sopir di depannya yang tampak acuh, namun ia yakin sopir tersebut tengah mendengarkan pembicaraan mereka dan pasti akan memberitahu Kenrick, jadi ia harus cepat bertemu dengan Ronald.
“Tentu saja. Aku akan menunggumu di kafe dekat kantorku, aku akan mengirim alamatnya,” ucap Ronald di seberang sana yang Evelyn balas dengan anggukan walau ia tahu pasti jika laki-laki tersebut pasti tak dapat melihatnya.
“Baiklah, terima kasih Ronald,” ucap Evelyn karena Ronald yang masih mau menemuinya setelah apa yang terjadi belakangan ini.
“Tentu,” jawab Ronald yang setelahnya langsung mematikan sambungan teleponnya.
“Kita ke Vesta Coffee Roasters,” ucap Evelyn pada sang sopir setelah mengetahui di mana cafe yang Ronald maksud.
“Maaf Nyonya tapi Anda harus segera pulang,” ucap sopir tersebut yang membuat Evelyn berdecak mendengarnya sepertinya tak akan mudah meyakinkan sopir tersebut.
“Aku hanya ingin menenangkan diri saja, dan jika kau tak mengantar ku dan aku menjadi stres karena Evelyn, aku akan meminta Kenrick untuk memberimu pelajaran,” ancam Evelyn dengan begitu tegasnya yang akhirnya membuat sopir tersebut memilih mengalah. Sopir tersebut kini tengah ada di posisi yang sulit.
Setelah sampai di cafe yang dimaksud Ronald Evelyn segera masuk dan mencari keberadaan Ronald yang kini ternyata tengah melambaikan tangan pada Evelyn. Evelyn tersenyum melihat laki-laki itu lalu segera menghampirinya.
"Sudah lama menunggu?” tanya Evelyn sambil duduk di depan Ronald dan meletakkan tas nya di sampingnya.
“Tidak, aku baru saja datang. Ah ya silahkan pesan makanan dulu, aku tak tahu apa yang kau suka,” ucap Ronald dengan menggaruk tengkuknya canggung karena kini depannya pun sudah ada makanan yang sudah ia pesan. Ingin memesankan Evelyn juga tapi ia tak tahu apa yang Evelyn suka.
"Tidak masalah,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang terlihat begitu manis. Ronald mengangkat tangannya untuk memanggil writers dan mencatatan pesanan makanan milik Evelyn. Setelah selesai writers tersebut segera pergi untuk menyiapkan pesanan Evelyn.
“Bagaimana kabarmu? Maaf rencana kita gagal,” ucap Ronald dengan wajah bersalahnya. Evelyn menghembuskan nafasnya kasar karena masalah ini lah yang akhirnya membuatnya terlibat banyak masalah begitupun dengan Ronald. Bahkan kini acara pernikahannya terancam. Pernikahan yang sebelumnya tak pernah ia inginkan, kini justru menjadi pernikahan yang begitu ia idam-idamkan.
"Tak apa Ronald. Kabarku baik-baik saja,” ucap Evelyn dengan senyumannya.
“ Ada apa mencariku? Apa semua baik-baik saja?” tanya Ronald. Tentu saja ia merasa aneh karena Evelyn yang tiba-tiba mencarinya selama beberapa waktu mereka sudah tak pernah lagi bertemu dan saling terlibat.
“Bukan masalah. Aku membantumu kabur karena aku yang mau,” ucap Ronald dengan senyuman menenangkannya yang kini malah membuat Evelyn menarik nafasnya dalam.
"Ronald tak bisakah kau berdamai dengan Kenrick. Jangan lagi membuat masalah dengannya,” ucap Evelyn dengan tatapan memohonnya. Ia tahu Ronald adalah orang yang baik dan Evelyn berharap Ronald mau mendengarkan sarannya.
“Kau mengetahuinya?” tanya Ronald dengan senyuman sinisnya yang membuat Evelyn mengangguk.
"Max memberitahuku. Tapi kau jangan salah paham, bukan Kenrick yang memintaku datang ke sini,” tegas Evelyn yang tak ingin Ronald maupun Kenrick salah paham dengan maksud Evelyn yang sebenarnya hanya ingin mendamaikan kedua pria ini. Mendengar ucapan Evelyn, Ronald malah terkekeh mendengarnya.
“Baiklah aku mengerti,” ucap Ronald dengan senyumannya yang membuat Evelyn kini mencondongkan wajahnya untuk menatap Ronald dengan lekat.
"Kau setuju untuk tidak membuat ini berlanjut?” tanya Evelyn dengan antusiasnya berharap Ronald mengatakan jika ia menyetujui permintaan Evelyn.
“Kau tahu apa yang dilakukannya padaku?” tanya Ronald dengan tatapan seriusnya pada Evelyn yang menjawabnya dengan anggukan.
"Ya aku tahu. Bukankah kalian sudah impas? Dia mengambil kasinomu dan kau mengambil alih investor anggurnya,” ucap Evelyn menyampaikan apa saja yang wanita tersebut tahu. Dan memang hanya itulah yang ia tahu. Evelyn hanya tak tahu saja kejahatan apa saja yang Ronaldo lakukan.
“Kau sepertinya tidak tahu banyak,” ucap Ronald dengan senyuman sinisnya yang membuat Evelyn kini menaikkan sebelah alisnya bingung.
“Masalah investor anggur itu sudah kembali padanya lagi. Dan dia bahkan kini menculik orang kepercayaanku,” ucap Ronald menjelaskan. Evelyn tentu saja terkejut mendengar hal tersebut.
"Jika begitu aku akan membantumu untuk membebaskan orang kepercayaanmu. Jadi bisakah kau berdamai?” tanya Evelyn dengan wajah seriusnya pada Ronald. Berharap jika negosiasinya kali ini berjalan dengan baik.
“Tanyakan itu pada Kenrick, Sayang,” ucap Ronald dengan seringainya. Dan di luar dugaan Ronald mendekatkan wajahnya pada Evelyn dan secara tiba-tiba laki-laki itu malah mencium wanita tersebut. Evelyn yang tidak sempat mengelak karena terkejut hanya terdiam membeku di tempatnya.
“Evelyn Apa yang kalian lakukan?!”
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.