Mafia's woman

Mafia's woman
Kembali ke NY



Hembusan angin yang begitu menyegarkan langsung menyambut Evelyn juga Kenrick saat mereka baru saja sampai di bandara New York. Seperti yang sudah di janjikan oleh Kemrick. Setelah mereka datang liburan mereka akan kembali tinggal di New York sampai Evelyn melahirkan.


Kenrick benar-benar terus memenuhi apa yang Evelyn inginkan dalam masa kehamilannya seperti ini. Sepertinya ucapan Evelyn tentang akibat dari tak menuruti kemauan anak saat sedang mengidam memang memberikan efek besar bagi Kenrick.


Selain itu sebenarnya Kenrick juga tak ingin membuat istrinya itu merasa stres saat masa kehamilannya jadilah Kenrick kini lebih banyak mengalah dari Evelyn karena takut terjadi sesuatu pada istri juga anak nya. Dan karena semua keputusan ini akhirnya Kenrick juga harus membawa beberapa orang nya untuk berjaga di mansion mereka yang berada di New York kara tak ingin sesuatu yang buruk terjadi.


“Wah terlalu lama di pantai dan menghirup udara segar kini harus kembali dengan kehidupan perkotaan,” ucap Evelyn dengan hembuskan nafasnya kasar. Saat mereka baru saja turun dari jet pribadi milik Kenrick mereka langsung dijemput oleh mobil mewah yang kini sudah menunggu mereka.


“Lama tidak bertemu Nyonya, bagaimana liburannya?” tanya Steve menyambut kedatangan kedua majikannya tersebut.


“Sangat menyenangkan. Sesekali kau juga harus berlibur dan mendapatkan kekasih Steve,” ucap Evelyn dengan senyuman nya yang malah membuat Steve terkekeh mendengar jawaban dari atasannya itu.


Steve yang baru saja selesai memasukkan koper milik kedua atasanya itu ke garasi mobil hanya terkekeh sambil membukakan pintu untuk Tuannya karena Evelyn sudah lebih dulu masuk dengan Kenrick yang membukakan pintu untuk wanitanya itu.


“Saya hanya menghargai Sean Nyonya. Sean yang lebih tua dari saya saja belum memiliki kekasih, bagaimana bisa saya mendahuluinya,” ucap Steve yang jelas hanya sebuah alibi yang disisipi dengan gurauan karena sampai saat ini pun ia masih merasa belum berminat untuk memiliki hubungan yang serius dengan perempuan.


Laki-laki tersebut terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan terlalu setia pada Kenrick hingga terlihat malas untuk menjalin hubungan dengan seorang perempuan.


“Aku yakin jika Sean berada di sini, dia sudah mengacungkan senjatanya padamu,” ucap Evelyn dengan kekehannya yang membuat Steve juga ikut tertawa mendengarnya. Sedangkan Kenrick yang mendengar perbincangan tersebut hanya menggelengkan kepalanya.


“Sayang sekali sekarang Sean tengah berada di Las Vegas Nyonya,” ucap Steve yang membuat Evelyn melotot karena ia tidak mengetahui hal tersebut.


Evelyn kini memajukan duduknya agar lebih jelas berbincang dengan Steve. Kenrick yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya membiarkan saja pada yang Evelyn lakukan. Sedangkan Kenrick kini tengah sibuk dengan iPadnya untuk memantau semua perusahaannya yang memang sudah tersebar dimana-mana.


“Benarkan? Apa Kenrick memindahkannya ke Las Vegas untuk menjauhi Sean dari ku lagi?” tanya Evelyn tak mempedulikan jika laki-laki yang kini ia bicarakan nyatanya berada di sampingnya. Kenrick yang mendengar ucapan tersebut hanya memutar bola matanya malas.


“Kau membicarakan orang yang jelas masih berada disampingmu Sayang,” ucap Kenrick jengah sendiri dengan tingkah istrinya itu namun Evelyn jelas sama sekali tidak peduli dengan ucapan Kenrick.


“Aku menganggapmu tak ada disini,” sinis Evelyn yang kali ini benar-benar membuat Kenrick memelototkan matanya mendengar jawaban dari istri nya tersebut.


“Kau memang jahat Evelyn,” dengus Kenrick yang akhirnya memilih fokus pada pekerjaannya sedangkan Evelyn kini melanjutkan integrasinya pada Steve.


“Jadi bagaimana Steve?” tanya Evelyn sekali lagi pada Steve karena jawaban Steve sebelumnya belum sempat keluar dari mulutnya, Kenrick lebih dulu angkat suara atas protes nya.


“Tidak seperti itu Nyonya. Karena mulai sekarang sampai Anda melahirkan Anda dan Tuan harus berada di New York jadi saja dan Sean harus bergantian mengawasi semua pekerjaan di Las Vegas,” jelas Steve yang membuat Evelyn mengangguk mendengarnya.


Pekerjaan Kenrick di Las Vegas memang tidak bisa untuk di tinggalkan sepertinya hingga lak-laki itu harus meminta kedua orang kepercayaannya itu bolak balik New York dan Las Vegas. Evelyn jadi kasihan juga rasanya pada mereka namun untuk kali ini Evelyn ingin tetap pada pendiriannya untuk tetap berada di New York sampai ia melahirkan.


Setelah perjalanan yang tak begitu lama kini akhirnya mereka sampai di kediaman besar milik Kenrick. Evelyn segera keluar dari mobil saat pengawal yang berjaga membukakan pintu untuknya. Kini tujuannya langsung menuju kamar yang langsung diikuti oleh Kenrick juga pelayan yang membawakan koper mereka.


Kenrick yang baru saja masuk dan langsung melihat istrinya itu hanya menggelengkan kepalanya. Kebiasaan buruk Evelyn yang sulit dihilangkan. Langsung tidur dari perjalanan jauh tanpa membersihkan tubuhnya atau sekedar mencuci tangan, kaki, juga wajahnya.


“Kau harus membersihkan tubuh mu dulu sayang. Atau sekedar cuci kaki, tangan, serta wajah mu. Jangan terus bermalas-malasan,” tegur Kenrick yang kini sudah menarik Evelyn untuk segera bangun. Evelyn yang merasakannya mengerucutkan bibirnya sambil menghembuskan nafasnya kasar.


“Ayo sayang, jangan malas. Kau harus menjaga kebersihan,” ucap Kenrick yang kini sudah menuntun jalan Evelyn.


Mau tak mau akhirnya Evelyn menuruti permintaan laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu. Untuk berjalan ke arah kamar mandi. Setelah melihat air kini Evelyn merasa ingin berendam.


“Aku ingin berendam,” ucap Evelyn dengan begitu manja pada Evelyn yang membuat suaminya itu mengangguk.


Kenrick mendudukkan Evelyn di kloset duduk sedangkan  ia kin tengah mengisi air juga aromaterapi. Setelah selesai Kenrick membantu Evelyn menanggalkan pakaiannya dan ia melakukan hal yang sama. Lalu mereka segera menuju ke arah bathtub besar yang berada di sana.


Kini mereka duduk dengan posisi Kenrick di belakang Evelyn. Evelyn sudah memejamkan matanya sedangkan Kenrick kini membantu Evelyn menggosok tubuhnya. Saat di bagian perut Evelyn, Kenrick menghentikan usapannya.


“Aku benar-benar merasa tak sabar menunggu kelahirannya,” ucap Kenrick dengan senyumannya sambil mengelus perut Evelyn dengan begitu lembutnya.


“Tunggu lah beberapa bulan lagi Daddy,” ucap Evelyn dengan senyumannya sambil mendongak melihat ke arah Kenrick yang kini tersenyum melihatnya lalu segera mengecup bibir Evelyn sebentar.


“Kapan jadwal pemeriksaannya sayang?” tanya Kenrick yang jelas ingin menemani istrinya pitu untuk melihat anaknya.


Semenjak mengetahui jika istrinya itu hamil. Kenrick tak pernah absen untuk ikut bersama dengan Evelyn untuk memeriksakan kandungan istrinya.


“Besok. Aku pikir kita harus segera memeriksakannya setelah perjalanan jauh jadi aku sengaja membuat janji untuk pemeriksaan secepatnya,” ucap Evelyn menjelaskan yang membuat Kenrick mengangguk.


“Jam berapa?” tanya Kenrick lagi.


“Jam sepuluh,” jawab Evelyn apa adanya. Kini gadis tersebut sudah menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Kenrick dengan begitu nyaman.


“Kalau begitu besok ikut lah lebih dulu ke kantor. Aku akan mengantarmu untuk cek up saat jam sepuluh. Kau juga belum pernah melihat kantor ku yang di sini?” tanya Kenrick sekaligus memberi saran agar istrinya itu mau untuk ikut ke kantornya. Anggap saja jika kini sebenarnya ia hanya tengah membuat penawaran pada wanitanya itu, mengingat bagaimana sulitnya Evelyn jika diajak ke kantor padahal ia ingin memperkenalkan Evelyn secara resmi pada karyawannya.


Evelyn terlihat berpikir sebelum akhirnya menjawabnya dengan anggukan.


“Baiklah.”


***