
Setelah perjalanan yang begitu melelahkan akhirnya Evelyn sampai di Las Vegas. Kedua sahabat juga pamannya ikut bersama dan akan tinggal di kediaman Kenrick hingga pernikahan selesai. Mereka sengaja datang untuk ikut dalam acara pernikahan Evelyn juga Kenrick.
“Wah rumah Tuan Kenrick sangat besar,” kagum Livi saat mereka baru saja sampai di kediaman Kenrick di Las Vegas yang memang terlihat begitu indah dan megah. Rumah besar dengan berbagai fasilitas lengkap. Siapapun pasti akan kagum dengan bangunan besar itu.
"Aku akan mengajak kalian berkeliling nanti,” ucap Evelyn dengan senyumannya saat mereka baru sampai di rumah Kenrick dan memasuki rumah tersebut yang langsung disambut oleh para pelayan yang menunggu dan membawakan koper mereka. Hal itu membuat sahabat juga paman Evelyn sedikit tertegun namun selanjutnya mereka tersenyum canggung.
“Tidak sekarang Sayang. Kau baru saja tiba dan kau harus istirahat,” tolak Kenrick akan usulan Evelyn. Pasalanya mereka baru saja melakukan perjalanan jauh dan ia tak ingin jika wanitanya itu sampai kelelahan.
“Tuan Kenrick benar. Ini juga waktunya istirahat. Jadi lebih baik kita istirahat dulu,” ucap Ivey yang di jawab dengan anggukan oleh Livi menyetujui usulan sahabatnya itu. Tentu ia hanya mendukung Kenrick karena tak ingin menjadi sasaran laki-laki itu. Evelyn mengerucutkan bibirnya kesal karena Kenrick yang terus melarangnya dengan segala sikap posesifnya itu. Dan sahabatnya yang kini ikut mendukung Kenrick.
"Aku akan istirahat, kalian istirahatlah,” ucap Evelyn dengan senyumannya, walau ia sedikit kesal namun pada akhirnya ia mengalah dan berpikir jika sahabatnya benar-benar tengah lelah.
“Jangan khawatir Evelyn, kami akan segera istirahat,” ucap Livi dengan senyuman menenangkannya pada sahabatnya itu yang dijawab dengan anggukan oleh Evelyn.
“Kita bisa berkeliling nanti,” ucap Ivey menenangkan sahabatnya itu. Evelyn membalasnya dengan senyuman dan anggukan. Tak ada yang bisa Evelyn bantah jika Kenrick sudah berkata dengan tegas.
“Antar mereka ke kamar masing-masing,” ucap Kenrick pada para pelayan yang sudah berada di sekitar mereka.
“Baik Tuan,” ucap Jessie patuh sambil menundukkan kepalanya sebentar untuk berpamitan pada Tuannya.
Setelah memerintahkan hal tersebut Kenrick langsung menyusul Evelyn pergi ke kamar untuk beristirahat. Karena Evelyn yang lebih dulu berjalan memasuki kamarnya.
Evelyn masuk ke kamar dengan perasaan kesal juga lelah. Membuat wanita itu langsung merebahkan tubuhnya di kasur king size Kenrick.
“Sayang cuci muka dan tanganmu lebih dulu,” perintah Kenrick yang kini tengah berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci wajah dan tangan nya.
"Tidak, aku lelah,” tolak Evelyn yang kini sudah memejamkan matanya. Padahal sebelumnya Evelyn tak merasa lelah, namun kini kini merasa begitu lelah. Tak lama dapat Evelyn cium wangi semerbak yang Kenrick keluarkan dari tubuhnya. Wangi mint bercampur kayu manis yang begitu menyegarkan.
Evelyn selalu merasa nyaman dengan aroma tubuh Kenrick, begitu menyegarkan dan menenangkan.
Kenrick yang baru keluar dari kamar mandi hanya menggelengkan kepalanya melihat Evelyn yang kini sudah memejamkan matanya. Dengan telaten Kenrick melepaskan sepatu yang Evelyn kenakan.
"Kenrick,” panggil Evelyn dengan begitu lembut dan terdengar begitu manja bagi Kenrick. Kenrick yang baru selesai menggunakan pakaiannya yang hanya memakai celana pendek juga kaos polos segera melihat ke arah Evelyn yang kini sudah membuka matanya.
“Ada apa Sayang mengapa kau belum tidur?” tanya Kenrick yang kini berjalan ke arah Evelyn dengan menaikkan sebelah alisnya. Sebelumnya ia pergi jika Evelyn sudah tertidur namun nyatanya dia salah karena kini wanita tersebut sudah membuka matanya dan menatap Kenrick dengan begitu manja.
"Aku tidak bisa tidur,” keluh Evelyn dengan bibirnya yang mengerucut lucu. Sepertinya kini wanita Kenrick itu tengah mode manja. Suasana hati Evelyn dan sikapnya memang sulit di tebak. Apa lagi di saat tengah hamil seperti ini.
“Aku akan menemanimu tidur,” ucap Kenrick yang kini duduk di samping Evelyn sambil mengelus puncak kepala Evelyn sayang.
"Sepertinya anak kita merindukanmu,” ucap Evelyn sambil mendongak dan menatap ke arah Kenrick dengan tatapan lembutnya yang terlihat begitu manja. Kenrick tersenyum mendengarnya sambil memicingkan matanya curiga.
“Benarkah? Atau kau yang merindukanku?” goda Kenrick dengan tersenyum begitu misterius pada Evelyn, Evelyn menatap Kenrick tajam membuat laki-laki itu terkekeh melihatnya. Menggoda Evelyn seperti memiliki kesenangan tersendiri bagi Kenrick.
"Aku ingin kau mengelus perutku. Mmm tidak, maksudku anak kita yang ingin,” ucap Evelyn lagi yang kini mengatas namakan anaknya lagi untuk menyampaikan keinginannya. Jelas saja ia gengsi jika mengatakannya secara langsung pada Kenrick jika sebenarnya ia lah yang merindukan Kenrick dan ia jugalah yang ingin Kenrick mengelus perutnya.
Karena saat Kenrick mengelus perutnya Evelyn menjadi begitu nyaman oleh karena itu ia suka jika Kenrick mengelus perutnya.
“Katakan saja jika kau yang ingin Sayang,” lagi-lagi kini Kenrick malah menggoda Evelyn. Evelyn menatap Kenrick tajam membuat laki-laki itu terkekeh melihatnya.
Kenrick segera merebahkan tubuhnya di samping Evelyn dan memeluk wanitanya itu dengan erat. Evelyn menghadap ke belakang Kenrick membuat Kenrick kini memeluknya dari belakang.
“Jangan nakal di perut Mommy Sayang. Daddy mencintai kalian.” Kenrick mencium tengkuk Evelyn lalu laki-laki itu benar mengelus perut Evelyn dengan lembut. Hingga Evelyn terbuai dan membuatnya tertidur dengan lelap.
***
Evelyn melihat ke arah samping namun ia tak mendapati Kenrick di sampingnya. Hingga suara pintu dibuka membuat Evelyn menoleh ke arah pintu dan mendapi Kenrick dengan pakaian santainya kini berjalan ke arahnya dengan senyumannya.
“Sudah bangun?” tanya Kenrick yang berjalan ke arah Evelyn dengan senyumannya. Mendengar pertanyaan laki-laki itu Evelyn menganggukkan kepalanya.
Kenrick mencium kening Evelyn dengan begitu lembut lalu segera duduk di samping wanitanya itu.
“Mau mandi dulu? Aku akan meminta pelayan untuk menyiapkan makan malam mu,” ucap Kenrick sambil mengelus puncak kepala Evelyn.
“Jam berapa sekarang?” tanya Evelyn yang malas melihat jam.
“Jam tujuh malam. Lebih baik segera bersihkan tubuhmu,” ucap Kenrick memerintah yang Evelyn balas dengan anggukan.
Evelyn segera berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sesuai dengan keinginan Kenrick. Sedangkan Kenrick kembali keluar kamar untuk memerintahkan pelayan membawakan makanan nya.
Setelah selesai dengan kegiatannya Evelyn segera kembali ke kamarnya dan sudah mendapati Kenrick di sofa dengan banyak makanan di depannya.
“Kenrick, apa boleh besok aku pergi bersama dengan Livi dan Ivey saja untuk melihat gaun pengantin juga tempat pernikahan kita?” tanya Evelyn meminta persetujuan pada Kenrick.
Evelyn duduk di samping Kenrick, dan Kenrick langsung menyiapkan makanan untuk Kenrick.
“Boleh untuk gaun tapi tidak dengan tempat pernikahan. Biar aku yang melihat tempat pernikahan kita, kau tak perlu mengetahuinya. Aku ingin membuat kejutan untuk mu,” ucap Kenrick dengan senyumannya yang kini malah membuat Evelyn memicingkan matanya.
“Kau tak seru,” kesal Evelyn yang hanya membuat Kenrick terkekeh mendengar ucapan wanitanya itu.
“Aku jamin kau menyukainya,” ucap Kenrick yang malah membuat wanita itu berdecih karenanya.
“Kau sangat percaya diri,” sinis Evelyn yang malah membuat Kenrick tertawa mendengarnya.
Meskipun penasaran namun kali ini Evelyn memilih untuk mengalah. Ia jadi tak sabar untuk hari pernikahan mereka. Evelyn berharap kali ini tak ada yang mengganggu pernikahan mereka.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Maaf ya cuma bisa up 1 bab untuk hari ini. Karena aku lagi kurang sehat jadi belum bisa untuk nulis.
Kalian jaga kesehatan ya.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita temen aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.