Mafia's woman

Mafia's woman
Godaan Evelyn



Kenrick baru saja keluar dari kamar mandi sedangkan Evelyn kini tengah bersandar di ranjang kamarnya sambil menonton film di layar televisinya tersebut. Kenrick kini hanya menggunakan handuk yang membelit pinggangnya untuk menutupi bagian bawahnya. Dengan langkah besarnya kini laki-laki tersebut berjalan ke arah Evelyn.


“Keringkan rambut ku,” ucap Kenrick yang kini sudah duduk di tepi ranjang. Mendengar ucapan Kenrick tersebut Evelyn memelototkan matanya saat melihat Kenrick tak menggunakan pakaiannya.


“Kenrick pakai pakaian mu,” ucap Evelyn dengan tatapan tajamnya pada Kenrick yang kini malah terkekeh mendengar ucapan wanitanya tersebut yang kini terus menatapnya dengan tajam.


“Kenapa? Bukankah kau sudah melihat lebih dari ini?” tanya Kenrick dengan tatapan menggodanya. Mendengar ucapan laki-laki tersebut membuat Evelyn memelototkan matanya dengan tatapan yang begitu tajam.


Tak tahukan Kenrick jika melihat tubuhnya yang begitu menggoda tersebut membuat Evelyn susah menelan salivanya. Laki-laki tersebut kini terlihat begitu tampan dan menggoda dengan air yang masih membasahi tubuhnya dan kepalanya yang basah semakin membuat laki-laki tersebut terlihat menggoda.


Evelyn dengan tatapan kesal nya dan pipinya yang sudah menampilkan semburat merah segera berjalan menuju walk in closet mengambil kaos untuk Kenrick.


“Pakai ini,” ucap Evelyn sambil melemparkan kaos pada Kenrick yang dengan segera memakainya. Senyuman laki-laki tersebut terbit dengan sempurna, terlalu gemas melihat tingkah wanitanya tersebut.


“Kau hanya mengambilkan aku pakaian atas? bagaimana dengan bagian bawahnya? Apa kau ingin memang ingin melihat bagian bawahnya?” tanya Kenrick dengan tatapan menggodanya yang kali ini berhasil membuat Evelyn memelototkan matanya dengan sempurna.


“Diam lah Kenrick. Kau terlalu banyak bicara. Lagi pula kau masih memakai handuk mu, pakailah itu dan ambil sendiri celana mu,” kesal Evelyn yang kini terus saja menggerutu sambil menyiapkan head layer nya. Tak tahukan laki-laki tersebut Evelyn begitu malu jika harus mengambilkan Celana dan dalaman laki-laki itu? Mengapa Kenrick tidak peka sekali? atau memang Kenrick sengaja ingin membuatnya malu dan bukannya karena tak peka? Laki-laki tersebut memang begitu menyebalkan.


“Duduk lah,” perintah Evelyn meminta Kenrick untuk duduk di depan meja riasnya. Dengan patuh laki-laki tersebut berjalan ke arah Evelyn lalu duduk di kursi yang berada di depan meja rias.


Evelyn dengan begitu telaten mengeringkan rambut Kenrick, mengacak rambut laki-laki tersebut untuk mengeringkannya.


“Kenrick, tentang wanita di gedung selatan….” ucapan Evelyn terpotong saat Kenrick yang memotong ucapannya seolah mengerti apa maksud Evelyn.


“Kau ingin aku melepaskan mereka semua?” tanya Kenrick seolah mengerti apa yang Evelyn inginkan. Evelyn terdiam sejenak sebelum menjawabnya dengan anggukan.


“Sebenarnya siapa mereka semua? Mengapa mereka semua bisa berada di sini? Apa mereka sama saja dengan ku?” tanya Evelyn dengan banyak pertanyaan yang berada di kepalanya. Kini ia benar-benar merasa penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.


“Mereka tidak sama dengan mu. Ya, memang aku mendapatkan mereka dengan cara yang sama seperti mu. Tapi kau berbeda Evelyn, karena kau gadis pertama yang aku dapatkan. Dan aku adalah wanita pertama yang bisa membuatku berbeda,” ucap Kenrick dengan tatapan seriusnya. Kini ia sudah membalikkan tubuhnya hingga kini ia menatap Evelyn dengan tatapan seriusnya. Kenrick mengambil Head Layer yang di pegang Evelyn dan meletakkannya di meja rias.


Tangan Kenrick terulur untuk memegang tangan Evelyn, menggenggam tangan wanitanya tersebut dengan lembut.


“Mereka adalah tawananku dari rekan bisnisku yang melakukan kecurangan atau memiliki hutang dengan ku,” ucap Kenrick yang membuat Evelyn terdiam mendengarnya. Ternyata ia dan wanita tersebut sama saja.


“Sebelumnya aku hanya menjadikan mereka sebagai mainan ku, sampai akhirnya aku bertemu dengan mu. Aku mendapatkan banyak hal yang berbeda,” ucap Kenrick dengan tatapan serius nya. Tatapan mereka kini saling bertubrukan membuat detak jantung Evelyn kini sudah tidak dapat dikendalikan lagi.


“Sudahlah, tentang wanita tersebut aku akan memikirkan caranya.. Maaf membuatmu terganggu dengan mereka, tapi percayalah Evelyn hanya kau yang dapat memiliki ku,” ucap Kenrick yang kini malah membuat Evelyn tersenyum dengan senyuman sinisnya.


“Kau hanya menjadikan kita saling memiliki, bukan saling mencintai. Tapi kau malah meminta ku untuk mencintaimu, padahal kau pun tak mencintai ku,” gumam Evelyn yang masih bisa di dengar oleh Kenrick. Namun Kenrick memilih diam, karena ia sendiri pun tak tahu apa itu cinta dan apakah ia benar-benar mencintai wanita tersebut?


Evelyn memilih untuk menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya sedangkan Kenrick memilih untuk menuju balkon kamarnya untuk merokok. Mereka perlu untuk saling menenangkan pikiran mereka masing-masing.


***


Pagi ini Evelyn tengah duduk di taman belakang sambil melihat ke arah binatang buas peliharaan Kenrick yang kini saling berlarian di rumah hewan tersebut. Kenrick kini tentu saja tengah berada di kantor.


Evelyn ditemani Jessie kini tengah menunggu desainer yang akan mengurus gaun pertunangannya yang akan datang hari ini sesuai yang Kenrick ucapkan.


“Tidak perlu Nyonya. Saya baik-baik saja,” ucap Jessie pada Evelyn yang membuat Evelyn kini menatap datar pada Jessie.


"Duduklah,” ucap Evelyn dengan tegasnya. Jessie akhirnya memilih untuk menurut dan duduk di samping Evelyn, walau Evelyn merasa jika wanita tersebut terlihat begitu sungkan.


"Apa kau sudah lama bekerja di sini?” tanya Evelyn pada Jessie sambil melihat ke arah Jessie dengan tatapan seriusnya.


“Ya, saya sudah lama bekerja di sini Nyonya,” ucap Jessie sambil menoleh ke arah Kenrick.


"Apa kau tahu jika Tuanmu adalah seorang berdarah dingin?” tanya Evelyn sambil melihat ke arah Jessie dengan tatapan seriusnya. Jessie terdiam sepertinya ia bingung harus menjawab seperti apa.


“Maaf  Nyonya, saya tak bisa mengatakannya,” ucap Jessie yang membuat Evelyn tertawa dengan hambar mendengarnya.


"Kenapa? Kau takut dengannya?” tanya Evelyn yang kini menatap Jessie dengan tatapan sinisnya yang membuat Jessie menatap serius ke arah Evelyn.


“Nyonya, tak akan ada yang berani dengan Tuan,” ucap Jessie yang membuat Evelyn menjawabnya dengan anggukan. Memang benar apa yang Jessie katakan, siapa yang berani pada Kenrick?


"Kau benar, memangnya siapa yang berani dengan monster itu. Tapi aku membutuhkan informasi mu. Aku berjanji Aku tak akan memberitahu Charles,” ucap Evelyn dengan seriusnya pada Jessie.


“Tuan Charles memang seseorang yang seperti itu Nyonya. Bahkan saya pernah melihatnya pulang dengan banyak darah,” ucap Jessie yang akhirnya mau untuk membuka suaranya dan memberitahu Evelyn apa yang ia tahu.


"Apa dia begitu mengerikan?” tanya Evelyn serius. Harusnya ia tak perlu menanyakannya lagi melihat bagaimana sikap laki-laki tersebut yang malah memenjarakan pamannya. Jessie hanya diam tak menjawab pertanyaan Evelyn. Evelyn ingin bertanya lebih lanjut namun Vera malah datang dan mengatakan jika desainer nya sudah datang


“Nyonya, desainer gaun Anda sudah datang,” ucap Vera mengganggu mereka. Evelyn akhirnya menjawabnya dengan anggukan.


“Mari Nona, kita harus pergi,” ucap Jessie akhirnya. Evelyn menghela nafasnya namun tak urung saat mendengar nya, Evelyn hanya mengangguk lalu segera bangun diikuti oleh Jessie hingga mereka akhirnya berjalan beriringan menuju ruang tamu.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.