Mafia's woman

Mafia's woman
USG



Kenrick kini menatap layar di depannya dengan tatapan penuh haru juga bahagianya. Tak pernah ia pikirkan sebelumnya jika akhirnya ia akan menjadi ayah dan sebentar lagi ia dapat melihat anaknya itu secara langsung. Rasanya Kenrick benar-benar tak sabar menunggu ada yang memanggilnya ayah.


“Apa saya sudah bisa mengetahui jenis kelamin nya?” tanya Kenrick ragu-ragu pada dokter yang kini terlihat tersenyum ke arah kenrick.


“Sudah bisa Tuan. Hanya saja waktu terbaik untuk melihat nya saat usia kehamilan dua puluh delapan minggu. Dan usia kehamilan Nyonya baru memasuki usia dua puluh tujuh minggu. Tuan bisa kembali minggu depan jika mau. Namun jika Tuan ingin melihatnya sekarang maka saya akan memberitahunya,” ucap Dokter yang kini memeriksa janin Evelyn.


Kenrick terlihat berpikir lalu menoleh ke arah Evelyn yang kini menaikkan sebelah alisnya bingung karena bukannya menjawab pertanyaan dari dokter tersebut kini Kenrick malah menoleh ke arah nya.


“Apa kau penasaran?” tanya Kenrick pada Evelyn yang kin malah tertawa melihat raut wajah Kenrick yang begitu menggemaskan itu.


“Tidak. Aku bisa menunggu satu minggu lagi,” ucap Evelyn dengan senyumannya.


Kenrick kini terlihat kebingungan membuat Evelyn rasanya begitu gemas melihat raut wajah suaminya itu. Sebenarnya Evelyn sudah perkiraan jenis kelamin anaknya itu saat ia memeriksakan kehamilannya bersama dengan kedua sahabatnya.


Untuk melihat jenis kelamin pada janin memang sudah bisa dilihat mulai saat kehamilan berumur 18 bulan. Namun memang akan lebih jelas saat usia kehamilan memasuki usia 28 minggu. Jadi tentu kini Evelyn tidak merasa penasaran.


Mengerjai Kenrick sepertinya selarang menjadi hobi barunya. Namun melihat Kenrick yang kini begitu kebingungan untuk melihat jenis kelamin anaknya atau tidak malah terlihat menggemaskan bagi Kenrick.


“Sudah lah, aku melihat saat usia kehamilannya dua puluh delapan minggu saja,” putus Kenrick akhirnya.


Walau masih terlihat jika kini laki-laki itu terlihat frustasi dengan keputusannya sendiri.


Evelyn jadi merasa bersalah dengan suaminya itu. Namun untuk kali ini biarkan saja sesekali ia untuk menyembunyikannya dari Kenrick. Lagi pula nanti laki-laki tersebut akan mengetahuinya sendiri.


Dokter yang memeriksa Evelyn bahkan juga ikut tertawa mendengar ucapan dari Kenrick yang terdengar begitu frustasi. Namun jelas ia tak bisa untuk menyuarakan tawanya itu dan hanya bisa menahannya. Tentu ia tak ingin mencari masalah dengan laki-laki seperti Kenrick. Lagipula rumah sakit ini masih termasuk dari aset Kenrick. Jadi lebih baik mencari aman saja kan.


Setelah selesai melakukan USG mereka akhirnya kembali ke  meja yang berada di ruangan dokter. Kenrick juga Evelyn yang kin saling duduk bersisian dengan dokter yang duduk di hadapan mereka.


“Kehamilan Anda sangat sehat Nyonya. Tapi juga harus tetap memperhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi,” ucap Sherly, dokter OBGYN yang menangani Evelyn. Yang merupakan dokter pribadi untuk kehamilan Evelyn.


“Baik dokter,” ucap Evelyn patuh.


“Kami juga berencana untuk mengatur ulang kelas hamil untuk Evelyn,” ucap Kenrick mengingat tentang kelas hamil yang akan diambil oleh istrinya itu.


“Baik Tuan,” ucap Sherly lalu terlihat mengambil formulir di laci mejanya dan memberikannya pada Evelyn juga Kenrick.


“Tuan dan Nyonya bisa memilih hari untuk kelas kehamilan Tuan dan Nyonya,” ucap Sherly yang membuat sepasang suami istri tersebut segera melakukan apa yang Sherly perintahkan.


Meskipun Kenrick adalah pengusaha yang sibuk. Namun jika berkaitan dengan anak juga istrinya maka ia akan memprioritaskan keluarganya di atas pekerjaannya karena jelas anak juga istrinya lebih penting.


Setelah selesai dengan urusan mereka di rumah sakit. akhirnya memutuskan untuk segera pulang karena karena hari semakin siang dan Evelyn harus beristirahat.


***


Kenrick begitu bekerja keras untuk melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang sudah mempercayainya.


“Taun, ada laporan dari Sean tentang keluarga Baron,” ucap Steve yang kini membuat Kenrick mengerutkan keningnya bingung lalu segera mengambil iPad yang di sodorkan Steve untuknya.


Kenrick kini terlihat serius membaca apa yang ada di iPad yang dipegangnya itu. Hingga senyuman evil terlihat jelas di wajahnya. Siapapun pasti akan takut melihat senyuman Kenrick yang seperti itu.


“Putar balik. Kita ke rumah Osvaldo sekarang,” ucap Kenrick tegas yang segera dilaksanakan oleh sopir yang membawanya itu.


Kenrick memberikan kembali iPad milik Steve pada sang empunya. Jarinya kini mengetuk-ngetuk di tangan kursi mobil sambil melihat ke luar jalanan di samping nya.


Hingga tak lama mereka sampai di depan rumah mewah dengan arsitektur yang begitu kuno. Rumah tersebut dulunya adalah tempat tinggal Kenrick juga keluarga mafia nya dan keluarganya sendiri. Namun setelah penyerangan yang terjadi dan menewaskan ibunya. Akhirnya ayah Kenrick memutuskan untuk membuat Mansion pribadinya sendiri agar tidak melibatkan keluarganya dalam penyerangan yang dilakukan oleh musuhnya.


Setelah sampai di rumah yang sudah lama ia tak datangi Kenrick segera keluar dari mobil setelah Steve membukakan pintu untuknya. Sesuai dengan apa yang Evelyn minta. Kenrick benar-benar keluar dari dunia gelap itu dan hanya terlibat jika ada urusan yang begitu penting dan begitu penting saja. Karena ia tak bisa untuk benar-benar meninggalkan keluarganya sendiri. Apa lagi semua ini adalah kerja keras dari ayahnya.


Kini keluarga mafia tersebut dipegang oleh Sean yang dulu nya menjadi consigliere dan kini ia memiliki peran ganda untuk juga menjadi bos atau sekedar topeng dari Kenrick. Dan ada Maxi yang terus bersama Sean dan mengawasi laki-laki tersebut sebagai underbos.


“Tuan kau datang,” ucap Maxi sambil menunduk hormat pada Kenick yang Kenrick balas dengan anggukan.


Lalu Maxi langsung mengantar Kenrick menuju ruang pertemuan yang ternyata disana sudah ada Sean juga bawahan kepercayaan nya yang lain.


Melihat kedatangan Kenrick mereka langsung menunduk hormat.


Kenrick duduk di kepala meja yang awalnya diduduki oleh Sean, sedangkan Sean kini duduk di samping kanan Kenrick.


“Jadi dia ingin kita membunuh keluarga adik nya sendiri?” tanya Kenrick menaikkan sebelah alisnya yang Sean balas dengan anggukan.


“Benar Tuan. Rudolf mengatakan jika adik ipar nya adalah orang kepercayaan Baron yang memegang kartu As Baron tentang perusahaan juga cangkang perusahaan dari Baron. Jika kita membunuh mereka, Rudolf juga akan memberikan info tentang keluarga Pater. Bukankah kita bisa mendapatkan dua burung dalam satu kali tembak Tuan?” tanya Sean dengan begitu sinisnya.


Kenrick terlihat berpikir. Lalu meneguk minuman alkohol yang ada di atas mejanya. Kenrick terlihat menganggukkan-anggukkan kepalanya.


“Kita tak bisa mempercayai Rudolf begitu saja Tuan. Laki-laki itu adalah gangstar,” sanggah Maxi yang kini membuat Kenrick menoleh pada laki-laki paruh baya yang duduk di bagian kirinya itu.


“Maka kita selesaikan juga Rudolf setelah urusan kita selesai. Jangan sampai diketahui oleh anak buah nya agar kita bisa mengambil anak buah laki-laki itu sebagai soldiers kita,” tegas Kenrick yang mendapatkan anggukan dari anak buah nya yang lain.


“Sean. Kau selesaikan adik ipar Rudolf. Dan Maxi kau yang mengurus Rudolf. Jangan biarkan tersisa. Lakukan semua dengan hati-hati tanpa memancing kecurigaan Baron. Jack kau terus awasi Baron. Dan Tian kau terus awasi perusahaan Baron,” tegas Kenrick dengan senyuman evilnya.


Kenrick dengan dunia gelap masih begitu melekat. Ia tak akan membiarkan siapapun untuk merusak keluarganya dan menghancurkan kerja keras ayahnya. Maka jangan salahkan ia jika tak sungkan untuk membunuh lawannya.


Dibunuh atau membunuh. Di hancur kan atau menghancurkan. Semua adalah pilihan.


***