Mafia's woman

Mafia's woman
Bencana



"Ya. Evelyn adalah mantan Karel,” ucap Marry dengan senyumannya yang malah terdengar begitu menghina bagi Kenrick. Seolah wanita tersebut mengatakan ‘wanita mu adalah bekas anak ku Tuan’


Sama sekali tidak ada rasa takut pada wanita tersebut. Joe yang mendengar ucapan istrinya langsung menoleh ke arah Marry dengan tatapan yang begitu tajam memberikan peringatan pada istri nya itu agar tidak sembarangan berbicara.


“Ya Anda benar Nyonya. Istri ku adalah mantan kekasih anakmu. Dan aku harus berterima kasih pada anak mu yang telah menjaganya dengan baik dan tidak merenggut kesucian istri ku hingga aku lah pria pertama nya,” ucap Kenrick dengan senyumannya. Membalas ucapan wanita di depannya itu dengan begitu santainya namun jelas dari sorot matanya kini menampakkan tatapan yang begitu tajam.


“Saya juga harus berterima kasih pada anak Anda karena….” Kenrick menghentikan ucapannya lalu mendekatkan wajahnya di antara Marry juga Karel.


“Karena telah menyelingkuhi wanita ku dan melepaskan berlian ini untuk ku,” ucap Kenrick dengan senyuman evilnya. Marry juga Karel menegang mendengarnya. Bahkan Joe yang masih bisa mendengarnya walau samar juga menegang mendengarnya.


Tatapan Joe kini teralih pada istri juga anaknya itu. Kini ia mengerti mengapa pengusaha terkenal yang biasanya tak akan menghadiri acara semacam ini dan hanya meminta para bawahannya yang mengawakili untuk hadi, kini malah repot-repot untuk hadir.


“Kenrick hentikan, kita sudah sepakat untuk tidak membahas ini,” jelas Evelyn dengan begitu tegas. Memberi peringatan pada Kenrick untuk tidak memancing keributan.


“Aku hanya memberikan penjelasan sayang,” ucap Kenrick dengan wajah acuhnya yang membuat Evelyn menghembuskan nafasnya kasar mendengar jawaban yang diberikan oleh laki-laki yang kini merangkulnya dengan begitu posesif itu.


Keadaan kini malah menjadi canggung. Mereka saling terdiam seolah tak tahu harus mengatakan apa.


“Tuan. Kamu turut bahagia dengan pernikahan Anda,” ucap Joe yang kini mengambil alih pembicaraan dengan senyumannya yang terlihat jelas.


“Terima kasih,” ucap Evelyn yang menjawab nya.


“Nikmatilah pesta nya,” ucap Joe yang Kenrick balas dengan anggukan.


Lalu setelahnya Kenrick mengajak Evelyn untuk segera pergi dari sana untuk mencicipi makanan yang disediakan. Banyak yang menghampiri dan menyapa mereka. Namun Kenrick malah hanya memperkenalkan Evelyn dan langsung berpamitan. Seolah malas mendengar orang-orang yang hanya menjilatnya itu.


“Kau ingin memakan sesuatu? Aku akan mengambilkannya untuk mu,” ucap Kenrick menawarkan yang Evelyn balas dengan gelengan.


Dapat mereka lihat. Jika Kenrick kini hanya fokus dengan dunianya sendiri yaitu istrinya. Laki-laki itu seolah datang ke acara pesta itu hanya untuk menunjukkan kemesraannya di depan umum.


“Tidak. Aku hanya saja sepertinya aku ingin ke kamar mandi,” ucap Evelyn yang membuat Kenrick terkekeh lalu menjawabnya dengan anggukan.


Ia begitu tahu kondisi istrinya itu akhir-akhir ini yang memang begitu sering untuk buang air kecil. Dan dokter sudah mengatakannya pada Kenrick jika hal tersebut tersebut biasa terjadi pada ibu hamil. Meskipun tak terlalu sering seperti ibu hamil pada trimester 3 yang memang akan sering buang air kecil. Usia kehamilan Evelyn kini masih berada di trimester 2 di minggu ke 25 jadi wajah jika ia mulai sering buang air kecil.


Hal tersebut terjadi karena rahim mulai tumbuh dan menekan kandung kemih. Peningkatan cairan berarti akan lebih banyak urine yang dihasilkan. Apalagi dengan kandung kemih yang mulai terdorong karena rahim yang mulai berkembang yang akhirnya mengakibatkan ibu hamil sering buang air kecil.


“Mau aku antar?” tawar Kenrick yang merasa khawatir pada Evelyn. Takut ada yang mengganggu wanitanya itu. Berlebihan memang namun itulah Kenrick. Apa lagi semenjak kehamilan Evelyn, laki-laki itu menjadi semakin posesif saja.


“Tidak perlu Kenrick,” ucap Evelyn sambil mengelus tangan Kenrick.


Setelahnya Evelyn segera menuju ke arah kamar mandi. Sekedar untuk buang air kecil dan memperbaiki ruangannya. Di kamar mandi keadaannya begitu sepi dan kini ia sendiri di kamar mandi.


“Evelyn,” suara panggilan tersebut membuat Evelyn menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya. Evelyn cukup terkejut. Saat melihat siapa yang kini tengah memanggilnya.


"Karel!” gumam Evelyn yang menyadari jika laki-laki tersebut adalah Karel.


“Jadi kau benar-benar sudah menikah dengan Kenrick?” tanya Karel yang kini menaikkan sebelah alisnya sambil melihat ke arah Evelyn dengan senyuman kecutnya.


Jujur saja melihat Evelyn bersama dengan laki-laki lain membuat nya merasa tak rela. Apalagi saat melihat perut Evelyn yang kini sudah membesar dan seolah memberitahu semua orang jika Evelyn tengah membawa pewaris dari keluarga Osvaldo. Ia seolah tak lagi memiliki lagi peluang untuk bersama dengan Evelyn.


“Kau bisa melihatnya sendiri bukan?” tanya Evelyn dengan begitu sinisnya sambil mengelus perutnya.


Baru saja Evelyn hendak pergi, laki-laki itu malah menahan tangannya dan memojokkan laki-laki itu di dinding. Evelyn kini memelototkan matanya dan berusaha meronta dari kukungan laki-laki di depannya itu. Namun Jelas ia kalah tenaga.


"Apa yang kau lakukan Karel?” marah Evelyn berusaha untuk melepaskan tangannya dari Karel. Namun laki-laki itu malah menggenggam nya semakin erat.


“Menurutmu apa yang akan aku lakukan?” tanya Karel dengan smirk nya yang kini membuat Evelyn bergidik ngeri melihatnya.


Sial rasanya karena kini tak ada yang berjalan ke arah mereka. Atau minimal orang yang berjalan ke arah kamar mandi. Semua seolah sudah direncanakan hingga tak ada yang datang ke arah kamar mandi dan jalanan yang begitu sepi.


"Jangan melakukan hal bodoh Karel. Berhentilah bersikap gila,” marah Evelyn berusaha untuk menyadarkan laki-laki di hadapannya itu. Memberi peringatan keras pada Karel.


Evelyn benar-benar tak habis pikir dengan laki-laki di depannya ini. Tidakkah ia takut jika sampai Kenrick datang untuk menyelamatkannya? Bukan hanya Karel bahkan perusahaan yang baru akan di pegang oleh laki-laki itu bisa Kenrick hancur kan dengan mudah untuk memberi Karel pelajaran.


“Semua ini karenamu Evelyn. Kau yang membuatku gila. Tak tahukah kau jika aku sangat mencintaimu?” tanya Karel dengan wajah memelas nya pada Evelyn yang kini malah membuat Evelyn menjadi begitu muak mendengarnya.


Setelah apa yang laki-laki itu lakukan kini Karel malah menyalahkannya? Sangat gila memang laki-laki di hadapannya itu. Evelyn hendak menendang junior Karel namun sepertinya laki-laki itu dapat merasakannya hingga ia mengelak dan mengenai tulang keringnya membuat Karel kesakitan.


Situasi tersebut dimanfaatkan oleh Evelyn untuk kabur.


Di sisi lain kini Kenrick di buat tak tenang karena Evelyn yang sudah lama belum kembali juga. Akhirnya laki-laki itu memutuskan untuk mencari wanita nya itu ke kamar mandi. Namun saat sampai di depan jalan menuju kamar mandi perempuan di sana ada penjaga yang tengah berjaga.


“Tuan maaf. Ada yang bisa saya bantu?” tanya penjaga tersebut saat melihat kedatangan Kenrick.


“Saya ingin mencari istri saya,” ucap Kenrick menjelaskan dengan wajah datarnya.


“Tuan. Sepertinya istri Anda tak ada disini. Kamar mandi ini rusak Tuan. Anda bisa coba mencari nya di kamar mandi yang berada di dekat kamar mandi laki-laki,” ucap penjaga tersebut yang membuat Kenrick berpikir sejenak sebelum mengangguk.


Ia sama sekali tidak memiliki curiga dan mencari Evelyn di kamar mandi yang ditunjuk oleh penjaga tersebut.


***