Mafia's woman

Mafia's woman
Kepedulian Kenrick



Kenrick segera berdiri dari duduknya setelah Jessie selesai mengatakan apa yang perlu ia sampaikan. Evelyn yang melihatnya mengerutkan keningnya bingung lalu menahan tangan Kenrick.


“Ada apa?” tanya Evelyn saat Kenrick akan pergi mendengar, pertanyaan wanitanya tersebut Kenrick tersenyum dengan begitu menenangkan sambil mengelus tangan Evelyn dengan lembut.


“Bukan masalah besar, lanjutkan saja makan mu,” ucap Kenrick pada Evelyn yang menghela nafasnya kasar lalu melepaskan tangan Kenrick dengan wajah kesalnya. Kenrick memang tak pernah terbuka padanya, bahkan Evelyn merasa ia tak mengetahui apapun tentang Kenrick yang sebenarnya.


Setelah mengatakan hal tersebut Kenrick segera pergi bersama dengan Jessie yang kini menyisakan Evelyn bersama dengan dua pelayannya yang menunggu Evelyn sarapan.


“Aku sudah selesai, aku ingin ke taman depan,” ucap Evelyn yang bahkan baru memakan sedikit makannya.


Setelahnya Evelyn segera berdiri dan berjalan lebih dulu yang diikuti oleh tiga pelayan di belakangnya yang dengan setia mengikuti Evelyn. Saat sampai di taman belakang Evelyn mengerutkan keningnya bingung saat melihat Kenrick dan Jessie yang ternyata menuju gedung selatan membuat Evelyn penasaran apa yang sebenarnya terjadi di sana.


Namun ia tak bisa bertanya pada siapapun karena Kenrick pasti sudah menutup mulut mereka. Namun saat melihat Vera senyuman manis terukir di wajah wanita tersebut seolah ia kini menemukan berlian di tumpukan rongsokan.


“Nancy bawakan aku buah dari kebun yang baru dipetik,” ucap Evelyn memerintahkan Nancy salah satu pelayannya tersebut yang segera menjawabnya dengan anggukan mematuhi perintah dari Nonanya tersebut Nancy dengan segera pergi dari sana.


“Fany, bisakah kau membantuku mengambil jus jeruk?” tanya Evelyn dengan tatapan memohonnya yang dijawab dengan anggukan oleh Fany membuat Evelyn tersenyum tulus ke arah Fany.


Fany segera pergi untuk melakukan perintah Evelyn. Kini tersisa Evelyn berdua dengan Vera yang setia berdiri di sampingnya.


“Vera. Kau tak lupa bukan alasan mu bisa keluar dari gedung itu?” tanya Evelyn sambil melihat ke arah gedung mansion selatan. Vera yang mendengar hal tersebut menganggukkan kepalanya. Ia tentu saja mengingatnya.


“Tentu Nona,” ucap Vera pada Evelyn yang kini menatap Vera dengan senyumannya.


“Kau tahu apa yang terjadi di sana saat ini?” tanya Evelyn pada Vera yang bukannya menjawab wanita tersebut kini malah menundukkan kepalanya dan terdiam.


“Ingatlah Vera, jika bukan karena aku kini kau masih berada di sana,” tegas Evelyn berusaha untuk membujuk Vera agar mau memberitahunya.


“Carlo jatuh sakit Nona, jadi Tuan Kenrick dan Kepala pelayan datang untuk menemui dokter yang memeriksa Carlo,” ucap Vera menjawab pertanyaan Evelyn tersebut yang kini membuat Evelyn tersenyum sinis mendengar jawaban tersebut.


“Sepertinya Kenrick memang begitu perhatian pada wanita itu,” gumam Evelyn dengan senyuman sinisnya yang masih dapat didengar oleh Vera yang kini hanya menundukkan kepalanya.


Tak lama Kenrick bersama Jessie juga seorang dokter perempuan keluar dari gedung tersebut. Setelah berpamitan dokter tersebut segera pergi begitupun dengan Kenrick juga Jissie. Tatapan Evelyn kini begitu lurus menatap dua orang berbeda usia tersebut yang sepertinya menyadari jika Evelyn menatapnya hingga mereka dengan kompak melihat ke arah Evelyn.


“Nona ini buah yang Anda minta,” ucap Nancy yang membawa keranjang berisi buah yang baru saja ia ambil. Melihat hal tersebut Evelyn tersenyum dengan sinis melihatnya.


“Bawakan pada Carlo, katakan itu dari ku,” ucap Evelyn yang setelahnya segera pergi. Mendengar hal tersebut Nancy dibuat terkejut sekaligus bingung dengan apa yang kini harus ia lakukan.


***


Evelyn kini tengah berkeliling di Mansion mencari celah untuk kabur. Kenrick sudah berangkat untuk perjalan bisnisnya membuat Evelyn kini bebas untuk berkeliling di Mansion tersebut.


Evelyn merasa harus segera pergi dari Mansion besar tersebut. Walau Evelyn masih memikirkan pamannya saat ia kabur namun kini amarahnya pada laki-laki tersebut menutup matanya. Bukan hanya karena Kenrick sudah merebut sesuatu yang sudah ia jaga namun juga karena ia begitu kesal dengan Kenrick yang malah masih tak memberitahunya tentang Carlo.


“Aku begitu bosan. Jessie aku ingin menonton,” ucap Evelyn memberitahu Jessie jika ia ingin menonton untuk menghilangkan bosannya.


“Baik Nyonya mari saya antar,” ucap Jessie yang langsung mengikuti wanita tersebut dan segera mengarahkan Evelyn pada ruang teater yang sudah ada pengawal yang berjaga di sana.


Pengawal tersebut menunduk hormat  lalu segera memasuki ruangan untuk mengatur ruang teater. Akhirnya Evelyn menonton dengan ditemani oleh Jessie yang hari ini hanya sendiri menemaninya karena Evelyn yang memerintahkan ketiga pelayannya yang lain untuk merapikan barang-barang yang dibelinya kemarin.


“Nona Anda ingin menonton film apa?” tanya Jessie saat mereka kini sudah duduk di salah satu kursi room Teater tersebut, Evelyn terlihat berpikir sejenak sebelum menjawabnya dengan anggukan.


“Apapun yang bergenre komedi,” ucap Evelyn. Kini ia ingin menghibur dirinya jadi ia memilih genre film yang bisa membuat ia tertawa karena belakangan ini ia begitu sulit tertawa karena ulah Kenrick.


“Baik Nona,” setelahnya Jessie segera pergi untuk memberitahu pengawal yang berjaga untuk memutar film dengan genre romance


Evelyn kini menatap kosong layar di depannya yang mulai memutar film. Namun pikirannya sepertinya kini tak berada di sana, ia masih memikirkan cara untuk kabur. Namun Evelyn rasa sudah tak ada cara untuk nya kabur jadi lebih baik ia menghibur dirinya dan menghilangkan bebannya sejenak Ia jadi berpikir jika sebenarnya tak ada salahnya jika ia mulai menerima Kenrick, atau sekedar menerima kehidupannya yang sekarang tanpa terusik juga menaruh hatinya pada Kenrick, namun pertanyaannya apakah ia bisa melakukannya? Bisakah ia tak menaruh hati pada Kenrick dengan sikap laki-laki tersebut yang selalu bisa membuatnya kalah dengan pertahananya sendiri?


“Nona kau ingin sesuatu?” Tanya Jessie membuyarkan lamunan Evelyn. Mendengar pertanyaan Jessie dengan segera Evelyn menoleh ke arah Jessie lalu menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Jessie.


“Jus dan popcorn,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang dijawab dengan anggukan oleh Jessie. Ia merasa bosan dan tak fokus jika tak ada yang bisa ia makan ataupun minum.


“Baik Nona saya akan mengambilkannya,” ucap Jessie yang Evelyn balas dengan anggukan.


Tak lama Jessie pergi meninggalkan Evelyn seorang diri, tapi tak lama Evelyn merasa ada yang berjalan mendekat lalu duduk di sampingnya. Evelyn yang merasakan kehadiran seseorang segera menoleh ke arah samping nya, hingga ia berhasil dibuat terkejut saat menyadari siapa yang datang. Bukan Jessie atau Kenrick melainkan seorang laki-laki yang ia pikir musuh Kenrick lah yang kini berada di sampingnya.


“Ronald?”


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.