Mafia's woman

Mafia's woman
Amarah



Evelyn meregangkan tubuhnya yang sudah terasa begitu segar setelah ia bangun dari tidur lelapnya. Sinar mentari menyilaukan penglihatannya saat ia baru saja gadis tersebut membuka matanya. Evelyn menghembuskan nafasnya kasar saat melihat ke sampingnya yang tak ada Kenric di sana.


“Apa dia benar-benar tidur dengan para wanita tersebut?” monolog Evelyn pada dirinya sendiri sebelum akhirnya ia menggelengkan kepalanya tegas. Tak seharusnya ia memikirkan Charles. Lagi pula jika laki-laki tersebut memang tidur dengan para wanita tersebut ia juga tak peduli. Tapi, benarkah ia tak peduli?


Evelyn segera bangun dari tidur nya ia harus segera mengguyur tubuhnya dengan air untuk menghilangkan berbagai pikiran yang berada dalam kepalanya tersebut. Namun saat melihat ke arah tangannya Evelyn cukup di buat terkejut karena tangannya yang kemarin lebam kini sudah di balut dengan perban.


“Apa Charles datang?” tanya Evelyn sambil menatap tangannya yang sudah terbalut perban tersebut. Senyuman perlahan terbit dari bibir gadis tersebut sebelum akhirnya ia tersadar dengan apa yang ia lakukan Evelyn melunturkan senyumnya.


“Cih untuk apa aku senang? Lagi pula ini juga sebagai bentuk pertanggung jawabannya karena telah melukai ku,” ucap Evelyn acuh lalu akhirnya ia lebih memilih untuk segera menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Tak membutuhkan waktu lama untuk Evelyn membersihkan tubuhnya setelah selesai ia segera memilih pakaian di walk in closet miliknya. Lalu setelahnya ia segera keluar dari kamarnya yang ternyata di depan kamarnya sudah ada Jessie juga dua pelayan nya yang menunggu di sana.


“Kalian sudah lama menunggu?” tanya Evelyn yang cukup terkejut dengan keberadaan ketiga wanita tersebut. Jessie tersenyum dengan hangat ke arah atasannya tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


“Tidak Nona,” ucap Jessie dengan senyumannya. Namun Evelyn tahu pasti wanita paruh baya tersebut tengah berbohong.


“Jika matahari sudah terbit bangunkan saja aku,” perintah Evelyn. Biasanya ia memang akan bangun di pagi hari namun semenjak tinggal di mansion Charles ia malah bangun begitu siang.


“Baik Nona,” ucap Jessie sambil menunduk. Kini mereka sudah berjalan menuju ruang makan untuk sarapan dengan ketiga pelayan tersebut yang berjalan di belakang Evelyn. Mengikuti kemanapun gadis tersebut akan pergi.


“Apa Charles pulang tadi malam?” tanya Evelyn saat mereka berada di lift. Walaupun ia mengatakan ia tak peduli pada laki-laki tersebut namun tak dapat dipungkiri ia mulai terbiasa dengan keberadaan Charles.


Ia juga penasaran apa Charles yang membalut lukanya atau justru pelayan yang melakukannya.


“Iya Nona, Tuan pulang begitu larut dan sudah berangkat begitu pagi,” ucap Jessie menjawab pertanyaan Evelyn yang membuat gadis tersebut menganggukkan kepalanya.


Tak lama mereka akhirnya sampai di meja makan dan kali ini sepertinya ia harus makan sendiri karena pelayannya tersebut mengatakan jika mereka sudah makan. Walau Evelyn tahu mereka berbohong. Karena peraturan di Mansion Kenrick pelayan tak boleh makan sebelum Tuan dan Nona mereka makan.


“Kalian yakin sudah makan?” tanya Evelyn sekali lagi yang dijawab dengan anggukan dan senyuman oleh mereka. Akhirnya Evelyn memilih mengalah dan segera memakan sarapannya.


Ia tak tahu setelah ini apa yang harus ia lakukan. Meskipun di rumah Charles terdapat begitu banyak fasilitas namun ia tetap merasa bosan berada di Mansion besar tersebut. Apalagi ia tak memiliki ponsel yang dapat ia gunakan.


“Setelah ini aku ingin berenang, sudah lama aku tak berenang,” ucap Evelyn setelah menghabiskan makananya.


“Baik Nona,” ucap Jessie patuh.


“Fani minta semua pengawal di belakang untuk pergi, katakan jika Nona ingin berenang,” ucap Jessie dengan begitu teganya pada pelayan di belakangnya yang bernama Fani tersebut. Mendengar hal tersebut Evelyn mengerutkan keningnya.  Fani yang mendapatkan perintah dari atasannya tersebut segera pergi menyampaikan perintah tersebut.


“Mengapa kau memerintahkan semua pengawal harus pergi? Aku hanya ingin berenang bukannya mandi di sana,” ucap Evelyn pada Jessie.


Tak salah bukan, lagi pula ia akan tetap memakai baju renang bukannya tak menggunakan sehelai benang pun.


“Maaf Nona tapi ini perintah dari tuan,” ucap Jessie yang membuat Evelyn menghembuskan nafasnya. Apa Charles memang begitu posesif? Apa Charles akan posesif dengan semua wanita nya tersebut? Evelyn menggelengkan kepalanya memikirkan hal tersebut.


Entah dari mana ia mendapatkan ide berenang tersebut. Namun karena tak tahu harus melakukan apa, jadi lebih baik ia berenang saja. Setelah selesai mengganti pakaiannya ia menggunakan jubah mandinya untuk menutupi tubuhnya yang hanya memakai baju renang yang begitu pas membentuk tubuhnya.


Namun saat baru saja membuka pintunya ia dapat melihat Jessie yang kini tengah berbincang dengan salah satu pengawal. Melihat hal tersebut Evelyn mengerutkan keningnya bingung.


“Ada apa ini?” tanya Evelyn pada pelayan yang biasanya selalu menemaninya tersebut.


“Di depan sedang ada Carlo, Nona. Dia memaksa untuk masuk,” ucap Fani yang menjawab pertanyaan Evelyn.


“Dia tak bisa sembarang masuk?” tanya Evelyn keheranan. Ia pikir setiap wanita di gedung selatan akan bebas masuk seperti dirinya yang bebas masuk ke mansion Charles tersebut bahkan ia bisa tinggal di Mansion ini.


“Tidak Nona. Mereka semua yang berada di gedung selatan tidak ada yang pernah masuk ke mansion ini. Mereka hanya boleh berada di mansion selatan,” ucap pelayan lainnya menjawab pertanyaan Evelyn yang cukup membuat Evelyn tersebut.


Bagaimana ia tak terkejut jika ternyata di wanita pertama yang berada di mansion ini. Bahkan para pelayan hanya memanggil mereka dengan nama tanpa ada tambahan Nona.


Ia pikir sebelum mereka berada di gedung selatan mereka akan dibawa ke mansion ini namun ternyata tidak, mereka bahkan tidak boleh datang ke mansion ini.


Evelyn segera berjalan pergi dari sana yang membuat kedua pelayan tersebut mengikutinya. Melihat Evelyn yang pergi Jessie segera mengejarnya.


“Nona maaf saya ada urusan, Anda akan pergi berenang lebih dulu bersama Fani dan Nancy. Setelahnya saya akan menyusul,” ucap Jessie pada Evelyn yang kini justru tersenyum dengan begitu sinis membuat Jessie bingung melihatnya.


“Siapa bilang aku akan berenang?” Tanya Evelyn dengan senyuman evilnya yang membuat Jessie juga dua pelayan tersebut bingung mendengarnya.


Akhirnya Jessie segera mengikuti Evelyn karena takut terjadi sesuatu pada Evelyn. Jika terjadi sesuatu pada Evelyn ia pasti akan mendapatkan masalah. Ia juga sudah begitu menyayangi Evelyn karena sikap baik Evelyn tersebut.


“Nona kemana Anda akan pergi?” tanya Jessie saat Evelyn malah berjalan ke arah depan bukannya ke arah belakang untuk menuju kolam renang.


“Menurutmu?” tanya Evelyn dengan senyumannya. Membiar pelayan nya sudah was-was dan siaga menjaga Evelyn.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow


akun ku ya.