Mafia's woman

Mafia's woman
Terbongkar



Sedari tadi Evelyn tak berhenti untuk terus mondar-mandir memikirkan cara untuk membantu Kenrick. Evelyn menggigit jari-jarinya sambil berpikir keras hingga akhirnya Evelyn memutuskan untuk menanyakan masalah ini dengan Kenrick. Evelyn rasa jika wanita tersebut terus menyembunyikan dari Kenrick jika ia sudah mengetahui yang sesungguhnya tak akan ada kemajuan dan mereka akan terus saling menyembunyikan yang berujung Evelyn akan terus memikirkannya dan Kenrick masih tetep menyembunyikan darinya.


"Aku harus menanyakan semua ini pada Kenrick. Aku akan datang ke kantornya," ucap Evelyn yang tak ingin lagi terus menyembunyikan ini dan pura-pura tidak mengetahui apapun. Evelyn rasa ia harus mulai tegas akan masalah yang kini tengah mereka hadapi.


"Menunggunya pulang dari kantor akan memakan waktu yang lama. Aku tak bisa hanya diam saat Kenrick berada dalam masalah. Apa lagi semua ini karena kesalahanku," monolog Evelyn yang kini mulai bergegas untuk bersiap, setelahnya segera turun untuk meminta supir mengantarnya.


Di depan kamarnya para pelayan yang biasanya selalu melayaninya selalu mengikuti Evelyn dengan setia.


"Kalian tak perlu ikut, aku akan ke kantor Kenrick," ucap Evelyn saat ia sudah masuk ke dalam mobil.


"Baik Nyonya," ucap Jessie yang akhirnya hanya bisa patuh.


Mobil yang Evelyn tumpang mulai berjalan meninggalkan rumah besar tersebut. Jessie dan para pelayan masih ada di depan menunggu mobil Evelyn benar-benar jauh barulah mereka segera masuk ke dalam mansion besar milik Kenrick.


Tak membutuhkan waktu yang lama kini akhir mereka sampai di kantor. Evelyn akhirnya segera turun dari mobil dan berjalan menuju ruangan Kenrick, saat melewati para karyawan banyak yang menunduk hormat pada Evelyn mengingat Kenrick sudah mengenalkannya sebagai calon istri laki-laki itu.


"Nyonya untuk apa Anda datang?" Tanya Steve saat melihat Evelyn yang datang ke kantor Kenrick seorang diri. Biasanya gadis tersebut tak suka datang ke kantor Kenrick bahkan jika laki-laki itu yang meminta. Namun kali ini wanita tersebut malah datang dengan sendirinya.


Denis yang berjaga di depan ruangan Kenrick mengerutkan keningnya saat melihat Evelyn yang datang apalagi tampan pengawal.


"Aku ingin menemui Kenrick," ucap Evelyn tegas. Steve kini benar-benar dibuat bingung dengan sikap Evelyn yang tidak seperti biasanya.


"Masuklah Nyonya, tuan ada di dalam," ucap Steve mempersiapkan Evelyn untuk masuk. Wanita tersebut mengangguk lalu segera masuk untuk menemui Kenrick yang ternyata sedang sibuk dengan berkas di tangannya.


Laki-laki tersebut awalnya sudah akan marah saat ada yang masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu, namun saat melihat siapa yang masuk ke ruangannya ia mengurungkan niatnya itu dan kini berganti dengan senyuman manis yang mengembang di wajah laki-laki tersebut saat melihat ternyata yang masuk adalah Evelyn.


“Hey! Kau datang? Ada apa Sweety?” tanya Kenrick dengan senyumannya pada Evelyn. Kini Kenrick sudah berdiri dan berjalan ke arah Evelyn. Begitupun dengan Evelyn yang kini juga berjalan mendekat ke arah Charles dengan wajah sedihnya, membuat laki-laki itu semakin bingung dengan sikap Evelyn itu.


Evelyn yang datang tanpa ia minta saja sudah membuatnya bingung, di tambah dengan wajah sedih tersebut yang semakin membuat Kenrick bingung.


“Ada apa Sayang?” tanya Kenrick lagi karena tak mendapatkan jawaban dari Evelyn, atas pertanyaan yang ia lontarkan tadi.


“Kenrick ada yang ingin aku tanyakan padamu,” ucap Evelyn dengan tatapan seriusnya pada Kenrick. Kini wanita tersebut sudah duduk di kursi kebesaran Kenrick. Sedangkan Kenrick kini duduk di depannya. Mereka kini sudah saling menatap dengan Evelyn yang terus menatap Kenrick dalam.


“Ada apa, Sayang?” tanya Kenrick dengan serius pada Evelyn. Evelyn menarik nafasnya dalam sebelum memulai ucapannya.


“Aku mengetahui ini dari Maxi,” ucap Evelyn serius. Mendengar nama Maxi disebutkan membuat Kenrick kini menegang. Kenrick takut jika Maxi mengatahal yang buruk atau memberitahu tentang rahasia nya pada Evelyn.


“Apa yang ia katakan?” tanya Kenrick dengan tatapan seriusnya pada Evelyn. Charles terlihat mengepalkan tangannya dengan wajah yang mengeras. Evelyn yang melihat hal tersebut tersenyum dengan sinis melihat wajah ketakutan Kenrick yang begitu memuaskan untuknya.


“Mengapa kau tak memberitahuku ini semua? Mengapa kau menyembunyikan dariku Kenrick? Jelas semua ini adalah karena ulahku,” ucap Evelyn dengan seriusnya pada Kenrick. Kenrick kini menatap Evelyn dengan tatapan bingung sekaligus takutnya.


Kenrick sudah mengetahui semenjak kejadian Ronald, Maxi selalu memaksa Kenrick agar memberitahu Evelyn semua ini sebagai peringatan untuk gadis tersebut agar tak lagi sembarangan untuk bertindak melakukan apapun. Namun Kenrick tidak mau menurutinya karena baginya ini bukanlah kesalahan Evelyn.


Ia tak menyalahkan Evelyn yang kabur, karena semua itu menurutnya wajah karena tak mungkin ada yang untuk di penjara di tempat yang tidak diinginkan. Namun meskipun begitu Kenrick tetap tak mau jika Evelyn sampai pergi darinya. Dan lagi pula semua ini karena salah Kenrick juga yang memberikan hukuman untuk Ronald tak tanggung-tanggung, Ronald Juga bersalah karena sudah membantu Evelyn untuk kabur padahal laki-laki tersebut tahu bagaimana Kenrick.


“Mengapa? Apa aku tak boleh membantumu,” tanya Evelyn dengan tatapan menentangnya pada Kenrick. Kenrick menghembuskan nafasnya sambil menggelengkan kepalanya tegas, bukannya tak ingin jika Evelyn membantunya hanya saja ia merasa bisa menyelesaikan semua ini tanpa Evelyn.


“Masalah ini biar aku yang menyelesaikannya,” tegas Kenrick berusaha menenangkan Evelyn jika masalah yang ia hadapi bukanlah apa-apa untuk Kenrick.


“Tapi mengapa Kenrick?” tanya Evelyn dengan amarahnya.


“Aku hanya tak ingin kau terlibat masalah lain,” ucap Kenrick tegas. Mendengar ucapan Kenrick tersebut malah membuat tertawa mendenganya.


“Apa bagimu aku hanya si tukang pembuat masalah?” tanya Evelyn dengan tawa sinisnya. Kenrick yang bingung karena merasa salah bersalah sontak menggelengkan kepalanya tegas.


“Tidak, tidak, bukan begitu Honey,” ucap Kenrick yang kini mulai bingung karena sudah salah berbicara pada Evelyn. Kenrick berjalan mendekati Evelyn lalu berlutut di samping wanitanya tersebut.


“Aku hanya tak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu,” ucap Kenrick jujur. Walau menurutnya ini masalah yang bisa ia tangani sendiri namun jika bagi Evelyn ini adalah hal yang berbahaya. Kenrick tak ingin melibatkan wanitanya tersebut berada dalam masalah.


“Cih! Kau memang sama saja seperti Max dan Paul,” sinis Evelyn pada Kenrick yang hanya menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan Evelyn yang terdengar merajuk., Kenrick tahu tak akan mudah untuk membujuk Evelyn setelah ini.


“Kita sudah akan menikah namun kau selalu menyembunyikan banyak hal dariku, kau tidak pernah terbuka dengan ku. Aku padahal hanya ingin kita saling berbagi beban,” lirih Evelyn yang setelahnya segera berdiri dan pergi dari ruangan Kenrick. Kenrick hanya diam tak mengejarnya berusaha untuk memberikan waktu bagi Evelyn untuk menenangkan dirinya.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.