
Baru saja Evelyn akan pergi namun kini tangannya malah kembali di tarik yang membuat Evelyn kini kembali terpojok di dinding.
“Evelyn kenapa kau tak mau menerima ku kembali?” pertanyaan yang terdengar begitu menyedihkan itu terdengar dari Karel yang kini menatap Evelyn dengan tatapan sendunya. Sedangkan Evelyn kini menatap tajam dan penuh peringatan pada Karel jika tindakannya hanya akan membawa bahaya bagi laki-laki itu juga keluarga Karel.
Karel dan orang lain hanya tahu jika Kenrick adalah pebisnis yang begitu disegani. Mereka hanya tak tahu jika laki-laki itu juga merupakan seorang mafia dengan prinsip dibunuh atau membunuh.
"Salahkan dirimu sendiri yang sudah berselingkuh dan lebih memilih wanita murahan untuk membuang ku,” marah Evelyn yang mendengar pertanyaan dari Karel itu.
Harusnya laki-laki itu tak perlu lagi menanyakan tentang hal tersebut dan sudah mengetahui jawabannya karena semua juga adalah akibat dari apa yang Karel lakukan.
Evelyn sudah begitu setia dan mencintainya. Namun yang ia dapat malah luka dan pengkhianatan. Setelah Evelyn menemukan cinta dan bahagia. Lalu untuk apa laki-laki itu malah mempertanyakan nya untuk kembali pada laki-laki yang sudah melukainya?
“Aku melakukannya juga karena dirimu Evelyn. Aku tidak ingin merusakmu. Aku tidak ingin menyakitimu Evelyn, aku memang salah karena melakukan hal bodoh itu tapi aku melakukannya karena mu,” ucap Karel dengan penuh penyesalannya. Kini bahkan ia sudah menatap Evelyn dengan tatapan sendunya pada Evelyn. Ia ingin kembali namun yang ada di mara Evelyn untuknya hanya lah sebuah kekecewaan, luka, juga kebencian.
"Kau pikir caramu benar? Kau hanya semakin menyakitiku Karel. Tak bisakah kau menahan nafsu bejatmu itu?” tanya Evelyn dengan begitu menolaknya. Setelah pertengkaran mereka terakhir kali mereka tak pernah lagi berbicara begitu lama untuk membahas masalah mereka ini. Dan kali ini akhirnya mereka membahasnya walaupun dengan cara yang salah.
Karel melepaskan cekalannya pada Evelyn lalu mengusap wajahnya kasar, ia tahu jika ia memang salah. Namun ia melakukannya juga karena tidak ingin merusak prinsip Evelyn. Namun siapa yang tahu jika akhirnya ia malah kehilangan wanita yang dicintainya karena nafsu nya.
“Aku tahu aku salah, tapi tidak bisakah Evelyn memikirkan diriku. Aku tidak memiliki niat membuang berlian sepertimu, aku sungguh mencintai mu Evelyn, bahkan sampai saat ini cinta ku pada mu masih begitu besar,” ucap Karel yang rasanya kini sudah begitu frustasi menghadapi keadaanya sekarang yang terasa begitu kacau setelah ditinggalkan gadis yang dicintainya.
"Apa yang harus aku pikirkan? Ku yang sudah mengkhianatiku. Jika kau tak mau membuang ku mengapa kau melakukannya?” marah Evelyn. Tatapannya kini terlihat begitu menusuk pada Karel mengungkapkan besarnya kekecewaan Evelyn pada Karel.
“Sudah aku katakan aku melakukannya karena tidak ingin menyakitimu. Aku tidak bisa menahan nafsuku tapi aku juga tidak bisa merusakmu,” ucap Karel yang mengatakan dengan begitu pelan di akhir kalimatnya. Ia mengakui jika ia memang begitu bodoh.
"Kau tak pernah tahu betapa sakit hatinya aku melihatmu saat itu Karel. Maka sekarang jangan salahkan aku yang memilih pergi. Salahkan saja nafsu bejatmu itu. Aku sudah menemukan Kenrick yang mampu membuat ku bahagia, jangan ganggu kami lagi,” ucap Evelyn dengan begitu tegasnya.
Evelyn hanya tak ingin ada kekacauan nantinya dalam rumah tangga nya yang baru saja membaik. Ia juga tak ingin membuat kekacauan di pesta Karel.
Mendengar ucapan Evelyn Karel terdiam. Ia juga merutuki dirinya yang tidak bisa menahan dirinya untuk tidak melakukan hal bodoh tersebut. Baru saja Evelyn akan peri namun lagi-lagi kini Karel menahan tangannya yang membuat Evelyn menghela nafasnya kasar.
“Maafkan aku Evelyn. Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi,” mohon Karel yang tak menyerah untuk mendapatkan wanita nya itu lagi, meskipun ia jelas tahu siapa yang di hadapinya.
“Apa aku sudah tidak memiliki ruang lagi di hatimu?” tanya Karel yang malah terdengar begitu konyol di telinga Evelyn. Bahkan setelah apa yang laki-laki itu lakukan, ia masih mengharapkan cinta dari Evelyn? Sangat tidak tahu malu dan menjijikkan.
"Tidak sama sekali.” Evelyn berkata dengan begitu tegas membuat Karel mengusap wajahnya kasar.
"Sekarang, tolong minggir! Kenrick pasti sudah menungguku!” ucap Evelyn lalu menghempaskan tangan Karel dengan begitu keras.
Karel menatapnya tajam dan mendekatkan wajahnya pada Evelyn setelah kembali bisa meraih tangan Evelyn. Namun saat jarak kalian semakin dekat, dapat Evelyn rasakan Karel yang menjauh hingga suara pukulan yang sangat keras terdengar memekak telinga.
***
Kenrick kini sudah memerintahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan di seluruh penjuru tempat acara yang membuat para tamu kini kebungan melihat banyak bodyguard yang berlalu lalang.
“Tuan di CCTV Nyonya terakhir melewati jalan ke arah kamar mandi yang rusak itu Tuan,” ucap Steve sambil memberikan sebuah rekaman CCTV pada Kenrick.
Kenrick mengepalkan tangannya saat melihat di CCTV tersebut juga ada Karel yang masuk tak lama setelah Evelyn. Berani sekali penjaga tersebut membohongi Kenrick. Jelas Kenrick tak akan membiarkan mereka begitu saja.
Joe yang melihat kekacauan acara nya segera berjalan ke arah Kenrick dengan wajah takut nya.
“Tuan ada apa ini?” tanya Joe dengan begitu hati-hati karena takut menyinggung Kenrick. Kini sudah banyak mata yang menatap mereka dengan tatapan penuh tanya.
“Kita lihat saja apa yang dilakukan oleh anakku, pada istri ku. Jika terjadi sesuai atau anakmu berani menyentuh milikku. Aku tak akan mengampuni kalian,” ucap Kenrick dengan begitu tajamnya yang membuat Joe juga Marry kini terkejut mendengar apa yang baru saja Kenrick katakan. Setelahnya Kenrick segera pergi ke arah tempat Evelyn kini berada. Berama dengan Joe juga Marry yang mengikuti, Steve juga ikut menyusul setelah memerintahkan orang merea untuk berjaga dan melarang orang lain melihat apa yang terjadi.
Saat Kenrick berjalan ke arah kamar mandi. Tatapannya terlihat menakutkan apalagi saat melihat ke arah penjaga yang semula terlihat begitu berani. Namun kini saat melihat kemarahan Kenrick ia jadi takut juga.
“Selesaikan,” tugas Kenrick sambil melambaikan dua jarinya minta bawahannya untuk mengurus penjaga tersebut yang kini terus meronta dan meminta ampun.
Saat sampai di depan kamar mandi ternyata pintu terkunci. Dengan amarahnya Kenrick menendang pintu tersebut. Hanya dalam sekali tendangan. Ia dapat melihat wanitanya yang hampir saja di cium untuk Karel. Melihat tersebut amarah Kenrick kian memuncak hingga dengan begitu keras ia memukul Karel.
***