Mafia's woman

Mafia's woman
Hukuman Untuk Kenrick



Lelah, itulah yang kini dapat di deskripsikan oleh Kenrick. Laki-laki tersebut baru saja sampai di Mansionnya saat jam sudah menunjukkan pukul 8.00 PM. Pekerjaannya di kantor kini tengah begitu menumpuk apalagi besok ia harus melakukan pekerjaan bisnis ke luar kota hingga ia harus menyusun segera persiapannya.


Saat akan sampai ke kamarnya dapat ia lihat pintu kamarnya yang masih terbuka dengan suara wanita yang tengah berbincang di dalam sana.


“Nona, Tuan tak akan marah saat melihat semua ini?” tanya suara wanita yang sepertinya adalah seorang.


“Tentu saja tidak, dia yang meminta ku untuk bersenang-senang,” ucap Evelyn dengan bengga nya yang membuat Kenrick kini menjadi penasaran dengan apa yang terjadi di kamarnya hingga membuat mereka begitu heboh.


Saat Kenrick memasuki kamarnya ia langsung di buat melongo saat melihat begitu banyaknya belanjaan yang kini bahkan sudah memenuhi kamar nya tersebut.


“Evelyn apa semua ini?” tanya Kenrick dengan tatapan terkejut nya melihat banyaknya belanjaan yang kini berserakan memenuhi kamarnya.


Vera yang sebelumnya adalah wanita dari gedung selatan bahkan dibuat terkejut dengan kelancangan Evelyn yang menghamburkan uang Kenrick. Karena selama ia tingga di gedung selatan laki-laki tersebut selalu membatasi belanja mereka karena tak ingin mereka hidup dengan foya-foya namun kini Evelyn bahkan seperti tengah memindahkan toko pakaian, tas, dan sepatu ke kamar nya tersebut.


“Bukankah kau yang meminta ku untuk bersenang-senang?” tanya Evelyn dengan begitu sinisnya pada Kenrick yang kali ini menghembuskan nafasnya sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah wanita tersebut yang ternyata masih saja marah padanya.


“Lalu apa semua ini akan muat di letakkan di walk in closet? di mana kau akan meletakkannya?” tanya Kenrick dengan begitu sabarnya menghadapi wanita keras kepala seperti Evelyn tersebut.


Vera yang masih berada di sana benar-benar dibuat terkejut dengan sikap Kenrick yang begitu berbeda dengan yang sebelumnya ia kenal. Kenrick yang begitu pemarah kini bahkan terlihat begitu sabar menghadapi Evelyn yang labil.


Evelyn kini tampak berpikir karena Kenrick benar, dimana ia akan meletakkan semua ini. Bahkan belanjaan tersebut kini juga memenuhi sofa juga ranjang di kamarnya tersebut. Jika tidak di pindahkan di mana ia akan tidur? Semua ini salahnya karena tidak memikirkan tentang akhirnya dari semua barang-barangnya tersebut dan hanya berfokus pada balas dendamnya pada Kenrick.


“Tak bisakah kau membuatkan ruangan lagi untuk semua ini?” tanya Evelyn pada Kenrick dengan tatapan tajamnya. Lihatlah bahkan saat tengah memohon seperti ini pun yang Evelyn tampilkan malah tatapan tajamnya bukan tatapan penuh permohonan. Sepertinya wanita tersebut benar-benar marah padanya.


“Kau selalu melakukan tindakan impulsif tanpa memikirkan akhirnya,” ucap Kenrick sambil menggelengkan kepalanya. Kini ia baru menyadari kenapa sedari tadi ponselnya terus saja berbunyi menandakan pemberitahuan pengeluaran dari kartu yang ia berikan untuk Evelyn.


“Baiklah, aku akan meminta Steve untuk menambah ruangan untuk semua ini,” ucap Kenrick yang akhirnya memilih untuk menuruti keinginan wanitanya tersebut.


“Sekarang pindahkan semua ini ke kamar tamu,” ucap Kenrick dengan begitu tegasnya pada pelayan tersebut yang menjawabnya dengan anggukan.


Setelahnya para pelayan tersebut segera melakukan pekerjaannya tersebut yang telah diperintahkan oleh Kenrick.


“Kau sudah makan malam?” tanya Kenrick pada Evelyn yang kini berjalan ke arah sofa yang sudah kosong dengan barang belanjaannya tersebut.


“Sudah,” ucap Evelyn dengan begitu ketus pada Kenrick yang menjawabnya dengan anggukan.


Setelah nya Kenrick berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sedangkan Evelyn memilih untuk merebahkan tubuhnya sambil menonton tayangan televisi.


Tak membutuhkan waktu lama bagi Kenrick untuk membersihkan tubuhnya setelah selesai laki-laki tersebut segera berjalan ke arah Evelyn. Hingga senyumannya terbit dengan begitu sempurna saat melihat gadis tersebut yang ternyata kini tengah terlelap.


“Apa kau begitu kelelahan hm?” tanya Kenrick dengan senyumannya sambil menyugar rambut Evelyn yang menutupi wajah cantik wanitanya tersebut.


“Kau begitu cantik Evelyn, bagaimana bisa aku melepaskan wanita seperti mu?” tanya Kenrick dengan senyumannya. Tangan besarnya terasa begitu pas saat menyentuh wajah wanita tersebut.


Sebelumnya Kenrick tak mengenal apa itu cinta, ia tak pernah merasakan sebuah cinta hingga kini malah begitu bodoh dalam mengartikan cinta.


“Tuan,” suara panggilan tersebut membuat Kenrick yang tengah fokus melihat ke arah Evelyn segera menoleh ke arah sumber suara yang ternyata adalah Jessie.


“Saya sudah meletakkan semua barang Nona di kamar kosong,” ucap Jessie yang di jawab dengan anggukan oleh Kenrick. Dapat ia lihat kini kamarnya tersebut sudah begitu bersih dari barang belanjaan Evelyn.


“Pergilah, aku akan istirahat,” perintah Kenrick yang dijawab dengan anggukan oleh Jessie. Setelahnya wanita tersebut segera pergi, menutup pintu dengan pelan karena takut membangunkan Nonanya tersebut.


Kenrick dengan begitu lembutnya menggendong Evelyn. Membawa tubuh indah wanita tersebut menuju ranjang king size mereka. Kenrick akhirnya ikut menidurkan dirinya di samping Evelyn. mengecup puncak kepala wanita tersebut lembut sebelum akhirnya ikut memejamkan matanya dengan memeluk wanita tersebut.


***


“Sudah aku katakan dengan tegas Kenrick aku tak akan ikut, aku tak ingin pergi kemanapun,” tegas Evelyn dengan begitu tajamnya pada Kenrick. Laki-laki tersebut berniat mengajak Evelyn untuk perjalanan bisnisnya karena ia merasa tak bisa meninggalkan Evelyn terlalu lama apalagi ia baru akan pulang keesokan harinya.


“Kau sangat keras kepala Evelyn,” kesal Kenrick yang sama sekali tidak Evelyn hiraukan. Ia lebih memilih untuk menuruni tangga untuk sarapan. Di belakangnya Kenrick masih setia mengikuti wanita tersebut.


Ia baru akan berangkat pukul sepuluh jadi kini ia masih santai dengan pakaian rumahannya.


“Kau sudah tahu aku keras kepala kenapa masih saja memaksa ku?” tanya Evelyn yang kini menoleh ke arah Kenrick dengan kekesalannya.


“Baiklah jika kau tak ingin ikut, namun hari ini dan besok kau tak boleh pergi dari mansion,” tegas Kenrick yang membuat Evelyn mendengus kesal sambil memutar bola matanya malah namun tak urung akhirnya ia menjawabnya dengan anggukan.


Tak lama mereka akhirnya sampai di ruang makan dengan banyaknya hidangan yang kini tersaji di atas meja makan tersebut. Saat mereka tengah asyik menikmati makanan mereka suara panggilan dari Jessie dengan kompak membuat mereka menoleh ke arah wanita yang kini tengah berjalan cepat ke arah Kenrick lalu membisikkan sesuatu yang membuat Kenrick menghela nafasnya kasar membuat Evelyn menjadi penasaran dengan apa yang sebenarnya Jessie katakan pada Kenrick.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.