
Kenrick baru saja tidur satu jam, ia baru bisa tidur saat jam menunjukan pukul 5.00 AM dan kini jam baru menunjukkan pukul 6.07 PM. Namun kini ponselnya sudah berbunyi dan mengganggu tidur nyamannya. Kenrick menghembuskan nafasnya kasar lalu segera melihat siapa yang menelponnya. Saat melihat yang menelponnya adalah Razita. Melihat hal tersebut dengan segera Kenrick menjawab panggilan tersebut.
“Halo Kenrick. Bisakah kau datang hari ini?” tanya suara di seberang sana setelah Kenrick menjawab panggilannya. Suara yang terdengar begitu bersemangat.
“Maaf Razita. Tapi kali aku akan sangat sibuk,” ucap Kenrick menolak. Kini pikirannya terus saja tertuju pada Evelyn. Fokusnya sekarang adalah mencari keberadaan Evelyn. Lalu disaat seperti ini, bagaimana ia bisa untuk bersama dengan wanita lain?
“Apa yang terjadi Kenrick? Apa semuanya baik-baik saja?” tanya Razita yang terdengar begitu khawatir, Karena ia dapat mendengar suara Kenrick yang begitu lelah, Ia hanya takut terjadi sesuatu yang buruk pada laki-laki yang ia cintai itu.
Kenrick menghembuskan nafasnya kasar, bingung harus menceritakannya atau tidak pada Razita.
“Evelyn pergi dari rumah. Sekarang aku tak tahu dia berada di mana. Aku harus mencarinya,” ucap Kenrick yang akhirnya memilih untuk menjelaskannya pada Razita yang kini di seberang sana mengepalkan tangannya mendengar ucapan Kenrick.
“Mengapa Kenrick? Apa ini karena diriku? Aku sungguh menyesal Kenrick, maafkan aku yang lemah ini,” ucap Razita di seberang sana yang terdengar merasa bersalah. Padahal kini ia hanya bersandiwara untuk menutupi kekesalan. Ia tak mungkin untuk merusak citra nya di depan Kenrick. Bagian itu ia serahkan pada Evelyn saja.
“Tidak. Jangan menyalahkan dirimu Razita. Sudah lah, aku tutup dulu panggilannya. Aku harus bersiap,” ucap Kenrick yang setelahnya langsung menutup panggilan teleponnya. Laki-laki tersebut menghela nafasnya lalu segera berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah terlihat rapi kini Kenrick berjalan ke arah gedung keamanan untuk mengetahui info terkini dari berita tentang Evelyn. Ia berharap bawahannya menemukan titik terang keberadaan Evelyn.
Saat sampai di ruang keamanan. Kenrick bisa melihat bawahannya yang tertidur di depan layar yang menampilkan sebuah video cctv sebuah bandara. Kenrick mengerti, mereka pasti lelah setelah kemarin membantu Kenrick. Mereka sama saja dengan Kenrick yang baru tidur di jam lima pagi.
“Tuan, Anda datang? Jola baru saja tertidur,” ucap Jack yang baru saja datang dengan membawa kopi. Mendengar penjelasan Jack, Kenrick hanya menganggukkan kepalanya paham.
“Bagaimana? Kalian sudah menemukannya?” tanya Kenrick yang malah mendapatkan helaan nafas kasar dari Jack. Bisa Kenrick lihat mata Jack sudah seperti panda dengan bola mata merah. Sepertinya laki-laki tersebut belum tidur semalaman dan hanya menahan kantuk dengan kopi karena di atas meja kini sudah banyak bekas kopi. Biasanya mereka akan berjaga bergantian namun karena Evelyn yang pergi mereka harus bekerja ekstra.
“Belum Tuan. Namun sepertinya Nyonya pergi ke Chicago. Seperti yang dikatakan oleh Sean,” ucap Jack yang kini membuat Kenrick mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan laki-laki tersebut.
“Chicago? Sean mengatakannya pada mu?” tanya Kenrick yang Jack balas dengan anggukan.
“Salah satu penjaga penjara mengatakan jika dia mendengar pembicaraan Sean dan Steve,” ucap Jack yang membuat Kenrick memejamkan matanya sambil menganggukkan kepalanya.
“Sesuai dengan ucapan tersebut saya memeriksa memang Nyonya pergi ke Chicago,” ucap Jack lagi melanjutkan ucapannya memberikan info yang ia miliki.
“Periksa semua CCTV di bandara Chicago. Cek semua data orang yang berada di satu ruangan ataupun berinteraksi dengan Evelyn selama di Chicago. Aku yakin dia tak berada di sana. Sean tak sesederhana ini,” ucap Kenrick memerintahkan yang Jack balas dengan anggukan. Ia juga berpikir demikian. Bukan Chicago tujuan sebenarnya Evelyn. Chicago hanya lah sebuah pengalihan dari posisi sebenarnya.
“Panggil penjaga penjara yang mendengar pembicaraan mereka,” ucap Kenrick lagi pada Kenrick. Mendengar hal tersebut Kenrick segera memerintahkan bawahannya untuk memanggil penjaga penjara tersebut untuk menemui Kenrick.
“Mengapa kita tak bertanya pada Steve saja Tuan? Dia pasti mengetahui sesuatu,” ucap Jack yang Kenrick balas dengan gelengan.
“Mereka begitu erat. Dan Steve begitu patuh pada Evelyn. Kedua laki-laki itu adalah bawahan Evelyn. Mereka pasti akan tutup mulut,” ucap Kenrick yang membuat Jack kini merasa penasaran dengan Evelyn. Apa sebenarnya keistimewaan wanita tersebut hingga berhasil membuat kedua bawahan Kenrick yang begitu setia berpihak padanya.
“Tuan, bukankah ini Nyonya?” tanya Jack sambil memperlihatkan sebuah CCTV yang memperlihatkan jiak Evelyn kembali masuk ke Bandara bukannya keluar dari bandara tersebut. Kenrick menajamkan penglihatannya. Meskipun pakaian yang digunakan wanita tersebut dan penampilannya seperti Evelyn namun entah kenapa Kenrick menganggap itu bukanlah Evelyn. Apalagi wajah wanita tersebut yang ditutupi oleh masker, topi, juga kacamata.
Jack memundurkan waktu dari CCTV tersebut pada sekelompok wanita yang masuk ke kamar mandi. Juga Evelyn yang masuk setelah mereka. Tak lama sekelompok perempuan tersebut bergantian keluar dari kamar mandi. Dan Evelyn keluar paling akhir.
“Periksa semua tujuan dari perempuan itu. Dan lanjut cari tahu kemana Evelyn pergi,” ucap Kenrick sambil bersedekap dada. Kenrick merasa jika semua wanita tersebut adalah wanita suruhan orang Sean untuk mengelabui Kenrick.
Kenrick sudah bekerja sama dengan Sean dengan waktu yang begitu lama. Jadi tentu ia tahu bagaimana cara kerja Sean dan bagaimana liciknya laki-laki tersebut.
“Tuan, ini adalah penjaga penjara tersebut,” ucap seorang laki-laki yang baru saja masuk dengan seorang penjaga penjara yang kini berdiri di depan Kenrick.
“Jadi apa saja yang kau dengar dari mereka?” tanya Kenrick langsung dengan wajah datarnya pada laki-laki tersebut yang kini terlihat ketakutan saat berhadapan dengan Kenrick.
“Saya mendengar mereka bercerita tentang alasan Nyonya pergi, maaf telah lancang Tuan,” ucap penjaga penjara tersebut yang membuat Kenrick menghela nafasnya sedangkan Jack yang memang bukan orang yang mudah penasaran hanya diam mendengarkan. Baginya alasan Nyonya nya pergi bukanlah urusannya.
“Lalu apa yang kau dengar lagi?” tanya Kenrick melanjutkan.
“Saya juga mendengar jika kepala pengawal memihak Nyonya. Dan Consigliere mengatakan jika Nyonya berada di Chicago dan mengatakan jika kota arsitektur sangat cocok untuk antena amerika sebagai rumah. Saya tak mengerti dengan ucapan tersebut Tuan,” ucap penjaga tersebut sambil menundukkan kepalanya.
Kenrick menganggukkan kepalanya lalu mengisyaratkan dengan tangannya jika penjaga tersebut sudah boleh pergi. Penjaga tersebut menundukkan kepalanya hormat sebelum akhirnya pergi dari sana.
“Kota arsitektur?” tanya Jack bingung sambil menaikkan sebelah alisnya bingung. Ucapan Sean terkadang memang begitu memusingkan. Hanya orang tertentu yang akan mengerti.
“Chicago!”
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.