Mafia's woman

Mafia's woman
Razita



Setelah menempuh perjalanan yang begitu lama, akhirnya, kini mereka sudah sampai di kediaman Kenrick.  Melihat kedatangan Tuan dan Nyonya rumah tersebut mereka segera berbaris rapih untuk menyambut kedatangan kedua majikannya tersebut.


Para penjaga membukakan pintu mobil untuk mereka. Evelyn segera keluar dari mobil yang langsung di sambut oleh Jessie juga ketiga pelayannya yang lain.


“Bagaimana dengan liburannya Nyonya?” tanya Jessie dengan senyumannya menyambut kedatangan Evelyn.


"Sangat seru. Hingga aku rasanya tak ingin kembali,” ucap Evelyn dengan begitu bersemangat dan senyumannya yang mengembang sempurna. Mendengar ucapan Evelyn yang begitu bersemangat membuat Jessie tersenyum mendengarnya.


"Sean kau sudah selesai berlibur?” tanya Evelyn terkejut melihat keberadaan Sean yang ternuata sudah berada di kediamannya karena yang ia tahu Kenrick memberkannya waktu untuk berlibur.


“Ya, ada urusan yang harus saya kerjakan Nyonya,” ucap Sean sambil tersenyum menjawab pertanyaan Evelyn. Evelyn memicingkan matanya menatap curiga pada Sean dan Kenrick secara bergantian.


"Pasti Kenrick yang memintamu.” Evelyn  menatap Kenrick tajam sedangkan Kenrick hanya bisa menghela napasnya. Pasti ia lagi yang di salahkan oleh wanitanya tersebut yang sepertinya memang hobi menyalahkan Kenrick.


"Kau harusnya tak perlu mempedulikannya dan lanjutkanlah liburanmu,” ucap Evelyn mengajarkan Sena untuk bisa melawan Kenrick sesekali. Karena bagi Evelyn bawahan Kenrick juga bisa untuk berlibur dan mengahbiskan waktu mereka untuk orang yang mereka sayang.


“Tidak Nyonya, pekerjaan yang harus saya urus memang sangat banyak,” ucap Sean membantah. Karena memang ia sudah memiliki banyak pekerjaan yang menunggunya. Terbiasa selalu bekerja membuat Sean merasa tak nyaman jika libur terlalu lama. Evelyn menetap Sean penuh selidik sebelum akhirnya hanya menjawabnya dengan anggukan.


“Kau memang sama saja dengan Kenrick, gila kerja,” ucap Evelyn sambil menggelengkan kepalanya. Evelyn pikir orang yang berada di rumah tersebut memang gila kerja semua.


“Memang waktu liburku telah habis Nyonya dan banyak yang harus aku urus,”  ucap Sean yang hanya membuat Evelyn menggeleng. Benar-benar gila kerja. Pikir Evelyn.


“Lebih baik kita segera masuk dan istirahat,” ajak Kenrick dengan lembut sambil merangkul pinggang Evelyn dengan begitu posesif seolah memberitahu siapapun jika Evelyn adalah miliknya. Evelyn hanya menatap Kenrick dengan mencibir dan segera masuk bersama dengan laki-laki itu untuk istirahat. Karena ia juga sudah begitu lelah karena perjalanan yang begitu jauh.


***


Hari ini Kenrick tak datang ke kantor, karena laki-laki itu berjanji menemani Evlyn dan baru akan ke kantor setelah makan siang untuk meeting penting nya itu.


"Kenrick mengapa aku merasa sangat lelah hari ini?” ucap Evelyn mengeluh pada Kenrick. Namun tak bisa Evelyn pungkiri ia kini merasa begitu lelah. Dan memang belakangan ini ia juga sudah sering merasa lelah hanya untuk aktifitas kecil sekalipun.


“Mungkin karena jet lag kemarin. Apa kau ingin aku memanggilkan dokter?” tanya Kenrick dengan tatapan khawatirnya pada Evelyn. Kenrick yang awalnya fokus pada iPad nya segera menoleh ke arah Evelyn yang menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu aku hanya lelah,” ucap Evelyn yang tak ingin membuat Kenrick khawatir dan malah berlebihan dengan memanggil dokter padahal ia hanya lah tengah kelelahan dan tak ada yang perlu di khawatirkan.


Evelyn merebahkan tubuhnya di sofa dengan paha Kenrick sebagai bantalannya. Kenrick kini tengah sibuk membaca materi untuk meeting nanti. Kenrick mengelus puncak kepala Evelyn sayang, membuat wanita tersebut tersenyum melihatnya. Evelyn merasa begitu nyaman dengan apa yang Kenrick lakukan.


“Tuan,” suara panggilan tersebut spntak membuat Evelyn juga Kenrick menoleh ka arah sumber suara.


“Ada apa Sean?” tanya Kenrick dengan mengerutkan keningnya bingung.


“Untuk meeting nanti Mr. Rio meminta Nona Razita yang menggantikannya,” ucap Sean menyampaikan info yang baru saja di terimanya.


“Aku di sini Kenrick,” ucap seoarang wanita yang baru saja mecul tersebut. Wanita yang bisa di tebak jika ia lah yang bernama Razita. Razita kini sudah berdiri di samping Sean dengan senyumannya. Evelyn yang melihat wanita tersebut cukup terkejut saat tahu wanita ini pernah membuat masalah.


“Hei lama tak bertemu!” ucap Kenrick dengan begitu semangatnya. Kini bahkan laki-laki tersebut sudah berdiri daru duduknya. Kenrick berjalan ke arah Razita dan langsung memeluk gadis itu membuat Evelyn semakin kesal melihatnya tanga wanita tersebut bahkan sudah terkepal dengan kuat dan hal itu bisa Sean tangkap dengan jelas karena sedari tadi laki-laki tersebut terus memperhatikan Evelyn dengan khawatir atas kedatangan Razita. Evelyn berdehem untuk mengalihkan fokus kedua orang itu.


“Ah ya perkenalkan dia adalah tunanganku, Evelyn. Dan Sayang dia adalah sahabatku Razita,” ucap Kenrick memperkenalkan kedua wanita tersebut. Evelyn berdiri dari duduknya lalu bersedekap dada menatap Razita dengan tatapan tajam yang syarat akan rasa tak suka.


"Yaa aku pernah usir mantan kekasihmu itu,” ucap Evelyn acuh yang malah membuat Kenrick juga Sean menaikkan sebelah alisnya bingung mendengar perkataan Evelyn.


“Mantan kekasih? Kita hanya bersahabat Sayang,” ucap Kenrick dengan kekehannya berusaha mencairkan suasana yang terasa begitu tegang tersebut. Kenrick bisa merasakan aura permusuhan di keduanya. Kenrick juga tak ingin jika Evelyn salah paham padanya.


"Bahkan aku tak peduli dia benar-benar mantan kekasihmu atau bukan,” ucap Evelyn dengan acuh.Mendengar ucapan wanitanya itu Kenrick menghela napasnya sambil memegang tangan Evelyn.


“Aku berkata yang sejujurnya Sayang,” ucap Kenrick tak ingin ada kesalahpahaman lagi di antara mereka dan dapat merusak hubungan mereka. Mereka bahkan baru saja berlibur setelah banyaknya kejadian yang menimpa mereka.


"Cih aku jadi penasaran siapa yang pembohong di antara mereka? Atau kau? Kau terlalu menyukai Kenrick dan terobsesi padanya,” sinis Evelyn dengan kekehannya. Hingga seringai yang begitu menakutkan terlihat di wajah gadis tersebut.


“Apa maksudmu Sayang? Bagaimana mungkin Razita menyukai ku? Kita adalah sahabat,” tegas Kenrick. Ia tak tahu dari mana Evelyn mendapatkan info salah tersebut namun jika mengancam hubungannya ia sepertinya harus bertindak dan memarahi orang yang telah memberikan info yang salah pada wanitanya tersebut.


"Tanya saja pada wanita itu,” jawab Evelyn. Kenrick hanya tak tahu saja jika Razita lah yang mengaku jika ia adalah kekasih Kenrick.


“Ada apa ini Razita? Kau pernah datang ke kantor?” tanya Knrick pada Razita dengan wajah nya yang jelas menampilkan kebingungan. Sean yang berada di sana hanya terdiam menyaksikan pertengkaran dari cinta segita tersebut. Tapi apa kah ia juga bisa masuk dalam cinta segita itu? Karena ia juga mencintai Evelyn. Ok, ini  bukan waktu yang tepat untuk membahas itu.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.