
“Kau sudah mengetahui siapa yang menjual informasi tersebut?” tanya Kenrick dengan tatapan seriusnya pada Jola yang kali ini segera memberikan iPad nya yang berisi informasi yang Kenrick butuhkan.
Melihat hal tersebut Kenrick segera mengambil nya dan membaca apa yang Jola berikan. Rahangnya kini terlihat mengeras membaca apa yang tersaji di depannya.
“Dia hanyalah pesuruh,” ucap Kenrick sambil melempar iPad tersebut yang membuat Jola memejamkan mata nya sambil menunduk takut dengan kemarahan bos nya tersebut.
“Benar Tuan, tapi dia begitu setia hingga tak mau membuka mulutnya untuk memberitahu siapa yang memerintahkannya dan lebih memilih mengakhiri hidupnya,” ucap Jola. Kenrick mengepalkan tangannya marah berusaha untuk tidak meletakkan amarahnya pada perempuan yang menjadi informannya tersebut.
“Aku mau kau segera selidiki ini,” tegas Kenrick yang mendapatkan anggukan dari bawahannya tersebut.
“Steve, untuk pesta pertunanganku aku serahkan padamu. Jangan sampai ada kesalahan,” ucap Kenrick pada Steve yang segera menjawabnya dengan anggukan patuh.
“Sean, kau tetap selidiki masalah senjata itu bersama yang lain,” ucap Kenrick pada bawahannya tersebut yang menjawabnya dengan anggukan.
“Lakukan semua sesegera mungkin, aku tak ingin ada kesalahan,” ucap Kenrick tegas. Setelah mengatakan hal tersebut laki-laki tersebut dengan segera pergi dari ruangan rapat di gedung timur tersebut.
Kini ia berjalan menuju ke arah mansionnya untuk melihat wanitanya tersebut sudah datang atau belum. Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya Evelyn kini tengah melihat gaunnya di butik bersama dengan pelayannya yang lain.
Namun saat Kenrick baru akan memasuki Mansionnya tiba-tiba saja namanya dipanggil yang membuat Kenrick segera menoleh ke arah sumber suara yang ternyata adalah Carlo. Melihat wanita tersebut membuat Kenrick segera menghampirinya dengan kerutan di kening nya.
“Sudah lama Tuan tidak ke mansion selatan,” ucap Carlo dengan senyumannya yang jelas sekali sebenarnya senyuman tersebut tengah menyembunyikan rasa marah.
“Aku tengah sibuk,” ucap Kenrick acuh yang justru kini membuat Carlo tertawa mendengar ucapan laki-laki di depannya tersebut. Kenrick mengerutkan keningnya saat mendengar reaksi dari wanita tersebut, ia berpikir jika Carlo mungkin sudah gila.
“Sibuk dengan wanita itu? Dan mempersiapkan pertunangan kalian?” tanya Carlo dengan senyuman sinisnya yang membuat Kenrick menarik nafasnya kasar dengan tatapan tajamnya yang begitu menusuk untuk wanita tersebut.
“Kau sudah mengetahuinya bukan? Lalu untuk apa kau masih bertanya?” tanya Kenrick dengan tatapan seriusnya. Carlo kini menundukkan kepalanya mendengar ucapan Kenrick tersebut yang seolah tak ada rasa bersalah saat mengatakannya.
“Tidakkah Taun merasa tak adil? Saya yang pertama kali berada di sini dan menemani Tuan, tapi kenapa wanita itu yang Taun nikahi?” tanya Carlo dengan tatapan sendunya pada Kenrick.
Kenrick menghela nafasnya kasar dengan tatapan datarnya pada wanita di depannya tersebut.
“Bukankah dari awal aku sudah membuat peraturannya jika aku tak akan menikahi salah satu dari kalian? Harusnya kalian sadar diri alasan apa yang membuatmu berada di sini,” tegas Kenrick pada Carlo yang tanpa sadar kini sudah meneteskan air matanya mendengar ucapan laki-laki di depannya tersebut yang kini begitu menusuk tersebut. Kenrick mengatakannya seolah ia adalah wanita simpanan laki-laki trsebut walau memang itu kebenarannya.
Sebelumnya Kenrick memang membuat peraturan jika ia tak akan menikahi salah satu dari wanita tersebut dan hanya menjadikan mereka sebagai tawanannya. Dari mereka memang tak ada yang berharap lebih kecuali Carlo. Namun saat Evelyn datang banyak yang berharap ada di posisi Evelyn.
“Bagaimana dengan wanita tersebut? Bukankah dia sama saja dengan kami? Kau mendapatkannya karena keluarganya terlilit hutang dengan mu bukan?” tanya Carlo yang tepat sasaran, mendengar hal tersebut Kenrick tertawa sinis mendengarnya namun tak lama ia segera menarik rambut wanita tersebut dengan begitu kasar membuat Carlo meringis akibat ulah laki-laki tersebut.
“Tuan aku mohon lepaskan Tuan. Kau menyakiti ku,” ucap Carlo dengan tangisnya sambil meringis kesakitan akibat ulah laki-laki kasar di depannya tersebut.
“Kau tak berhak menyamakan Evelyn dengan dirimu. Kau adalah wanita penggoda saat aku menemukannya, dan Evelyn? Dia adalah gadis suci saat aku menemukannya. Lalu kau berpikir jika kau sama dengannya?” marah Kenrick pada Carlo yang kini berusaha menahan tangan Kenrick yang terus menarik rambutnya dengan kaut.
Memang salah jika ia menjelekkan Evelyn di depan Kenrick. Padahal ia tahu sendiri bagaimana sikap Kenrick dan bagaimana Kenrick memperlakukan Evelyn.
“Maafkan aku Tuan, aku tak akan melakukannya lagi,” ucap Carlo yang kini terus memohon pada Kenrick. Ia tak kuat jika terus menahan siksaan dari Kenrick tersebut.
“Kenrick,” suara teriakan tersebut membuat Kenrick dan Carlo sontak menoleh ke arah Evelyn yang kini berjalan ke arah Kenrick dengan tatapan tajamnya ke arah laki-laki tersebut. Melihat kedatangan Evelyn seolah mendapatkan keberuntungannya bagi Carlo.
“Jessie, bantu Carlo dan bawa dia kembali ke kamar nya,” tegas Evelyn pada Jessie yang segera menjawabnya dengan anggukan.
Setelahnya Jessie segera berjalan ke arah Carlo bersama dengan Nancy untuk membawa wanita tersebut pergi dari sana.
Vera dan Fira segera pergi dari sana memberikan ruang pada kedua majikannya tersebut untuk berbicara.
“Apa yang kau lakukan Kenrick? Kau tak boleh bersikap kasar pada wanita,” ucap Evelyn dengan begitu tegasnya pada Kenrick yang kali ini hanya terdiam sambil mengepalkan tangannya berusaha menahan amarahnya.
Evelyn menghembuskan nafasnya kasar, ia tahu ia tak bisa menghadapi Kenrick dengan emosi juga, mengingat bagaimana sikap laki-laki tersebut.
“Ikut aku,” ucap Evelyn sambil menarik Kenrick menuju kamarnya. Kini wanita tersebut menggandeng Kenrick memasuki mansion menuju kamar mereka.
Setelah sampai di kamarnya Evelyn mendudukkan Kenrick di ranjang king size mereka lalu memeluk laki-laki tersebut.
Evelyn mengelus puncak kepala Kenrick yang kini berada tepat di perutnya. Karena kini Kenrick tengah duduk dan Evelyn yang berdiri. Kenrick kini memeluk wanitanya tersebut dengan erat meredakan amarahnya.
Hanya dengan memeluk wanitanya tersebut ia bisa merasa tenang dan meredakan amarahnya.
“Kenrick, aku tak suka kau bersikap kasar seperti itu,” ucap Evelyn pada Kenrick yang kali ini malah memejamkan matanya.
“Aku melakukannya karena dia menghina mu. Aku tak suka siapapun menghina ataupun menyakiti mu,” ucap Kenrick pada Evelyn yang membuat Evelyn menghembuskan nafasnya mendengar ucapan laki-laki tersebut.
“Kau harusnya tak tersulut emosi, jangan bersikap kasar lagi aku tak suka. Biarkan saja dia mengatakan apa yang dia mau yang terpenting aku tak seperti itu,” ucap Evelyn dengan begitu sabarnya pada Kenrick. Menghadapi Kenrick dengan emosi tak akan membuatnya menjadi tenang yang ada Evelyn ikut tersulut emosi saja.
“Aku tak peduli dengan ucapan mereka tentang ku, yang aku pedulikan hanya penilaian mu karena aku milikmu bukan milik orang lain,” ucap Evelyn dengan senyumannya sambil melepaskan pelukannya sambil menangkup wajah Kenrick yang membuat Kenrick tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Kenrick menghela nafasnya lalu menarik tengkuk Evelyn mencium wanitanya tersebut dengan tidak sabaran. Hingga akhirnya siang itu Kenrick malah melakukan hal tak seharusnya mereka lakukan sebelum menikah.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.