Mafia's woman

Mafia's woman
Permintaan Kenrick



Evelyn dan Kenrick berjalan ke arah mobil dengan saling diam. Tak ada yang membuka pembicaraan hingga mereka sampai di mobil. Mereka seolah tak ada yang berminat untuk membuka suara. Hingga saat mobil mulai melaju barulah akhirnya Evelyn membuka suaranya lebih dulu.


"Aku ingin kau mengeluarkan pamanku,” ucap Evelyn berterus terang. Evelyn kini menatap Kenrick dengan tatapan serius dan memohonnya.


Ini memang salahnya karena mengabaikan pamannya demi dirinya sendiri. Walaupun semua ini adalah akibat dari ulah pamannya namun tetap saja laki-laki tersebut adalah orang yang merawatnya sedari kecil saat ia kehilangan kedua orang tuanya.


Evelyn tak akan tega jika harus membiarkan pamannya mendekam dalam penjara. Kecerobohannya membuat pamannya masuk ke dalam penjara, dan ia pada akhirnya juga harus kembali pada sangkar emasnya. Memang tak ada yang menguntungkan bahkan ini semua merugikan baginya. Dan semua ini karena ide dari Ronald.


“Tidak akan,” tegas Kenrick menjawab permintaan Evelyn tersebut. Dalam hati kini ia terus merutuki laki-laki keras kepala dan egois di sampingnya tersebut. Apa yang sebenarnya masih Kenrick pikirkan? Bahkan kini ia sudah kembali lalu untuk apa lagi pamannya di penjara?


"Aku mohon Kenrick. Lagi pula kini aku sudah kembali padamu,” ucap Evelyn dengan bersungguh-sungguh walau di belakang kalimatnya ia terdengar merajuk pada laki-laki tersebut.


Kenrick yang awalnya menatap lurus ke depan segera mengalihkan tatapannya pada Evelyn dan menatap wanita tersebut dengan tatapan seriusnya. Sopir Kenrick yang berada di sana memilih untuk menulikan telinganya dan tak ingin ikut campur masalah atasannya tersebut karena ia masih menyayangi nyawa dan pekerjaannya.


“Apa yang aku dapat jika mengeluarkan pamanmu?” Tanya Kenrick dengan menaikkan sebelah alisnya. Tangannya kini sudah bersedekap dada menatap wanita di sampingnya tersebut dengan tatapan serius.


"Kenrick aku mohon. Apapun yang kau minta akan aku berikan,” ucap Evelyn bersungguh-sungguh.


Untuk pamannya ia akan melakukan apapun untuk Kenrick. Lagi pula ia sudah terjebak dengan laki-laki tersebut. Jadi meskipun Kenrick meminta nya untuk tetap tinggal ia akan menerimanya. Ia sudah tak bisa kabur dari laki-laki tersebut.


“Kau yakin?” tanya Kenrick memastikan. Evelyn terdiam mendengarnya. Logikanya mengatakan untuk menyetujuinya, namun hatinya masih saja bingung.


“Aku tak ingin memaksamu. Jangan lakukan jika kau tak ingin,” ucap Kenrick yang kini sudah mengalihkan tatapannya lagi ke arah depan.


"Aku tidak percaya kau mengatakan itu. Kau hanya sedang pura-pura baik kan?” tanya Evelyn dengan senyuman sinisnya saat mendengar ucapan Kenrick tersebut. Jelas saja semua ucapan tersebut hanyalah proses tarik ulur karena jelas Kenrick tak akan melepaskannya.


“Aku tidak sejahat itu, hingga membuatmu harus memutuskan hamil secepat ini,” ucap Kenrick yang kini berhasil membuat Evelyn terkejut.


“Maksud mu?” tanya Evelyn dengan tatapan seriusnya pada Kenrick. Ia tak salah mendengar bukan? Hamil? Apa Kenrick ingin Evelyn hamil?


“Aku ingin kau memberiku keturunan. Tapi sudah aku katakan aku tak ingin memaksamu,” ucap Kenrick yang kali ini berhasil membuat Evelyn tercengang mendengarnya. Ia berharap ia salah mendengar namun sepertinya tidak, telinganya masih berfungsi dengan main.


Evelyn menarik nafasnya dalam, berusaha memikirkan dengan baik permintaan laki-laki tersebut.


"Aku tak ingin jika tanpa pernikahan,” ucap Evelyn akhirnya menerimanya, wanita tersebut menundukkan kepalanya. Ia tak tahu keputusan yang diambilnya benar atau salah namun ia berharap keputusan ini adalah keputusan terbaik. Namun tentu ia tak hanya akan menerimanya begitu saja. Memberikan keturunan tanpa status pernikahan? Ia tak ingin anaknya lahir tanpa status yang jelas.


“Maka menikahlah denganku. Percayalah aku tak akan menyakitimu. Yahh kecuali kau membuat masalah lagi,” ucap Kenrick dengan tegasnya. Tatapannya kini begitu tegas menatap Evelyn. Evelyn terdiam seraya memperhatikan jalanan. Keputusan ini tentu sangat tidak msudah. Menikah, memiliki anak dan terikat dengan seorang mafia. Apa dia pikir ini tidak membuat Evelyn sangat terkejut?


Kenrick menatapmu dalam, memberikan Evelyn kesempatan untuk memikirkannya. Sebenarnya tak ada yang perlu dipikirkan karena bagaimanapun ia tak bisa lolos. Bahkan saat pamannya sudah merelakan hidupnya di penjara demi Evelyn, Kenrick tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan Evelyn. Lama saling terdiam akhirnya Kenrick yang lebih dulu membuka pembicaraan.


“Kenapa kau hanya diam?” tanya Kenrick dengan menaikkan sebelah alisnya menatap Evelyn bingung.


"Bukan seperti itu, hanya saja sebenarnya aku hanya ingin menikahi laki-laki yang aku cintai,” ucap Evelyn dengan helaan nafasnya. Tangannya kini sudah saling memilin.


“Apa sampai sekarang, kamu masih belum mencintaiku? Apa yang tak aku lakukan untukmu Evelyn? Hingga kau masih belum juga mencintaiku?” tanya Kenrick dengan senyuman sinisnya yang membuat Evelyn terdiam tak tahu harus mengatakan apa. Evelyn juga masih bingung dengan perasaannya sendiri, Ia merasa nyaman dengan kehadiran Kenrick bahkan Evelyn sangat marah saat laki-laki itu bersama dengan wanita lain. Namun hatinya rasanya masih takut untuk mencintainya lebih jauh. Mengingat ia pernah di khianati, Evelyn hanya tak ingin merasakan sakit yang sama.


“Menikah denganmu bukanlah mimpi ku, jadi untuk apa aku berusaha mencintaimu?” Tanya Evelyn dengan sinisnya yang membuat Kenrick terkekeh mendengar jawaban Evelyn tersebut. Evelyn merasa dirinya kini seperti orang yang tak memiliki pendirian. Namun jangan salahkan dia. Evelyn hanya bingung di satu sisi ia tak bisa kabur dari Kenrick dan pamannya membutuhkannya, dan disisi lain ia juga tak ingin menikahi laki-laki yang tidak ia cintai.


“Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkanmu. Jadi teruslah belajar mencintaiku karena kau akan selamanya hidup bersamaku. Kau tak perlu khawatir karena aku akan terus membahagiakanmu,” ucap Kenrick dengan tatapan seriusnya pada Evelyn. Karena memang ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk terus membahagiakan Evelyn.


"Kau hanya akan memberikan kebahagian melalui materi. Aku tak yakin kau akan mencintaiku juga,” ucap Evelyn dengan senyuman sinisnya pada Kenrick. Kenrick menatap Evelyn serius. Tangannya kini menggenggam tangan Evelyn dengan begitu lembutnya.


“Apa kau pikir selama ini aku menunggumu hanya untuk bermain-main?” tanya Kenrick yang kembali membuat Evelyn terdiam mencerna apakah yang Kenrick katakan adalah sebuah kebenaran? Evelyn mencari kebohongan dalam tatapan laki-laki tersebut tapi kamu malah tak menemukannya.


“Besok perancang pakaian akan datang untuk mengukur tubuhmu. Kau bisa memilih model gaun yang kau inginkan,” ucap Kenrick yang akhirnya memilih untuk mengakhiri pembicaraan mereka.


Evelyn yang awalnya hanya bisa menunduk menolehkan kepalanya menatap Kenrick yang juga terus saja menatapnya.


“Gaun?” tanya Evelyn dengan tatapan bingungnya.


“Tiga hari lagi pesta pertunangan kita, dan satu bulan lagi kita menikah.,” ucap Kenrick tegas yang membuat Evelyn menganga mendengarnya. Namun akhirnya ia hanya bisa untuk menuruti kemauan laki-laki tersebut karena jelas laki-laki tersebut tak bisa dilawan.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.