Mafia's woman

Mafia's woman
Keras Kepala



Jam kini sudah menunjukkan pukul 4.19 PM namun sepertinya belum ada tanda-tanda Kenrick akan datang dari kantor. Evelyn kini tengah menunggu laki-laki tersebut di taman depan sambil memakan buah-buahan yang baru di petiknya sendiri bersama dengan para pelayannya tadi.


“Tidak biasanya Kenrick begitu lama, biasanya ia sudah datang lima belas menit yang lalu,” ucap Evelyn sambil berdecak kesal menunggu laki-laki tersebut yang tak kunjung datang.


Melihat kegelisahan Nonanya tersebut Jessie tersebut senang merasa jika Nona nya tersebut sudah mulai menyukai Tuannya. Padahal ia salah besar karena jelas Evelyn kini menunggu Kenrick untuk memulai dramanya dengan bersikap baik dan mencoba untuk melepaskan Vera. Ia begitu kasihan dengan wanita tersebut.


“Lihat lah Nona, Tuan datang,” ucap Jessie saat melihat dari kejauhan mobil Kenrick yang mulai memasuki pekarangan mansion nya. Melihat hal tersenyum Evelyn segera memasang senyum terbaiknya sambil menunggu Kenrick keluar dari mobilnya.


Evelyn berjalan ke arah mobil Kenrick. Hingga laki-laki tersebut keluar dari mobilnya dengan segera Evelyn merangkul lengan Kenrick. Melihat hal tersebut Kenrick mengerutkan keningnya bingung, tingkah Evelyn kali ini benar-benar membuatnya merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada gadis yang biasanya selalu bersikap galak tersebut.


“Ada apa denganmu?” tanya Kenrick dengan kerutan bingung di keningnya. Tentu saja ia merasa ada yang aneh dengan Evelyn. Kini bahkan gadis tersebut terus meluncurkan senyumnya.


“Apa ada yang salah dengan ku?” tanya Evelyn pada Kenrick dengan kerutan di keningnya yang tanpa sadar membuat Kenrick menjawabnya dengan anggukan.


“Kau sangat aneh,” ucap Kenrick yang malah membuat Evelyn mengerucutkan bibirnya lucu. Semua ini semakin membuat Kenrick merasa aneh. Kenrick hanya tak tahu saja jika sebenarnya Evelyn tengah merencanakan sesuatu.


“Sudahlah tak perlu membicarakan aku lagi, lebih baik sekarang kau bersihkan tubuhmu lalu setelah itu kita makan malam bersama. Aku sudah menunggu mu sedari tadi,” ucap Evelyn dengan senyumannya sambil membantu Kenrick membuka jas nya saat mereka sudah ada di kamar mereka.


Melihat perubahan sikap Evelyn tentu saja ia merasa senang karena akhirnya ia merasa Evelyn mau untuk menerimanya. Tanpa ia tahu apa yang sebenarnya terjadi dan sikap Evelyn bisa kembali seperti semula kapan saja.


“Jika begitu tunggu sebentar, aku akan bersiap,” ucap Kenrick yang di jawab dengan anggukan oleh Evelyn. Setelahnya Evelyn segera berjalan ke arah sofa yang berada di kamarnya tersebut sedangkan Kenrick berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa begitu lengkat.


Evelyn sebenarnya begitu bosan apa lagi dengan Kenrick yang masih saja tak memberikan ponsel untuk nya. Hingga tak ada yang bisa ia lakukan di rumah tersebut selain menonton, membaca, dan jalan-jalan.


Tak membutuhkan waktu lama bagi Kenrick untuk bersiap, karena setelah menunggu selama dua puluh menit akhirnya Kenrick selesai dengan kegiatannya. Setelahnya ia segera keluar menghampiri Evelyn dengan rambutnya yang masih basa. Melihat hal tersebut Evelyn segera menghampiri Kenrick dan membawanya menuju ke arah meja rias untuk mengeringkan rambut Kenrick dengan head layer yang di bawahnya.


“Kenrick kau tahu dengan Vera?” tanya Evelyn yang kini mulai membuka suaranya untuk memulai pembicaraan dengan Kenrick. Tangannya kini masih dengan lihainya mengeringkan rambut Kenrick. Sedangkan Kenrick yang mendengar pertanyaan Evelyn tersebut mengerutkan keningnya bingung.


“Salah satu wanita dari gedung selatan,” ucap Evelyn menjelaskan takut jika Kenrick tak mengerti siapa yang ia maksud. Atau Kenrick tak hafal nama wanita wanitanya karena terlalu banyak jadi ia mengingatkannya.


“Untuk apa kau bertanya tentang dia?” tanya Kenrick yang jelas saja menyatakan ketidak sukaannya atas pertanyaan Evelyn tersebut.


“Dan mengapa kau bisa tahu namanya?” tanya Kenrick yang kini berusaha untuk menahan amarahnya. Ia harus menyelidiki ini dan mencari tahu apa Evelyn kembali ke mansion selatan atau wanita tersebut yang menghampiri Evelyn.


Ia tak ingin Evelyn untuk memiliki hubungan dan dekat dengan wanita dari gedung selatan tersebut atau ada wanita yang mencari masalah dengannya. Ia tak akan melepaskan wanita tersebut begitu saja, Evelyn bukan lah wanita yang sama seperti mereka jadi ia tak ingin jika Evelyn sampai terjerumus pada sikap buruk wanita selatan.


“Dia adalah wanita yang aku bantu saat dia di bully oleh Carlo juga wanita lain di sana Kenrick,” ucap Evelyn pada Kenrick yang kini sontak membuat laki-laki tersebut menatap tajam pada Evelyn.


“Aku tak suka kau membicarakan wanita tersebut. Sudah aku katakan untuk tidak datang ke tempat itu ataupun berhubungan dengan salah satunya,” ucap Kenrick dengan tegasnya pada Evelyn. Evelyn meletakkan hedlayer nya dengan kesal membuat Kenrick bahkan di buat terkejut melihat reaksi laki-laki tersebut.


“Jangan berpikir macam-macam Evelyn,” ucap Kenrick tegas pada Evelyn. Kenrick hanya takut jika wanita tersebut memiliki rencana buruk untuk Evelyn karena Kenrick tahu bagaimana wanita dari gedung selatan yang memang kebanyakan memiliki sikap buruk.


“Dia wanita yang baik Kenrick. Kau tahu bahkan dia selalu di bully dan di siksa di gedung itu,” ucap Evelyn dengan amarahnya yang masih ingin untuk membawa Vera ke mansion utama tanpa rasa curiga sedikitpun pada wanita tersebut.


“Jika aku bilang tidak, ya tidak. Kau tak tahu mereka jadi diamlah tak perlu mencampuri urusan mereka,” tegas Kenrick pada Evelyn yang tak ingin dibantah lagi. Dengan perasaan kesalnya Evelyn segera keluar dari kamar nya. Namun saat baru saja ia membuka pintunya Evelyn membalikkan tubuhnya.


“Kau makan saja sendiri, aku tak ingin makan denganmu,” ucap Evelyn dengan begitu tegasnya pada Kenrick setelahnya Evelyn segera keluar dari kamarnya tersebut dengan membanting pintu dengan kerasnya membuat Kenrick memejamkan matanya melihat hal tersebut.


“Sangat keras kepala,” ucap Kenrick dengan dengusan kasarnya. Evelyn memang begitu membuat sering pusing dengan tingkah gadis tersebut.


“Beruntung aku menyukainya dan begitu nyaman denganmu Evelyn, jika tidak sudah aku pindahkan ke Mansion selatan kau,” ucap Kenrick sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah selesai ia segera keluar dari kamarnya untuk makan bersama dengan Evelyn, walau gadis tersebut sudah melarangnya namun ia tak peduli dan tetap menuju meja makan.


“Tentang wanita tersebut aku akan bertanya pada Steve nanti,” ucap Kenrick dengan helaan nafasnya sambil memijat keningnya karena merasa lelah. Kini akhirnya ia tahu sikap baik Evelyn karena gadis tersebut menginginkan sesuatu. Mengingat hal tersebut membuat Kenrick menggelengkan kepalanya.


Setelah sampai di ruang makan dapat di lihatnya kini Evelyn tengah memakan makanannya, saat melihat kedatangan Kenrick sontak membuat Evelyn berdecak kesal dan sudah ingin pergi namun Kenrick menahannya dengan sebuah ancaman.


“Duduk kembali atau paman mu akan dalam masalah,” ancam Kenrick yang akhirnya membuat Evelyn duduk kembali dengan wajah memberenggut kesalnya. Kenrick menggelengkan kepalanya sambil menghembuskan nafasnya kasar melihat keras kepala gadis tersebut.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.