Mafia's woman

Mafia's woman
Harus Kembali



Evelyn menggeliat dalam tidurnya saat dirasa ada yang mengganggu tidur pulasnya. Kenrick yang kini berada di samping Evelyn malah terus menghujami wanita tersebut dengan ciumannya yang membuat tidur Evelyn terganggu.


“Kenrick, hentikan. Aku masih begitu mengantuk,” ucap Evelyn dengan suara khas bangun tidurnya. Bahkan rasanya kini raganya masih tak terkumpul namun Kenrick masih saja terus menghaminya dengan ciuman. Mengganggu tidur pulang wanita itu.


“Tidak sebelum kau bangun sweety,” ucap Kenrick yang masih saja terus melancarkan aksinya. Yang pada akhirnya mau tak mau memaksa Evelyn untuk segera bangun.


Dengan malas wanita tersebut membuka matanya dan hal pertama yang dilihatnya adalah senyuman manis laki-laki nya. Evelyn menggeliat lalu segera memeluk Kenrick yang membuat laki-laki tersebut tersenyum melihat tingkah manja dari wanitanya itu.


Kenrick menghela nafasnya sambil tersenyum dan menggeleng melihat tingkah wanitanya itu, namun akhirnya ia menggendong Evelyn dan membawanya menuju kamar mandi. Kenrick mendudukkan Evelyn di dekat wastafel sedangkan laki-laki itu mengisi air di bathup lalu mengisinya dengan aroma terapi.


Setelah selesai melakukan kegiatannya Kenrick dengan segera berjalan kembali ke arah Evelyn lalu memberikan sikat gigi yang sudah ada pasta giginya. Evelyn hanya membuka mulutnya tanpa ingin mengeluarkan tenaga untuk menggosok giginya.


“Sangat malas,” ucap Kenrick sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah wanitanya itu yang sama sekali tidak mempedulikannya.


“Aku begitu lelah Kenrick,” ucap Evelyn menyampaikan alibinya padahal kini ia memang begitu malas dan masih begitu mengantuk.


“Padahal kau baru bangun tidur dan belum melakukan apapun,” ucap Kenrick yang kini dengan begitu telaten menggosok gigi Evelyn. Setelah dirasa cukup laki-laki itu menyerahkan antiseptik juga air untuk Evelyn. Setelah mengambil alih semuanya Kenrick segera membantu Evelyn membuka pakaiannya lalu menggendongnya menuju bathup.


Kenrick juga melakukan hal yang sama lalu menyusul Evelyn dan duduk di belakang Evelyn membantu Evelyn untuk menggosok tubuhnya.


“Evelyn, sepertinya kita harus segera kembali ke Las Vegas untuk pernikahan kita,” ucap Kenrick yang kini sudah memeluk Evelyn dari belakang setelah selesai dengan kegiatannya. Kenrick kini menyandarkan dagunya pada bahu Evelyn yang masih saja memejamkan matanya. Namun saat mendengar ucapan Kenrick, sontak saja wanitanya tersebut membuka matanya dan menoleh ke arah Kenrick.


“Bukankah kita setuju untuk tinggal selama beberapa bulan Kenrick?” tanya Evelyn dengan wajah tak sukanya mendengar ucapan dari Kenrick. Ia masih begitu ingin berlama-lama berada di New York.


“Kita harus segera melaksanakan pernikahan kita sayang. Dan Las Vegas lebih aman untuk kita melaksanakan pernikahan kita,” ucap Kenrick menjelaskan pada Evelyn yang kali ini menghela nafasnya kasar mendengar ucapan Kenrick. Evelyn hanya diam karena ia tak suka mendengar ucapan Kenrick, tak tahu harus menjawab apa akhirnya ia hanya diam saja.


Namun ia yakin, Kenrick tahu jika ia tak menyetujui usulan Kenrick.


“Setelah kita menikah dan bulan madu kita kembali lagi ke New York,” tawar Kenrick yang mengerti jika Evelyn tak mau kembali ke Las Vegas lebih dulu.


“Aku mohon Evelyn, Hanya satu bulan, untuk acara pernikahan kita saja. Setelah itu kita bisa kembali,” ucap Kenrick lagi membujuk wanita nya itu agar mau untuk kembali ke Las Vegas. Evelyn menghembuskan nafasnya kasar dan pada akhirnya ia hanya bisa menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Kenrick.


Sebenarnya ia masih tak ingin kembali ke kota yang membawa kenangan buruknya, namun pada akhirnya ia hanya bisa menyetujuinya saja karena ia juga tak bisa menunda pernikahannya lebih lama lagi. Kehamilannya akan semakin besar jadi Evelyn ingin segera menikah sebelum perutnya semakin membesar atau mereka baru menikah setelah anak mereka lahir.


“Baiklah, namun kau harus berjanji. Kita akan kembali ke New York setelah bulan madu,” pinta Evelyn sambil mengulurkan jari kelingkingnya pada Kenrick. Laki-laki tersebut tersenyum sambil mengangguk dan menautkan jari kelingkingnya dengan Evelyn.


“Aku berjanji.” Kenrick tersenyum dengan begitu lembut. Lalu segera memeluk Evelyn dari belakang.


“Apa ada yang bisa aku lakukan lagi?” tanya Kenrick yang sudah selesai mengeringkan rambut Evelyn dan meletakkan head layer di tempatnya semula.


“Aku ingin sarapan di luar Kenrick. Apa kita bisa untuk sarapan di luar?” tanya Evelyn yang kini sudah membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah Kenrick sambil memeluk laki-laki tersebut. Kenrick mengelus puncak kepala Evelyn  yang kini berada tepat di depan perut kotak-kotak nya.


“Baiklah, kita sarapan sekaligus makan siang di luar. Apa ada tempat lain yang ingin kau kunjungi?” tawar Kenrick yang sudah berjanji jika hari ini ia akan menemani Evelyn seharian. Setelah aksi merajuk wanitanya itu akhirnya Kenrick mengalah dan memilih mengajak Evelyn jalan-jalan.


“Untuk sekarang aku tidak tahu, nanti aku pikirkan,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang kini sudah melihat ke arah Kenrick sedangkan tangannya masih membelit pinggang Kenrick.


“Baiklah, ayo kita pergi,” ajak Kenrick yang membuat Evelyn mengangguk lalu segera bangun dan mengambil tas juga ponselnya.


Kenrick menggenggam tangan Evelyn. Membawa wanitanya itu untuk segera keluar dari mansion besar mereka. Di depan Mansion ternyata sudah ada mobil yang menunggu mereka. Hingga tak lama mobil yang sudah mereka tumpangi segera melaju meninggalkan mansion Kenrick.


Tangan Evelyn tak pernah lepas dari genggaman Kenrick. Evelyn kini mulai berselancar di sosial medianya. Hingga tatapannya begitu tertarik pada semua film yang baru saja tayang.


“Kenrick aku ingin menonton bioskop, lihat lah ini adalah film baru,” ucap Evelyn sambil memperlihatkan ponselnya ke arah Kenrick. Kenrick yang awalnya tengah fokus dengan iPad nya segera mematikan iPadnya lalu mengambil ponsel Evelyn.


“Baiklah. Kita bisa menonton,” ucap Kenrick dengan senyumannya sambil mengecup tangan Evelyn membuat Evelyn begitu senang karenanya.


“Terima kasih Kenrick,” ucap Evelyn dan di balas dengan anggukan oleh Kenrick.


“Oh iya, kapan kita akan kembali ke Las Vegas Kenrick?” tanya Evelyn sambil melihat ke arah Kenrick dengan menaikkan sebelah alisnya.


“Dua hari lagi. Kita harus mempersiapkan pernikahan kita. Dan satu minggu lagi kita menikah,” ucap Kenrick menjelaskan yang Evelyn balas dengan anggukan.


“Apa satu minggu cukup untuk mempersiapkan semua nya?” tanya Evelyn. Bukannya meragukan Kenrick hanya saja ia takut malah acara mereka dilakukan dengan tidak matang.


“Kau tenang saja, sebelumnya aku sudah mempersiapkan semuanya dengan matang, jadi kita hanya harus mempersiapkan beberapa hal saja,” ucap Kenrick menjelaskan.


Evelyn benar-benar dibuat kagum dengan Kenrick yang begitu percaya diri. Bahkan saat mereka tengah bertengkar Kenrick masih begitu yakin jika ia akan menikahi Evelyn.


Dan hari itu mereka habiskan dengan mengisi waktu mereka bersama. Membuat banyak kenangan mereka bersama.


***