Mafia's woman

Mafia's woman
Perasaan Sean



"Semua membosankan,” ucap Evelyn dengan bibirnya yang mengerucut. Merasa tak ada yang menarik di ponselnya Evelyn memilih turun dari ranjang berjalan menuju balkon.  Udara pagi yang begitu segar begitu menenangkan bagi Evelyn.


"Indah dan menenangkan,” ucap Evelyn dengan senyumannya sambil meregangkan tubuhnya.


Evelyn memejamkan matamu, menikmati semilir angin pagi yang berhembus dengan sinar matahari pagi yang menyehatkan. Saat Evelyn tengah asik menikmati pagimu, Kenrick yang baru saja selesai mandi dengan handuk melingkar di pinggangnya memelukmu dari belakang.


“Aku ingin kita terus menikmati waktu seperti ini. Tetaplah di sampingku,” ucap Kenrick dengan senyumannya. Kini laki-laki tersebut sudah menumpukan dagunya pada kepala Evelyn yang memang lebih pendek darinya.


"Kenrick. Bagaimana jika kau yang memintaku pergi?” tanya Evelyn yang semakin merapatkan dirinya pada Kenrick. Meskipun Kenrick terlihat begitu mencintainya ia hanya takut jika akhirnya ia bisa saja kehilangan laki-laki tersebut.


“Aku tak akan pernah melakukannya. Kau adalah satunya-satunya wanita yang aku cinta. Cinta pertama dan terakhirku. Selama ini aku selalu dikelilingi banyak wanita, Sayang. Namun akhirnya aku memilih bukan? Aku sudah terlalu terlatih,” ucap Kenrick dengan senyumannya pada Evelyn yang kini mengerutkan keningnya bingung mendengarnya.


"Cinta pertama?” tanya Evelyn takut jika ia malah salah mendengar ucapan laki-laki tersebut. Evelyn kini bahkan memiringkan kepalanya agar telinga nya berada tepat di dekat mulut Kenrick


“Ya kau adalah cinta pertamaku. Sebelumnya aku tak pernah mengenal perasaan ini. Hingga kau datang dan merubah segalanya,” ucap Kenrick jujur. Evelyn memang cinta pertamanya, wanita yang berhasil membuatnya rela melakukan apapun untuk wanitanya tersebut.


"Apa aku bisa mempercayainya?” tanya Evelyn ragu, mendengar pertanyaan tersebut Kenrick malah terkekeh.


“Tentu saja,” ucap Kenrick dengan penuh percaya dirinya. Evelyn tersenyum sambil mengelus tangan kekar Kenrick yang melingkari pinggangnya.


"Aku akan membersihkan tubuhku lebih dulu,” ucap Evelyn karena sudah merasa tak enak dengan tubuhnya yang terasa lengket. Kenrick hanya mengangguk hingga laki-laki itu melepaskan pelukannya. Evelyn segera berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


“Segera turun setelah selesai, Sayang,” ucap Kenrick memerintahkan saat Evelyn baru saja masuk ke dalam kamar mandi.


"Baiklah, kau turun saja lebih dulu,” ucap Evelyn dari dalam kamar mandi.


Setelah selesai bersiap Evelyn segera menuju ruang makan untuk sarapan dan menghampiri Kenrick yang sudah menunggunya di sana. Dari kejauhan dapat Evelyn lihat ternyata di sana tak hanya ada Kenrick naun juga ada Sean yang kini sepertinya tengah membahas pekerjaan dengan atasanya tersebut.


“Persiapkan semua dengan baik,” ucap Kenrick dengan begitu tegasnya sambil menyerahkan iPad nya pada Sean yang dengan segera diambil oleh laki-laki tersebut.


“Baik Tuan, sesuai perintah,” ucap Sean patuh. Saat Evelyn sampai di ruang makan ternyata disana sudah ada Kenrick yang tengah berbicara pada Sean, entah apa yang sedang mereka bahas.


“Sudah selesai bersiap hm? Duduklah,” ucap Kenrick dengan senyumannya saat melihat kedatangan wanitanya tersebut yang kini sudah tampak lebih segar dan cantik.


Evelyn hanya mengangguk lalu melihat ke arah Sean yang tersenyum padanya menyapa Evelyn lewat senyumannya. Pelayan menyiapkan makanannya untuknya, Evelyn mengangguk mengucapkan terima kasih lalu segera menyantap makanannya.


“Sean, kau boleh pergi,” perintah Kenrick yang muai panas melihat interaksi antara Sean dan Evelyn. Ia tahu mereka tak akan mengkhianati namun tetap saja Kenrick kesal melihatnya.


Sean hanya mengangguk lalu segera pergi dari sana sebelum laki-laki itu tersenyum pada Evelyn, sebenarnya ini terasa canggung bagi Evelyn mengingat kejadian tadi malam.


“Dia sudah pergi tak perlu memandangnya lagi,” ucap Kenrick dengan begitu sinisnya pada Evelyn yang memang sedari tadi melihat kepergian Sean.


"Aku tak melihatnya,” ucap Evelyn berbohong dan memilih acuh.


“Aku mengetahui apa yang kalian bicarakan tadi malam,” ucap Kenrick tiba-tiba yang kini malah membuat Evelyn terkejut mendengar pernyataan dari laki-laki tersebut. Bahkan Evelyn sampai tersedak, Kenrick segera mengulurkan minuman untuknya.


Tadi malam Kenrick tak sengaja mendengarnya. Saat ia tak melihat keberadaan Evelyn di sampingnya hal tersebut membuat Kenrick panik, takut jika Evelyn pergi darinya mengingat apa yang telah Kenrick lakukan pada wanita tersebut.


"Terima kasih,” ucap Evelyn setelah menegak habis minumannya, kini rasanya ia sudah berkeringat. Evelyn hanya takut jika sampai Kenrick malah melukai Sean hanya karena perasaan tak bersalah laki-laki tersebut. Ya, bagi Evelyn perasaan Sean untuk nya tidaklah salah karena cinta datang secara tiba-tiba dan tak akan ada yang mengetahuinya.


"Aku tidak akan berpaling darimu,” jurjur Evelyn bahkan saat Kenrick tak membahasnya lagi. Evelyn terlalu takut Kenrick berpikir yang macam-macam.


“Lagi pula dia memang laki-laki yang baik dan begitu menjagamu, tak salah jika kau berpaling darinya,” ucap Kenrick yang sontak membuat Evelyn menggelengkan kepalanya dengan tegas mendengar hal tersebut. Tentu saja bukan itu yang ia maksud.


“Tidak Kenrick,” ucap Evelyn yang kini wajahnya sudah terlihat murung. Ia tak ingin jika Kenrick memiliki pemikiran seperti itu padanya.


“Aku tahu, tapi jika ia berani mengambilmu, aku akan melukainya!” tegas Kenrick tak main-main. Meskipun ia percaya pada Sean juga Evelyn namun tetap saja tak akan ada yang bisa memastikan hasil akhirnya. Ucapan tersebut cukup menenangkan bagi Evelyn karena Kenrick yang memberinya kepercayaan.


"Dia tak akan berani untuk itu, Sayang,” ucap Evelyn menenangkan sambil tersenyum ke arah Kenrck dan mengelus tangan Kenrick yang berada di atas meja.


Evelyn tersenyum dengan sayang pada Kenrick.


"Aku hanya ingin menjaga apa yang sudah menjadi milikku," ucap Kenrick dengan tatapan meyakinkan pada Evelyn. Evelyn tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mengerti.


"Apa aku milikmu?" Tanya Evelyn dengan tatapan menggodanya pada Kenrick. Wanita tersebut mengulum senyumnya.


"Tentu saja kau adalah milikku. Dan aku tidak mentolerir siapapun yang ingin mengambilmu dariku," tegas Kenrick merasa tak suka dengan pertanyaan Evelyn tersebut. Karena jelas apapun yang terjadi ia tak akan melepaskan wanita tersebut.


"Kau memang kejam. Lagi pula aku masih milik pamanku. Selagi kau belum menikahiku," ucap Evelyn acuh dan memakan makanannya dengan tenang tanpa memperdulikan Kenrick yang tengah kesal.


"Haruskan aku menikahimu hari ini saja," ucap Kenrick telak. Mendengar hal tersebut Evelyn jadi kembali merasa bersalah namun Kenrick yang mengerti segera mengalihkan pembicaraan.


"Sudah makan lah, kau akan menjadi milikku selalu. Kapanpun kita menikah," ucap Kenrick tegas yang membuat Evelyn tersenyum mendengar nya.


“Kenrick, terima kasih untuk segalanya,” ucap Evelyn tulus. Senyuman wanita tersebut membuat Kenrick yang mendengarnya juga ikut tersenyum.


Setelah kejadian kemarin, Evelyn berharap semoga tidak ada lagi kesalahpahaman di antara mereka. Evelyn juga ingin Kenrick lebih terbuka dan tidak egois karena setelah menikah, tentang Evelyn, tentang Kenrick akan menjadi tentang kita bersama.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.