
“Tuan dan Nona Razita? Apa yang mereka lakukan? Nyonya Anda baik-baik saja?” tanya Jessie terkejut dan lebih dulu membuka suaranya. Jessie menoleh ke arah Evelyn dengan wajah khawatirnya. Ia tahu pasti kini Evelyn tengah terluka melihat apa yang tersaji di depannya itu.
Evelyn diam tak menjawab pertanyaan Jessie. Tangannya sudah mengepal dengan marah. Namun Evelyn berusaha untuk menahan amarahnya tersebut sambil memejamkan matanya.
"Apa aku harus menghampiri mereka dan berpura-pura baik. Atau lebih baik menampar mereka?” tanya Evelyn dengan seringainya, tatapan wanita tersebut menyiratkan amarahnya.
“Nyonya, tidakkah kita lebih baik kita pergi saja?” tanya Jessie menawarkan. Ia hanya tak ingin jika Evelyn terluka lebih lama jika terus berada di sana. Meskipun ia juga kesal dan kecewa pada Tuannya yang dengan tega menyakiti hati wanitanya sendiri. Jessie memang bawahan Kenrick namun ia juga wanita sama seperti Evelyn jadi ia dapat merasakan apa yang Evelyn rasakan.
“Pergi? Untuk apa? Lebih baik aku menghampiri mereka,” ucap Evelyn yang sudah berjalan ke arah Kenrick juga Razita yang terlihat sibuk memilih pakaian. Mereka bahkan terlihat begitu bahagia. Seolah tak memikirkan Evelyn. Padahal Sebelumnya Evelyn sudah mengatakan pada Kenrick jika ia bosan namun laki-laki tersebut seolah tak peduli dan kini ia malah berada di mall bersama dengan wanita lain.
“Anda yakin Nyonya?” tanya Jessie dengan wajah Khawatirnya yang Evelyn balas dengan anggukan.
"Tentu saja,” ucap Evelyn. Evelyn menarik nafasnya dalam berusaha untuk menenangkan dirinya hingga Evelyn memilih untuk menampilkan senyuman terbaiknya yang sengaja ia tebar saat menghampiri sepasang sahabat tersebut.
"Kenrick? Kau disini?” Tanya Evelyn dengan antusiasnya. Evelyn langsung bergelayut manja di lengan Kenrick dan tentu saja hal tersebut membuat Kenrick kaget dengan kehadiran wanitanya tersebut. Sedangkan Razita sudah mengepalkan tangannya marah dengan wajahnya yang tersenyum palsu.
“Sayang bagaimana kau bisa berada di sini?” tanya Kenrick dengan wajah terkejut juga bingungnya. Kini Kenrick begitu takut jika Evelyn akan marah padanya apalagi saat melihat Evelyn yang kini malah terlihat biasa saja tanpa menunjukkan amarahnya. Kenrick tahu yang seperti ini malah lebih menyeramkan. Kenrick lebih memilih Evelyn yang mengamuk dan marah padanya daripada Evelyn yang bersikap biasa saja.
"Aku bosan berada di rumah jadi aku berbelanja untuk menenangkan pikiran. Dan aku malah bertemu denganmu yang ternyata berada di sini. Bukannya kau harusnya berada di kantor? Apa kau sedang belajar berbohong Kenrick?” tanya Evelyn yang terdengar begitu menusuk di akhir katanya. Walau gadis tersebut mengatakannya dengan senyuman, namun jelas tergambar aura kemarahan dalam ucapan wanita tersebut.
“Hmm itu…Sayang aku bisa menjelaskannya. Aku memang baru saja akan ketemu client di sini dan ternyata dia membatalkannya,” ucap Kenrick menjelaskan yang malah membuat Evelyn tertawa mendengar alibi yang dibuat oleh laki-laki tersebut. Evelyn mendekatkan wajahnya pada Kenrick berbisik di telinga laki-laki itu.
"Aku bahkan tahu jika kau berbohong. Apa kau meeting lebih membawa wanita lain daripada istri mu sendiri?” tanya Evelyn dengan seringainya yang membuat Kenrick menegang sambil merutuki kebodohannya sendiri yang bisa-bisanya membuat alibi yang begitu bodoh. Sean yang melihat bahkan tercengang mendengar alibi Kenrick yang tak masuk akal.
Evelyn menjauhkan wajahnya dari Kenrick dan tentu saja itu malah membuat Kenrick semakin merasa bersalah pada wanitanya tersebut..
“Kenrick aku merasa lelah, bisakah kita pulang saja?” ucap Razita yang kini pura-pura lemas sambil memegang kepalanya. Evelyn yang melihat hal tersebut memutar bola matanya malas sambil berdecih melihat akting yang wanita tersebut lakukan.
“Harusnya kau menjadi artis saja,” ucap Evelyn dengan dengusan kasar.
“Apa yang kau katakan Evelyn. Jaga ucapanmu Sayang. Maaf tapi aku harus mengantar Razita. Kau bisa pulang bersama Sean bukan?” tanya Kenrick dengan wajah datar namun jelas tersirat rasa bersalah dalam tatapan laki-laki tersebut.
"Dasar kau jlang bisakah kau berhenti mengganggu hubunganku? Dan Kenrick, kau lebih memilih dia?” tanya Evelyn dengan amarahnya yang kini sudah tak bisa lagi ia tahan. Amarah yang sedari tadi sudah ditahan kini akhirnya meledak juga melihat sikap Kenrick yang lebih memilih Razita dari pada dirinya. Razita yang melihat hal tersebut hanya tersenyum kemenangan.
“Evelyn apa yang kau katakan? Razita bukanlah ******. Sudah aku katakan aku hanya bersahabat dengannya. Mengapa kau tak bisa mengerti? Dan kini ia masih membutuhkan ku, kau juga sudah bersama Jessie juga Sean yang bisa mengantar mu,” ucap Kenrick dengan amarahnya merasa tak terima sampai Evelyn mengatakan hal kasar pada Razita. Laki-laki tersebut bahkan meninggikan nada suaranya.
"Kau bahkan membelanya dan membentakku karena dia! Kau memang selalu melakukan yang kau mau. Kau benar aku sudah bersama Sean jadi pergi lah bersama dengan wanita mu itu,” kesal Evelyn dengan begitu tajamnya.
“Apa yang kau katakan?!” marah Kenrick namun Evelyn tak menjawab ucapan Kenrick dan lebih memilih menghampiri Sean dan tanpa pikir panjang Evelyn menciumnya di depan Kenrick.
Tanpa menghiraukan Kenrick yang kini pasti tengah marah padanya. Evelyn pun segera meninggalkan mal karena sangat marah melihat kedua iblis itu. Sean yan juga sudah begitu kesal dengan Kenrick kini merangkul Evelyn untuk membuat Kenrick semakin cemburu.
“Aku bersumpah akan membunuhmu Sean,” marah Kenrick yang sama sekali tidak ketiga orang tersebut pedulikan dan mereka lebih memilih untuk melanjutkan jalan mereka.
"Aku pikir, kau tahu kalau dia tidak ada meeting,” ucap Evelyn sambil menoleh ke arah Sean yang menghela nafasnya.
“Aku tidak tahu kalau tuan berbohong. Aku pikir tuan memang ada meeting,” ucap Sean yang memang sebelumnya tidak mengetahui jika Tuannya tersebut akan berbohong. Sean pikir, Kenrick memang ada meeting mendadak. Namun siapa sangka ternyata Kenrick malah pergi untuk Razita.
"Hubungan ini memang sudah tak bisa untuk diperbaiki. Jessie, pulanglah,” ucap Evelyn dengan helaan nafasnya sambil memerintahkan Jessie untuk pulang lebih dulu sambil membawa barang-barangnya.
“Bagaimana dengan Anda Nyonya?” tanya Jessie merasa khawatir. Takut jika Evelyn melakukan hal bodoh. Sudah lama bersama dengan Evelyn membuat Jessie sudah menganggap Evelyn sebagai anaknya sendiri. Ia tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Evelyn.
"Aku ingin ke suatu tempat. Sean akan mengantarku,” ucap Evelyn dengan senyumannya berusaha untuk menenangkan Jessie.
“Baiklah Nyonya. Jaga diri Anda. Dan jangan melakukan hal bodoh,” ucap Jessie dengan begitu tulusnya.
Evelyn hanya membalasnya dengan anggukan lalu segera menuju mobil, bersama dengan Sean.
***
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.