Mafia's woman

Mafia's woman
Makan Malam



Malam ini Kenrick sengaja mengajak Evelyn makan di restoran bersama dengan pamannya. Karena semenjak berada di New York mereka belum sempat bertemu dengan Paman Evelyn, yang kini dibuat sibuk oleh Kenrick dengan banyak pekerjaan. Evelyn dan Kenrick berjalan memasuki restoran dengan senyuman yang menghiasi wajah cantik Evelyn.


"Paman,” sapa Evelyn saat melihat laki-laki paruh baya yang kini sudah duduk di salah satu meja. Mendengar panggilan Evelyn, laki-laki tersebut segera berdiri dan mereka saling berpelukan, menyiratkan kerinduan di antara mereka.


“Lama tidak bertemu Nak. Bagaimana kabarmu?” tanya Dion, paman Evelyn setelah melepaskan pelukan mereka. Senyuman tak pernah luntur di wajah pamannya itu.


"Kabarku sangat baik Paman. Bagaimana denganmu?” tanya Evelyn yang kini sudah duduk di samping pamannya.


Kini mereka duduk di meja bundar dan Kenrick yang kini juga duduk di samping Evelyn hingga membuat wanita tersebut di apit oleh Kenrick juga pamannya.


“Seperti yang kau lihat. Paman dengar kau sempat masuk rumah sakit. Apa semua baik-baik saja? Maaf paman tidak bisa menjengukmu, pekerjaan paman begitu menumpuk dan paman baru mengetahui kemarin.” Dion menatap keponakannya itu dengan tatapan bersalahnya karena tak bisa menemani keponakannya itu saat sedang sakit.


“Kau tenang saja paman. Keponakanmu yang nakal ini memang sering sekali membuat masalah,” ucap Kenrick mengadukan apa yang Evelyn lakukan. Evelyn yang mendengarnya memelototkan matanya ke arah Kenrick, menatap tajam pada laki-laki tersebut yang kini hanya menaikkan sebelah alisnya.


“Jadi apalagi yang kali ini kau lakukan?” tanya Dion menatap keponakannya itu dengan tatapan penuh tanya.


“Menaiki tangga hingga lantai tujuh saat sedang hamil. Berani ke klub malam bahkan saat sedang hamil,” adu Kenrick yang kini menatap Evelyn dengan tatapan menantangnya, sedangkan Evelyn yang mendengar ucapan Kenrick Evelyn menatapnya sinis, membuat Pamannya memelototkan matanya tak percaya dengan tingkah keponakannya itu.


“Kau memang sangat nakal Evelyn,” ucap Dion menggelengkan kepalanya. Tak habis pikir dengan tingkah keponakannya itu yang memang begitu keras kepala dan pembangkang.


"Salahkan lift yang mati Paman,” ucap Evelyn dengan mengerucutkan bibirnya lucu.


“Berhenti membuat orang di sekitarmu khawatir Nak,” ucap Dion dengan begitu lembut. Mendengar hal tersebut Evelyn tersenyum rasanya kini Evelyn kembali menemukan sosok ayah yang telah lama hilang dalam diri pamannya.


"Kau tenang saja Paman, Kenrick selalu melindungiku. Bahkan dia sangat posesif padaku. Paman tau bahkan dia membakar apartemenku karena masalah kemarin. Kau tahu itu sangat berlebihan,” ucap Evelyn yang kini bergantian mengadukan perbuatan Kenrick pada pamannya itu, agar tak hanya dia saja yang terlihat salah. Evelyn juga butuh pembenaran, jika tak ada biarkan dia menjadi kesalahan lawan agar sama-sama salah.


“Tapi aku sudah memberikan kompensasi pada mereka,” ucap Kenrick tak mau mengalah.


"Tetap saja Kenrick kau tak bisa berbuat seperti itu, beruntung tak ada korban jiwa,” ucap Evelyn menampilkan wajah sedihnya seolah begitu ibah pada korban.


“Aku bisa melakukan apapun Evelyn, kau tahu itu,” ucap Kenrick dengan tajam seolah kini tak lagi memusingkan tentang kesalahannya dan lebih baik mengakuinya.


"Kau memang gila.” Evelyn berdecak kesal sambil menggelengkan kepalanya.


“Karenamu,” tegas Kenrick.


Dion yang mendengar pertengkaran kedua orang di depannya itu hanya bisa menggeleng hingga tak lama pelayan datang membawakan makan malam mereka.


“Sudah, sudah. Jangan melakukan hal gila agar kau tak salah Evelyn,” ucap Dion melerai pertengkaran tersebut.


“Kenrick hanya mencintaimu, dan ingin melindungimu,” ucap Dion dengan begitu lembutnya.


Evelyn menghela nafasnya sepertinya kali ini Evelyn harus berhadapan dengan dua laki-laki sekaligus.


"Kau mencari dukungan Kenrick,” kesal Evelyn karena pamannya malah mendukung Kenrick.


Dua laki-laki itu hanya bisa menggeleng sambil terkekeh melihat Evelyn yang mengerucutkan bibirnya kesal.


“Sudah lebih baik kita makan dulu,” ucap Dion menengahi. Evelyn akhirnya menikmati makan malam dengan diselingi candaan. Jarang -jarang mereka bisa berkumpul seperti ini, jadi Evelyn begitu menikmati waktunya.


“Makanlah yang banyak, Sayang,” ucap Kenrick sambil memberikan Evelyn makanan yang berada di atas meja yang langsung diterima oleh Evelyn. Dion, diam-diam tersenyum melihatnya. Setidaknya dengan begitu ia tak terlalu menyesal karena telah menjual Evelyn. Meskipun perasaan bersalah itu masih ada.


“Kau harus benar-benar menjaga kehamilanmu Nak,” ucap Dion memperingati keponakannya tersebut.


“Paman tenang saja, aku akan menjaga mereka dengan baik,” ucap Kenrick yang turut meyakinkan pamannya itu.


“Paman percaya padamu.” Dion tersenyum pada Kenrick. Ia juga yakin Kenrick akan melakukan yang terbaik untuk keponakannya.


Evelyn tersenyum sambil menghabiskan makanan pembuka tersebut. Nafsu makannya memang begitu meningkat semenjak kehamilannya.


"Bagaimana dengan pekerjaan Paman?” tanya Evelyn menatap pamannya dengan menaikkan sebelah alisnya.


“Cukup baik. Paman begitu berterima kasih pada kalian,” jawab Dion yang dibalas dengan anggukan oleh Evelyn.


“Tak perlu berterima kasih Paman. Saat ini kita adalah keluarga. Sudah seharusnya saling membantu,” ucap Kenrick yang Dibalas dengan anggukan.


Evelyn mengelus tangan Kenrick berterima kasih pada laki-laki itu karena telah mau menerimanya serta pamannya. Dion juga terlihat tersenyum mendengarnya, ia begitu bahagia akhirnya keponakannya memiliki sosok laki-laki yang sangat menghargai dan melindunginya.


“Sampai kapan kalian akan menetap di sini?” tanya Dion lagi. Ia cukup senang jika saja keponakannya itu menatap di NEw york karena ia bisa leluasa mengawasinya. Namun ia yakin jika Kenrick tak akan bisa untuk itu.


“Mungkin selama beberapa bulan, sebenarnya aku ingin menatap tapi Kenrick malah melarang ku,” ucap Evelyn dengan hembusan nafas kasarnya. Kenrick yang berada di samping Evelyn menatap wanitanya itu dengan tatapan bersalah.


“Maaf sayang. Hanya saja aku benar-benar tak bisa meninggalkan pekerjaan ku sana,” ucap Kenrick dengan menyesal.


“Sudah lah, berada di sini beberapa bulan juga sudah termasuk bagus bukan. Kenrick begitu memikirkanmu hingga ia harus meninggalkan perusahaannya di Las Vegas untuk kebahagiaanmu, kau harus berterima kasih padanya,” ucap Dion menasihati.


“Tentu paman, aku memang begitu berterima kasih padanya. Dan kami juga berniat akan langsung menggelar pernikahan di Las Vegas nanti karena penjagaan di sana lebih baik,” ucap Evelyn menjelaskan pada pamannya itu yang menjawabnya dengan anggukan.


“Itu bagus. Kalian memang harus segera menikah sebelum anakmu lahir,” ucap Dion yang dijawab dengan anggukan oleh Kenrick juga Evelyn.


Hingga akhirnya malah itu mereka habis kan dengan saling berbagi cerita ataupun bercanda bersama. Malam yang begitu nyaman dan berarti untuk mereka. Malam bahagia yang membuat senyuman mereka terus merekah. Dan Evelyn begitu bahagia malam itu karena ia bisa bersama dua laki-laki yang begitu ia sayangi.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Maaf ya cuma bisa up 1 bab untuk hari ini. Karena aku lagi kurang sehat jadi belum bisa untuk nulis.


Kalian jaga kesehatan ya.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita temen aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.