Mafia's woman

Mafia's woman
Aktif



Kenrick langsung membaringkan Evelyn di atas ranjang saat mereka sudah sampai di kamar mereka. Wajah laki-laki itu terlihat begitu khawatir melihat istrinya yang terlihat kesakitan. Kenrick menggenggam tangan Evelyn dengan begitu erat.


Hingga seorang dokter perempuan datang untuk memeriksa kehamilan Evelyn. Kenrick tak henti-hentinya menatap Evelyn dengan begitu khawatir. Melihat tingkah Kenrick yang menurutnya menggemaskan membuat Evelyn jadi senang juga gemas sendiri melihatnya.


“Kenrick aku baik-baik saja,” ucap Evelyn dengan senyumannya pada Kenrick yang kini berjalan ke arah sisi lain Evelyn dan naik ke atas ranjang samping Evelyn.


“Bagaimana bisa baik-baik saja? Kau bahkan kesakitan seperti ini,” ucap Kenrick dengan tatapan sendunya poada Evelyn yang di balas dengan senyuman oleh wanita tersebut.


“Sekarang sudah tidak,” ucap Evelyn sambil mengelus tangan Kenrick berusaha menenangkan suaminya itu yang kini terlihat begitu khawatir.


“Nyonya Evelyn baik-baik saja Tuan. Kram pada ibu hamil biasa terjadi. Apalagi di masa trimester kedua ini. Hal itu terjadi karena rahim ibu yang membesar selama kehamilan memberi tekanan pada otot dan ligamen di sekitarnya,” jelas dokter yang memeriksa Evelyn pada Kenrick yang kini mendengarkan penjelasan dokter wanita tersebut.


“Apa hal ini akan sering terjadi dokter?” tanya Evelyn yang ingin mengetahui lebih banyak tentang keadaan tubuhnya sendiri.


“Benar Nyonya. Saat anda meregang maka kram akan sering terjadi di trimester kedua ini. Dan pada trimester ketiga hal ini terjadi bisa saja karena kontraksi palsu,” ucap Dokter tersebut yang kembali menjelaskan. Kenrick sebagai seorang calon ayah sekaligus suami benar-benar mendengarkannya dengan baik.


“Kalau begitu saya akan meresepkan vitamin untuk Anda,” ucap Dokter perempuan itu dan setelah menulis resep nya ia segera memberikannya pada pelayan wanita yang berada di kamar tersebut yang tak lain adalah Jessie.


“Mari saya antar, dokter,” ucap Jessie pada dokter tersebut lalu segera mengantarnya untuk segera pergi dari sana meninggalkan Kenrick juga Evelyn.


“Lihat, aku baik-baik saja kan,” ucap Evelyn dengan senyumannya sambil menggenggam tangan Kenrick dengan begitu erat.


“Aku sangat khawatir. Aku akan mengambilkan minum untuk mu, kau tunggu lah dulu,” ucap Kenrick setelahnya segera pergi dari sana dan berjalan ke arah meja di depan sofa untuk mengambil minuman untuk Evelyn.


Setelahnya segera menyerahkan air tersebut pada Evelyn yang segera menerimanya. Kenrick membantu Evelyn untuk meminum air nya.


“Istirahatlah!” perintah Kenrick yang kini ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk Evelyn yang kini memeluk Kenrick dengan begitu erat. Mereka akhirnya memilih tidur sambil berpelukan.


***


Evelyn baru saja memasuki kamarnya setelah ia membuat kopi panas untuk Kenrick, namun saat ia memasuki kamar ia tak mendapati keberadaan suaminya itu di sana. Namun melihat pintu balkon yang terbuka Evelyn segera berjalan ke arah balkon. Dan benar saja ia dapat melihat suaminya itu yang tengah mengepulkan asap rokoknya di udara.


Mendengar suara langkah kaki yang mendekat, Kenrick mengalihkan tatapannya ke arah pintu balkon. Melihat istrinya yang datang dengan senyuman nya membuat Kenrick langsung mematikan rokoknya karena tak ingin untuk membahayakan istri juga calon anaknya itu.


“Minumlah, aku yang membuanya untuk mu,” ucap Evelyn sambil meletakkan kopi yang di bawanya di meja samping Kenrick.


“Terima kasih,” ucap Kenrick seadanya lelu segera menatap lurus ke arah depan mengabaikan Evelyn yang kini duduk dengan hati-hati sambil memegangi perutnya yang besar.


“Jangan terlalu sering merokok. Tak baik untuk kesehatanmu,” peringat Evelyn sambil menoleh ke arah Kenrick dengan tatapan seriusnya.


Kenrick yang mendengarnya tersenyum begitu manis pada Evelyn sambil menganggukkan kepalanya.


“Jika memang akan kembali ke Las Vegas, kita bisa kembali besok,” ucap Evelyn tiba-tiba yang kini sontak membuat Kenrick menoleh ke arah Evelyn dengan tatapan bingung juga tak percaya nya mendengar ucapan dari istrinya itu.


Evelyn sebenarnya hanya tak tega melihat Kenrick yang kini terlihat murung. Sebelumnya Kenrick sudah selalu mau menuruti keinginannya maka kali ini ia ingin untuk memenuhi apa yang Kenrick inginkan. Meskipun sebenarnya Evelyn ingin agar mereka menyelesaikan masalah mereka di sini lebih dulu. Namun jika Kenrick keberatan dan memang untuk ingin segera kembali maka ia akan memenuhinya.


“Aku akan selalu menemani mu,” ucap Evelyn sambil mengelus tangan Kenrick yang kini berada di atas tangan kursi.


“Aku Akan menyelesaikan masalah di sini lebih dulu. Setelahnya kita bisa pergi,” ucap Kenrick yang kini tersenyum ke arah Evelyn yang menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.


“Aku akan mendukungmu,” ucap Evelyn yang dijawab dengan anggukan oleh Kenrick.


“Besok aku akan menemui Karel. Aku sudah menjelaskannya ke dalam penjara,” ucap Kenrick yang kini cukup membuat Evelyn terkejut mendengarnya. Bahkan kini wanita tersebut memelototkan matanya mendengar ucapan Kenrick. Bahkan ia tak pernah tahu jika akhirnya suaminya itu menjebloskan Karel ke penjara.


“Kau memenjarakannya?” tanya Evelyn tak percaya yang Kenrick balas dengan anggukan.


“Kau tak memperbolehkan ku untuk melakukannya dengan caraku, maka biarkan hukum yang melakukannya,” ucap Kenrick teas yang membuat Evelyn menghembuskan nafasnya kasar sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan dari laki-laki tersebut.


“Lakukan lah. Namun kau harus menyelesaikannya hingga membuat semua nya jelas dan tak ada lagi perselisihan di kemudian hari,” ucap Evelyn tulus yang dibalas dengan anggukan oleh Kenrick.


“Besok kita bisa menemuinya,” ucap Kenrick yang dibalas dengan anggukan oleh Evelyn.


Ia berharap semua akan benar-benar selesai dan semua perlahan membaik tanpa ada lagi orang yang akan membuat nya jauh dari Kenrick.


“Sayang, kita sudah menunda olahraga hamil selama dua bulan lebih karena banyak yang terjadi. Jadi setelah kembali ke Las Vegas, bisakah aku melakukannya?” tanya Evelyn dengan tatapan memohonnya pada Kenrick yang kin tersenyum mendengar pertanyaan dari istrinya itu.


“Tentu, kita juga bisa memulai kelas hamil kita yang beberapa waktu ini terabaikan,” ucap Kenrick dengan senyumannya yang dibalas dengan anggukan semangat oleh Evelyn.


Belakangan ini memang begitu banyak yang terjadi hingga membuat mereka meninggalkan kelas hamil mereka yang sudah Kenrick atur dengan baik.


Saat tengah asik berbincang tiba-tiba perut Evelyn kini terasa sakit akibat tendangan yang dilakukan oleh anaknya. Kenrick yang melihat Evelyn terdiam langsung menoleh ke arah Evelyn dengan tatapan khawatirnya.


“Kenapa sayang? Apa perutmu kram lagi?” tanya Kenrick dengan begitu khawatir pada Evelyn yang justru kini tersenyum dan mengambil tangan Kenrick untuk ia bawa ke perutnya.


Kenrick kini malah begitu bingung melihat apa yang Evelyn lakukan.


“Anak kita tadi menendang begitu keras Kenrick,” ucap Evelyn dengan begitu bahagia nya yang membuat Kenrick memelototkan matanya mendengarnya. Senyumannya tak bisa ia disembunyikan ia begitu bahagia mendengar apa yang baru saja Evelyn katakan.


“Benarkan? Kau benar-benar menendang nak? Apa kau akan menjadi atlet sepak bola?” tanya Kenrick dengan kekehannya yang kini mendapat respon dari anaknya itu dengan kembali menendang bagian yang dipegang oleh Kenrick.


Kenrick bahkan sampai memelototkan matanya dengan apa yang anaknya itu lakukan.


“Hey jangan menendang terlalu kuat boy, lihat Mommy mu kesakitan,” ucap Kenrick saat melihat ekspresi sakit di wajah istrinya itu.


“Tak masalah Kenrick. Aku senang karena ia begitu aktif,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang membuat Kenrick juga ikut tersenyum mendengarnya.


Mereka begitu bahagia melihat anak mereka yang begitu aktif di dalam rahim Evelyn.


***