
Laut biru yang terhampar begitu luas terlihat begitu indah. Evelyn berada di resor yang menyajikan hamparan air biru di depan penginapan. Mereka kini tengah berada di bagian depan resor. Tepatnya kini Kenrick yang tengah berenang di laut lepas sedangkan Evelyn hanya duduk di tangganya saja sambil memperhatikan Kenrick.
“Sayang ayolah kemari dan berenang bersama,” ajak Kenrick sambil melambaikan tangannya pada Evelyn mengajak wanitanya tersebut ikut menceburkan dirinya.
"Tidak, aku tidak ingin berenang,” tolak Evelyn dengan tegasnya. Ia hanya memainkan air laut tersebut dengan kakinya. Kenrick benar-benar menepati ucapannya dengan menyewa pulau pribadi di salah satu pulau terbesar di maldives. Laki-laki tersebut benar-benar menghabiskan uangnya hanya untuk liburan mereka.
“Aku akan mengajarimu. Dan melindungimu. Kemari lah,” ucap Kenrick masih saja memaksa. Kini laki-laki tersebut berenang ke arah Evelyn lalu berpegangan pada kedua sisi tangga yang berada di sana.
"Kenrick, kau kira ini kolam? Ini laut! Jika aku tenggelam bagaimana?” sentak Evelyn dengan wajah kesalnya pada Kenrick yang kini malah tertawa mendengar ucapan Evelyn. Padahal kini wajah Evelyn sudah menunjukkan kekesalannya pada Kenrick. Padahal di atas dekat balkon masih ada kolam renang besar yang bisa laki-laki tersebut gunakan untuk berenang namun mengapa ia malah berenang di lautan seperti ini?
“Ayolah Sayang, aku tak akan membiarkan itu terjadi,” ucap Kenrick dengan memohon pada Evelyn. Namun tak lagi menunggu jawaban dari Evelyn, Kenrick malah langsung menarik Evelyn dan menceburkan diri ke laut.
"Kenrick!” nmarah Evelyn dengan wajahnya yang terlihat begitu kesal namun hal tersebut malah menjadi hiburan untuk Kenrick bahkan kini lak-laki tersebut sudah tertawa dengan begitu lepas karena berhasil mengerjai Evelyn.
“Tenanglah Aku tak akan melepaskanmu,” ucap Kenrick sambil memeluk wanitanya tersebut agar tidak terjatuh.
"Awas saja jika kau berani!” kecam Evelyn dengan mata tajamnya pata Kenrick yang hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Evelyn akhirnya memilih mengalah dan mengalungkan tangannya di leher laki-laki itu.
"Wah air nya begitu segar,” ucap Evelyn setelah menikmati air laut pagi ini yang memang begitu segar. Kini jam masih menunjukkan pukul 9.00 tentu air nya masih terasa segar dan belum panas.
“Kau menyukainya?” tanya Kenrick.
Evelyn hanya membalasnya dengan anggukan juga senyuman. Evelyn menetap wajah Kenrick yang kini juga menatap wajahnya. Senyuman mereka saling mengembang merasakan kebahagiaan yang kini menjadi teman.
Kini Evelyn mengerti mengapa Kenrick lebih memilih untuk berenang di lautan seperti ini tentu karena air nya yang lebih segar. Evelyn benar-benar menikmatinya apa lagi kini Kenrick juga terus memeluknya membuat Evelyn semakin merasa nyaman.
"Aku berharap kita bisa tetap seperti ini. Tak lagi ada yang mengganggu hubungan kita,” ucap Evelyn yang semakin mengeratkan pelukannya pada Kenrick. Ia begitu nyaman terus berada dalam pelukan hangat Kenrick yang terasa begitu posesif.
“Kau benar, Sayang. Tapi, apapun masalahnya ke depan. Apa kau mau menghadapinya bersamaku?” tanya Kenrick dengan tatapan penuh harap jika Evelyn akan mengatakan iya. Ia begitu takut jika sampai wanitanya tersebut meninggalkannya. Evelyn adalah wanita yang memperkenalkannya dengan cinta dan bahagia jadi Kenrick tak ingin Evelyn juga yang akan mengajarkannya tentang luka dan kesedihan. Biarkan saja ia hanya mengenal cinta bukan terluka karena cinta.
"Aku akan selalu bersamamu. Menemanimu menghadapi masalah yang akan datang,” ucap Evelyn dengan tatapan tulusnya pada Kenrick. Kenrick membaca tubuh Evelyn berenang menjelajahi laut tersebut walau berenang tak terlalu jauh dari resor
“Kau hanya perlu menemaniku. Dan aku yang akan menyelesaikan semuanya,” ucap Kenreck yang kini sudah menghentikan renang nya dan hanya memeluk Evelyn. Sebenarnya kini mereka berenang di tempat yang tak terlalu dalam dan begitu pas dengan tubuh Kenrick. mencapai dagu laki-laki tersebut. Namun karena tinggi Evelyn yang tidak setinggi Kenrick jadilah ia harus terus berpegangan pada Kenrick agar ia tak tenggelam.
"Aku juga akan membantumu, jika kau butuh bantuan. Tapi jika masalahnya adalah karena kau selingkuh. Maka aku akan pergi. Karena dengan begitu kau tengah mengusirku secara halus,” ucap Evelyn yang kini semakin melingkarkan tangannya di leher Kenrick dengan kakinya yang terus mengayun.
“Percayalah padaku. Aku tak akan pernah mencari wanita lain,” ucap Kenrick pasti. Baginya Evelyn saja sudah cukup untuknya bahkan lebih dari cukup. Ia sudah begitu beruntung memiliki Evelyn untuknya.
"Siapa yang tahu kau tergoda dengan wanita lain,” sinis Evelyn dengan wajah acuhnya. Kenrick hanya menggeleng mendengar ucapan wanitanya tersebut yang selalu saja mencemaskan hal yang sama.
“Jika kau melakukannya aku akan mencari laki-laki lain,” tandas Evelyn yang sontak membuat Kenrick memelototkan matanya lalu melepaskan rangkulannya pada Evelyn membuat Evelyn memekik karenanya.
“Kenrick apa yang kau lakukan?” marah Evelyn yang kini mengeratkan pelukannya pada leher Kenrick karena takut ia terjatuh.
“Kau berani melakukannya?” tanya Kenrick yang kini masih melepaskan tangannya dari pinggang Evelyn. Evelyn meledakkan tawanya namun tetap saja merangkul leher Kenrick.
"Tentu saja aku berani,” tantang Evelyn dengan senyuman lebarnya. Evelyn mengatakan itu hanya untuk candaan. Bagaimana bisa Evelyn mencari laki-laki lain saat mendapatkan laki-laki nyaris sempurna seperti Kenrick namun jika Kenrick memang benar selingkuh ia tentu bisa benar-benar melakukannya.
“Lakukanlah. Karena aku juga berani membunuh laki-laki itu,” kecam Kenrick yang kini kembali memeluk pinggang Evelyn dengan begitu erat, takut jika wanitanya tersebut benar-benar terjatuh dan terjadi sesuatu pada wanitanya itu.
"Kau begitu kejam Kenrick! Kau juga membuatku takut dengan melepaskan rangkulan mu,” ucap Evelyn dengan wajahnya yang mengerucut kesal. Kenrick kini sudah tertawa mendengarnya. menjahili Evelyn memang begitu menyenangkan. Apa lagi saat Evelyn menggodanya namun akhirnya malah Evelyn sendiri yang di goda oleh Kenrick. Evelyn benar-benar tak akan bisa menang jika sudah menghadapi laki-laki tersebut.
“Karena aku tak ingin kehilanganmu, Sayang! Dan siapa suruh kau mengatakan akan mencari yang lain,” ucap Kenrick yang malah membuat Evelyn tersenyum menatap Kenrick lalu memeluknya dengan erat, menyalurkan kasih sayangmu pada laki-laki itu. Tak seperti biasanya. Evelyn akan mengerucutkan bibirnya yang akhirnya membuat Kenrick gemas.
"Kenrick aku sudah kedinginan,” ucap Evelyn yang kini semakin mengeratkan pelukannya lalu menenggelamkan wajahnya di leher Kenrick yang kini hanya tersenyum melihat tingkah wanitanya tersebut.
“Baiklah ayo kita masuk,” ucap Kenrick dengan begitu lembutnya. Kenrick akhirnya membawa Evelyn ketepian tepat tangga. Lalu mereka berjalan bersama menaiki tangga. Kenrick mengambil handuk yang ia simpan di kursi berjemur lalu memakaikannya untuk Evelyn.
“Terima kasih,” ucap Evelyn dengan senyuman mengembang saat mendapatkan perhatian kecil dari Kenrick namun baginya ini begitu romantis.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.