Mafia's woman

Mafia's woman
Berbaikan



Kenrick kini tengah tertidur pulas di samping Evelyn, Evelyn mengelus wajah laki-laki yang sepertinya sangat kelelahan itu. Merasa haus Evelyn segera mengambil baju tidurnya untuk mengambil minum di dapur karena di kamarnya kini tak ada air.


"Apa penjaga itu tidak ada yang tidur?” tanya Evelyn pada dirinya sendiri saat ia dapat melihat banyaknya penjaga yang sedang berjaga di sekitar rumah. Mereka memang melakukan tugas secara shift dan masing-masing di beri waktu untuk beristirahat tntu nya. Mereka bukan robot dan Kenrick masih tau bagaimana cara memperlakukan manusia.


“Nona kau mau kemana?” tanya Steve yang kini masih terlihat belum tidur dan tengah berada di ruang keluarga bersama dengan Sean yang juga menyapa Evelyn.


"Mengambil air,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang mengembang begitu indah nya.


“Ingin aku ambilkan?” tanya Steve menawarkan yang segera dijawab dengan gelangan oleh Evelyn.


"Tidak perlu Steve, biar aku saja,” ucap Evelyn yang tak ingin merepotkan bawahan suaminya tersebut. Dengan kebaikan laki-laki tersebut saja rasanya ia sudah bersyukur karena dua laki-laki tersebut yang mau membelanya saat ia berada dalam masalah jadi ia tak ingin terus merepotkan laki-laki tersebut.


Steve hanya mengangguk, Evelyn lalu segera menuju dapur untuk mengambil minum.


Setelah selesai mengambil air Evelyn segera berjalan untuk menuju kamarmu. Ternyata saat melewati ruang keluarga, Evelyn melihat Sean yang sendiri, Evelyn segera menghampiri laki-laki itu hanya untuk sekedar bertanya tentang  wanita yang Kenrick.


“Sean, aku harus memeriksa di belakang,” pamit Steve pada Sean karna sedari tadi laki-laki tersebutlah yang menemani Sean. Namun kini ia harus memeriksa belakang gedung tersebut.


“Pergilah,” ucap Sean yang Steve hanya mengangguk lalu segera pergi dari sana meninggalkanmu berdua dengan Sean. Evelyn kini sudah duduk di single sofa yang berada di hadapan Sean.


"Terima kasih karena telah membelaku tadi,” ucap Evelyn dengan begitu tulus. Ia tak menyangka laki-laki yang ia pikir membencinya dan tak menyukainya justru ia lah orang pertama yang berani membela Evelyn bahkan mempertahankan nyawanya hanya untuk membela Evelyn.


Evelyn tahu Kenrick tak mungkin main-main dengan ucapannya jika Sean benar-benar berani mengambil Evelyn atau sedikit saja menyentuh Evelyn seperti tadi. Bagi Sean bahkan kini ia belum aman karena berani menyentuh Evelyn., Kenrick pasti akan menghukumnya.


“Tak masalah, tapi apa yang aku katakan tadi adalah benar,” ucap Sean dengan tatapan seriusnya pada Evelyn. Evelyn yang tengah meminum minuman nya sampai tersedak mendengar ucapan Sean.


“Nyonya tak apa?” tanya Sean yang sudah akan bangun dan menghampiri Evelyn untuk membantu wanita tersebut.


"Ya aku baik-baik saja. Kau bisa membuat Kenrick marah jika mendengarnya. Jangan bercanda lagi,” ucap Evelyn dengan begitu tegasnya. Ia hanya tak ingin kembali membuat laki-laki tersebut berada dalam masalah.


“Aku serius Evelyn, aku mencintaimu. Hanya saja aku cukup sadar diri untuk tidak melawan Kenrick,” ucap Sean dengan senyuman sendunya, benteng antara dirinya dan Evelyn begitu tinggi yang jelas tidak mungkin untuk bisa ia capai.


"Kau orang yang baik Sean. Aku berdoa semoga kau menemukan wanita yang baik untukmu,” ucap Evelyn begitu tulus pada Sean, ia berharap laki-laki tersebut mendapatkan wanita yang baik.


“Terima kasih Evelyn. Kembalilah ke kamarmu atau Kenrick akan marah saat tak melihatmu,” ucap Sean dengan senyumannya. Senyuman laki-laki yang biasanya selalu menampak kan wajah datarnya tersebut ternyata begitu manis. Bahkan Evelyn dibuat begitu terpanah dengan senyuman tersebut.


Evelyn akhirnya hanya mengangguk lalu segera kembali ke kamarnya dengan pikiran yang berkecamuk apalagi saat mendengar apa yang disampaikan Sean pada nya tadi.


***


Evelyn mengerjapkan matanya berkali-kali saat merasakan sapuan di wajahnya. Senyuman wanita tersebut mengembang saat melihat Kenrick yang tengah menatap Evelyn dengan senyumannya. Evelyn rasanya begitu senang saat ia baru membuka matanya dan hal pertama yang dilihatnya adalah laki-laki yang ia cintai itu.


“Maafkan aku. Kemarin aku terlalu mabuk,” ucap Kenrick tiba-tiba sambil memindahkan rambut Evelyn yang menghalangi penglihatan laki-laki tersebut dari wajah cantik wanitanya tersebut.


"Tidak, itu adalah kesalahanku yang tidak mau mendengarkanmu. Maafkan aku Kenrick,” ucap Evelyn tulus. Evelyn kini merapatkan tubuhnya pada Kenrick menenggelamkan wajahnya pada laki-laki di depannya tersebut yang kini sudah memeluknya dengan erat.


“Jangan ulangi lagi,” pesan Kenrick yang Evelyn balas dengan anggukan Kenrick mengecup puncak kepala Evelyn sayang. Setelahnya Evelyn sudah duduk yang di ikuti oleh Kenrick. Laki-laki itu mendekatkan wajahnya pada Evelyn tapi Evelyn mengalihkan wajahnya membuat Kenrick mengerutkan keningnya atas penolakan wanitanya tersebut..


“Tentu saja,” ucap Kenrick pasti karena memang itulah yang ia inginkan. Mendapatkan ciuman sebagai penyemangat paginya.


"Tapi kau belum membersihkan dirimu,” dengus Evelyn sambil menjepit hidungnya merasa jika Kenrick bau. Bau alkohol dari tubuh laki-laki tersebut kini memang begitu menyengat yang membuat Kenrick tak tahan menciumnya.


“Ahhh aku mau morning kiss dulu,” ucap Kenrick yang sudah seperti anak kecil yang tidak dibelikan permen oleh orang tuanya. Wajah Kenrick yang begitu menggemaskan tersebut membuat Evelyn ingin sekali mencubit pipinya dan meledakkan tawanya namun ia masih menahannya.


"Tidak, sebelum kau membersihkan tubuhmu. Kau begitu bau alkohol,” usir Evelyn sambil mengibaskan tangannya di depan Kenrick yang kini malah mengerucutkan bibirnya. Evelyn benar-benar dibuat gemas dengan tingkah laki-laki di depannya tersebut.


Laki-laki yang biasanya selalu bersikap datar kini malah bertingkah menggemaskan, jadi siapa yang tak akan pernah melihat hal langkah ini? jika saja para bawahan Kenrick melihatnya sekarang, bisa Evelyn pastikan mereka akan terkejut melihat tingkah Kenrick ini.


“Jika sudah membersihkan diri, kau harus memberikannya!” tegas Kenrick tak ingin penolakan. Evelyn menaikkan sebelah alisnya sebelum menggeleng dengan tegasnya.


"Tidak, Anggap saja ini hukuman karena kau membawa wanita lain,” acuh Evelyn yang kini membuat Kenrick memelototkan matanya mendengar penolakan yang berkali-kali Evelyn layangkan itu.


“Kau tak bisa melakukan itu padaku,” tandas Kenrick tidak terima yang malah membuat Evelyn mengedikkan bahunya tak peduli.


"Mengapa tidak?” tanya Evelyn dengan begitu sinisnya.


“Kau harus berbaik hati padaku,” ucap Kenrick yang kini sudah menampilkan wajah memelasnya. Memang jika sudah bersama dengan Evelyn, Kenrick seolah tak memiliki harga diri.


"Baiklah aku akan berbaik hati pada calon suamiku ini,” ucap Evelyn akhirnya memilih mengalah. Evelyn tersenyum ke arah laki-laki tersebut.


Kenrick mengecup keningmu singkat lalu pergi dengan tubuh polosnya. Sungguh tidak tahu malu. Bahkan Evelyn yang melihat itu mengalihkan pandanganmu ke arah lain.


Evelyn mengambil ponselnya, sambil menunggu Kenrick membersihkan tubuhnya dan bergantian membersihkan tubuh.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.