Mafia's woman

Mafia's woman
Vera



Evelyn kini tengah duduk di sofa ruang keluarganya bersama Vera yang menemaninya. Memang semenjak Evelyn mengetahui tentang Vera kemarin ia belum juga mengambil tindakan pada wanita itu. Dan kini Evelyn sengaja meminta pelayan nya yang lain untuk meninggalkan mereka berdua saja.


“Duduk lah Vera,” ucap Evelyn pada Vera yang kini segera menuruti ucapan Evelyn dan duduk di samping wanita itu dengan harap-harap cemas.


“Apa belakangan ini kau memiliki masalah keuangan?” tanya Evelyn dengan begitu perhatiannya. Mendengar ucapan Evelyn, Vera kini mengepalkan tangannya mendengar pertanyaan Evelyn yang seolah mencurigainya.


“Tidak Nyonya, semua baik-baik saja,” ucap Vera dengan senyuman menenangkannya yang membuat Evelyn menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Vera.


“Jika kau membutuhkan sesuatu katakan saja pada ku. Kau adalah bawahan ku, aku tak ingin kau merusak citra mu,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang membuat Vera seolah memaksakan senyumnya dan menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Evelyn.


“Aku tahu Nyonya. Kau sudah berjasa membawa ku ke mansion ini. Jelas aku tak akan melupakan nya,” ucap Vera dengan senyumannya pada Evelyn. Namun bisa Evelyn lihat dari sorot mata wanita itu yang menyiratkan kemarahan dalam tatapannya.


“Aku juga berharap kau tak melupakannya hingga membuatmu tak lagi sungkar padamu dan terlalu terlewat batas,” kecam Evelyn. Meskipun Evelyn menunjukkan senyumannya namun jelas terdengar ancaman dalam setiap kata yang diucapkan wanita itu.


“Berlibur lah hari ini. Ada Kirana yang menjaga ku,” ucap Evelyn yang setelahnya langsung pergi dari sana meninggalkan Vera dengan kemarahannya sendiri.


Evelyn menghembuskan nafasnya kasar lalu berjalan ke arah ruang kerja Kenrick yang berada di dekat kamar nya. Namun saat tak sengaja melewati ruang kerja Asean yang berada di lantai bawah dekat dengan lift. Evelyn menghentikan langkah nya karena melihat Sean yang kini tengah bertengkar dengan Kirana.


Melihat hal itu Evelyn tertawa geli melihat bagaimana Sean yang harus bersabar menghadapi Kirana yang tak ada takutnya dengan Sean.


“Hey, untuk apa kau di sini?” tanya sebuah suara di belakang Evelyn sambil menepuk pundak Evelyn yang membuat wanita itu cukup terkejut hingga membalikkan tubuhnya dan memegang dadanya.


“Kau mengagetkan ku saja,” ucap Evelyn dengan helaan nafasnya dan hanya membuat laki-laki yang tak lain adalah Kenrick itu memutar bola matanya malas mendengar ucapan Evelyn.


“Aku tadi akn ke ruangan mu hanya saja tak sengaja lewat sini dan melihat mereka jadi aku berhenti sebentar,” ucap Evelyn menjelaskan yang membuat Kenrick kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Evelyn.


“Ikut lah dengan ku,” ucap Kenrick sambil menarik tangan Evelyn untuk ia ajak pergi.


Evelyn kini hanya menuruti dan ikut pergi bersama dengan Kenrick. Dan ternyata laki-laki itu membawa Evelyn menuju kamar. Kini ia tahu untuk apa laki-laki itu membawanya ke kamar.


“Ini masih siang Kenrick,” ucap Evelyn dengan helaan nafasnya yang membuat Kenrick hana mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Evelyn.


“Ayolah sayang,” ajak Kenrick dengan memohon yang membuat Evelyn akhirnya mau tak mau menuruti permintaan Kenrick.


***


Jola kini terlihat begitu serius memperhatikan layar di depannya. Memantau kegiatan di dalam mansion Kenrick. Sambil memantau Evelyn yang sore ini terlihat begitu asik memberikan makan pada ikan miliknya di temani oleh gadis yang belum pernah Jola lihat sebelumnya.


“Jack apa kau tahu gadis ini?” tanya Jola sambil menunjuk ke arah layar di depannya. Mendapatkan pertanyaan dari Jola, Jack dengan segera menoleh ke arah layar.


“Bukankah dia keponakan Rudolf? Sean yang membawanya sebagai teman Nyonya,” ucap Jack menjelaskan yang membuat Jola kini memelototkan matanya tak percaya mendengar ucapan Jack.


“Apa kita sudah tak akan melihat cinta segitiga majikan dan bawahan lagi?” tany Jola seolah merasa kecewa.


Jack yang mendengar ucapan adik nya itu hanya memutar bola matanya malas. Adik nya itu memang aneh suka sekali melihat pertengkaran di kediaman Tuan nya itu yang terkadang memang cukup seru untuk di lihat.


“Berhenti memikirkan itu dan fokuslah pada pekerjaanmu,”sungut Jack yang membuat Jola berdecih lalu memilih untuk melanjutkan pekerjaan nya sendiri sambil menyesap minumannya.


Hingga matanya menyipit saat melihat seorang pelayan yang kini tengah menyeduh minuman namun seperti mencampurkan sesuatu dalam minuman tersebut. Sebuah kemasan yang Jola pikir adalah gula diabetes.


“Jack, cepat awasi ini. Aku akan pergi, beritahu aku kemana dia akan pergi,” ucap Jola dengan begitu hebohnya yang membuat Jack langsung mengambil posisi Jola dan saat melihat apa yang tengah Jola lihat Jack memelototkan matanya. Meskipun ia hanya melihat Vera yang tengah membawa minuman namun ia mengerti apa yang Jola takutkan.


***


Evelyn kini tengah serius bercerita dengan Kirana. Hingga Vera datan dengan senyumannya sambil membawakan minuman untuk mereka.


“Nyonya, minuman Anda,” ucap Vera yang Evelyn balas dengan senyuman dan anggukan.


“Minumlah lebih dulu,” ucap Evelyn yang membuat Vera kini terlihat kebingungan mendengar ucapan Evelyn.


“Ada apa Vera?” tanya Evelyn dengan senyuman dan menatap Vera dengan penuh tanda tanya.


“Nyonya. Apa maksud Anda?” tanya Vera dengan gugup yang kini malah membuat Evelyn terkekeh mendengar ucapan bawahannya itu.


“Aku hanya memintamu untuk meminum nya mengapa kau begitu takut?” tanya Evelyn menaikkan sebelah alisnya dengan senyuman sinisnya. Kirana yang sudah mengetahui apa yang terjadi hanya diam saja melihat dan juga mengawasi.


“Nyonya,” ucap Vera dengan tatapan sendunya yang justru kini dibalas dengan tatapanmu begitu tajam oleh Evelyn.


“Apa alasan mu melakukan ini Vera?” tanya Evelyn dengan sorot matanya yang begitu tajam. Vera yang awalnya menatap Evelyn dengan begitu sendu kini malah tersenyum dengan begitu sinis dan terlihat menakutkan.


Kini bahkan ia sudah mengeluarkan pisau dari baju bagian dalamnya. Kirana yang melihatnya langsung berdiri di depan Evelyn.


“Kau ingin tahu alasan ku melakukan ini? Semua ini karena suami mu. Kau memang begitu baik tapi juga bodoh. Kau tidak pantas dengan suami iblis seperti Kenrick. Kau adalah orang baik Evelyn. Jadi aku ingin kau terbebas dari iblis itu. Kau tahu suamimu adalah pembunuh. Dia adalah orang yang membuat keluarga ku hancur,” ucap Vera dengan amarahnya yang kini terlihat begitu menakutkan.


Evelyn yang melihat hal itu terdiam masih mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Vera selanjutnya.


“Karena suami lah kini aku tak memiliki keluarga. Orang tuaku mati karena bunuh diri dan kecelakaan,” ucap Vera yang membuat Evelyn terkejut mendengar ucapan Vera.


Evelyn menoleh ke arah ujung di mana si sana Kenrick dan Jola sudah bersembunyi. Karena tadi memang Jola yang datang memberitahunya jika Vera memasukkan sesuatu pada minumannya. Sesuai dengan pekerjaannya. Saat gadis itu mengetahui jika Evelyn mencurigainya ia langsung bertindak.


Namun Evelyn tak tahu jika gadis itu akan senekat ini. Kenrick yang melihat Evelyn terancam langsung memberikan perintah pada bawahannya dengan kode untuk menangkan Vera. Dengan kompak mereka langsung menyergap Vera.


“Meskipun tidak dari ku. Kau harus mendapatkan hal yang setimpal Kenrick,” teriak Vera saat gadis itu sudah di seret oleh pengawal Kenrick.


Kenrick langsung menghampiri Evelyn dan memeriksa wanita nya itu.


“Kau baik-baik saja?” tanya Evelyn yang membuat Evelyn mengangguk sambil tersenyum menenangkan ke arah Kenrick.


“Aku baik-baik saja,” uap Evelyn menenangkan yang membuat Kenrick menghembuskan nafasnya lega.


“Terima kasih Jola. Karina,” ucap Kenrick tulus yang di jawab dengan senyuman dan anggukan oleh kedua gadis itu.


“Sudah tugas kami Tuan,” ucap Karina begitu baik nya. Ia hanya belum tahu saja siapa yang membunuh kedua orang tuanya. Setelah mengetahuinya entah bagaimana reaksi gadis itu.


“Aku akan mengurusnya bersama Sean dan Steve Tuan,” ucap Jola berpamitan dan di jawab dengan anggukan oleh Kenrick yang akhirnya memilih untuk membawa Evelyn segera pergi dari sana.


***