Mafia's woman

Mafia's woman
Mafia



"Kenrick bolehkan aku bertanya padamu?” suara indah Evelyn menyapa saat mereka sudah lama terdiam sambil menikmati hamparan bunga di sekeliling mereka juga indah nya sang Lintang yang membentuk Gemintang yang begitu menawan.


Surya yang tenggelam dengan nabastala dipenuhi galaksi yang adiwarna. Siapa yang tak akan betah jika disuguhkan pemandangan ini? Evelyn rasanya ingin terus berada di sana.


“Silahkan,” ucap Kenrick dengan lembut dan begitu hangat. Laki-laki yang menopang kepalanya dengan satu tangan, sedangkan tangan lainnya digunakan sebagai bantalan untuk Evelyn itu menoleh. Menatap wanitanya dengan tatapan yang menenangkan.


"Kau belum pernah menceritakan tentang kakakmu yang dihamili Ronald,” ucap Evelyn yang mulai penasaran dengan cerita Kenrick. Ia sudah menceritakan semua tentangnya pada Kenrick. Jadi tidak adil rasanya jika hanya dirilah yang sudah terbuka dengan Kenrick. Sedangkan ia tak mengetahui apapun tentang laki-laki tersebut juga tentang keluarga Kenrick.


“Kakakku meninggal karena Ronald. Dia mencampakkan perasaannya. Seandainya itu tidak terjadi, mungkin aku sudah punya ponakan,” ucap Kenrick dengan senyuman getirnya. Sebenarnya ia sudah tak ingin lagi untuk mengungkit masa lalunya yang begitu kelam. Masa kecilnya hingga ia beranjak dewasa semua hanya tentang kesedihan, luka, serta kegelapan.


Namun kini ia harus mulai terbuka dan bercerita tentangnya pada Evelyn karena Evelyn harus mengetahui bagaimana ia dulu dan bagaimana keluarganya. Karena Evelyn lah yang akan menjadi keluarganya di masa depan.


"Dia mencintai Ronald?” tanya Evelyn dengan menaikkan sebelah alisnya. Kini gadis tersebut mengubah posisinya menjadi telungkup dan kini saling berhadapan dengan Kenrick yang tepat berada di depannya.


“Tentu saja, kalau Ronald membalasnya, dia pasti akan tetap di sini,” ucap Kenrick dengan tatapan sendunya yang bisa Evelyn lihat jelas. Laki-laki tersebut mengulurkan tangannya untuk memainkan rambut wanitanya tersebut.


"Bagaimana dengan orang tuamu?” tanya Evelyn dengan tatapan penasarannya pasalnya sebelumnya ia tak pernah melihat keberadaan kedua orang tua Kenrick ataupun keluarga Kenrick yang lain. Ia hanya mengenal paman dan Bibi Kenrick.


Saat Evelyn menanyakan tentang kedua orang tuanya tatapan Kenrick semakin sendu dan syarat akan kesedihan.


“Ayahku meninggal saat melakukan perjanjian kontrak dengan mafia lain yang ternyata mengkhianatinya dan malah ingin memonopoli salah satu bisnis mereka. Dan ibuku meninggal saat terjadi penyerangan dari mafia lain,” jelas Kenrick dengan helaan nafas kasar di akhir ceritanya. Jika mengingat tentang semua itu yang ada hanya lah kesedihan juga dendam. Kenrick mulai saat itu berjanji untuk membalaskan dendam orang taunya. Dan ia benar-benar melakukannya.


Kenrick bahkan memusnahkan semua keluarga yang terlibat dalam penyerangan keluarganya. Bahkan membunuh semua keturunan mereka. Kejam? Itu lah yang akhirnya melekat dengan nama Kenrick hingga ia menjadi mafia hebat dan ditakuti. Ia adalah Mafia nomor satu di negaranya.


"Bukankah semua keluargamu meninggal karena pekerjaan ini? Apa kau tak ingin berhenti untuk melindungi keluargamu di masa depan?” tanya Evelyn dengan tatapan teduhnya. Ia berharap Kenrick bisa melepaskan dunia gelapnya ini. Evelyn hanya ingin melindungi keluarganya di masa depan.


Kejadian hari ini benar-benar membuatnya takut. Takut akan kemungkinan terburuk lainnya yang bisa saja terjadi di masa depan apa lagi dengan mendengar cerita Kenrick tersebut.


“Apa maksudmu Sayang?” tanya Kenrick dengan nada tak suka mendengar pertanyaan Evelyn tersebut.


"Cepat atau lambat, kita pasti akan punya anak,” terang Evelyn. Ia tak tahu kapan namun pasti akan terjadi jika tuhan memang menghendaki mereka untuk memiliki keturunan.


“Aku tak bisa mundur, tapi aku akan menjaga kalian dengan nyawaku,” terang Kenrick dengan begitu tegasnya. Evelyn mendengus kasar, bukan ini yang ia maksud.


"Jika kau melindungi kita dengan nyawamu. Apa anakku akan menggantikanmu sebagai mafia? Saat kau pergi meninggalkan kita? Bagaimana memang jika nanti aku kehilangan nyawamu? Lalu siapa lagi yang akan menjaga ku dan anak ku?” tanya Evelyn dengan begitu tajam dan syarat akan penekanan dalam setiap ucapannya tersebut.


“Aku rasa kita tak perlu membahasnya dan sebaiknya kita segera pulang,” ucap Kenrick yang lebih memilih mengakhiri pembicaraan yang hanya akan membuat mereka bertengkar. Kenrick hanya tak ingin jika pembicaraan ini berlanjut mereka akan saling bersitegang karena perbedaan pendapat.


"Kenrick. Bisakah kau memikirkannya?” tanya Evelyn dengan tatapan memohonnya pada Kenrick. Ia begitu berharap Kenrick setidaknya bisa memikirkan tentang permintaannya. Segala kemungkinan terburuk bisa saja terjadi dalam pekerjaan Kenrick ini.


“Aku tak akan melakukannya. Ayahku sudah membangun semua ini dengan susah payah,” tola Kenrick dengan tatapan datarnya.


"Mengapa kau tak bisa mundur? Bahkan aku rasa jika ayahmu kini bisa di beri kesempatan untuk berbicara pada mu ia akan mengatakan agar kau tak lagi terlibat dalam dunia gelap ini dan mengulangi kesalahannya karena pekerjaan ini lah ia malah kehilangan keluarganya dan membuatmu menjalani hidup berat seorang diri,” tegas Evelyn dengan begitu tajam dan seriusnya pada Kenrick.


“Aku tak bisa mundur karena aku tak ingin mengecewakan ayahku. Dengan semua ini lah aku menjadi seperti sekarang. Banyak nyawa yang tengah bergantung padaku. Dan aku yakin kau salah Evelyn, Ayah ku tak akan meminta ku untuk mundur tapi malah memintaku untuk menjadi lebih kuat dan tak mengulangi kesalahannya karena terlalu lemah,” terang Kenrick dengan tatapan serius nya pada Evelyn.


Pertengkaran sepertinya tak akan terelakkan. Perdebatan tersebut akan terus berlanjut jika tak ada yang mau mengalah.


"Lalu bagaimana denganku?Anak kita? Apa kau tak berpikir jika sesuatu bisa saja terjadi padaku atau padamu? Jika terjadi sesuatu padamu bagaimana denganku?” tanya Evelyn dengan tatapan marahnya pada Kenrick. Kenrick begitu keras kepala begitu juga denganya oleh karena itu ia ingin terus mempertahankan pemikirannya agar Kenrick tidak lagi terlibat dalam dunia gelap ini.


“Kau tenanglah Sayang, semua akan baik-baik saja. Aku akan selalu melindungi kalian,” ucap Kenrick menenangkan. Evelyn memejamkan matanya lalu menghembuskan nafasnya kasar.


"Kau memang sangat keras kepala! Jika kau kehilangan kami baru kau akan tahu maksud dari ucapan ku,” kesal Evelyn lalu segera berdiri dan pergi lebih dulu dari sana meninggalkan Kenrick yang kini tertegun mendengar ucapan Evelyn tersebut.


Setelah pembicaraan menegangkan mengenai mafia itu. Evelyn jadi mulai kepikiran, bagaimana jika nanti anaknya harus menggantikan ayahnya? Pekerjaan ini sungguh sangat menakutkan karena nyawa taruhannya.  Evelyn tak akan membiarkan anaknya tersebut masuk dunia gelap ini. Jika ia gagal meyakinkan Kenrick maka ia akan melakukan segala cara untuk menentang anaknya masuk dalam dunia gelap ini. Bahkan jika harus ia akan pergi dari Kenrick demi anaknya. Entah benar atau salah hanya saja ia tak ingin jika sesuatu terjadi pada anaknya.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.