Mafia's woman

Mafia's woman
Membujuk Evelyn



Kenrick masuk ke kamarnya dengan perlahan. Laki-laki tersebut kini pulang lebih awal dari biasanya, kita jam baru menunjukkan pukul 2.13 PM namun kini ia sudah berada di kamarnya untuk melihat wanitanya tersebut yang tengah marah padanya.


Saat Kenrick masuk ke kamarnya ternyata kini Evelyn tengah tertidur dengan begitu pulasnya yang membuat Kenrick tersenyum melihat hal tersebut. Dengan pelan laki-laki tersebut menuju ke arah ranjang lalu membuka kemeja yang ia gunakan hingga laki-laki tersebut kini sudah bertelanjang dada, Kenrick ikut merebahkan dirinya di samping Evelyn sambil memeluk wanitanya tersebut.


Merasa terganggu dengan tangan besar yang membelit pinggangnya membuat Evelyn menggeliat dalam tubuhnya lalu membalikkan badannya untuk menatap palaku yang sudah mengganggu tidurnya tersebut.


“Mengapa kau sudah pulang?” tanya Evelyn tanpa membuka matanya. Bahkan tanpa membuka matanya ia sudah mengenali wangi tubuh dari laki-laki yang kini memeluknya tersebut. Evelyn juga merasakan nyaman dalam pelukan yang begitu ia kenali tersebut, tentu ia bisa langsung mengenalinya.


“Aku ingin segera menemuimu,” ucap Kenrick yang kini semakin mengeratkan pelukannya pada Evelyn, namun tak lama wanita tersebut langsung mendorong Kenrick menjauh membuat Kenrick mengerutkan keningnya bingung.


“Aku masih marah pada mu,” ucap Evelyn tegas sambil mengubah posisinya menjadi duduk yang membuat Kenrick juga ikut menegakkan posisinya menjadi duduk menatap wanitanya tersebut dengan wajahnya yang dibuat sedih.


“Maaf kan aku Evelyn,” ucap Kenrick dengan kepalanya yang kini sudah menunduk dengan tatapan bersalahnya. Evelyn yang melihat hal tersebut hanya berdecih karena merasa Kenrick tengah melakukan drama.


“Kau tahu drama mu itu tak akan mempan untuk ku, dan lagi harusnya kau jadi aktor saja dari pada menjadi mafia,” kesal Evelyn pada Kenrick sambil menatap nyalang pada laki-laki di depannya tersebut yang kini sudah mendongakkan kepalanya menatap Evelyn dengan tatapan sesalnya.


“Aku serius Evelyn, maaf aku,” ucap Kenrick dengan helaan nafasnya. Dengan gerakan cepat kini laki-laki tersebut menarik Evelyn ke dalam pelukannya. Evelyn berusaha untuk meronta namun Kenrick menahan wanita tersebut dengan erat.


“Aku tak akan memundurkan pesta pernikahan kita, kita akan menikah sesuai persetujuan awal. Bagaimana jika besok aku menemanimu untuk mencoba gaun pernikahan?” tawar Kenrick yang kini berusaha untuk membujuk wanitanya tersebut. Evelyn terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya.


Merasa jika Evelyn sudah tenang Kenrick melepaskan pelukannya lalu menggenggam kedua tangan wanita nya tersebut. Kini tatapan Kenrick begitu serius menatap Evelyn, sebelum memulai ucapannya laki-laki tersebut menarik nafasnya dalam-dalam.


“Maaf karena aku masih menyimpan wanita saat aku sudah memilikimu, maaf atas perilaku ku pada mu selama ini. Aku berjanji Evelyn, dan aku akan mengusahakannya jika aku tak akan memilih wanita lain lagi selain dirimu, hanya kau Evelyn, hanya dirimu yang akan berada di sisi ku, hanya kau yang dapat memiliki ku,” ucap Kenrick dengan begitu lembutnya yang kini berhasil membuat Evelyn tanpa sadar meneteskan air matanya mendengar ucapan sederhana dari laki-laki nya tersebut.


Laki-laki yang berhasil masuk ke dalam hatinya yang terkunci rapat lalu menyembuhkan luka yang sudah begitu dalam itu kini menatap Evelyn dengan begitu dalam. Kenrick berhasil mendobrak hatinya dan membenarkan hatinya yang sudah hancur.


“Aku mencintai mu wanita ku,” ucap Kenrick sambil tersenyum dengan menenangkan untuk Evelyn, Hal tersebut membuat Evelyn tak tahan lagi, ia segera memeluk laki-laki nya tersebut dengan begitu erat membuat Kenrick tersenyum senang.


“Aku juga mencintai mu laki-laki ku,” ucap Evelyn yang kini sudah menumpahkan tangisnya karena terlalu terharu dan bahagia karena memiliki laki-laki seperti Kenrick di sisinya.


Ia begitu bersyukur karena Kenrick mau menerimanya dan menjadikannya ratu untuk laki-laki tersebut. Kenrick yang sebelumnya hanya dilingkupi kegelapan kini rasanya sudah berubah dan penuh warna yang melingkupinya. Mereka sama-sama beruntung memiliki satu sama lain.


*


Seperti yang sudah di rencanakan hari ini Kenick juga Evelyn akan menuju kantor tempat desainer terkenal yang mengurus gaun pernikahan mereka untuk melihat gaun pernikahan mereka.


Dengan begitu posesifnya kini Kenrick merangkul pinggang Evelyn dengan begitu erat memasuki kantor tersebut. Mila memang seorang CEO langsung dari sebuah perusahaan tekstil dan garmen yang begitu terkenal.


Bagi Evelyn satu kehormatan baginya karena yang mengurus gaun pernikahannya adalah CEO dari perusahaan besar yang memang ahli di bidangnya. Hanya orang tertentu saja yang bisa meminta CEO yang begitu terkenal tersebut untuk turun langsung dalam pekerjaan tersebut.


“Selamat datang Mr. Kenrick Ms. Evelyn,” ucap Mila dengan senyumannya yang membuat Kenrick mengangguk sambil menyalami Mila begitupun dengan Evelyn yang melakukan hal yang sama sambil tersenyum dengan lembut pada Mila.


“Wah Mila, apa ini gaun ku?” tanya Evelyn dengan tatapan berbinarnya melihat gaun indah di depannya tersebut.


“Iya Nyonya, namun semua ini masih belum selesai. Masih ada yang perlu ditambahkan, namun Anda bisa mencoba untuk ukurannya lebih dulu agar bisa bisa mengganti jika ada yang kurang pas,” ucap Mila pada Evelyn yang menjawabnya dengan anggukan.


“Mila, kau adalah seorang CEO tak perlu memanggil ku begitu,” ucap Evelyn merasa tak pantas di panggil dengan begitu terhormat oleh seorang CEO seperti Mila.


“Saya hanya pekerja Nyonya, karena perusahaan ini milik Tuan Kenrick,” ucap Mila yang kini berhasil membuat Evelyn menganga mendengarnya sambil menatap Kenrick dengan tatapan tak percayanya, sedangkan Kenrick kini sudah tersenyum bangga. Evelyn jadi penasaran sebenarnya seberapa banyak yang kekayaan yang dimiliki oleh laki-laki tersebut.


“Mari Nyonya saya akan membantu Anda untuk memakainya,” ucap Mila yang Evelyn balas dengan anggukan. Setelahnya wanita tersebut segera menuju ruang ganti bersama dengan Mila sedangkan Kenrick kini memilih untuk mencoba pakaiannya di ruangan lain.


Laki-laki tersebut hanya mencoba nya sebentar karena tak ingin memperlihatkannya pada pada Evelyn lebih dulu. Setelah mengganti dengan pakaiannya yang semula Kenrick segera keluar dari ruang ganti yang ternyata Evelyn belum selesai. Jadi ia memutuskan untuk bermain ponselnya saja dan menunggu wanitanya tersebut selesai dengan kegiatannya.


Hingga tak lama ia mendengar suara pembicaraan dari dua orang wanita yang terus mendekat membuat Kenrick segera menatap mereka untuk melihat penampilan Evelyn.


“Aku rasa semua ukurannya sudah pas, aku benar-benar merasa begitu puas,” ucap Evelyn yang kini sudah berjalan bersama dengan Mila di sampingnya yang hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Kedatangan kedua wanita tersebut membuat Kenrick tak sabaran. Namun saat melihat penampilan Evelyn ia berhasil dibuat menganga melihatnya.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.