Mafia's woman

Mafia's woman
Masalah Untuk Kenrick



Kenrick juga Evelyn baru saja sampai di depan Mansion besar milik Kenrick saat jam sudah menunjukkan pukul 10.15 PM namun para pelayan dan penjaga masih banyak yang berkeliaran, sepertinya mereka memang menunggu atasan mereka untuk pulang baru mereka bisa beristirahat. Sedangkan para pengawal memang selalu bergantian untuk berjaga.


Saat melihat mobil Kenrick yang datang para penjaga segera berlarian untuk membukakan pintu mobil untuk majikan mereka. Sean yang berada di sana langsung menghampiri Kenrick dan membisikkan sesuatu pada laki-laki tersebut.


Evelyn senang karena melihat Sean yang kini sudah pulih, namun melihat wajah tegang laki-laki tersebut membuat Evelyn mengerutkan keningnya bingung.


“Kau masuklah lebih dulu,” ucap Kenrick pada Evelyn dengan wajah seriusnya. Dapat Evelyn lihat wajah Kenrick mengeras dengan tangan yang terkepal menandakan laki-laki tersebut tengah menahan amarahnya.


"Kenrick. Apa yang terjadi Kenrick? Apa semuanya baik-baik saja?” tanya Evelyn sambil mengelus lengan Kenrick dengan lembut. Ia hanya khawatir jika terjadi sesuatu pada laki-laki tersebut.


“Semua baik-baik saja. Kembalilah ke kamar lebih dulu aku akan segera datang,” ucap Kenrick pada Evelyn sambil mengelus puncak kepala wanitanya tersebut hingga setelahnya laki-laki tersebut langsung pergi namun Evelyn menahan tangannya membuat Kenrick menolah dengan kerutan bingung di wajah laki-laki itu.


"Aku ingin ikut denganmu, Kenrick,” ucap Evelyn pada Kenrick. Ia tahu pasti tengah terjadi sesuatu pada laki-laki tersebut, karena tak hanya kali ini wajah laki-laki tersebut terlihat menegang setelah mendengar ucapan dari bawahannya, mengingat sebelumnya saat mendengar ucapan dari Maxi Kenrick juga terlihat begitu tegang dan marah.


“Menurutlah untuk kali ini dan kembali ke kamarmu,” tegas Kenrick yang setelahnya segera pergi. Evelyn hanya bisa menurut tak ada pilihan lain saat ketegasan sudah melingkupi laki-laki itu.


Evelyn akhirnya menuju kamarnya bersama dengan pelayannya yang kini mengikutinya menuju kamar wanita tersebut yang tengah begitu kesal karena Kenrick menyembunyikan sesuatu darinya.


***


Di sisi lain kini Kenrick berada di gedung tersembunyi yang berada di bagian barat dari  mansionnya. Dengan langkah besarnya diikuti dengan Sean di belakangnya kini laki-laki tersebut berjalan memasuki sebuah ruangan utama yang berada di lantai lima dari gedung tersebut.


“Apa semua sudah berkumpul?” tanya Kenrick pada Sean yang kini berjalan di belakangnya. Para karyawan yang berada di gedung tersebut langsung berdiri saat melihat atasannya tersebut.


Gedung tersebut adalah gedung yang digunakan untuk tempat pengamanan. Tempat pengawal juga para yang bertugas menjaga keamanan Kenrick dan keluarga Mafianya. Tak hanya itu bahkan di gedung tersebut terdapat penjara yang biasa Kenrick gunakan untuk tempat menyekap musuh dan para pengkhianat.


“Sudah Tuan,” ucap Sean yang membuat Kenrick menjawabnya dengan anggukan.


Setelah mereka segera masuk ke ruangan yang terlihat begitu luas tersebut dengan meja dan kursi panjang yang khusus digunakan untuk rapat Kenrick bersama keluarga Mafianya.


“Sudah ada info tentang siapa yang menyebarkan informasi keluarga kita pada Don?” tanya Kenrick saat laki-laki tersebut sudah duduk di kepala meja dengan tatapan tajamnya pada orang-orang di depannya.


Kini tak hanya Sean, namun juga Maxi, Jola, Jack, Steve. Juga keluarga Minor yang tak lain adalah keluarga Ronald.


“Kita masih mencarinya, orang ini main begitu rapi. Aku curiga dia adalah orang dalam,” ucap Jack dengan wajah seriusnya pada Kenrick. Kenrick memejamkan matanya sebelum tatapan tajamnya terlihat seolah siap untuk membunuh siapa saja.


“Siapa yang bisa melakukannya Jack, tidak mungkin di antara kita bukan? Kecuali mereka memang tengah berkhianat,” ucap Kenrick dengan tatapan tajamnya yang kini terarah pada Ronald yang sudah mengepalkan tangannya merasa tengah di sudutkan.


“Kau tengah menuduhku?” marah Ronald pada Kenrick yang kini sudah tersenyum evil sambil terkekeh mendengar ucapan Ronald yang masuk dalam pancingannya tersebut.


“Aku tak mengatakannya, namun setelah apa yang kau lakukan dan hukuman yang aku berikan siapa yang tahu jika kau tengah merencanakan sesuatu,” ucap Kenrick dengan seringainya yang membuat Ronald semakin mengepalkan tangannya. Rahang laki-laki tersebut kini sudah mengeras. Ayah Ronald yang berada di sana memijat keningnya.


“Bisa kita hentikan ini? Daddy harap ini memang bukan ulah mu. Dan Kenrick, lupakanlah masalah kemarin. Kau juga sudah mengambil alih kebun anggur yang di pegang oleh Ronald,” ucap Ivan menengahi. Saat kebun anggur yang begitu luas yang seharusnya menjadi milik keluarga Minor diambil alih oleh Kenrick, awalnya ia begitu marah namun setelah mengetahui apa yang dilakukan anaknya yang ternyata mencari masalah dengan Ronald akhirnya ia hanya bisa menerimanya.


“Keluarga Cap baru-baru ini mengimpor senjata ke wilayah kita Tuan,” ucap Sean yang sontak membuat mereka semua terkejut mendengarnya. Mereka bukanya tak tahu siapa yang baru saja Sean sebutkan tersebut.


“Mafia Meksiko?” tanya Kenrick karena merasa tak asing dengan nama keluarga yang Sean ucapkan. Mereka merupakan salah satu dari Mafia terkuat di Dunia, sama seperti kuartel yang Kenrick pimpin. Namun karena sering kali berebut klien ataupun kerja sama yang pernah Kenrick jalani namun Cap berbuat curang akhirnya mereka bermusuhan.


“Jack selidiki semua nya dengan jelas, Sean kau dan anak buah mu urus dan selidiki semua keluarga yang berada di wilayah kita,” perintah Kenrick memberikan instruksi pada Sean juga Jack. Kenrick merupakan pemimpin dari semua Mafia dan gangster yang berada di wilayahnya.


“Paman akan membantumu dan menyelidiki langsung ke Meksiko,” ucap Ivan yang kali ini menawarkan diri.


Ronald di ujung sana terlihat hanya diam saja dengan tangannya yang mengepal sempurna.


“Bawa Maxi bersama paman,” ucap Kenrick yang sudah mempercayai Maxi juga pamannya tersebut. Jika ada yang tidak Kenrick percaya dalam keluarganya, orang itu hanyalah Ronald.


“Tentu,” ucap Ivan yang membuat Kenrick mengangguk sambil tersenyum ke arah pamannya tersebut.


“Ini sudah larut lebih baik kita istirahat. Laporkan semua perkembangannya pada ku,” ucap Kenrick tegas yang di jawab dengan anggukan kompak oleh semua orang yang berada di sana.


Setelahnya Kenrick segera berjalan menuju Mansion utama, lebih temannya menuju kamarnya untuk melihat wanitanya yang tadi ia tinggalkan. Kenrick tahu Evelyn pasti tengah marah padanya. Namun ia tak ingin Evelyn mengetahui apapun tentang pekerjaannya.


Saat Kenrick baru saja masuk ke kamarnya ternyata wanita nya tersebut sudah terlelap membuat Kenrick tersenyum melihatnya. Akhirnya ia memilih untuk menuju ke arah balkon sekedar menyesap rokoknya. Saat sedang kacau seperti ini Kenrick memang terasa begitu tenang dengan segelas minuman beralkohol juga sebatang nikotin.


Ia kini hanya berharap agar semua masalah yang menimpanya bisa selesai sebelum pernikahannya.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.