Mafia's woman

Mafia's woman
Pertemuan



Evelyn langsung merebahkan tubuhmu saat sampai di kamarnya yang terasa begitu nyaman. Rasanya begitu lelah saat ikut dengan Kenrick ke kantor. Meski di sana ada kamar, tapi tetap saja terasa lelah dan tak terasa nyaman seperti di Mansion. Evelyn pun berbaring di atas kasur sejenak, bergantian menunggu Kenrick yang tak kunjung keluar dari kamar mandi.


Cklek!


Evelyn segera bangun dan terkejut saat melihat Kenrick keluar hanya menutupi bagian bawahnya saja melihat hal tersebut memelototkan matanya sempurna. Evelyn meneguk saliva susah payah saat melihat tubuh Kenrick yang tercetak begitu sempurna.


“Kau ingin menyentuhnya hm?” tanya Kenrick dengan nada menggodanya sambil tersenyum evil ke arah Evelyn yang sudah memelototkan matanya mendengar ucapan Kenrick tersebut. Kini ia benar-benar dibuat gelagapan dengan ucapan laki-laki tersebut.


"Aku… hm... aku rasanya sangat lelah, besok aku tak ingin lagi ikut ke kantor,” ucap Evelyn berusaha untuk mengalihkan pembicaraan mereka. Kini bahkan pipinya sudah bersemu merah karena laki-laki tersebut sedangkan sang tersangka kini maah terkekeh dengan  begitu puasnya saat melihat Evelyn yang salah tingkah tersebut.


“Baiklah, nikmati waktumu di rumah. Besok aku akan ada perjalanan bisnis jadi mungkin aku akan pulang larut malam,” ucap Kenrick memberitahu Evelyn agar gadis tersebut tak menunggunya pulang.


Tanpa mengatakan apa pun Evelyn langsung pergi menuju kamar mandi tapi Kenrick malah menahan lengannya membuat gadis tersebut membalikkan tubuhnya dan mengerutkan keningnya bingung.


“Aku akan meminta pelayan untuk datang dan membantumu,” ucap Kenrick yang hanya Evelyn balas dengan anggukan. Setelahnya ia kembali berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa begitu lengket.


“Setelah selesai segera turun untuk makan malam sebelum pergi,” ucap Kenrick lagi yang masih bisa Evelyn dengar. Di kamar mandi Evelyn hanya menghela napas lalu mulai membersihkan tubuhnya yang terasa lelah.


Tak membutuhkan waktu lama untuknya membersihkan tubuh. Evelyn segera keluar dari kamar mandi dan ternyata di kamarnya kini sudah ada pelayan yang diperintahkan untuk membantunya bersiap dengan membawa berbagai pakaian juga hils.


“Nona,” ucap seorang wanita yang kini tersenyum pada Evelyn yang membuat Evelyn juga tersenyum ke arahnya dengan tatapan terkejut.


“Kau sudah di pindahkan?” tanya Evelyn pada wanita tersebut yang tak lain adalah Vera. Mendengar hal tersebut Vera menjawabnya dengan sebuah anggukan.


“Seperti yang sudah Anda lihat Nona. Dan semua ini berkat Anda, terima kasih Nona,” ucap Vera dengan senyuman tulusnya yang di jawab dengan anggukan oleh Evelyn.


“Nona, pakaian-pakaian ini yang Tuan pilihkan untuk Anda, Anda bisa memilihnya,” uap Jessie sambil memperlihatkan berbagai macam gaun pada Evelyn. Mendengar hal tersebut Evelyn mengalihkan perhatiannya pada gaun tersebut dan ia menjawabnya dengan anggukan lalu segara duduk di kursi rias, membiarkan para pelayan tersebut melakukan tugasnya. Setelah selesai dengan make-up nya, para pelayan segera meminta Evelyn untuk memilih pakaian yang akan Evelyn kenakan.


Setelah selesai memilih pakaian yang akan digunakan Evelyn segera keluar bersama dengan para pelayan menuju ruang makan untuk makan malam sesuai yang Kenrick katakan. Mendengar suara langkah kaki yang mendekat, Kenrick yang tengah duduk di meja makan sambil menyibukkan diri dengan iPad nya segera menoleh ke arah asal suara hingga senyumannya mengembang dengan begitu sempurna saat melihat siapa yang datang.


“Kau terlihat begitu cantik. Ah sial, rasanya aku tak ingin berbagi dengan yang lain. Aku ingin menyimpanmu untukku sendiri,” ucap Kenrick yang kini sudah berdiri dan melangkah ke arah Evelyn. Mendengar hal tersebut Evelyn memutar bola matanya malas.


"Berhentilah berbicara, aku akan menikmati makananku,” tegas Evelyn yang memilih untuk segera duduk kursinya. Melihat hal tersebut Kenrick akhirnya memilih mengalah dan kembali duduk di tempatnya. Evelyn begitu kesal mendengar Kenrick yang suka berbicara itu.


“Baiklah, cepat selesaikan makanmu,” ucap Kenrick pada Evelyn dengan senyumannya. Namun Evelyn tak menghiraukan ucapan Kenrick dan segera menyelesaikan makannya. Setelah selesai makan malam Kenrick segera merangkul pinggang Evelyn dengan begitu posesif lalu segera berjalan menuju mobil yang kini sudah berjejer rapi untuk mengantar mereka menuju tempat meeting Kenrick.


Di mobil tak ada yang membuka pembicaraan hingga mereka akhirnya sampai di sebuah klub besar yang begitu terkenal di tempat tersebut. Evelyn mengerutkan keningmu bingung, bukankah laki-laki itu mengatakan akan melakukan pertemuan lalu untuk apa mereka malah ke klub. Tatapannya kini sudah berubah menjadi begitu tajam pada Kenrick


"Kau membohongiku ya? Kenapa juga kita kesini?! Jangan bilang, kau akan mempertemukanku dengan jalangmu!” Marah Evelyn pada Kenrick, tatapannya kini sudah begitu tajam bahkan ia seperti siap membunuh Kenrick kapan saja. Mendengar ucapan Evelyn tersebut Kenrick menghela nafasnya kasar.


“Kau berpikir terlalu jauh, Sayang. Aku sudah bilang kan, aku akan melakukan pertemuan,” ucap Kenrick yang berusaha untuk bersabar menghadapi gadis nya tersebut yang memang suka sekali meledak-ledak.


Tanpa mengatakan apapun walau rasa penasarannya cukup tinggi Evelyn tetap mengikuti Kenrick saat laki-laki itu turun dari mobil setelah pintu dibukakan oleh para pengawalnya.


Saat memasuki klub lengan Kenrick tak pernah lepas dari pinggang Evelyn, merangkulnya dengan begitu posesif. Bahkan sering kali laki-laki itu menatap tajam pada laki-laki lain yang berusaha menyentuh Evelyn dan menepis tangan nakal yang masih saja berusaha untuk menyentuh Evelyn padahal mereka sudah melihat keberadaan Kenrick di sana.


“Tunggu lah di sini bersama Sean. Tunggu saja aku kembali. Jangan pergi kemanapun,” ucap Kenrick memperingati Evelyn yang di jawab dengan anggukan patuh oleh Evelyn.


Sean yang juga mendapat perintah dari atasannya tersebut hanya mengangguk lalu tak lama Kenrick dan Maxi- kaki tangan Kenrick yang merupakan orang kepercayaan orang tua kenrick dulu-  segera pergi memasuki sebuah ruangan VVIP yang berada di sana. Evelyn dan Sean memilih untuk duduk di meja bar menunggu Kenrick yang mengatakan akan menyusul.


"Pertemuan seperti apa yang berada di tempat seperti ini?” tanya Evelyn sambil melihat ke sekitar melihat tempat yang dipenuhi dengan banyaknya orang mabuk atau orang yang tengah bercumbu dan orang yang sibuk menari di dance floor.


“Kau tak perlu tahu Nyonya. Tak akan menguntungkan maupun merugikan juga bagimu,” tukas Sean dengan datarnya. Evelyn melihat sejenak pada Sean menatap kesal pada laki-laki datar di sampingnya tersebut. Laki-laki wajah tembok yang tak memiliki ekspresi.


Sean hanya menatap Evelyn datar. Evelyn hanya mengacuhkannya lalu segera memesan minuman kembali setelah minumannya sudah tanda. Sudah menunggu cukup lama namun Kenrick tak juga datang, Evelyn mulai jenuh dan memesan lagi minuman ketiga kalinya. Evelyn takut, semakin lama ia berada dalam kebosanan ini ia akan mabuk dan tak sadarkan diri karena akan terus memesan minuman untuk menghilangkan mabuknya.


"Segelas wine,” ucap Evelyn yang kembali memesan minumannya tersebut. Mendengar hal tersebut Sean segera melihat ke arah Evelyn dengan tatapan mencemooh nya.


“Ku kira kau gadis suci,” komentar Sean pada Evelyn saat melihat bagaimana Evelyn yang sudah memesan minuman beberapa kali namun masih tak terlihat jika gadis tersebut sudah mabuk. Ia jadi penasaran seberapa kuat gadis tersebut minum.


"Aku memang suci, tapi bukan berarti aku tak pernah minum,” kesal Evelyn menjawab ucapan Sean. Sean sendiri yang berekspektasi baik tentangnya namun saat ekspektasi tersebut dipatahkan ia malah seolah menyalahkannya.


“Aku lupa kau tak benar-benar polos,” ucap Sean lagi yang kali ini sontak membuat Evelyn yang sedari tadi melihat ke arah sekumpulan orang yang sibuk menari tersebut ke arah Sean dengan tatapan datarnya.


"Kau terlalu banyak bicara Sean. Mengapa Kenrick belum datang?” kesal Evelyn karena sudah lama ia menunggu namun Kenrick tak juga datang. Ia mulai bosan. Rasanya jika begini lebih baik ia berada di rumah dan menikmati malam santainya.


“Mungkin masih ada yang harus diurus,” jawab Sean berusaha untuk menahan Nona nya tersebut agar tak masuk ke ruangan tersebut dan membuat kekacauan karena rasa bosannya itu.


"Aku bosan berlama-lama denganmu aku akan ke dance floor,” ucap Evelyn yang akhirnya segera turun dari kursinya dan berniat untuk menuju dance floor dengan sempoyongan. Melihat hal tersebut Sean berdecak ia kira gadis tersebut tak mabuk sama sekali ternyata gadis tersebut hanya pandai menutupinya saja. Terbukti saat turun dari kursi bar saja ia sudah sempoyongan.


“Duduklah dengan tenang Nona,” ucap Sean yang menarik tangan Evelyn berusaha untuk membuat Evelyn kembali duduk di tempatnya. Evelyn mengerucutkan bibirnya sambil menatap kesal ke arah Sean yang akhirnya membuat nya diam dalam duduknya.


"Aku sangat bosan Sean, lihatlah di sana terlihat lebih menyenangkan,” ucap Evelyn sambil menunjuk ke arah Dance floor yang terlihat begitu menyenangkan di sana. Melihat hal tersebut Sean menggelengkan kepalanya. Sepertinya Evelyn memang sudah mabuk bicara pun sudah sedikit melantur.


“Jika di sana ada yang menyentuhmu, maka tuan akan menghabisiku,” ucap Sean berusaha untuk meminta Evelyn untuk memahaminya.


"Itu bukanlah urusanku,” ucap Evelyn yang sama sekali tak peduli dan kini hanya menatapnya dengan datar.


“Dan aku tak yakin tuan juga tak akan menghukummu,” ucap Sean yang kali ini berhasil membuat Evelyn akhirnya memilih untuk mengalah.


"Ck kalian sama saja! Aku akan menyusul Kenrick saja. Aku benar-benar bosan berada di dekatmu,” kesal Evelyn. Setelah nya gadis tersebut kembali berdiri namun laki-laki Sean malah menahannya yang membuat Evelyn mendengar kesal karena nya.


“Nona tunggulah sebentar lagi,” ucap Sean berusaha untuk menahan Evelyn. Taunnya sudah memerintahkannya untuk menjaga gadis tersebut dan melarangnya untuk masuk. Ia tentu tak bisa membantah Tuannya tersebut atau ia akan kehilangan nyawanya.


Bukannya mendengarkan ucapan Sean Evelyn kini malah langsung berlari menuju ke arah ruangan VVIP tersebut. Melihat hal tersebut Sean mendengus kesal sambil memelototkan matanya dan segera mengejar Evelyn.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.