Mafia's woman

Mafia's woman
Chicago?



Kenrick mengusap wajahnya gusar. Seharian ini ia sudah begitu lelah. Namun sebelum ia menemukan Evelyn rasanya ia belum bisa tidur dengan nyenyak. Kini bahkan laki-laki tersebut tengah berada di ruang pengawas bersama dengan Jola serta pekerja lainnya untuk mengawasi kamera CCTV di depan sebuah layar besar yang berada di depannya.


“Bagaimana Jol?” tanya Kenrick pada Jola yang sedari tadi begitu sibuk dengan layar di depannya. Saat melihat Jola yang menatap serius pada satu layar membuat mereka langsung mendekatkan tubuh mereka pada layar tersebut.


“Seperti yang dikatakan oleh Sean, Tuan. Sean memang mengantar nyonya ke bandara. Lihat lah,” ucap Jola dan memperbesar layar CCTV di bandara. Tak sulit untuk Kenrick bisa melakukannya mengingat ia memiliki anak buah yang begitu hebat. Bahkan laki-laki tersebut bisa dengan mudah menyadap apapun, bahkan jika memang harus ada izin juga Kenrick bisa melakukannya.


Kenrick kini mengepalkan tangannya saat melihat apa yang tersaji di depannya. Bagaimana Evelyn yang bisa berada dalam pelukan Sean. Rasanya ia begitu tak rela wanitanya berada dalam pelukan laki-laki lain. Apalagi Kenrick tahu jika Sean menyukai wanitanya tersebut.


“Segera periksa kemana Evelyn pergi,” ucap Kenrick dengan tegas memerintahkan bawahannya tersebut.


Kenrick menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi dengan begitu lelah. Sedangkan Jola kini sudah menghubungi Jack yang tengah pergi bersama bawahannya untuk mencari keberadaan Evelyn dengan alat pelacaknya.


“Tuan tidak kah sebaiknya kita bertanya pada Sean, jelas Sean lebih mengetahui semuanya,” ucap Jola dengan hati-hati karena tak ingin memancing amarah Kenrick yang sudah siap meledak kapan saja.


“Kau pikir Sean akan memberitahu ku? Memang aku yang membayarnya namun ia sudah menyerahkan hatinya untuk Evelyn. Jelas laki-laki sialan itu tak akan memberitahuku,” ucap Kenrick dengan tajam. Jola yang mendengar ucapan Kenrick cukup terkejut. Ia terlalu sibuk dan selalu berada di ruang pengawas hingga tak mengetahui jika ada berita menghebohkan tersebut. Sean yang ia pikir Gay kini malah mencintai istri majikannya? Sungguh tindakan yang begitu berani. Namun Jola tahu, itulah Sean. Misterius, pemberani, dan sulit di tebak.


“Aku rasa jika begitu Sean tak akan sesederhana ini tuan,” ucap Jola yang sudah begitu mengenal Sean yang memang begitu cerdas. Selain orang kepercayaan Kenrick sekaligus asisten Kenrick. Namun di dunia mafia Sean adalah seorang consigliere yang begitu disegani karena kecerdasannya.


“Aku tahu, jadi kita harus teliti. Jangan lewatkan hal kecil apapun,” tegas Kenrick yang setelahnya segera pergi dari ruang pengawas. Tubuhnya kini sudah begitu lelah dan ia kini butuh berendam. Menghiraukan jam yang kini sudah menunjukkan pukul 12.15 yang ia butuhkan kini adalah menyegarkan tubuhnya.


Kenrick kini memejamkan matanya sambil menikmati tubuhnya yang kini sudah terendam oleh air. Pikirannya kini melayang pada kejadian sore tadi. Ia tak menyangka jika tindakannya dan sikap nya yang terlalu mementingkan dirinya sendiri kini malah membawa Evelyn pergi darinya.


Menurut Kenrick tindakannya tadi hanya untuk menghindari pertengkaran antara Evelyn dan Razita. Kedua perempuan tersebut adalah orang yang ia sayang namun jelas dengan makna yang berbeda. Evelyn adalah wanitanya dan Razita adalah sahabatnya.


“Evelyn, dimana kau sayang?” gumam Kenrick dengan tanpa terasa air matanya sudah mengalir membasahi pipi nya kala mengingat tentang wanitanya tersebut yang kini malah pergi darinya.


***


Steve membawa nampan berisi makanannya lalu membuka sebuah pintu yang dibuat dari kaca. Di dalam sana seorang laki-laki kini duduk di tepi ruangan. Melihat hal tersebut Steve menghembuskan nafasnya lalu segera ikut duduk di samping laki-laki tersebut dan meletakkan nampan yang dibawanya.


“Makan lah lebih dulu, aku tau kau pasti lapar,” ucap Steve pada laki-laki di depannya yang tak lain adalah Sean. Persahabatan kedua laki-laki tersebut memang begitu erat. Apa lagi memang yang selama ini berada di samping Kenrick sedari laki-laki tersebut kecil adalah Sean dan Steve hingga mereka bersahabat dan menjadi saudara karena hubungan tersebut.


“Seharusnya kau tak perlu repot membawakan ku makanan Steve. Jika Tuan tahu dia akan menghajar mu,” uca Sean sambil berusaha menahan sakit di perut nya karena pukulan yang Kenrick berikan padanya.


“Tak masalah, aku siap menanggungnya. Bagaimana bisa aku melihat saudara ku seperti ini?” tanya Steve dengan dengusan kasarnya yang membuat Sean terkekeh mendengar ucapan Steve.


“Aku membawakan obat untuk mu. Biar aku mengobatimu setelah kau makan,” ucap Steve yang di jawab dengan anggukan oleh Sean. Akhirnya Sean memakan makannya dengan lahap karena ia memang sudah begitu lapar. Terakhir ia hanya makan siang dan sampai sekarang ia belum makan lagi.


“Apa yang sebenarnya terjadi hingga kau seperti ini Sean? Apa kau berselingkuh dengan Nyonya?” tanya Steve yang memelankan suara di akhir ucapannya karena takut ada yang mendengarnya.


“Meskipun aku mencintainya. Aku tak akan melakukan hal rendahan itu. Aku adalah anjing yang mengetahui siapa pemiliknya. Tak mungkin aku menggigit pemilikku sendiri,” ucap Sean tegas yang membuat Steve mendengus sambil menganggukkan kepalanya. Ia sudah mengenal Sean begitu lama, jadi ia tentu tahu jika Sean tak akan melakukan hal bodoh tersebut.


“Lalu apa yang terjadi sebenarnya?’ tanya Steve penasaran. Sampai saat ini tak ada yang mengetahui alasan kepergian Evelyn kecuali Kenrick, Sean, juga Jessie. Hingga banyak gosip yang menyebar jika Evelyn pergi setelah ketahuan berselingkuh dengan Sean.


“Evelyn melihat Tuan yang sedang berada di mall bersama dengan Razita. Padahal sebelumnya Tuan mengatakan jika ia akan meeting,” ucap Sean menjelaskan yang tentu saja membuat Steve terkejut karena tak menyangka jika Tuannya tersebut bisa berbohong hanya demi Razita. Apa lagi wanita yang di bohongi adalah calon istrinya.


“Maksudku Nyonya pasti akan marah dan mengajak Taun pulang, namun mengapa bisa berbeda?” tanya Steve menjelaskan. Sean menjawabnya dengan anggukan mengerti apa yang dimaksud oleh laki-laki tersebut.


“Karena Tuan yang meminta Evelyn untuk pulang bersama ku, dan dia harus mengantar Razita,” ucap Sean yang kembali membuat Steve terkejut. Tak menyangka jika Taunnya tersebut akan menyakiti Evelyn seperti itu.


“Aku tak menyangka Tuan bisa bersikap seperti itu. Aku kira Tuan begitu mencintai Nyonya,” ucap Steve sambil menggelengkan kepalanya. Kini ia malah penasaran. Apa yang sebenarnya Tuannya tersebut inginkan. Setelah seolah membuat Evelyn kini Tuannya malah kembali mencarinya seolah tak mau kehilangan. Padahal jelas sebelumnya begitu mengacuhkan Nyonya nya hanya demi Razita. Bukan hanya sekali namun berkali-kali.


“Lalu, dimana Nyonya sekarang berada?” tanya Steve mendekatkan dirinya pada Sean dengan penasaran.


“Siapa yang kau dukung?” tanya Sean menaikkan sebelah alisnya. Ia hanya ingin memastikan saja agar info tentang Evelyn tak tersebar.


“Tentu saja kebenaran,” tegas Steve pasti.


“Chicago?!” ucap Sean santai. Ekor mata Sean dapat menangkap seseorang yang kini tengah memperhatikan mereka.


“Chicago?” tanya Steve mengulangi yang Sean balas dengan anggukan sambil mengisyaratkan pada Steve jika ada yang menguping mereka. Steve yang mengerti menganggukkan kepalanya.


“Bukankah kota arsitektur sangat cocok untuk antena amerika sebagai rumah?” tanya Sean yang membuat Steve menaikkan sebelah alisnya bingung mendengar ucapan Sean.


Namun tak lama Steve tersenyum karena mengerti apa yang dimaksud oleh Sean.


“Kalau begitu aku pergi dulu. Aku akan membantumu,” ucap Steve yang Sean balas dengan anggukan.


Setelahnya laki-laki tersebut segera pergi sambil membawa nampan juga kotak obat yang dibawanya.


“Aku harap kau baik-baik saja Eve,” ucap Sean yang setelahnya memilih untuk beristirahat.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.