Mafia's woman

Mafia's woman
Pelakor Baru



Suara ketukan pintu mengalihkan pikiran Evelyn yang tengah memikirkan antara bertahan dan mulai menerima Kenrick. Selama dua bulan lebih Evelyn tinggal bersama Kenrick membuat perasaan yang tak seharusnya tumbuh kini malah tumbuh dan membuatnya bingung. Entah perasaan apa ini tapi Evelyn merasa mulai nyaman saat bersama dengan Kenrick. Perhatian yang Kenrick berikan benar-benar mampu untuk menggoyahkan perasannya.


Suara ketukan pintu kembali terdengar yang berhasil membuat gadis yang kini tengah duduk di meja kebesaran Kenrick sambil melihat ke arah jendela besar yang mengarah pada jalan raya juga gedung tinggi di depannya tersebut menarik nafas dalam.


"Masuk,” ucap Evelyn setelah membalikkan kursinya tersebut. Setelah mengatakan hal itu tak lama sekretaris baru Kenrick datang memasuki ruangan. Laki-laki tersebut menundukkan kepalanya sekedar memberi hormat pada atasannya tersebut.


“Nyonya, tuan meminta saya membawakan ini untuk Nyonya,” ucap sekertaris Kenrick yang tak lain bernama Sean tersebut sambil memberikan box berisi makanan pada Evelyn dengan meletakkannya di atas meja yang berada di dekat sofa ruangan tersebut.


"Terima kasih,” ucap Evelyn dengan begitu tulisnya yang di jawab dengan anggukan oleh Sean. Setelah mengantarkan apa yang Kenrick perintahkan Sean segera berpamitan untuk pergi


Melihat kepergian Sean dengan segera Evelyn berjalan ke arah sofa untuk melihat apa saja yang dibawakan untuknya. Setelah melihat makanan tersebut ternyata berisi Pizza dan makanan cepat saji lainnya.


"Dia hanya memberikan makan, tanpa tahu aku kebosanan,” dengus Evelyn dengan kesalnya namun tetap saja akhirnya ia memilih untuk memakan makanan tersebut daripada hanya diam saja tanpa melakukan apapun. Bahkan rasanya ia sudah lelah menghitung jendela yang berada di gedung seberang.


Saat sedang asyik menikmati makanannya tersebut tiba-tiba saja suara pintu dibuka membuat Evelyn menoleh. Penasaran siapa yang datang tanpa tau sopan santun karena tak mengetuk pintu, awalnya ia berpikir jika orang tersebut adalah Kenrick karena ia adalah pemilik ruangan namun ternyata ia salah karena yang datang adalah seorang gadis cantik dengan pakaian seksinya yang kini masuk ke ruangan Kenrick dengan wajah angkuhnya. Di belakang gadis itu Steve berdiri dengan wajah tegasnya.


“Nona Razita Anda bisa keluar tanpa saya paksa,” ucap Steve dengan begitu tegasnya pada wanita tersebut yang ternyata bernama Razita. Wanita tersebut kini menatap Steve dengan tatapan tajamnya.


“Siapa kau berani melarang ku?” ucap Razita dengan begitu tajamnya pada Steve yang sama sekali tidak takut pada tatapan wanita tersebut.


Evelyn hanya terdiam melihat pertengkaran tersebut dan masih sibuk dengan makanannya tanpa peduli dengan kedua orang tersebut yang masih tak menyadari keberadaan Evelyn. Hingga tak lama wanita tersebut menyadari keberadaan Evelyn yang sontak membuatnya memelotot melihat keberadaan Evelyn.


“Siapa kau berani sekali berada dalam ruangan Kenrick?” marah Razita pada Evelyn yang kini malah mengerutkan keningnya bingung melihat gadis tersebut. Evelyn jadi berpikir jika wanita tersebut adalah satu wanita simpanan Kenrick. Kini ia jadi berpikir ada berapa banyak wanita yang laki-laki tersebut memiliki?


"Apa perlu untukku mengatakannya? Jika aku adalah calon istri Kenrick,” tanya Evelyn dengan begitu angkuhnya sambil mengelap tangannya dengan tisu yang berada di sana.


Wanita di depan Evelyn terdiam mendengar ucapan angkuh gadis tersebut dengan ekspresi yang sudah menganga. Sebelum tawa wanita tersebut memenuhi ruangan tersebut yang sukses membuat Evelyn menaikkan sebelah alisnya bingung, untuk apa wanita tersebut tertawa padahal ia sama sekali tidak sedang melakukan hal lucu.


“Aku rasa kau terlalu banyak berhalusinasi dan berharap,” ucap wanita tersebut masih dengan sisa tawanya yang membuat Evelyn memutar bola matanya malas mendengar ucapan wanita tersebut.


"Apa kau tak memiliki sopan santun? Hingga masuk ruangan orang tanpa mengetuk pintu?” tanya Evelyn dengan begitu sinisnya pada wanita tersebut. Ia sama sekali tak peduli dengan ucapan wanita tersebut yang tengah menghinanya tersebut.


“Untuk apa mengetuk pintu untuk masuk ke ruangan kekasihku?” tanya Razita dengan senyuman bangganya yang terlihat tengah menyombongkan tentang statusnya pada Evelyn. Mendengar hal tersebut Evelyn memutar matanya malas.


"Cih! Lihatlah, ternyata tadi kau memang sedang mendeskripsikan tentangmu,” ucap Evelyn dengan senyuman sinianya pada Razita yang kini sudah memelototkan matanya mendengar ucapan Evelyn tersebut.


"Bangunlah jangan bermimpi terlalu jauh atau sepertinya posisi tidurmu salah,” tawa Evelyn dengan begitu sinis lalu segera menegak minumannya hingga tandas. Setelahnya ia segera berdiri dan berjalan ke arah meja kebesaran Kenrick dengan bersedekap dada.


“Ck, padahal itu adalah sebuah fakta! Bahkan aku akan segera menikah dengan Kenrick,” bangga Razita yang kini malah membuat Evelyn menampilkan ekspresi pura-pura terkejut.


"Benarkah?” tanya Evelyn dengan pura-pura terkejut lalu saat ia sudah berada di meja Kenrick ia mengambil sebuah foto yang berada di meja tersebut dengan tatapan cemberutnya.


"Siapa yang sebenarnya sedang berhalusinasi?  Apa Kenrick? Hingga dia memasang fotoku bukan dirimu, padahal jelas-jelas kau adalah calon istrinya,” ucap Evelyn dengan wajah cemberutnya sambil menunjukkan sebuah foto yang berada di sana foto yang tak lain adalah fotonya yang memang ada di sana.


Melihat hal tersebut Razita mengepalkan tangannya menahan amarah melihat Evelyn menang. Selama ini ia tak menyadari keberadaan foto tersebut karena memang biasanya ia datang hanya untuk bercinta dengan Kenrick.


“Pertahankan sikap angkuhmu itu hingga aku akan membuatnya runtuh,” kecam Razita dengan begitu tegasnya pada Evelyn. Amarahnya kini sudah terlihat dengan begitu jelas namun tentu Evelyn sama sekali tidak peduli akan hal tersebut. Karena baginya tak akan sulit untuk menangani wanita tersebut. Kini ia tak ingin lagi ada siapapun yang berani untuk menindas dan menyakitinya. Apa yang telah Karel dan Maria torehkan untuk Evelyn benar-benar mengubah gadis tersebut menjadi lebih kuat.


“Baik Nyonya,” patuh Steve pada Evelyn setelah mengatakan hal tersebut Steve langsung menarik tangan Razita untuk keluar.


“Berani sekali kau Steve, dan kau wanita sialan,” sentak Razita melepaskan dirinya dari Steve dan kini menunjuk wajah Evelyn dengan begitu amarahnya.


"Wanita sialan? Apa aku tak salah dengar?” sinis Evelyn pada Razita.


"Kau lah yang wanita sialan,” maki Evelyn dengan begitu santainya yang kini malah semakin menyulut amarah wanita tersebut.


“Nyatanya kau memang wanita sialan? Jelas akulah yang lebih dulu mengenal Kenrick,” marah Razita karena ia sudah mengenal Kenrick begitu lama namun kini tiba-tiba saja Evelyn datang dan mengaku sebagai calon istri Kenrick memangnya siapa yang tak akan marah dan patah hati? Ia sudah menaruh hati pada Kenrick namun nyatanya laki-laki tersebut hanya menganggapnya wanita penghibur. Sangat miris bukan?


"Lama belum tentu serius. Siapa yang tahu dia hanya singgah untukmu dan sungguh untukku? Dia hanya menggunakanmu sebagai ******,” ucap Evelyn dengan begitu santainya sambil tersenyum dengan begitu sinisnya pada Razita yang sudah tak bisa lagi menahan amarahnya.


“Sialan, beraninya kau,” marah Razita menunjuk wajah Evelyn dengan telunjuknya. Menatap geram pada Evelyn yang kini masih santai di tempatnya berdiri. Tak bisa lagi menahan amarahnya gadis tersebut sudah akan mendekati Evelyn namun Steve yang selalu sigap segera menarik Razita lebih dulu.


“Aku akan mengatakan pada Kenrick tentang sikapmu ini,” marah Razita yang sudah lebih dulu diseret keluar oleh Steve. Razita terus saja meronta saat Steve membawanya keluar paksa namun kekuatan Steve jelas tak seimbang dengannya.


"Lakukan lah, jika kau bisa membuatnya melepaskanku. Akan kuberikan kau satu juta dolar,” ucap Evelyn dengan angkuhnya. Baginya ini juga cara yang bagus untuk keluar dari kurungan Kenrick. Memikirkan begitu banyak wanita yang berada di sekitar Kenrick kini jadi membuat Evelyn sudah tak ingin lagi untuk memikirkan untuk bisa menerima Kenrick. Jadi lebih baik ia segera pergi dari sangkar emasnya tersebut. Hidup dengan mewah namun tak membuatnya bahagia untuk apa?


Ia hanya ingin kembali pada kehidupannya yang dulu namun terasa begitu tentram dan begitu nyaman daripada hidup dalam sangkar emas namun begitu banyak yang harus ia hadapi.


Evelyn kini memilih untuk duduk di kursi kebesaran Kenrick lagi sambil melihat ke arah gedung di depannya dengan tatapan bingung dan gusar. Evelyn menghembuskan nafasnya kasar sambil memijat pangkal hidungnya.


“Jika dia memang bisa, dari mana kau akan mendapatkan satu juta dolar itu? Bodoh. Aku memang bodoh,” maki Evelyn pada dirinya sendiri merutuki mulutnya yang asal bicara tersebut. Namun ia tetap akan memberikannya sebagai imbalan karena telah melepaskannya. Sepertinya memang ia harus membawa semua barang yang Kenrick berikan untuknya dan menjualnya.


"Sudahlah tak usah memikirkannya. Lebih baik aku melanjutkan makanku. Memikirkannya tak akan membuat perutku kenyang,” ucap Evelyn yang kini kembali bangkit dari posisinya da memilih untuk memakan kembali makannya. Melawan Razita sepertinya membuatnya kehilangan banyak tenaga jadi sekarang ia harus mengisi tenaganya lagi.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.