Mafia's woman

Mafia's woman
Kembali Bersama



Pagi-pagi sekali kini Evelyn sudah bangun dari tidur pulasnya, namun seperti hari-hari sebelumnya kini ia tak mendapati Kenrick di sampingnya. Sudah tiga hari laki-laki tersebut tak menampakkan wajahnya di depan Evelyn.


Ia tak tahu ada apa dengan laki-laki tersebut. Evelyn hanya mengira jika ia masih marah pada Evelyn jadi Evelyn memilih untuk diam dan membiarkan Kenrick melakukan apa yang ia mau. Kenrick benar-benar menghindari Evelyn dengan berangkat ke kantor begitu pagi dan pulang begitu malam.


Bahkan saat hari minggu seperti ini pun ia tak dapat melihat Kenrick di sampingnya saat ia terbangun dari tidurnya. Evelyn menghembuskan nafasnya kasar lalu memilih untuk segera berjalan ke arah kamar mandi sekedar mencuci wajahnya dan sikat gigi karena pagi ini ia ingin olah raga di tempat Gym di rumah Kenrick.


“Ini baru jam tujuh, tapi Kenrick sudah tak ada. Kemana laki-laki tersebut pergi sepagi ini? Apa lagi ini hari minggu,” ucap Evelyn yang bermonolog memikirkan tentang Kenrick yang benar-benar menghindarinya akhir-akhir ini.


Seharusnya ia merasa senang bukan? Namun nyatanya ia malah merasa kehilangan juga kesepian tanpa adanya pertengkaran juga perdebatan dari laki-laki tersebut.


Merasa tak ingin lagi memikirkan tentang laki-laki tersebut Evelyn memilih untuk segera menyelesaikan kegiatannya lalu segera keluar dari kamarnya. Saat sampai di depan kamarnya yang ternyata disana sudah ada pelayan yang menunggunya. Ia jadi berpikir jam berapa sebenarnya para pelayan tersebut datang?


“Kalian sudah berada di sini?” tanya Evelyn pada Jessie yang menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.


“Aku ingin olah raga,” ucap Evelyn lalu segera berjalan menuju ke arah lift untuk menuju ke lantai atas yang memang disediakan tempat gym. Lantai atas memang dikhususkan untuk berbagai fasilitas yang berada di rumah tersebut.


Saat sampai di ruang gym Jessie segera membukakan pintu untuk Evelyn. Saat baru saja masuk Evelyn di buat terkejut karena di sana juga ada Kenrick yang kini ternyata kini sudah menatapnya dengan tatapan terkejutnya.


Setelah Evelyn masuk Jessie kembali menutup pintunya merasa jika kedua majikannya tersebut membutuhkan waktu bersama.


“Tidak biasanya kau akan bangun pagi,” ucap Kenrick pada Evelyn sambil berjalan ke arah Evelyn yang kini tengah berjalan ke arah Treadmill.


“Hanya ingin berolahraga,” ucap Evelyn yang kini sudah menaiki Treadmill nya dan Kenrick kini malah ikut menaiki Treadmill tersebut membuat Evelyn memelototkan matanya karena Kenrick yang kini sudah memeluknya dari belakang.


“Kau masih marah pada ku?” tanya Kenrick yang kini bertanya tepat di samping telinga Evelyn yang membuat gadis tersebut memejamkan matanya merasakan hembusan nafas di telinganya.


“Untuk apa aku marah?” tanya Evelyn acuh berusaha menahan dirinya yang mulai merasakan gejolak aneh saat hembusan nafas dari Kenrick semakin mendekat di telinganya.


“Maaf untuk kejadian beberapa hari lalu, aku salah karena marah pada mu dan menyakiti mu,” ucap Kenrick dengan nada sedihnya yang membuat Evelyn terkejut mendengar nada sedih dari laki-laki tersebut.


Kenrick kini bahkan sudah memeluk pinggang Evelyn dengan begitu erat sambi meletakkan kepalanya di ceruk leher gadis tersebut yang semakin membuat Evelyn meremang karenanya.


“Kenrick lepaskan,” ucap Evelyn yang malah membuat Kenrick tersenyum mendengar suara tertahan Evelyn.


Namun setelahnya Kenrick memilih untuk melepaskannya dan turun dari Treadmill tersebut begitupun juga dengan Evelyn yang akhirnya memilih untuk turun.


“Kau masih ingin berolah raga?” tanya Kenrick pada Evelyn yang dibalas dengan tatapan tajamnya pada Evelyn.


“Tentu saja, aku sudah lama tak berolahraga,” ucap Evelyn dengan ketusnya. Melihat sikap ketus Evelyn yang sudah kembali membuat Kenrick terkekeh ia juga senang karena akhirnya Evelyn kembali ketus kepadanya karena itu tandanya Evelyn sudah memaafkannya.


“Aku akan menemanimu, tapi setelah ini ikut lah dengan ku untuk bertemu Xavier juga Yaron,” ucap Kenrick yang kini sudah mencoba Lat pulldown machine, melihat hal tersebut Kenrick juga sudah membantu Evelyn membuat Evelyn menolehkan kepalanya pada Kenrick.


“Lanjutkan saja,” ucap Kenrick pada Evelyn yang membuat Evelyn menghembuskan nafasnya dan hanya bisa untuk membiarkannya saja.


“Aku bisa sendiri, dan kau juga bisa untuk pergi sendiri,” ucap Evelyn dengan ketus yang malah membuat Kenrick kini meniup leher Evelyn dan semakin mendekatkan tubuhnya pada Evelyn.


“Kau yakin?” tanya Kenrick dengan nada mengancamnya pada Evelyn yang membuat Evelyn berdecak kesal karenanya.


“Baiklah baiklah,” ucap Evelyn akhirnya memilih untuk mengalah. Setelahnya Evelyn melepaskan alat yang tengah di pegang lalu memilih untuk pergi dari sana dan berjalan menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan membersihkan tubuhnya.


Melihat Evelyn yang keluar Kenrick dengan segera mengikutinya dan meminta pelayan tersebut untuk pergi dan tak lagi mengikutinya.


***


Setelah selesai bersiap kini Evelyn dan Kenrick yang sudah lama tak terlihat bersama kini sudah terlihat bersama lagi dengan Kenrick yang kini sudah merangkul pinggang Evelyn dengan begitu posesif.


Bahkan saat sampai di lantai dua menuju ke arah mobilnya, Kenrick tak melepaskan pelukannya yang malah semakin erat. Tanpa mereka sadari dari kejauhan ada banyak mata yang terus menatap mereka dengan tatapan iri ke arah Evelyn. Tak hanya iri namun juga tatapan kesalnya.


“Kemana kita akan pergi?” tanya Evelyn saat mobil mereka sudah melaju meninggalkan mansion besar tersebut.


“Menemui Yaron dan Xavier dan restoran ku yang akan launching besok,” ucap Kenrick menjawab pertanya Evelyn.


Evelyn tak tahu jika Kenrick memperluas bisnisnya ia pikir laki-laki tersebut hanya seorang mafia penyedia wanita di harem nya.


Hingga tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah restoran yang begitu mewah, bahkan Evelyn dibuat terperangah melihat hal tersebut.


“Begitu indah,” ucap Evelyn tanpa sadar yang membuat Kenrick tersenyum mendengarnya.


“Lihatlah nama restoran ini,” ucap Kenrick sambil menunjuk ke arah atas tempat nama restoran tersebut yang ternyata menggunakan tiga huruf nama depannya.


“Evesva?” tanya Evelyn pada Kenrick yang menjawabnya dengan anggukan.


Kini mereka sudah keluar dari mobil dengan Kenrick yang merangkul pinggang Evelyn dengan begitu erat.


“Evelyn osvaldo, bukankah kau nanti akan menjadi nyonya Osvaldo,” ucap Kenrick dengan begitu percaya dirinya yang membuat Evelyn kini begitu bingung harus merespon seperti apa.


Haruskah ia merasa senang atau justru merasa sedih? Karena dengan begini berarti akan semakin sulit untuknya lepas dengan laki-laki tersebut. Atau ia harus merasa senang karena Kenrick seperti tengah serius padanya padahal ia mempunyai begitu banyak wanita. Evelyn benar-benar bingung dengan pikirannya sendiri.


“Entah siapa yang mau menikah dengan mu,” ucap Evelyn ketus yang setelahnya segera berjalan masuk ke dalam restoran tersebut yang membuat Kenrick malah terkekeh melihat tingkah Evelyn tersebut.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow


akun ku ya.