
“Nyonya, untuk apa Anda ke sini?” tanya Steve saat melihat keberadaan Evelyn yang kini sudah berjalan ke arah nya dengan wajah datar nya.
“Untuk melihat siapa yang ingin membuat ku takut,” sinis Evelyn yang kini terlihat begitu serius. Steve tak pernah melihat atasannya itu dengan wajah seperti itu sebelumnya. Karena biasanya wajah Evelyn selalu dihiasi oleh senyuman. Dan kini dapat ia lihat bagaimana atasannya itu udah menatap tajam ke arah depan.
“Kau sudah menemukannya?” tanya Evelyn pada Steve yang kini menggelengkan kepalanya.
“Lihat siapa saja yang masuk ke kamar ku sedari pagi saat aku keluar,” perintah Evelyn dengan ketegasannya. Jola yang mendengarnya langsung menuruti Evelyn dan memperlihat kan apa yang ditampilkan di layar monitor CCTV.
“Hanya pelayan ini saja Nyonya, yang masuk ke kamar Anda. Tak ada yang lain Nyonya,” ucap Jola yang membuat Evelyn kini terdiam sambil menatap ke arah layar tersebut dengan tatapan seriusnya.
“Awasi mereka,” tegas Evelyn yang membuat Steve menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Evelyn, begitu patuh pada atasannya itu.
“Jessie. Kau buat para pelayan memperbincangkan hal ini. Buat orang mereka untuk mendengarnya,” ucap Evelyn sambil menunjuk enam pelayan yang masuk ke kamar Evelyn untuk membersihkan kamar Evelyn juga untuk menyiapkan kebutuhan Evelyn.
Mendengar ucapan Evelyn mereka mengerutkan keningnya bingung. Namun tatapan Evelyn yang begitu serius membuat mereka berpikir jika Evelyn sudah memiliki rencana yang begitu matang.
“Nyonya tidakkah itu hanya akan membuat mereka semakin berhati-hati?” tanya Jessie sambil menatap Evelyn yang kini tersenyum dengan misterius sambil menggelengkan kepalanya.
“Mereka memang akan berhati-hati. Namun pasti saat melakukan pekerjaan nanti mereka akan terburu-buru karena merasa takut akan segera ketahuan. Aku ingin kalian terus mengawasi mereka,” ucap Evelyn tegas yang sontak membuat mereka menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Evelyn yang sarat akan ketagasan dan kesungguhan. Jika seperti ini menurut mereka Evelyn sudah seperti Kenrick saja.
“Aku tak akan membiarkan mu lolos begitu aja,” ucap Evelyn dengan wajah datarnya dan tatapannya yang begitu tajam.
***
Info jika Evelyn yang mendapatkan teror sudah tersebar dengan begitu luas, dan info tentang Evelyn yang tengah mencari pelaku nya juga menjadi pembicaraan para penghuni rumah.
Hanya saja tentang kelima pelayan itu tak ada yang tahu kecuali mereka yang ada di ruang pengawas saat itu. Evelyn dengan tekat nya kini seolah tak kenal gentar untuk mencari pelaku yang sudah meneror nya.
Evelyn berpikir jika pelaku nya adalah orang di dalam rumah ini. Karena dari rekaman CCTV yang di lihatnya seolah tak ada orang lain yang masuk selain para pelayan.
“Apakah aku melewatkan sesuatu?” tanya Evelyn sambil menatap layar laptop di depannya yang sudah ia ulang-ulang beberapa kali. Yang berisi rekaman CCTV dari kamar nya setelah ia keluar dan sebelum ia masuk ke kamar nya.
“Sayang,” suara teriakan itu membuat Evelyn langsung terburu-buru menutup laptopnya karena tak ingin jika Kenick mengetahui apa yang tengah ia lakukan.
Evelyn langsung meletakkan laptopnya di tempat semula. Lalu dengan susah payah berjalan ke arah pintu kamar.
Saat Evelyn membuka pintu kamar ternyata bersamaan dengan itu Kenrick juga membuka pintu kamarnya dan langsung memeluk Evelyn dengan erat. Evelyn yang melihatnya hanya tersenyum sambil mengelus pundak Kenrick.
“Kau tak apa?” tanya Kenrick setelah melepaskan pelukannya sambil memegang bahu Evelyn untuk memastikan jika wanita nya itu baik-baik saja.
“Aku baik-baik saja Kenrick,” ucap Evelyn dengan senyuman menenangkannya pada Kenrick yang kini menghembuskan nafasnya lega mendengar ucapan dari wanitanya itu.
“Aku akan meminta Jack dan Jola untuk menyelidiki ini dan menangkap pelakunya,” ucap Kenrick tegas dan setelahnya laki-laki itu akan pergi namun Evelyn lebih dulu menahan tangan Kenrick.
“Biarkan dia datang sendiri Kenrick. Aku dan bawahan mu sudah memiliki rencana kita sendiri," ucap Evelyn dengan senyumannya yang kali ini membuat Kenrick mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan Evelyn.
"Apa yang kalian rencanakan?” tanya Kenrick menaikkan sebelah alisnya yang malah membuat Evelyn kini tersenyum dengan misteriusnya. Kenrick kini malah menaikkan sebelah alisnya semakin merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Evelyn.
Evelyn membawa Kenrick untuk berjalan ke arah ranjang mereka lalu mendudukkan Kenrick di ranjang mereka. Lalu Evelyn kini duduk di pangkuan Kenrick dan melingkarkan tangannya pada leher Kenrick.
“Aku ingin membuat pelakunya menjadi ketakutan hingga membuatnya ingin terburu buru untuk menyelesaikan tugasnya. Aku sudah memiliki lima orang pelayan yang menjadi tersangka,. Aku juga sudah meminta Steve untuk terus mengawasi mereka,” jelas Evelyn dengan senyumannya yang kini membuat Kenrick menaikkan sebelah alisnya sambil ikut tersenyum ke arah Evelyn.
“Aku tak tahu jika kau begitu licik,” ucap Kenrick menggoda Evelyn yang kini hanya membuat Evelyn memutar bola matanya malas mendengar ucapan suaminya itu
“Kau begitu meremehkan ku,” dengus Evelyn yang malah membuat Kenrick terkekeh mendengar ucapan istrinya itu.
“Sudahlah, aku tahu kau memang begitu pintar sayang,” ucap Kenrick sambil mencium Evelyn.
Hingga akhirnya mereka saling melepaskan pikiran mereka yang dipenuhi dengan banyak beban itu dengan kenyamanan yang mereka buat sendiri.
Setelah akhirnya mereka merasa lelah dengan kegiatan panas mereka kini Kenrick malah terlelap lebih dulu. Namun jelas Evelyn tak akan membiarkannya begitu saja. Dengan jahilnya kini Kayra malah mencubiti wajah Kenrick.
“Hentikan sayang, aku begitu lelah,” ucap Kenrick sambil mengeluh pada Kayra yang malah terus saja menggodanya. Kayra yang mendengarnya hanya terkekeh.
“Tidak semudah itu sayang. Lebih baik sekarang kau bangun dan temani aku mengobrol,” ucap Evelyn namun Kenrick kini sudah memejamkan matanya. Evelyn berdecak kesal, lalu membuka mata Kenrick dengan jarinya.
“Bangunlah Kenrick,” ucap Evelyn yang membuat Kenrick kini menghembuskan nafasnya lalu segera membuka matanya dengan susah payah.
“Apa yang kau inginkan sayang?” tanya Kenrick menaikkan sebelah alisnya.
“Aku ingin kau memelukku sambil berdiri di sana, tadi aku melihat drama korea yang memperlihatkan adegan itu. Jadi aku menginginkannya,” ucap Evlyn dengan polosnya yang membuat Kenrick menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya mendengar jawaban yang dilontarkan oleh wanitanya itu.
“Kau sepertinya harus mengurangi kebiasaan menonton drama Korea, kau selalu menginginkan banyak hal setelah menontonnya,” ucap Kenrick dengan helaan nafasnya sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari sahabatnya itu.
“Kau keberatan?” tanya Evelyn dengan wajah galaknya yang membuat Kenrick terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.
“Tidak sayang, ayo,” ajak Kenrick yang kini sudah lebih dulu berdiri sambil membawa selimut yang menutupi tubuh mereka.
Setelahnya mereka berdiri di depan kaca jendela besar kamar mereka. Dengan Kenrick yang kini memeluk Evelyn dari belakang. Menikmati kenyamanan mereka.
***