
Acara pesta pernikahan yang terlihat begitu mewah kali ini dihadiri oleh orang-orang dari kalangan atas. Bisa dilihat dari pakaian yang mereka pakai terlihat begitu indah dan mewah. Tak ada yang menggunakan pakaian pasaran. Bisa ditebak mereka semua ini kini memakai pakaian dari merk terkenal. Meskipun terlihat polos karena tidak mau menyayangi sang pengantin, namun nilai dari pakaian mereka jelas bukan barang tak bernilai tingg.
“Ayo aku akan mengenalkanmu pada rekan bisnisku,” ajak Kenrick pada Evelyn untuk menuruni pelaminan.
Evelyn merangkul tangan Kenrick, melingkari tangannya di tangan Kenrick yang siap sebagai rangkulannya. Kebahagian memancar dari sepasang pengantin tersebut yang akhirnya dapat menggelar pesta pernikahan mereka tanpa adanya gangguan.
“Hai Mr. Raymond selamat atas pernikahanmu,” sapa rekan bisnis Kenrick yang bernama Mark. Evelyn seperti pernah melihat laki-laki tersebut, hingga dapat ia ingat laki-laki itu adalah rekan bisnis yang bertemu dengan Kenrick di club malam saat itu. Bisa Evelyn tebak mereka adalah rekan dalam dunia gelap.
Evelyn sedikit tak menyukainya sebenarnya hanya saja ia masih menampilkan senyumnya untuk menghargai rekan bisnis Kenrick itu.
“Terima kasih Mr. Jony. Perkenalkan ini istriku Evelyn,” ucap Kenrick memperkenalkan istrinya tersebut dengan begitu bangganya. Evelyn tersenyum ke arah rekan bisnis Kenrick sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Namun Kenrick malah menggenggam tangan istrinya itu membuat Evelyn memutar bola mata malas.
“Kau ternyata laki-laki yang begitu posesif Tuan Kenrick.. Ini adalah istriku, Margaret,” ucap Mark dengan kekehannya. Sebelumnya ia tak pernah tahu bagaimana Kenrick jika sudah menemukan gadis yang dicintainya. Dan kini akhirnya mereka tahu jika Kenrick ternyata adalah orang yang begitu posesif.
“Tentu saja. Aku harus menjaganya.. Tak mudah untuk ku mendapatkannya,” ucap Kenrick yang membuat mereka selanjutnya tertawa mendengarnya.
Mereka selanjutnya saling berkenalan. Setelah menyapa beberapa rekan bisnis Kenrick. Evelyn segera memilih untuk duduk di salah satu kursi yang disediakan di pinggiran kolam karena merasa lelah.
“Kau lelah?” tanya Kenrick melihat ke arah istrinya itu. Ia hanya takut jika Evelyn terlalu lelah dan berakhir di rumah sakit. Mengingat istrinya itu kini tengah hamil.
Evelyn membalasnya dengan anggukan. Dengan pelan Kenrick mengambil kaki Evelyn, lalu meletakkannya di atas paha laki-laki itu yang tengah berjongkok di hadapannya.
"Kenrick Apa yang kau lakukan? Jangan seperti itu?” tanya Evelyn yang terkejut melihat apa yang Kenrick lakukan.,
“Kenapa? Aku hanya ingin memijat kakimu,” ucap Kenrick dengan begitu santainya dan melanjutkan kegiatannya untuk memijat kaki Evelyn.
Evelyn hendak menurunkan kakinya tapi Kenrick malah menahannya membuat Evelyn melotot.
Kenrick dengan telaten memijat kaki istrinya itu, mengurangi rasa pegal yang sedari tadi memang mengganggu wanita itu.
“Wah ada apa ini? Romantis sekali teman kita ini,” ucap Yaron menggoda sahabatnya itu.
Tatapan Evelyn yang awalnya hanya menatap suaminya itu kini sontak teralih menatap suara laki-laki yang mendekat. Kenrick juga melakukan hal yang sama dan melihat ke arah laki-laki yang tak lain adalah sahabatnya.
“Apa kalian baru saja melakukannya?” tanya Xavier yang kini berbicara sembarangan sambil memicingkan matanya curiga. Kenrick hanya mendengarnya hanya memutar bola matanya malas. Sedangkan Evelyn kini sudah menurunkan kakinya dan Kenrick tidak menolak sama sekali.
"Ck pikiran kalian terlalu kotor!” kesal Evelyn pada Xavier yang kini hanya menyengir mendengar ucapan penuh kekesalan dari Evelyn.
“Evelyn merasa lelah dan aku hanya memijat kakinya,” jelas Kenrick pada sahabatnya yang memang selalu memikirkan hal mesum itu. Kenrick bahkan tak habis pikir dengan pemikiran dari sahabatnya itu.
“Selamat atas pernikahanmu Kenrick dan Evelyn,” ucap Edward yang sudah lama tak muncul kini akhirnya kembali muncul di acara pernikahan sahabatnya. Laki-laki itu baru saja kembali dari Korea dan baru tiba pagi ini, ia langsung menghadiri pesta pernikahan sahabatnya itu. .
“Untuk pernikahan Kenrick dan Evelyn.” Yaron mengangkat segelas winenya yang langsung disambut dengan yang lainnya. Hanya Evelyn yang mengambil jus jeruk.
“Kau berubah menjadi alim setelah menikah dengan iblis?” tanya Yaron tak percaya melihat gelas milik Evelyn. Kenrick memang belum memberitahu tentang kehamilan Evelyn pada sahabatnya. Ia berniat akan memberitahu setelah janin Evelyn dinyatakan kuat. Dan ia juga memang tidak berniat mempublish nya karena takut menyusuhnya menyerang calon anaknya.
"Tidak aku sedang hamil,” ucap Evelyn yang tentu saja membuat mereka terkejut mendengarnya.
“Wah Kenrick kau begitu hebat!” ucap Edward sambil mengacungkan jari telunjuknya yang diikuti oleh kedua sahabatnya yang lain. Karena kagum dengan kekuatan dari sahabatnya itu.
“Baiklah ini untuk pernikahan Kenrick dan kehamilan Evelyn,” ucap Yaron sambil mengangkat gelasnya. Mereka mengangkat gelas lalu melakukan cheers bersama.
“Evelyn,” suara panggilan itu membuat Evelyn segera menoleh ke arah sumber suara. Senyumannya mengembang dengan begitu sempurna saat melihat laki-laki yang kini berjalan ke arahnya.
"Sean, lama tidak bertemu,” ucap Evelyn yang memang sudah lama tak bertemu dengan laki-laki yang kini menggunakan jas hitam dan kemeja putih dengan earphone di telinganya.
Bisa Evelyn tebak jika laki-laki itu tengah berjaga saat ini. Sean benar-benar terlihat keren dengan pakaian tugasnya itu.
“Kau datang sendirian lagi Sean?” tanya Yaron dengan senyuman mengejeknya sambil melihat ke sekeliling Sean yang tak ada perempuan di sana.
“Bukankah kita sama saja Tuan?” tanya Sean dengan begitu sinis nya. Tatapannya kini terlihat begitu datar, begitu berbeda saat ia melihat ke arah Evelyn. Sean menampilkan tatapan lembutnya.
“Sialan kau Sean,” kesal Yaron yang merasa terhina sedangkan sahabatnya yang lain hanya terkekeh. Salah nya sendiri mengetahui orang seperti Sean namun tak berkaca lebih dulu.
“Kau memang harus segera mencari wanita Sean. Apa kau tak bosan terus sendiri?” ucap Xavier menyarankan sambil menepuk pundak laki-laki tersebut.
“Anda mengatakan hal itu seolah Anda memiliki nya Tuan,” semprot Sean lagi yang begitu lancar untuk mematahkan ucapan sahabat Tuannya itu.
“Lagi pula aku sudah menemukannya tapi terlambat,” jelas Sean sambil melihat ke arah Evelyn yang kini mendapatkan tatapan curiga dari sahabat Kenrick yang memang tak mengetahui apapun.
“Aku akan mengeluarkan matamu jika kau terus menatap istriku,” ancam Kenrick dengan tatapan penuh peringatannya pada Sean yang menatap Evelyn. Namun bukannya takut laki-laki itu tetap melakukannya. Evelyn yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya.
"Kenrick! Coba saja jika kau berani. Aku akan lebih dulu mematahkan tanganmu,” kesal Evelyn yang tak kalah tegas memperingati Kenrick dengan ancamannya yang tak kalah sadis.
***
Thanks for Reading All. Jangan lupa Like, komen, love, dan ratenya ya.
See You Next chapter. Jangan lupa buat baca cerita yang aku bawa ini ya.