
Malam ini adalah malam yang begitu Kenrick tunggu-tunggu karena malam ini adalah malam pesta pertunangan Kenrick juga Evelyn. Pesta tersebut diadakan dengan begitu mewah di salah satu gedung yang Kenrick miliki.
Evelyn kini sudah tampak begitu cantik dengan gaun yang membalut tubuh indah wanita tersebut, ditambah dengan make up tipis yang kini menambah kesan cantik pada wanita tersebut.
Evelyn kembali menatap penampilannya lagi di depan cermin besar yang berada di depannya saat ini. Evelyn kini tengah berada di salah satu ruangan yang berada di gedung tersebut. Para MUA kini telah pergi dan hanya menyisakan Evelyn dan Kenrick yang tengah bersiap di kamar mandi.
Senyum Kenrick mengembang dengan begitu indahnya saat melihat wanitanya tersebut yang kini terus saja meneliti penampilannya. Dengan gemas kini Kenrick berjalan ke arah Evelyn dan memeluk wanitanya tersebut dari belakang.
“Kau terlihat begitu cantik Sayang,” ucap Kenrick dengan senyuman mengembangnya sambil menumpukan dagunya pada pundak Evelyn.
“Tentu saja, apa kau baru menyadarinya?” tanya Evelyn dengan begitu sombongnya yang membuat Kenrick tertawa mendengar ucapan penuh percaya diri dari wanitanya tersebut.
Kenrick mengurai pelukan mereka lalu membalik posisi Evelyn agar bisa ia menatap wajah cantik wanitanya tersebut.
“Tentu saja tidak. Kau memang selalu cantik, oleh karena itu aku memilih mu,” ucap Kenrick dengan senyumannya.
“Cih, dasar laki-laki,” sungut Evelyn yang malah membuat Kenrick terkekeh mendengar ucapan laki-laki di depannya tersebut.
“Sudahlah ayo kita keluar, para tamu sudah banyak yang menunggu kita,” ucap Kenrick sambil menarik Evelyn dalam rangkulannya. Dengan begitu positif nya kini laki-laki tampan dengan balutan tuxedo dan jam berwarna senada dengan gaun Evelyn tersebut membawa wanitanya menuju tempat acara.
Saat sampai di tempat acara, mata Evelyn berbinar melihat begitu indahnya dekorasi pernikahannya juga berbagai makanan yang tersaji di sana.
“Aku tahu kau sudah tak tahan untuk memakan semua ini, namun kini kau adalah tuan rumahnya jadi kau harus menahannya dan menyapa para tamu,” ucap Kenrick yang membuat Evelyn kini mengerucutkan bibirnya lucu. Kenrick hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu segera mengajak Evelyn untuk menemui para tamunya dan menyapa mereka.
“Selamat atas pertunanganmu Tuan,” ucap salah satu kolega bisnis Kenrick yang membuat Kenrick tersenyum mendengarnya.
“Pantas saja kau menolak putri ku, tunangan mu begitu cantik Tuan,” ucapnya lagi yang membuat Kenrick kini semakin mengeratkan rangkulannya pada Evelyn.
Tak lama mereka sampai pada acara dansa. Kenrick mengulurkan tangannya pada Evelyn untuk mengajak wanitanya tersebut untuk berdansa.
“Berdansalah dengan ku,” ucap Kenrick dengan senyumannya. Evelyn menerima uluran tangan Kenrick dengan senyuman mengembang.
Evelyn dan Kenrick berjalan ke arah tengah ruangan yang sudah di sediakan untuk lantai dansa. Musik mulai mengalun dan mereka mulai berdansa dengan senyuman yang begitu tulus.
Evelyn meletakkan tangannya di tangan Kenrick, mengalungkan tangannya di leher laki-laki tersebut. Sedangkan Kenrick kini meletakkan tangannya di pinggang Evelyn, mereka terus bergerak mengikuti alunan musik tersebut.
Evelyn bersyukur ia pernah belajar untuk berdansa, jika tidak mungkin kini ia sudah begitu malu karena terus menginjak kaki Kenrick.
“Terima kasih sudah menerimaku. Aku ingin kau membuka hatimu untukku,” ucap Kenrick dengan tatapannya yang begitu serius kini menoleh ke arah Evelyn. Menatap dalam pada wanita yang kini berada dalam pelukannya tersebut.
Kini Kenrick sudah mengubah posisi dengan memeluk Kenrick dari belakang. Evelyn yang mendengar ucapan Kenrick tersebut menggigit bibir bagian bawahnya. Bingung harus jujur pada Kenrick atau malah tetap menyembunyikan perasaan itu.
Sekali lagi, ia tak ingin merasakan sakit karena cintanya dipermainkan. Evelyn kini membalik tubuhnya dengan tangan nya yang kini menggenggam tangan Kenrick dan yang satu lagi berada di pundak Kenrick, sedangkan satu tangan Kenrick kini berada di pinggang Evelyn.
“Aku mencintaimu Evelyn,” ucap Kenrick dengan tatapan seriusnya pada Evelyn. Evelyn terdiam mencari kebohongan dalam ucapan tersebut namun yang ia temukan adalah keseriusan dalam ucapan tersebut.
“Tentu. Aku juga mencintaimu, Kenrick,” ucap Evelyn yang kini membalas tatapan Kenrick dengan tak kalah serius. Evelyn pikir ini adalah yang terbaik, dengan mengungkapkan perasaannya pada Kenrick ia berharap Kenrick bisa menjaga perasaannya dengan baik.
“Entah sejak kapan. Tapi sepertinya aku memang sudah membuka hatiku untukmu,” ucap Evelyn melanjutkan ucapannya tersebut. Kenrick melihat ke arah Evelyn dengan tidak percaya walau terlihat ia begitu senang mendengarnya.
“Aku terlambat menyadarinya, maaf,” ucap Evelyn sambil menundukkan kepalanya karena terlalu takut menatap Kenrick. Kenrick menghembuskan nafasnya dalam sembulum akhirnya ia menangkup wajah wanitanya tersebut.
“Bagaimana jika kau menyakitiku?” tanya Evelyn dengan tatapan sendunya pada Kenrick yang kini menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari wanitanya tersebut.
“Aku tak akan melakukannya. Aku berjanji tak akan menyakitimu,” ucap Kenrick dengan sungguh-sungguh. Mereka kini tak lagi ikut berdansa namun tetap berdiri di tengah ruangan sambil mengungkapkan perasaan satu sama lain.
“Buktikanlah,” tegas Evelyn, Evelyn rasa ucapan tak akan bisa untuk mudah dipercaya. Ia sudah pernah percaya hanya karena sebuah ucapan saja namun akhirnya yang ia dapatkan adalah sebuah pengkhianatan.
“Apa yang kau ingin dariku?” tanya Kenrick dengan keseriusannya. Apapun akan ia lakukan untuk wanita yang akan segera menjadi istrinya tersebut.
“Teruslah di sisiku. Tidak meninggalkanku sendiri,” ucap Evelyn dengan tatapannya yang begitu tajam pada Kenrick yang tersenyum mendengar ucapan wanitanya tersebut.
“Tentu, tanpa diminta, aku akan melakukannya, Sayang,” ucap Kenrick dengan kesungguhannya dan Evelyn dalam melihat kesungguhan tersebut.
“Lalu bagaimana jika aku yang menemukan laki-laki lain?’ tanya Evelyn dengan tatapan menggodanya pada Kenrick.
“Kau berani? Aku yakin kau tak akan berani. Karena aku akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu. Termasuk membunuh laki-laki itu,” tegas Kenrick membuat Evelyn bergidik ngeri mendengar ucapan laki-laki tersebut. Sepertinya ini sebuah peringatan untuk Evelyn agar tidak pernah memikirkan hal seperti itu, berselingkuh dari Kenrick adalah cara bunuh diri paling tidak elit yang pernah ia pikirkan.
“Kau begitu posesif,” ucap Evelyn yang malah membuat Kenrick tertawa mendengarnya.
“Karena aku tak mau kehilangan dirimu,” ucap Kenrick.
Setelahnya Kenrick langsung mencium bibir wanitanya tersebut membuat lampu kini menyorot ke arah mereka. Suara tepuk tangan begitu riuh terdengar. Evelyn yang merasa malu segera masuk ke dalam pelukan Kenrick yang membuat Kenrick menjadi gemas melihat tingkah wanitanya tersebut.
Namun tanpa mereka ketahui, sedari tadi ada yang terus menatap mereka dengan tatapan benci, juga terluka.
“Kau sudah mempersiapkan segalanya?” tanya seorang perempuan dengan pakaian pelayan yang membawa minuman beralkohol tersebut pada rekannya yang kini tengah membawa troli makanan.
“Tentu,” ucap wanita lainnya yang membuat mereka kini sontak tersenyum dengan begitu sinisnya sambil menatap laki-laki dan wanita yang kini tampak begitu bahagia tersebut.
“Aku akan membuat kalian berpisah, Kenrick adalah milik ku,” tegasnya dengan sorot mata tajamnya yang seolah siap membunuh kapan saja.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.