
Matahari kini tengah memancarkan sinarnya dengan begitu indahnya, kini Evelyn tengah lari pagi di sekitar mansion besar tersebut. Ia menjelajahi mansion tersebut yang ternyata begitu luas. Bahkan dari gerbang utama menuju mansion Kenrick kita harus melewati taman bunga yang begitu luas juga perkebunan berbagai buah.
Kenrick memang begitu pemilih jika sudah bersangkutan dengan makanannya. Bahkan tanpa Evelyn tahu sebenarnya di belakang taman belakang juga terdapat kebun berbagai jenis sayuran yang Kenrick produksi sendiri untuk ia kensumsi di kediamannya.
Bahkan laki-laki tersebut sengaja menyewa profesor hanya untuk mengurusi tanamannya tersebut bersama dengan para petani ahli. Kembali pada Evelyn kini gadis tersebut tengah lari pagi di temani oleh Steve yang di perintahkan oleh Kenrick untuk menemani Evelyn.
Kenrick kini sudah berangkat ke kantor begitu pagi. Sedangkan Jessie sudah terlalu tua untuk menyeimbangi langkah kaki Evelyn untuk berlari oleh karena itu Steve lah yang menemaninya.
“Kau tidak ikut ke kantor Steve?” tanya Evelyn saat mereka kini berlari menuju perkebunan buah yang berada di depan mansion Kenrick.
“Tidak Nona, Tuan meminta saya untuk menjaga Anda,” ucap Steve yang mendapatkan anggukan dari Evelyn. Kenrick dengan sikap protektifnya memang kadang suka membuat Evelyn kesal namun ia juga tahu laki-laki tersebut melakukannya demi dirinya.
“Apa kau juga sering mengawal wanita dari Harem tersebut?” tanya Evelyn sambil membalikkan badannya untuk melihat Steve yang kini terlihat mengerutkan keningnya bingung. Evelyn berdecak melihatnya sebelum akhirnya ia menjawab siapa yang ia maksud.
“Wanita dari gedung selatan,” ucap Evelyn akhirnya yang menghilangkan kerutan di kening Steve.
“Tidak Nona. Mereka juga hanya diperbolehkan keluar sekitar mansion itupun hanya dibatasi waktu dan jam nya,” ucap Steve memberitahu yang membuat Evelyn meringis mendengarnya ia jadi begitu kasihan dengan mereka namun ia juga hidupnya tak kalah di ia kasihani karena harus terjebak di sangkar emas ini.
Mereka bahkan hidup selalu dibatasi. Setidaknya Evelyn lebih beruntung karena ia masih bisa keluar dan berfoya foya dengan uang Kenrick.
“Mereka juga bisa berbelanja seperti ku?” tanya Evelyn yang kini begitu penasaran apakah Kenrick juga menghabiskan banyak uang untuk semua gadis tersebut berfoya-foya seperti dirinya.
“Tuan menentukan jadwal mereka berbelanja namun tentu Taun membatasinya dan hanya membawa beberapa pakaian juga berbagai keperluan lainnya ke mansion tanpa mereka harus keluar,” ucap Steve menjelaskan yang membuat Evelyn mengangguk.
“Begitu pelit,” ucap Evelyn yang masih bisa didengar oleh Steve meskipun Evelyn mengatakannya dengan pelan.
“Bukan karena pelit Nona. Bahkan untuk menghidupi gaya hidup mereka yang foya-foya Tuan tak akan bangkrut namun Tuan sengaja membatasinya agar mereka tak terlalu hidup dengan nyaman di tempat ini yang nyatanya hanya sebuah hukuman untuk mereka,” ucap Steve pada Evelyn yang membuat Evelyn mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan pengawal tersebut. Hukuman apa yang dimaksud Stave?
“Hukuman?” tanya Evelyn yang kali ini malah membuat Steve bungkan membuat Evelyn berdecak kesal. Lihatlah saat ia tadi tak bertanya Steve laki-laki tersebut menjawabnya namun saat ia bertanya laki-laki tersebut malah diam seribu bahasa.
“Nona kita harus segera kembali,” ucap Steve pada Evelyn yang membuat Evelyn menatap Steve dengan datar.
“Aku masih ingin melihat perkebunan,” ucap Evelyn pada Steve yang akhirnya menjawabnya dengan anggukan.
Evelyn sebenarnya masih begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya dimaksud dengan Hukuman tersebut. Namun kali ini ia memilih untuk memendam rasa penasarannya dan akan bertanya pada yang bisa ia tanyakan nanti meskipun itu Kenrick sekalipun.
“Wah begitu indah dan menggiurkan,” ucap Evelyn sambil menatap berbagai jenis buah yang tengah dibudidayakan tersebut. Lebih banyak pohon anggur yang berada di sana. Melihat kedatangan Evelyn yang hendak mengambil seorang petani yang berada di sana segera menegur nya.
“Hey hentikan apa yang kau lakukan? Kau wanita murahan di larang masuk ke sini. Apa kau orang baru?” marah petani tersebut yang membuat Evelyn menganga mendengarnya sambil mengerjapkan matanya beberapa kali. Ucapan laki-laki tersebut kini rasanya begitu menohok untuknya. Tak ada yang salah karena memang nyatanya sekarang pun ia hanya tawanan Kenrick.
Kini mereka sudah menjadi pusat perhatian. Bahkan karena terlalu takut petani tersebut langsung bersujud di depan Evelyn untuk meminta maaf pada wanita tersebut karena sudah sembarangan berbicara.
“Bungunlah tak perlu seperti itu,” ucap Evelyn sambil memegang pundak pria tua tersebut untuk segera bangun dari posisinya.
“Maafkan saya Nyonya. Saya tidak mengetahuinya dan malah sembarangan berbicara,” ucap petani tersebut. Tadi ia tak melihat keberadaan Steve hingga ia tak tahu jika ternyata Evelyn adalah orang yang begitu istimewa untuk Kenrick.
“Tidak apa. Sudah lah lupakan,” ucap Evelyn dengan senyumannya. Mereka semua ikut tersenyum melihat sikap Evelyn yang begitu baik. Mereka senang karena Tuan mereka mendapatkan seorang Nyonya yang tepat dan baik seperti Evelyn.
“Saya benar-benar minta maaf atas kelancangan mulut saya ini Nyonya,” ucap petani tersebut yang membuat Evelyn tersenyum dengan begitu lembutnya.
“Tidak masalah, kau juga tak mengetahuinya bukan,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang membuat Petani tersebut merasa beruntung karena Evelyn begitu baik. Jika Kenrick berada di sana mungkin saja ia sudah kehilangan pekerjaannya itu.
“Kau harus menerima pelajaran untuk ini,” ucap Steve yang sudah akan maju namun Evelyn segera menahan tangan Steve agar laki-laki tersebut tidak melakukan hal jahat dengan petani tersebut.
“Jangan Stev, dia tak sengaja,” ucap Evelyn pada Steve. Baru saja ia akan protes namun Evelyn kembali menahannya dan menggelengkan kepalanya dengan tegas. Steve akhirnya hanya bisa patuh pada atasanya tersebut.
“Nona sebaiknya kita segera kembali karena sudah waktunya jam makan pagi,” ucap Steve pada Evelyn yang menjawabnya dengan anggukan.
Setelah nya mereka langsung pergi menuju mansion mereka dengan berlari kembali. Evelyn rasanya ingin cepat-cepat kembali ke mansionnya dan membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket karena ia memakai jaket parasut juga celana training panjangnya.
Sebenarnya tadi ia sudah akan memakai legging juga tanktop kropnya namun Kenrick malah melarangnya akhirnya Evelyn hanya bisa menurut saja daripada atau ia malah tak diperbolehkan untuk keluar mansion dan berolahraga di luar.
Hingga tak beberapa lama mereka akhirnya bisa sampai di mansion. Namun saat mereka baru saja datang suara seseorang memanggilnya.
“Nona Evelyn,” suara tersebut memanggilnya membuat Evelyn juga Steve menoleh ke arah sumber suara. Saat melihat siapa yang memanggil Evelyn, Steve segera pasang badan untuk menjaga Evelyn.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow
akun ku ya.