Mafia's woman

Mafia's woman
Seorang Anak?



Evelyn memilih untuk mencuci wajah dan menggosok giginya. Bersiap akan tidur. Saat Evelyn keluar dari kamar mandi bertepatan dengan itu Kenrick yang juga masuk ke kamar. Mereka saling bersitatap lalu Evelyn segera berjalan ke arah meja rias sedangkan Kenrick berjalan ke arah walk in closet untuk mengambil pakaiannya.


“Sayang kau sudah menyiapkan semua keperluan kita?” tanya Kenrick setelah mengambil pakaian ganti untuknya.


"Sudah,” ucap Evelyn seadannya.


Evelyn segera menuju ranjang dan mengambil buku yang berada di atas nakas. Sedangkan Kenrick memilih untuk ke kamar mandi. Hingga tak lama laki-laki itu sudah kembali dengan hanya menggunakan celana selututnya dan ikut bergabung dengan Evelyn Di ranjang.


“Apa yang sedang kau baca?” tanya Kenrick mengalihkan perhatian Evelyn dari buku di tangannya dan menoleh ke arah Kenrick dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Hanya novel fantasi,” jawab Evelyn yang Kenrick balas dengan anggukan.


“Bukankah tadi kau membawa pakaian? Lalu mengapa sekarang hanya memakai celana saja?” tanya Evelyn bingung.


“Gerah,” ucap Kenrick dan melempar kaos yang tadi ia bawa ke arah sofa. Evelyn yang melihat hal tersebut hanya menggeleng kan kepalanya.


“Jorok,” ucap Evelyn yang malah hanya membuat Kenrick menyengir mendengarnya.


Kenrick ikut melirik novel yang tengah Evelyn baca sebelum laki-laki itu lebih memilih untuk menidurkan kepalanya di paha wanitanya tersebut.


"Apa kau mengantuk?” tanya Evelyn sambil mengelus puncak kepala Kenrick dengan lembut. Kenrick memejamkan matanya menikmati sapuan lembut tangan Evelyn di kepalanya.


“Aku hanya ingin menikmati waktu seperti ini bersamamu,” ucap Kenrick yang masih setia memejamkan matanya. Berada di posisi seperti ini memang begitu nyaman dan Kenrick menikmatinya. Ia ingin untuk terus seperti bersama dengan wanitanya tersebut tanpa ada lagi yang mengganggu hubungan mereka.


"Kenrick sampai kapan kau akan menunda pernikahan? Apa kau sudah memiliki rencana tanggal pernikahan?” tanya Evelyn yang kini sudah menutup Novel nya dan lebih memilih untuk berbicara dengan Kenrick. Ia tak ingin jika Kenrick sampai merasa terabaikan.


“Aku sedang memikirkannya Sayang. Setelah apa yang terjadi aku tidak ingin semua terulang lagi. Bersabarlah sebentar lagi,” ucap Kenrick dengan begitu lembut sambil melihat ke arah Evelyn yang kini tersenyum ke arah nya sambil mengelus kepalanya dengan lembut.


"Aku mengerti Kenrick. Tak masalah untuk menunda sebentar lagi. Lagi pula aku tak ingin apa yang terjadi kemarin kembali terulang,” ucap Evelyn menenangkan. Terlalu banyak yang sudah ia hadapi sedari pernikahan tersebut akan dilaksanakan. Kini ia berharap tak ada lagi permasalahan dan ia bisa mendapatkan pernikahan idamannya. Tak masalah bagi Evelyn jika memang ia harus menunggu sedikit lebih lama.


“Jadi kau tak masalah jika harus menunggu sebentar lagi?” tanya Kenrick memastikan. Evelyn menaikkan sebelah alisnya sambil menatap gemas pada laki-laki yang kini berada di pangkuannya tersebut.


"Apa aku bisa menolaknya?” tanya Evelyn dengan tatapan jahil pada Kenick yang sontak menggeleng dengan tegas.


“Tentu saja tidak bisa,” tegas Kenrick membuat Evelyn tertawa mendengarnya lalu mencubit pipi Kenrick dengan gemas.


"Sudah aku duga kau tak akan mau untuk ditolak. Lalu untuk apa kau bertanya hm?” tanya Evelyn sambil menggelengkan kepalanya. Mendengar ucapan wanitanya tersebut Kenrick hanya terkekeh lalu mengeratkan pelukannya pada perut Evelyn.


Evelyn mengelus rambut Kenrick sayang. Ingin rasanya Evelyn tetap bahagia seperti ini tanpa ada gangguan lagi kedepannya.


"Kenrick apa yang terjadi pada Ronald?” tanya Evelyn yang tiba–tiba teringat pada laki-laki tersebut. Semenjak penyerangan waktu itu ia belum mengetahui info apapun tentang laki-laki tersebut Meskipun Ronald pernah berbuat jahat pada mereka namun laki-laki tersebut juga pernah bersikap baik pada Evelyn. Meskipun kebaikan laki-laki tersebutlah yang membuat kekacauan ini.


“Mengapa kau menanyakannya? Apa kau mengkhawatirkannya?” tanya Kenrick memicingkan matanya menatap curiga pada Evelyn. Bahkan laki-laki tersebut sampai melepaskan pelukannya pada Evelyn sekedar menatap laki-laki tersebut.


"Tentu saja tidak. Aku hanya penasaran apa yang terjadi pada laki-laki itu sekarang,” ucap Evelyn memperjelas. Ia tak ingin jika Kenrick malah salah paham terhadapnya.


“Entahlah tapi aku yakin pamanku telah menghukumnya,” ucap Kenrick acuh lalu kembali untuk memeluk wanitanya tersebut. Evelyn menggelengkan kepalanya, lalu ttap mengelus puncak kepala Kenrick sayang. Ia benar-benar suka memainkan rambut laki-laki tersebut.


"Aku berharap dia tak akan mengganggu kita lagi,” ucap Evelyn. Ia hanya tak ingin ada pengganggu dalam hubungannya lagi dan berharap Ronald bisa bertaubat.


Kenrick melepaskan pelukannya lalu menyingkap baju Evelyn membuat Evelyn terkejut langsung menutupnya kembali.


"Kenrick apa yang kau lakukan?” ucap Evelyn dengan tatapan tajam nya pada Kenrick yang kini malah mengerucutkan bibirnya mendengar bentakan dari wanitanya tersebut.


“Aku hanya penasaran apa anak kita sudah tumbuh di sini?” ucap Kenrick dengan bibirnya yang mengerucut. Evelyn kini jadi gemas sendiri melihat ekspresi Kenrick tersebut. Mendengar ucapan Kenrick tentu saja membuat Evelyn langsung terkekeh, apa yang sebenarnya laki-laki itu pikirkan.


"Apa yang kau pikirkan Kenrick? Tidakkah kau ingin berpacaran denganku lebih lama? Atau memang lebih baik kita segera memiliki anak?” tanya Evelyn dengan menaik turunkan alisnya untuk memberikan pertanyaan yang begitu sulit bagi Kenrick. Kenrick terdiam seolah berpikir tentang apa yang sebenarnya dia inginkan.


“Ya kau benar, aku memang ingin menikmati waktu hanya berdua denganmu. Hanya saja jika kita memiliki anak bukankah akan semakin seru. Rumah sebesar ini. Sangat terasa sepi jika hanya ada kita berdua. Aku ingin anak yang lucu-lucu dan banyak,” ucap Kenrick dengan begitu polosnya. Laki-laki tersebut mengatakannya dengan ekspresi yang begitu menggemaskan.


"Berapa anak yang kau inginkan?” tanya Evelyn penasaran. Sebenarnya Evelyn tak begitu menginginkan anak yang banyak. Ia hanya ingin beberapa anak dan hidup bahagia dengan keluarganya.


“Sebanyak mungkin agar rumah ini ramai dengan tawa mereka,” ucap Kenrick dengan wajah seriusnya, Evelyn yang mendengar hal tersebut sontak memelototkan matanya.


"Jika begitu kau saja yang melahirkan. Kau pikir melahirkan itu mudah?” tanya Evelyn dengan tatapan tajam nya pada Kenrick yang kini meringis melihat wajah Evelyn yang terlihat kesal.


“Kau tak perlu marah Sayang. Aku hanya bercanda. Ya walau sebenarnya aku memang ingin banyak anak. Hanya saja jika itu membuatmu sakit lebih baik tidak perlu,” ucap Kenrick dengan lembut. Ia tak mau egois dan ia sudah mencari tahu jika melahirkan itu begitu sakit.


Kenrick pernah membaca jika saat wanita melahirkan dapat mengalami kesakitan hingga 57 del. Rasa sakit ini setara dengan 20 tulang yang dipatahkan secara bersamaan. Padahal badan manusia hanya dapat menahan kesakitan hingga 45 del. Kenrick tak bisa membayangkan seberapa sakit melahirkan. Jadi ia tak ingin memaksa Evelyn dan membuat wanitanya tersebut merasakan sakit. Bahkan jika bisa, jika Evelyn memang ingin memiliki anak, biar dia saja yang merasakan sakit itu.


"Tidak begitu Kenrick. Kita harus memiliki beberapa anak. Dua mungkin cukup,” ucap Evelyn menenangkan. Ia jelas menginginkan anak untuk melengkapi keluarga mereka.


“Berapapun yang kau inginkan Sayang,” ucap Kenrick dengan senyumannya. Ia akan menerima berapapun anak yang diinginkan oleh Evelyn.


"Baiklah jika begitu kita bisa memiliki dua anak. Aku ingin bahagia sebagai ibu dan istrimu.  Mereka adalah tanda cinta kita,” ucap Evelyn dengan senyumannya.


Setelahnya Evelyn melepaskan pelukan Kenrick lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping Kenrick. Evelyn memeluk Kenrick dan menutup matanya untuk istirahat. Kenrick lebih dulu mengecup kening Evelyn sebelum mereka masuk ke alam mimpi.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.