Mafia's woman

Mafia's woman
Tak Ada Penyesalan



Evelyn mengerjapkan matanya beberapa kali saat sinar mentari pagi mulai masuk melalui jendela kamarnya tersebut. Perutnya yang terasa berat membuat Evelyn melihat ke arah perutnya yang ternyata adalah tangan Kenrick.


Mengingat tentang kejadian malam tadi membuat air mata gadis tersebut kembali mengalir membasahi wajah cantik gadis tersebut. Ia rasanya kini begitu marah pada Kenrick namun ini juga kesalahannya karena tak memikirkan akibat dari perbuatannya.


Mendengar suara isak tangis yang mengganggu tidurnya membuat Kenrick yang sedari tadi masih terlelap dalam tidurnya segera membuka matanya dan ia berhasil dibuat terkejut saat melihat tubuh Evelyn yang terguncang menandakan jika wanitanya tersebut tengah menangis.


“Evelyn,” panggil Kenrick dengan begitu lembutnya pada Evelyn yang kini memejamkan matanya. Melihat keadaan Evelyn tersebut membuat Kenrick merasa tak tega namun meskipun di minta untuk mengulang pada kejadian tadi malam ia sama sekali merasa tak menyesal telah merenggut kehormatan Evelyn bahkan ia merasa begitu senang karena ia lah yang pertama bagi gadis tersebut.


“Tenangkan dirimu, aku pergi,” ucap Kenrick mencium tengkung Evelyn. Setelahnya ia segera turun dari kasur king size tersebut dan berjalan ke arah kamar mandi. Evelyn semakin menenggelamkan dirinya ke dalam selimutnya menangis dengan terisak di sana.


Ia masih tak menyangka jika kini ia telah kehilangan masa depannya dan kini ia juga harus mematahkan prinsipnya sendiri.


“Aku membenci mu Kenrick,” marah Evelyn dengan isak tangisnya yang semakin keras.


Kenrick bahkan bisa mendengarnya. Ia merasa tak tega melihat keadaan Evelyn namun ia juga sama sekali tidak merasa menyesal telah melakukannya.


Tak beberapa lama Kenrick keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan setelan kantornya. Sedangkan Evelyn masih tertidur dengan begitu nyaman, mengurung dirinya di dalam selimutnya. Ia sebenarnya tidak tidur namun isak tangisnya sudah terhenti.


“Perlu kau tahu Evelyn, aku sama sekali tidak menyesal telah melakukannya karena aku begitu mencintaimu dan aku akan menikahinya. Jadi jangan terlalu berlarut. Hari ini hibur lah diri mu, pergilah ke salon atau berbelanja aku akan membebaskanmu,” ucap Kenrick yang kini berjalan mendekat ke arah Evelyn lalu mengecup puncak kepala gadis tersebut.


Evelyn yang mendengar ucapan laki-laki tersebut mendengus dengan kesal. Kini ia malah merasa dirinya seperti seorang wanita bayaran. Setelah Kenrick memakainya kini laki-laki tersebut meminta nya untuk berbelanja.


Namun tak ada salahnya bukan, lihat saja apa yang bisa Evelyn lakukan pada laki-laki tersebut. Memang apa yang ia lakukan nanti mungkin tak seberapa namun tetap ia akan membuat perhitungan pada laki-laki tersebut.


Setelah mengelus puncak kepala Evelyn, Kenrick segera keluar dari kamarnya dan berangkat menuju kantornya membiarkan Evelyn menenangkan dirinya. Setelah kepergian Kenrick dengan segera Evelyn membuka selimutnya tersebut dan merapikan rambutnya yang berantakan.


“Dasar laki-laki menyebalkan. Aku benar-benar membenci mu Kenrick,” kesal Evelyn sambil melempar bantal ke arah pintu yang tadi di lewati oleh Kenrick. Merasa sia-sia untuk terus marah pada Kenrick dan menangis. Evelyn memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.


Sesuai dengan perintah Kenrick hari ini ia akan jalan-jalan dan menghabiskan uang laki-laki tersebut meskipun ia tahu harta laki-laki tersebut tak akan habis sampai tujuh turunan.


Tak membutuhkan waktu lama. Meskipun dengan kesusahan karena bagian bawahnya yang terasa sakit dan menyurutkan keinginan Evelyn untuk berbelanja dan menghabiskan uang laki-laki tersebut.


Setelah selesai dengan kegiatannya ia segera keluar dan ternyata di luar kamarnya sudah ada para pelayan yang menunggu nya.


“Setelah ini kita akan pergi,” ucap Evelyn dengan tegasnya pada pelayannya tersebut yang menjawabnya dengan anggukan patuh.


“Hari ini aku juga ingin sarapan di luar,” ucap Evelyn lagi melanjutkan ucapannya yang hanya bisa di turuti oleh pelayannya tersebut. Vera kini juga sudah menjadi pelayan Evelyn. Dan ia cukup terkejut melihat kehidupan Evelyn yang terlihat begitu mewah dengan Kenrick yang begitu membebaskannya.


“Nona kau jadi untuk pergi?” tanya Steve pada Evelyn yang kini sudah terlihat begitu rapi. Evelyn kini berjalan begitu lambat membuat pelayannya tersebut dengan senang karena merasa jika Evelyn sudah takluk pada Kenrick.


Mereka hanya tak tahu saja tentang pertempuran sengit malam tadi. Mengingat hal tersebut kini Evelyn malah teringat pada Sean dan ingin mengetahui bagaimana kondisi laki-laki tersebut pada Steve, namun tak ia bisa menanyakannya di saat ada begitu banyak pelayan.


“Lalu? Harusnya aku tidur seharian di kamar?” tanya Evelyn dengan begitu sinisnya yang membuat Steve menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari atasannya tersebut. Ia tahu kini Evelyn tengah berada dalam mood yang tengah tidak baik.


Namun tak mau lagi menjawab ia segera membukakan pintu untuk Evelyn. Evelyn dengan segera masuk yang di ikuti oleh Steve yang kini menjadi supirnya dan Jessie yang duduk di samping Steve. Sedangkan pelayan lain kini berada di mobil yang berbeda.


“Steve, bagaimana keadaan Sean?” tanya Evelyn akhirnya membuka suaranya. Ia begitu yakin kepala pengawal tersebut mengetahui tentang apa yang terjadi malam tadi begitupun dengan Jessie.


“Nona sebaiknya Anda tidak melakukan kesalah fatal lagi. Tuan sudah begitu baik pada Anda, ia juga begitu mencintai Anda,” ucap Jessie yang kali ini ikut angkat suara. Ia begitu mengetahui kekacauan yang terjadi di Mansion. Pelayan lain mungkin tak mengetahuinya namun ia jelas mengetahuinya karena ia sudah seperti ibu bagi Kenrick.


“Semua juga karena dia,” kesal Evelyn yang akhirnya memilih untuk diam dan menutup matanya. Ia masih lelah sekarang setelah apa yang Kenrick lakukan. Ia juga merasa tubuhnya sakit semua saat ini.


“Aku ingin ke salon lebih dulu,” ucap Evelyn pada Steve yang hanya menjawabnya dengan anggukan.


Dibandingkan dengan pengawal dan bawahan Kenrick lainnya. Bagi Evelyn, Steve adalah yang paling baik dan juga santai. Walau kadang wajahnya juga datar namun laki-laki tersebut bisa menempatkan situasi.


Tak membutuhkan waktu lama mereka akhirnya sampai di salon yang begitu terkenal di sana. Para pengawal segera membukakan pintu untuk Evelyn.


Evelyn memakai kaca mata hitamnya lalu keluar dari mobil, berjalan memasuki salon tersebut dengan para pelayan yang kini mengikutinya memasuki salon tersebut.


Sebelumnya Jessie yang memang sudah kenal dengan sang pemilik salon yang tak lain adalah temannya tersebut sudah membuat reservasi lebih dulu. Melihat salah satu anggota keluarga dari keluarga terpandang tentu saja mereka begitu senang.


"Mari masuk Nona," ucap Sang manajer salon tersebut yang secara khusus menyambut Evelyn. Jujur saja bagi Evelyn ini begitu berlebihan namun akhirnya ia hanya bisa mengikuti saja tanpa bisa menolaknya.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow


akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih,


selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan


perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah


bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan


lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku


yang lain guys.


See you next chapter all.