Mafia's woman

Mafia's woman
Babymoon or Honeymoon



Sesuai yang telah Kenrick janjikan hari ini laki-laki itu benar mengajak Evelyn untuk berlibur. Entah ini dinamakan Honeymoon atau Babymoon. Atau mereka bisa menyebut kedua nya. Karena ini liburan mereka setelah pernikahan mereka juga merupakan liburan pertama mereka setelah Evelyn dinyatakan hamil.


“Kenrick bukankah ini sangat berbeda dengan Maldives?” tanya Evelyn yang jelas masih mengingat dengan begitu jelas jika jalanan yang sedari tadi ia lalui bukanlah Maldives. Bahkan saat sampai di bandara ia sudah menyadarinya namun Evelyn masih belum menanyakannya pada Kenrick dan kini akhirnya ia sudah tak tahan untuk menanyakannya.


“Ya kau akan mengetahuinya nanti,” ucap Kenrick dengan senyuman misteriusnya Evelyn merengut kesal lalu segera berjalan keluar menuju ujung kapal dan berdiri di sana menikmati angin yang membelai kulitnya.  Terasa begitu menenangkan dan Evelyn begitu suka jika harus berlama-lama berada di luar kapal tersebut.


Angin dingin yang membelai kulit tubuhnya benar-benar begitu menyejukkan dan menenangkan siapapun pasti akan terbuai dengan belaian lembut angin tersebut. Ditambah lagi dengan suara deburan ombak yang begitu menenangkan.


“Kau menyukainya?” tanya Kenrick dengan senyumannya yang kini juga sudah ikut keluar dan menghampiri Evelyn yang tengah berada di ujung kapal tersebut sambil merentangkan tangannya dan memejamkan matanya. Suaminya yang melihat hal itu segera berjalan ke arah wanita hamil tersebut dan memeluknya dari belakang suasana menenangkan serta nyaman siapa tak akan terbuai dengan semua ini?


“Sangat,” ucap Evelyn jujur tanpa membuka matanya ataupun melihat ke arah suaminya itu. Tatapannya kini begitu lurus mengarah ke depan menikmati ciptaan tuhan yang terasa begitu indah itu.


“Ingin berenang?” Tanya Kenrick menawarkan pada Evelyn yang kini sontak membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah suaminya itu dengan mata memelotot.


“Di sini?” Tanya Evelyn tak percaya yang hanya dibalas dengan anggukan serta senyuman oleh Kenrick.


“Kau gila? Apa kau sudah bosan hidup? Atau kau ingin membunuhku?” Tanya Evelyn dengan tatapan tajamnya juga tak percaya jika kini suaminya itu malah mengajaknya berenang di tengah lautan lepas seperti ini? Siapa yang tahu jika di dalam sana ada hewan laut yang bisa kapan saja menerkam mereka? Sepertinya suaminya itu memang sudah bosan hidup dan malah mengajaknya untuk mengakhiri hidup bersama-sama, atau entah ada masalah apa pada suaminya itu yang membuatnya ingin segera kembali pada Tuhan.


“Bagaimana aku bisa bosan hidup saat aku memilikimu?” Tanya Kenrick dengan tawanya yang mendengar ucapan spontan dari istrinya itu. Sepertinya Evelyn memikirkan terlalu jauh.


“Siapa yang tahu kau mulai depresi menghadapi sikapku,” Jawab Evelyn dengan pemikirannya sendiri titik lagipula jangan salahkan pemikirannya itu salahkan saja Kenrick yang tiba-tiba mengajaknya berenang di tengah lautan seperti ini siapa yang tak akan takut jika saja ada hewan buas yang akan menerkam mereka.


“Bagaimanapun dirimu aku akan terus mencintaimu,” ucap Kenrick dengan senyumannya yang kini malah membuat Evelyn membalasnya dengan senyuman laki-laki itu memang sangat pandai berkata manis.


“Tidakkah kau merasa ucapanmu itu terlalu manis?” Tanya Evelyn dengan senyumannya sambil terkekeh mendengar ucapan dari laki-laki tersebut.


“Hanya padamu,” Jawab Kenrick sambil mengerlingkan matanya menggoda istrinya itu. Pipi Evelyn kini sudah memerah mendengar jawaban yang dilontarkan oleh laki-laki tersebut yang memang suka sekali untuk menggodanya hingga membuat pipinya memerah karena terlalu salah tingkah.


“Jika kau berani mengatakannya pada gadis lain aku berjanji akan memotong juniormu,” ancaman Evelyn memang terdengar begitu kejham bagi Kenrick.


“Kau sangat kejam Sayang. Jadi kau ingin berenang?” tanya Kenrick sambil memeluk wanitanya itu dengan erat masih dengan wajahnya yang mengerucut sangat menggemaskan.


“Kau tahu aku tak bisa berenang dan kau mengajakku berenang di lautan lepas begini?” Evelyn menatap tajam pada Kenrick yang masih saja membahas soal renang di tengah lautan seperti ini sepertinya laki-laki tersebut memang tidak akan menyerah sebelum Evelyn menyetujui permintaannya. Namun tentu kali ini ia tak akan mau begitu saja ya jelas tak mau untuk membahayakan keselamatannya juga ke mata anaknya Mendengar nada tajam yang keluar Evelyn malah membuat Kenrick terkekeh.


“Sepertinya aku harus membuat kelas renang untukmu,” ungkap Kenrick menyuarakan pendapatnya tentang Evelyn yang tidak bisa berenang. Evelyn hanya berdecak dan memutar matanya malas.


“Lakukan sesukamu Tuan Kenrick yang terhormat,” kesal Evelyn yang sudah tak ingin lagi berdebat dengan Kenrick. Rasanya ia sudah begitu lelah jika harus kembali berdebat dengan Kenrick.


***


Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu lama akhirnya mereka sampai di resort saat sore hari. Resort yang lebih mirip sebuah Villa karena memiliki banyak kamar dengan berbagai ruangan dan fasilitas yang begitu lengkap Kali ini Kenrick menyiapkan yang jauh lebih bagus dari saat mereka di Maldives.


“Ah rasanya begitu melelahkan. Namun aku ingin menikmati matahari tenggelam nanti,” keluh Evelyn yang kini sudah merebahkan tubuhnya di kasur di kasur king size yang tersedia.


“Beristirahatlah. Aku akan membangunkanmu nanti saat waktunya sudah tiba,” perintah Kenrick begitu pengertian yang membuat Evelyn tersenyum mendengarnya.


“Pulau ini sangat indah. Tidak kalah dengan Maldives,” ucap Evelyn yang sebenarnya kini sudah memejamkan matanya dengan terus berada di pelukan Kenrick yang begitu nyaman untuknya.


“Pulau ini adalah hadiah pernikahan untukmu,” ucap Kenrick dengan begitu santainya.


Mendengar ucapan Kenrick, Evelyn segera melepaskan pelukan kalian menatap laki-laki itu dengan tatapan tidak percaya.


“Kau bercanda?” tanya Evelyn dengan tatapan tak percaya sekaligus terkejutnya mendengar ucapan dari laki-laki tersebut. Dari mata Kenrick saja Evelyn tak dapat melihat kebohongan di sana. Harusnya Evelyn tahu jika laki-laki itu mengatakan hal yang sesungguhnya.


“Tidak Sayang. Aku menyiapkannya setelah kau mengatakan sangat menyukai Maldives,” ucap Kenrick jujur.


“Kenrick kau benar-benar suami idaman,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang terlihat begitu bahagia. Ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu.


“Tentu saja, kau pasti beruntung memilikiku. Dan aku juga sangat beruntung memilikimu, kita sama-sama beruntung memiliki satu sama lain,” ucap Kenrick dengan senyumannya. Rasa percaya diri laki-laki itu begitu tinggi namun Evelyn menyetujui ucapan Kenrick. Mereka memang beruntung memiliki satu sama lain.


“Tapi Kau sangat berlebihan. Jangan menghamburkan uang untuk hal tak berguna,” pesan Evelyn yang kini sudah kembali pada sifat awalnya yang memang suka memperhitungkan apa yang bisa di beli dan apa yang tidak. Evelyn hanya tak ingin suaminya itu hidup dengan menghambur-hamburkan kekayaan.


“Tidak ada yang berlebihan jika itu menyangkut dirimu Sayang. Lagi pula bagiku ini sangatlah berguna,” ucap Kenrick yang masih bisa untuk menyanggah ucapan istrinya itu.


Evelyn menghela nafasnya kasar walau Evelyn menyukai ini hanya saja ini semua terlihat berlebihan.


“Apa kau tidak takut bangkrut dan jatuh miskin? Saat kau berada dalam kesusahan baru kau akan tahu itu. Mencari uang bukan hal yang mudah,” peringat Evelyn. Inilah yang Evelyn pikirkan. Bahkan di luar sana masih banyak orang yang kesusahan namun Kenrick malah menghamburkan uang nya dengan begitu mudah tanpa memikirkan akibatnya. Atau memikirkan orang lain sekedar untuk memberi santunan. Sepertinya Evelyn hanya tak tahu jika suaminya itu selalu rajin memberi santunan bahkan bergabung dengan Unicef.


“Kita tidak akan jatuh miskin walau tujuh turunan kita tidak bekerja,” ucap Kenrick  dengan begitu sombongnya yang hanya bisa membuat Evelyn menggeleng melihatnya.


“Kau sangat sombong! Tapi terima kasih untuk hadiah nya,” ucap Evelyn tulus, bagaimanapun ia begitu berterima kasih atas hadiah yang Kenrick berikan untuknya.


“Hahaha! Itu memang benar, jadi jangan khawatir! Dan ya tentu ini tidak gratis. Aku harus mendapatkan bayaran untuk ini,” ucap Kenrick yang kini sudah menatap Evelyn dengan seringainya.Evelyn jelas tahu apa yang diinginkan oleh suaminya itu hingga membuatnya tersenyum malu sambil mencubit Kenrick kesal.


“Sangat mesum!” kesal Evelyn yang malah membuat Kenrick terkekeh mendengarnya.


Setelah banyaknya hal buruk yang kalian lalui akhirnya kini berjalan dengan akhir yang begitu bahagia.


“Aku akan selalu mencintaimu Sayang,” ungkap Kenrick yang tak akan bosan untuk mengatakan semua itu karena ia memang begitu merasa beruntung dengan kehadikan Evelyn.


“Begitupun denganku,” ucap Evelyn jujur.


Kini Evelyn telah menemukan sosok suami yang sangat ia cintai. Dia begitu hangat dan sangat perhatian, tapi Evelyn yakin kalau ini bukanlah akhir dari ceritanya. Melainkan awal dari ceritanya juga Kenrick.


***