Mafia's woman

Mafia's woman
Kedatangan Orang Ketiga



“Ya, hanya ingin mengunjungimu dan aku di usir. Sepertinya dia salah paham terhadap ku,” ucap Razita dengan senyuman nya seolah ia memaklumi tindakan Evelyn yang pernah mengusirnya. Evelyn yang mendengar hal tersebut hanya berdecih karena sikap Razita yang kini begitu berbeda saat dulu wanita tersebut datang ke kantor Kenrick.


"Tsk! Kau pembohong yang ahli, kau mengaku kekasih Kenrick kan? Beruntung aku memiliki Dennis yang membantuku saat itu.” Evelyn tersenyum sinis membuat Razita mengepalkan tangannya marah mendengar ucapan Evelyn itu.


Kenrick dan Sean dapat merasakan aura permusuhan di antara mereka. Evelyn dan Razita saling menatap tajam membuat Kenrick merasakan aura permusuhan yang begitu kental membuat laki-laki itu berdehem berusaha untuk mencairkan suasana.


“Baiklah lebih baik kita duduk dan berbicara santai,” ucap Kenrick berusaha untuk mencairkan suasana tersebut. “Bukankah kau harus meeting? Orangnya sudah ada di sini jadi cepat selesaikan,” ketua Evelyn yang segera duduk di sofa single merasa enggan untuk duduk di dekat Kenrick. Ia merasa begitu kesal pada Kenrick karena ternyata klain penting yang membuatnya harus segera menyelesaikan liburannya adalah wanita yang mengaku kekasih Kenrick.


“Aku tak mengerti bagaimana Kenrick bisa mendapatkan wanita sepertimu,” sinis Razita sambil tersenyum angkuh pada Evelyn. Evelyn menaikkan sebelah alisnya dengan tatapan tak kalah sinisnya.


"Memangnya kenapa? Iri?” tanya Evelyn dengan begitu angkuhnya. Kenrick menggaruk tengkuknya yang tak gatal melihat pertengkaran kedua wanita tersebut yang seolah sama-sama menyulut pertengkaran.


Sean yang juga melihat aura permusuhan itu menjadi bingung dan memilih pergi tapi Kenrick malah menahannya.


“Mau kemana kau Sean?” tanya Kenrick yang tak ingin berada dalam medan perang ini seorang diri. Tentu ia tak akan membiarkan Sean pergi begitu saja meninggalkannya dengan aura gelap dari kedua perempuan itu.


“Hmm saya akan meminta pelayan untuk membuatkan minum,” ucap Sean berusaha mencari alasan untuk pergi. Tentu ia tak ingin terlibat. Dan membiar saja tuannya  itu menghadapi kedua betina itu sendiri.


Kenrick yang percaya dengan ucapan Sean akhirnya hanya mengangguk dan berusaha untuk mengendalikan aura saling ingin membunuh itu. Kenrick kini duduk di tengah di samping kanannya Evelyn duduk di single sofa sedangkan di sebelah kirinya Razita duduk seorang diri di sofa panjang. Kenrick benar-benar merasa dihadapkan dengan kecanggungan.


“Bagaimana kabarmu Razita?” tanya Kenrick pada Razita berusaha untuk mencairkan suasana yang terasa canggung tersebut.


“Seperti yang kau lihat,” ucap Razita dengan senyumannya. Kenrick hanya menjawabnya dengan anggukan membuat Evelyn mendengus dibuatnya.


"Tidak bisakah kalian langsung segera membicarakan tentang bisnis saja?” sinis Evelyn yang merasa muak melihat Razita dan Kenrick.


“Sayang dia adalah sahabatku apa salahnya berbicara santai dulu,” ucap Kenrick dengan senyuman nya ya yang melah membuat Evelyn memutar bola matanya malas.


"Ya, ya, ya, sahabat. Lihat saja saat aku juga membawa sahabat laki-laki ku ke rumah ini,” kesal Evelyn. Merasa kesal berada terlalu lama di sana Evelyn memilih untuk pergi saja ke taman belakang.


Evelyn memilih menuju taman belakang untuk meredakan rasa kesalnya pada Razita. Evelyn semakin marah saat tahu Kenrick bukannya mengejarnya malah tetap bersama dengan gadis itu.


“Minumlah.” Sean datang sambil mengulurkan jus jeruk untuk Evelyn. Evelyn menerimanya sambil tersenyum ke arah laki-laki tersebut yang langsung duduk di sampingnya itu.


"Terima kasih Sean,” ucap Evelyn dengan senyuman tulusnya. Setidak nya ia beruntung karena masih ada yang mengejarnya. Jika tidak ada yang mengejarnya ia pasti malu karena merasa tak di anggap dan Razita akan merasa menang.


“Tak perlu. Bagaimana liburanmu, Nona?” tanya Sean menaikkan sebelah alisnya. Berusaha untuk berbicara santai pada Evelyn. Bahkan kini laki-laki tersebut masih memanggilnya Nona, padahal bawahan Kenrick yang lain sudah memanggilnya Nyonya. Namun tentu Evelyn tak akan mempermasalahkannya.


"Kau bisa memanggilku dengan nama saat kita sedang santai begitu Seann. Dan ya liburan ku sangat baik jika saja wanita ular itu tak datang dan meminta Kenrick segera kembali. Meeting? Cih! Alasan yang memuakkan,” kesal Evelyn jika mengingat liburannya hanya sebentar karena wanita tersebut. Mendengar gerutuan wanita di samping nya tersebut yang sarat akan kekesalan membuat Sean yang berada di samping Evelyn terkekeh mendengarnya.


“Memang ada kerja sama yang harus dibicarakan, Evelyn! Lagi pula Tuan juga tidak tahu jika Nona Razita yang akan datang,” ucap Sean menjelaskan. Walau bagaimanapun ia tentu tak akan membuat Tuannya tersebut berada dalam masalah.


“Siapa yang tahu jika Kenrick hanya pura-pura tak tahu,” sinis Evelyn menimpali ucapan dari Sean. Sean hanya tersenyum mendengar ucapan Evelyn, mungkin laki-laki itu tak tahu harus menjawab apa. Atau merasa lucu melihat Evelyn yang cemburu. Walau hatinya sakit melihat Evelyn yang cemburu pada laki-laki lain.


“Aku rasa tidak, mereka hanya bersahabat. Mereka hanya bersahabat dari kecil dan lagi ayah mereka juga bersahabat. Tuan juga sudah menganggapnya seperti adik sendiri,” jelas Sean menjelaskan pada Evelyn. Mendengar hal itu Evelyn menatap marah ke depan. Pasalnya Razita dulu pernah mengatakan jika mereka adalah sepasang kekasih.


 "Kau berkata yang sejujurnya?” tanya Evelyn dengan tatapan menyelidiknya.


“Tentu saja. Mereka memang hanya bersahabat,” ucap Sean tegas.


"Wanita itu menyukai Kenrick,” lirih Evelyn dengan helaan nafasnya. Mendengar hal itu Sean mengerutkan keningnya apa lagi yang Evelyn ucapkan adalah sebuah pernyataan bukan pertanyaan.


"Dia pernah datang ke kantor dan mengaku kekasih Kenrick.Karena itu aku mengusirnya,” jelas Evelyn saat melihat wajah terkejut dari Sean.


“Kau tak perlu khawatir Tuan tak akan menduakanmu,” ucap Sean yang masih begitu setia mendukung Tuannya, Evelyn berdecih karena menganggap Sean adalah kacung yang setia dan selalu mendukung Kenrick.


"Siapa yang tahu jika ia bisa saja melakukan hal itu,” tegas Evelyn yang kini kembali melihat ke arah depan dengan tatapan sendunya.


“Jika Kenrick berani menyakitimu dan berselingkuh darimu. Maka aku akan mengambilmu darinya,” tegas Sean mengatakannya dengan bersungguh-sungguh. Mendengar ucapan Sean Evelyn segera menatap laki-laki itu dalam yang hanya di balas senyuman oleh Sean.


“Teruslah berharap! Sayangnya aku tak akan melepaskan Evelyn.” Kenrick yang baru saja datang dan mendengar ucapan Sean segera menghampiri mereka dan menarik wanitanya itu untuk berdiri.


“Aku juga berharap kau tak akan melakukannya,” ucap Sean dengan senyumannya. Meskipun ia menyukai Evelyn namun ia tahu jika bahagia wanita tersebut ada pada Kenrick. Dan ia tak ingin merebut kebahagiaan tersebut. Ia tak ingin membuat Evelyn bersedih. Ia ingin Evelyn terus berbahagia meskipun bukan bersamanya.


"Untuk apa kau kemari? Apa wanitamu itu sudah pergi?” tanya Evelyn dengan begitu sinis dan tak bersahabat pada Kenrick yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan Evelyn yang begitu sinis itu.


“Sayang jangan berbicara begitu. Aku hanya milikmu,” ucap Kenrick dengan wajah sedihnya.


“Hmm sebaiknya aku pergi,” ucap Sean yang merasa sadar diri jika ia tak pantas berada di sana karena kini bisa Sean lihat kedua majikannya tersebut membutuhkan waktu untuk berbincang. Sean tersenyum sekilas lalu segera pergi dari sana.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.