
Saat sampai di kantor Kenrick, Evelyn segera masuk ke dalam ruangan laki-laki itu. Namun Evelyn mengerutkan kening saat melihat seorang wanita yang tengah duduk di sofa bersama dengan laki-laki itu. Wanita dengan pakaian kasual itu tersenyum ramah ke arahnya.
“Kemarilah, duduk disampingku,” ucap Kenrick meminta wanitanya tersebut untuk duduk di sampingnya. Tanpa mau protes dan bertengkar akhirnya Evelyn hanya mengangguk lalu duduk di samping Kenrick dengan tatapan bingung nya menatap wanita tersebut.
“Dia pemilik toko emas yang biasa artis pesan. Semua barangnya costum. Mila, ini calon istriku,” ucap Kenrick memperkenalkan mereka yang membuat Evelyn tersenyum menanggapinya lalu saling mengulurkan tangan untuk saling berkenalan.
“Salam kenal Nyonya,” ucap Mila dengan begitu lembut dengan senyumannya yang mengembang.
"Salam kenal, saya Evelyn,” ucap Evelyn tak kalah ramahnya dan tersenyum ke arah wanita tersebut,
“Aku sudah memilih cincin yang akan kita gunakan. Kau ukurlah jarimu,” ucap Kenrick yang membuat Evelyn mengangguk.Evelyn mengambil beberapa contoh cincin yang berada di atas meja lalu mulai memakainya untuk mengetahui ukuran cincinnya.
“Ini cincin untuk pertunangan kita?” tanya Evelyn yang Kenrick jawab dengan anggukan.
“Pertunangan dan Pernikahan kita,” ucap Kenrick yang membuat Evelyn mengangguk. Sepertinya laki-laki tersebut memang begitu bersemangat untuk pesta pertunangan dan pernikahan mereka.
"Yang ini terlihat pas,” ucap Evelyn sambil menyerahkan cincin yang telah di cobanya pada Mila. Mila dengan senyuman lebarnya mengambil cincin tersebut.
“Baik Nyonya. Anda ingin melihat cincin yang Tuan Kenrick pilihkan?” tanya Mila yang Evelyn balas dengan anggukan. Seharian ia sudah begitu lelah melihat tabloid untuk gaun pertunangannya jadi ia tak mau repot untuk melihat barang yang sudah di pilih, apa lagi yang memilihnya adalah Kenrick. Jika tak sependapat yang ada mereka hanya akan bertengkar jadi untuk urusan ini Evelyn membiarkan Kenrick untuk mengurusnya.
"Oh tidak perlu, aku percaya padanya,” ucap Evelyn yang membuat Kenrick terkekeh mendengarnya. Mila pun tersenyum dan merapikan barang miliknya.
“Jika begitu saya pergi dulu Tuan, Nyonya,” ucap Mila pada sepasang kekasih tersebut yang menjawabnya dengan anggukan.
“Siapkan sesuai keinginanku ya,” tegas Kenrick pada Mila yang menjawabnya dengan anggukan patuh,
“Tentu Tuan,” ucap Mila yang setelahnya segera berdiri dan menunduk hormat yang hanya dibalas dengan anggukan oleh Kenrick.
"Tunjukkan padaku seperti apa desainnya,” ucap Evelyn yang akhirnya juga merasa penasaran dengan cincin yang dipilih Kenrick.
“Hahaha! Jadi sekarang kau sangat ingin tahu, Sayang?” tanya Kenrick dengan tawanya yang menggelegar. Mendengar hal tersebut membuat Evelyn memutar bola matanya malas.
"Kau menyebalkan!” kesal Evelyn sambil mengerucutkan bibirnya dan bersedekap dada. Kenrick yang melihat hal tersebut benar-benar dibuat gemas dengan tingkah wanitanya tersebut.
“Kau akan tahu nanti. Aku selalu memilih yang sempurna untukku,” ucap Kenrick yang membuat Evelyn berdecih mendengar ucapan laki-laki tersebut yang begitu percaya diri.
"Aku tak yakin,” ucap Evelyn acuh. Kenrick kini tertawa dengan begitu keras ia benar-benar dibuat gemas dengan wanitanya tersebut.
“Lihatlah dirimu. Bukankah kau begitu sempurna,” ucap Kenrick yang berhasil membuat Evelyn kini bersemu merah mendengar ucapan laki-laki tersebut. Namun Kenrick tak salah, ia memang selalu memilih sesuatu yang nyaris sempurna. Bahkan saat memilih istri sekalipun. Evelyn tak hanya cantik di luar dari juga di dalam. Ia merasa beruntung memiliki wanitanya tersebut.
"Kau,” tunjuk Evelyn pada Kenrick dengan tatapan tajamnya.
"Berhenti menggodaku, kau pasti ada maunya,” ucap Evelyn yang kini kembali bersedekap dada yang membuat Kenrick terkekeh mendengarnya. Evelyn selalu saja memiliki pemikiran buruk padanya, bahkan saat ia tengah memuji hasil dari pencarian panjangnya itu.
“Kau memang paling tahu apa yang aku inginkan, Sayang,” ucap Kenrick yang kini semakin menggoda Evelyn dengan mendekatkan wajahnya pada Evelyn, Evelyn memundurkan wajahnya namun Kenrick malah mengikutinya. Sebenarnya ia hanya ingin memberi pelajaran untuk Evelyn jika semua bukan hanya tentang keinginan karena kadang kala ia hanya ingin memuji wanita nya itu.
"Kenrick kau membuatku takut,” uap Evelyn yang kini sudah memicingkan matanya menatap Kenrick dengan tatapan curiganya.
“Hey! apa yang membuatmu takut? Aku hanya bercanda. Apa kau sedang membayangkannya?” tebak Kenrick yang kini sudah kembali pada posisi semula yang membuat Evelyn mengalihkan pandangannya karena kini pipinya sudah bersemu merah karena ulah laki-laki tersebut.
"Mana mungkin aku membayangkannya! Aku takut kau melakukan hal buruk padaku,” ucap Evelyn dengan gelagapan yang kini membuat Kenrick tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Apa menurutmu aku orang seperti itu?” tanya Kenrick dengan mimik wajahnya yang di buat semenyedihkan mungkin. Dan kali ini, ini benar-benar membuat Evelyn takut. Saat wajah datar mulai bertingkah seperti ini.
"Ya, kau adalah iblis menakutkan,” ucap Evelyn dengan santai. Mendengar ucapanmu malah membuat Kenrick tertawa bukannya tersinggung.
“Oh iya Kenrick. Tentang pernikahan ini, kau sungguh akan dilangsungkannya sebulan lagi?” tanya Evelyn dengan tatapan seriusnya. Mendengar pertanyaan wanita nya tersebut Kenrick mengerutkan keningnya bingung dengan tatapan tak suka mendengar pertanyaan Evelyn.
“Bukan seperti itu, hanya saja kau sudah mempersiapkannya mulai sekarang. Aku hanya masih tak menyang jika akan secepat ini,” ucap Evelyn pada Kenrick yang membuat Kenrick menghela nafasnya. Kini Kenric sudah saling berhadapan dengan Evelyn.
Tangannya dengan begitu lembut memegang tangan Evelyn membawa tangan gadis tersebut dalam genggamannya. Matanya kini sudah menatap Evelyn dengan tatapan seriusnya.
“Aku sudah katakan bukan, aku selalu mau yang sempurna untukku. Dan persiapan pernikahan itu tidaklah sebentar jadi aku ingin kita mulai mengurusnya sekarang,” ucap Kenrick pada Evelyn yang membuat Evelyn menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Kenrick.
“Aku akan ke butik besok untuk melihat gaun pernikahannya secara langsung,” ucap Evelyn yang Kenrick balas dengan anggukan.
Suara ketukan pintu dari luar mengganggu kebersamaan sepasang kekasih yang tengah membahas tentang pernikahan tersebut. Dengan malas Kenrick menyuruh orang di luar untuk masuk dan ternyata dia adalah Maxi.
“Ada apa Maxi?” tanya Kenrick pada kaki tangannya tersebut. Bukannya menjawab, Maxi malah mendekat ke arah Kenrick dan membisikkan sesuatu pada laki-laki itu hingga terlihat jelas kemarahan Kenrick. Membuat Evelyn bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
“Minta Steve untuk mengantar Evelyn pulang,” tegas Kenrick pada Maxi yang menjawabnya dengan anggukan. Evelyn yang mendengar hal tersebut tentu saja merasa tak terima.
"Kenrick. Ini menyebalkan! Aku lelah pindah ke satu tempat ke tempat lain,” dengus Evelyn dengan kekesalannya. ia baru saja sampai namun kini ia sudah diusir. Padahal laki-laki tersebutlah yang meminta Evelyn untuk datang namun kini malah Kenrick jugalah yang mengusirnya.
“Maaf, Sayang, aku ada urusan mendadak,” ucap Kenrick dengan penuh penyesalannya.
"Apa kau baik-baik saja?” tanya Evelyn yang kini mulai khawatir saat melihat ekspresi Kenrick yang mulai berubah.
“Hanya masalah pekerjaan. Kau pulanglah bersama Steve,” perintah Kenrick yang membuat Evelyn berdecak kesal mendengarnya. Padahal ia ingin tahu apa yang terjadi dan ingin ikut dengan Kenrick.
"Tapi Kenrick....” ucapan Evelyn lebih dulu di potong oleh Maxi yang kini ikut angkat suara.
Maxi: Menurutlah Nyonya. jangan membuat masalah,” ucap Maxi dengan tatapan tak suka pada Evelyn yang membuat Evelyn semakin kesal. Entah ada apa sebenarnya dengan laki-laki paruh baya itu hingga seperti tak menyukainya. Padahal Evelyn tak memiliki masalah dengannya.
"Sepertinya kau tak suka denganku Maxi,” sinis Evelyn menatap tajam ke arah Maxi yang sedari tadi menatap tak suka ke arahnya. Sedari tadi ia sudah mengetahuinya namun ia berusaha untuk menahan agar tidak berbicara sinis pada laki-laki tersebut namun Maxi malah menyulutnya lebih dulu.
“Apa yang kau katakan Nyonya,” ucap Maxi dengan tatapan tak bersalahnya yang membuat Evelyn berdecak dengan senyuman sinisnya.
"Kau tidak menyukaiku bukan?” tanya Evelyn langsung to the point.
“Sepertinya Anda sedang emosi. Steve sudah datang sebaiknya Anda pulang,” ucap Maxi dengan tatapan datarnya yang semakin membuat Evelyn begitu kesal dengan laki-laki tersebut.
“Pulanglah, jangan membantah,” tegas Kenrick melerai perdebatan antara Maxi juga Evelyn.
Meski Evelyn cukup kesal, tapi akhirnya Evelyn mengikuti perintah Kenrick dan tidak membantahnya.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.