Mafia's woman

Mafia's woman
Pertengkaran Kecil



Bisikan bisikan juga tatapan dari banyak mata yang kni melihat ke arah Evelyn juga Kenrick terus mengiringi langkah mereka. Sepanjang jalan sepasang suami istri tersebut berjalan di koridor kantor banyak yang menatap mereka dengan berbagai tatapan.


Meskipun berita pernikahan mereka sudah tersebar begitu luas di publik mengingat Kenrick adakah pengusaha yang begitu berpengaruh, namun masih saja ada yang belum mengetahui tentang istri Kenrick. Hingga kini mereka menatap Evelyn dengan tatapan penasaran, iri, juga memuji.


Banyak yang membicarakan mereka namun Evelyn sama sekali tidak peduli. Lagi pula ia tak menumpang hidup pada mereka. Kenrick di sampingnya juga terus menggenggam tangannya seolah memberitahu Evelyn untuk tidak mempedulikan mereka dan mengatakan jika di sana ada dirinya.


“Jangan pedulikan mereka, mereka hanya iri pada mu,” ucap Kenrick berusaha untuk memberikan semangat bagi wanita nya itu yang membuat Evelyn tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan dari laki-laki di sampingnya itu.


Mereka kini berjalan ke arah lift khusu para petinggi kantor bersama dengan Steve di belakang mereka. Di dalam Lift kini hanya ada mereka dengan Kenrick dan Evelyn di bagian belakang nya. Di Lift mereka hanya diam saja. Tak seperti biasanya Evelyn akan banyak bicara namun mood nya pagi ini cukup tidak menentu. Hormon kehamilan benar-benar mempengaruhi wanita itu.


“Apa ada jadwal rapat hari ini?” tanya Kenrick setelah keluar dari lift dan menggandeng tangan Evelyn untuk berjalan ke arah ruangannya.


Steve yang berada di depannya kini membuka iPadnya. Pengawal pribadi Kenrick itu kini juga merangkap sebagai sekretaris juga asisten Kenrick untuk menggantikan tugas Sean. Mereka memang harus saling berganti posisi selama Kenrick tinggal di New York.


Pekerjaan mereka memang semakin bertambah. Sedangkan Direktur utama yang dulu menghandle perusahaan yang kini di pegang oleh Kenrick itu ia kirimkan ke Las Vegas untuk membantu Sean ataupun Steve.


“Kita ada rapat dengan perusahaan SKY company di jam sembilan Tuan. Direktur baru perusahaan tersebut ingin mengetahui lebih lanjut tentang proyek Megatika,” ucap Steve menjelaskan sambil membaca jadwal dan agenda mereka.


“Direktur baru?” tanya Kenrick menaikkan sebelah alis nya bingung yang di jawab dengan anggukan oleh Steve yang kini membukakan pintu untuk atasannya karena kini mereka sudah sampai di ruangan Kenrick yang begitu besar.


“Benar tuan Sky company baru saja mengumumkan direktur baru mereka. Mereka juga memberikan undangan untuk Tuan dalam pesta direktur baru mereka,” ucap Steve sambil memberikan undangan yang ia dapat.


Kenrick kini sudah duduk di meja kebesarannya sedangkan Evelyn kini duduk di sofa yang berada di sana.


Evelyn sedari tadi berpikir, ia seperti mengenal nama perusahaan tersebut namun ia sudah melupakannya membuat wanita tersebut kini berpikir dengan keras.


“Sky company apa nama direktur baru dari perusahaan itu adalah Karel Frederik?” tanya Evelyn yang mengalihkan atensi kedua pria tersebut padanya.


Mendengar ucapan Evelyn mereka dengan kompak melihat ke arah Evelyn sambil menaikkan sebelah alisnya.


“Kau tahu Nyonya?” tanya Steve karena yang diucapkan oleh noanya tersebut memang benar jika direktur baru dari perusahaan tersebut bernama Karel.


Evelyn jelas tahu akan hal tersebut karena Karel adalah mantan kekasihnya dan laki-laki tersebut memang berasal dari keluarga terpandang dan kaya.


“Bukankah dia mantanmu?” tanya Kenrick yang seperti mengenal nama tersebut. Evelyn hanya menjawabnya dengan anggukan acuh, berbeda dengan kenrick yang kini bahkan sudah di buat cemburu hanya dengan Evelyn menyebutkan nama mantannya itu.


Sikap posesif Kenrick sepertinya semakin menjadi-jadi. Raut wajah laki-laki tersebut kini bahkan sudah tidak lagi bersahabat.


“Jadi, apa kalian akan pergi?” tanya Steve saat melihat suasana ruangan tersebut yang terasa begitu aneh.


Evelyn yang memilih tak peduli dan biasa saja tanpa mengetahui jika suaminya sedang cemburu dan Kenrick yang kini sedang dilanda rasa cemburu.


“Iya!” dan seruan itu berasal dari Kenrick yang juga menjawabnya bersamaan dengan Evelyn.


Kini mereka sudah saling pandang. Dengan Kenrick yang memperlihatkan kekesalannya dan Evelyn yang menunjukan raut wajah bingungnya.


“Mengapa harus datang?” tanya Evelyn kini menatap Kenrick dengan penuh tanda tanya.


“Mengapa harus tidak datang?” anya Kenrick dengan kekesalnnya kini menirukan ucapan Evelyn yang berhasil membuat Evelyn kini melongo melihatnya.


Steve yang merasa jika kini ia berada ditempat yang salah jadi bingung sendiri. Laki-laki tersebut kini bahkan menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan dengan bingun.


“Hm Tuan Nyonya. Saya pergi dulu, kalian pikirkan saja baik-baik akan pergi atau tidak. Acara nya besok malam,” ucap Steve yang lebih memilih untuk undur diri dari pada terus berada dalam kerumitan sepasang suami istri yang baru menikah itu.


“Steve tunggu,” panggil Kenrick pada Steve yang baru saja akan membuka pintu ruangan Kenrick. Mendengar namanya dipanggil akhirnya laki-laki itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah atasannya itu dengan tatapan bingungnya.


“Ada apa Tuan?” tanya Steve menanti. Sedangkan Evelyn kini juga menggu apa yang akan dikatakan oleh laki-laki itu pada Steve.


“Untuk apa kali ini kau saja yang menggantikan. Aku harus mengantar Evelyn untuk cek up kehamilannya,” ucap Kenrick tegasa, sebenarnya ia hanya tak ingin saja untuk bertemu dengan Karel. Ia ingin memberikan kejutan pada laki-laki itu dalam acara pengangkatan sebagai direktur sekaligus CEO dalam perusahaan.


“Bukankah kita akan cek up jam sepuluh?” tanya Evelyn menaikkan sebelah alisnya bingung.


“Aku tak tahu kapan rapat nya akan berakhir bagaimana jika kita terlambat?” tanya Kenrick yang memang ada benarnya juga. Akhirnya Evelyn hanya menganggukkan kepalanya saja.


“Baiklah Tuan,” ucap Steve yang hanya bisa mengangguk pauh. Setelahnya ia segera keluar dari ruangan Kenrick setelah berpamitan pada atasannya itu.


“Jadi mengapa kita harus datang?” tanya Evelyn menaikkan sebelah alisnya menatap suaminya itu dengan tatapan seriusnya pada Kenrick.


“Hanya sekedar menghargai?! Lagi pula mengapa kau tidak mau datang?” tanya Kenrick dengan tatapan menentangnya.


Evelyn yang mendengar jawaban Kenrick hanya berdecak. Bahkan jawaban laki-laki tersebut terdengar tidak meyakinkan. Evelyn jelas tahu apa yang mau laki-laki itu lakukan hingga ia mau datang ke acara keluarga Karel.


“Bahkan jawabanmu terdengar meragukan. Lagian aku juga tak mau datang hanya tak ingin mengacaukan acara tersebut dengan kecemburuanmu,” ucap Evelyn menjelaskan yang kini membuat Kenrick berjalan ke arah Evelyn dan berdiri di depan wanitanya itu.


“Aku gak akan cemburu pada laki-laki itu karena jelas aku lah pemenangnya,” ucap Kenrick dengan begitu percaya diri dan terlihat angkuh. Padahal baru saja laki-laki itu cemburu pada Evelyn hanya karena Evelyn menyebut nama Karel.


“Baiklah kita datang. Tapi jangan membuat kekacauan di sana,” peringat Evelyn pada suaminya yang seringkali cemburu salah tempat itu.


“Ya, ya ya,” ucap Kenrick acuh dan kini berjalan kembali ke arah meja nya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya sedangkan Evelyn kini memilih untuk memainkan ponselnya sambil menunggu Kenrick bekerja.


***