
Suara pintu dibuka kembali mengalihkan perhatian Evelyn, ia pikir gadis tersebut kembali lagi namun ternyata ia salah karena yang datang ternyata Kenrick, laki-laki tersebut sepertinya baru saja selesai dengan urusannya. Kenrick tersenyum ke arah Evelyn lalu duduk di samping gadis tersebut dan ikut memakan pizza yang berada di tangan Evelyn.
Entah mengapa melihat Evelyn ia jadi memikirkan perkataan Razita. Mengapa ia kini malah menyesal karena telah menantang Razita. Apa ia benar-benar mulai menyukai laki-laki tersebut dan tak rela meninggalkan Kenrick?
“Evelyn apa yang kau pikirkan?” batin Evelyn berusaha untuk mengenyahkan semua pikiran tersebut dari kepalanya.
“Hey apa yang kau pikirkan?” tanya Kenrick menyadarkan Evelyn dari lamunannya sambil memakan gigitan terakhir Pizza tersebut. Evelyn mengalihkan tatapannya berusaha untuk mengendalikan dirinya.
"Kenrick ini milikku, makanlah yang lain,” marah Evelyn yang berusaha untuk mengalihkan perhatiannya dan berusaha untuk mengontrol detak jantungnya yang sedari tadi sudah bertalu dengan hebatnya.
“Aku hanya ingin bermanja-manja denganmu,” ucap Kenrick dengan begitu manjanya yang malah membuat Evelyn berdecak mendengar ucapan laki-laki tersebut.
"Cih dasar. Memangnya kau adalah bayi?” tanya Evelyn dengan ketusnya yang malah membuat Kenrick terkekeh mendengar ucapan ketus Evelyn. Melihat Evelyn dengan sikap galaknya bukannya merasa takut Kenrick malah merasa gemas dengan gadis tersebut.
“Malam ini ikutlah denganku,” ucap Kenrick pada Evelyn yang membuat Evelyn kini menaikkan sebelah alisnya dengan kerutan di keningnya.
"Mengapa kau suka sekali mengajakku? Ck, Kali ini kita akan ke mana?” tanya Evelyn dengan bingung. Kenrick suka sekali mengajaknya kemanapun ia pergi bahkan hanya sekedar menghadiri meeting jika itu di malam hari Kenrick akan tetap mengajaknya karena tak ingin membiarkan Evelyn sendirian di Mansionnya itulah alasan Kenrick. Padahal jelas di Mansion laki-laki tersebut begitu banyak pelayan juga pengawal ia tak sendiri. Namun Kenrick dengan segala sikap keras kepalanya siapa yang berani menentangnya?
“Menghadiri pertemuan,” jawab Kenrick yang membuat Evelyn mendengus.
"Aku sedang tak ingin ke mana pun,” putus Evelyn. Ia benar-benar bosan jika harus ikut dengan Kenrick menghadiri sebuah pertemuan. Apalagi pertemuan tersebut dengan rekan bisnis Kenrick yang juga membawa pasangannya yang dari keluarga terpandang. Mereka suka sekali merendahkan Evelyn dengan tatapannya.
“Sudah kubilang kan, aku tidak menerima penolakan,” teas Kenrick yang membuat Evelyn kesal.
"Cih pemaksa,” kesal Kenrick yang hanya membuat laki-laki tersebut terkekeh lalu mengelus puncak kepala lembut dan selanjutnya ikut memakan makanan yang berada di atas meja.
“Habiskan makananmu dan tunggu lah sebentar, Sayang. Aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku dan kita bisa pulang untuk istirahat,” ucap Kenrick yang hanya Evelyn balas dengan anggukan. Kenrick kembali mengelus puncak kepala nya lalu mengecup kening Evelyn lama. Mendapatkan perlakuan seperti itu Evelyn sontak terdiam dengan tatapan luarnya. Jantungnya kini sudah berdetak tidak normal karena perlakuan laki-aki tersebut bahkan bisa Evelyn pastikan jika kini pipinya sudah memerah akibat ulah laki-laki tersebut.
"Sialan sebenarnya ada apa denganku? Tak mungkin aku menyukai laki-laki arogan itu,” batin Evelyn yang kini sudah menangis melihat betapa indahnya bunga di jantungnya yang mulai bermekaran dengan kupu-kupu yang berterbangan.
Setelahnya Evelyn melanjutkan makannya dengan perasaan yang masih tak karuan. Ia masih berusaha untuk mengontrol detak jantungnya tersebut. Setelah menunggu selama satu jam lebih akhirnya Kenrick selesai dengan pekerjaannya lalu segera menghampiri Evelyn dengan senyumannya.
“Kau ingin langsung pulang?” tanya Kenrick yang kini sudah berdiri di depan Evelyn dengan gagahnya. Evelyn yang tengah sibuk dengan majalahnya segera menoleh ke arah Kenrick dan menganggukkan kepalanya.
"Iya, aku sangat lelah. Apalagi setelah pertengkarang dengan wanita mu itu,” jelas Evelyn yang kembali mengingat tentang Razita. Kenrick sudah mengetahui tentang kedatangan razita karena Steve yang tadi memberitahunya. Ia juga mendengar bagaimana pertengkaran antara Razita dan Evelyn.
“Ahhh kau tidak perlu memikirkannya. Bagaimana jika kita berbelanja untuk pertemuan nanti malam?” tanya Kenrick dengan begitu lembutnya pada Evelyn. Jam kini masih menunjukkan jam makan siang namun pekerjaannya sudah ia selesaikan dengan cepat dan meminta Sean, asistennya tersebut untuk mengurus sisanya.
“Aku tak keberatan bahkan jika kau meminta tokonya,” ucap Kenrick dengan senyuman bangganya pada Evelyn yang kini malah memutar bola matanya malas mendengar ucapan laki-laki tersebut.
"Bisakah kau berhenti bersikap berlebihan?” tanya Evelyn dengan dengusan kasarnya. Ia sudah begitu lelah melihat sikap berlebihan Kenrick ini. Bahkan karena mengetahui Evelyn yang begitu menyukai coklat Evelyn dengar baru-baru ini ia tengah membeli saham yang begitu besar di salah satu brand coklat terkenal. Evelyn benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran laki-laki tersebut.
“Apa yang salah jika semua untukmu?” tanya Kenrick tak suka karena Evelyn tak pernah menganggap usaha anya.
"Apa aku begitu istimewa bagimu?” tanya Evelyn dengan begitu seriusnya pada Kenrick yang kini sudah berlutut di hadapan Evelyn sambil menggenggam tangan gadis tersebut saat mendengar ucapan Kenrick itu.
“Kau tahu apa jawabanku, Sayang,” ucap Kenrick yang membuat Evelyn terdiam mendengarnya. Walau begitu ia tetap ragu ia masih tetap tak bisa percaya begitu saja apalagi ia pernah di khianati dan Kenrick yang juga memiliki begitu banyak wanita jadi bagaimana bisa ia percaya begitu saja.
"Apa kau mencintaiku?” tanya Evelyn kali ini malah mampu membuat Kenrick terdiam. Evelyn tersenyum sinis sepertinya Evelyn tahu jika Kenrick tidak mencintaimu. Laki-laki tersebut hanya terobsesi padanya.
"Kau tak perlu menjawabnya, aku tahu jawabanmu. Ayo cepat pergi, aku sudah lelah. Aku juga tak ingin berlama-lama denganmu,” ucap Evelyn yang setelahnya segera berdiri melepaskan tangan Kenrick yang kini sudah memejamkan matanya sebelum akhirnya menghembuskan nafasnya berusaha untuk mencairkan suasana dan menutupi perasaannya yang kini tengah berkecamuk karena pertanyaan Evelyn tersebut. Cinta? bahkan Kenrick tak tahu apa itu cinta karena yang ia tahu ia menyukai Evelyn dan ia ingin memiliki gadis tersebut hanya untuknya, sebuah perasaan yang tak pernah ia rasakan pada gadis manapun tapi ia dapatkan untuk Evelyn.
“Benarkah? Bukannya saat kita di rumah kita akan lebih memiliki ruang bersama? Ah apa kau merindukanku dan ingin memelukku di rumah?” tanya Kenrick yang kembali pada sikap menyebalkannya untuk mencairkan suasana Evelyn yang mendengar hal tersebut membalikkan tubuhnya dan kini menatap tak percaya pada Kenrick mendengar ucapan laki-laki tersebut.
"Cih, kau terlalu percaya diri Tuan Kenrick yang terhormat. Aku bahkan sama sekali tidak membayangkannya. Itu hanya mimpimu sendiri,” ucap Evelyn kesal yang setelahnya langsung keluar dari ruangan Kenrick. Melihat hal tersebut Kenrick hanya bisa terkekeh dan segera mengikuti Evelyn untuk keluar dari ruangannya menuju mansionnya.
***
Thanks For Reading All.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini.
Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.
Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.
Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.
So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.
See you next chapter all.