Mafia's woman

Mafia's woman
Hanya Informan



Suara pukulan terdengar begitu nyaring, amarah dari laki-laki dengan jas hitam itu kian memuncak. Laki-laki yang kini membenarkan jam tangannya itu kembali duduk di meja kebesarannya menatap nyalang pada dua laki-laki di depannya yang kini bersimpuh di lantai.


“Selesaikan semuanya malam ini, jangan sampai ada yang gagal lagi,” ucap laki-laki yang kini berada di meja kebesarannya. Tatapannya kini begitu nyalang menatap anak buah nya yang kini hanya menundukkan kepalanya.


“Berdilah lah, jika Evelyn melihat kalian seperti ini. Dia akan menyalahkan ku, sebentar lagi dia akan datang,” ucap laki-laki yang tak lain adalah Kenrick dan yang kini tengah bersimpuh di lantai itu adalah Sean juga Steve yang gagal menyelesaikan misinya untuk menghabisi Rudolf.


Kedua laki-laki itu segera berdiri dari posisinya. Steve kini sudah siap untuk menyampaikan pembelaan atas alasan ia gagal dalam menyelesaikan misinya.


“Semua ini salah Sean, Tuan. Dia lebih memilih untuk melindungi gadis itu daripada menyelesaikan misinya,” sungut Steve sambil menoleh ke arah Sean dengan tatapan kesal nya. Wajahnya kini sudah lebam karena pukulan dari Kenick yang begitu kuat.


“Gadis itu?” tanya Kenick menaikkan sebelah alisnya. Sepertinya ia ketinggalan berita terkini hingga ia tak tahu jika sekarang Sean menyukai seorang gadis dan sudah tak menyukai istrinya lagi. Rasanya Kenick begitu lega karena kini ia sudah tak memiliki saingan lagi.


“Iya Tuan. Sean menolong seorang gadis hingga mengabaikan tugasnya,” kesal Steve yang kini mulai mengadukan tindakan Sean. Mendengar ucapan sahabat sekaligus rekannya itu Sean hanya memutar bola matanya malas. Sangat tidak setia kawan memang sahabatnya itu.


“Setidak nya aku menemukan info berharga karena itu,” ucap Sean dengan seringainya yang membuat Kenrick kini menaikkan sebelah alisnya sedangkan Steve menatap penasaran pada Sean.


“Gadis itu adalah keponakan Rudolf,” ucap Sean menyampaikan info yang sudah ia tahu. Steve yang mendengarnya memelototkan matanya sedangkan Kenrick kini hanya menatap Sean dengan wajah datarnya. Menunggu penjelasan laki-laki itu lebih lanjut.


“Kau tidak membunuhnya malam itu?” tanya Steve dengan tatapan terkejut nya pada Sean.


“Malam itu dia tak ada di rumah nya. Dan aku rasa sekarang kita bisa memanfaatkannya untuk mencari kelemahan Rudolf,” ucap Sean dengan seringainya yang begitu percaya diri. Kenrick yang melihatnya terdiam sambil menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan laki-laki tersebut.


“Apa dia mau bekerja sama dengan kita?” tanya Kenrick menaikkan sebelah alisnya penuh tanya pada Sean yang malah dijawab dengan seringai.


Hingga sebuah pesan masuk di ponsel Sean membuat Sean menghentikan kegiatannya lalu membuka ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya. Hingga senyumannya mengembang saat melihat pesan yang diterimanya.


"Lihat, siapa yang tak akan marah dan menyimpan dendam saat mengetahui tentang dalang di balik kematian orang tuanya?" Tanya Sean sambil memamerkan pesan yang baru di terumanya. Pesan yang tak lain adalah dari gadis yang pernah ia bantu.


"Cari data diri gadis itu, dan beritahu pada ku apa saja info yang dia miliki," tegas Kenrick yang membuat Sean juga Steve menganggukkan kepalanya mendengar perintah Kenrick yang begitu tegas juga mutlak. Seolah ia tak menerima bantuan apapun.


"Gadis? Gadis siapa? Apa kau ingin membuka lowongan untuk gedung Selatan lagi Kenrick?" Tanya suara yang baru saja masuk ke ruangan Kenrick dengan amarahnya.


Kenrick yang mendengar ucapan tersebut langsung berdiri saat melihat jika yang datang adalah istrinya, Evelyn. Dengan langkah tegasnya kini Evelyn berjalan ke arah Kenrick dan menatap dua bawahan Kenrick dj depannya itu dengan tatapan tajamnya.


"Kalian menyembunyikan sesuatu?" Kecam Evelyn sambil menunjuk ke arah Sean juta Steve yang kini bingung harus menjawab apa dan akhirnya hanya diam saja.


"Apa yang kau bicarakan sayang? Gadis yang aku maksud adalah gadis yang Sean sukai," ucap Kenrick yang kini sontak membuat Evelyn memelototkan matanya mendengar ucapan suaminya itu.


"Gadis yang kau ceritakan saat itu?" Tanya Evelyn yang dijawab dengan anggukan oleh Sean. Steve dan Kenrick yang mendengar ucapan Evelyn langsung menoleh ke arah Evelyn dan Sean bergantian. Tak menyangka jika Evelyn sudah mengetahui nya.


"Apa hanya aku yang baru mengetahuinya?" Tahya Kenrick dengan tatapan tak percaya nya pada Evelyn dan Sean.


"Aku juga baru mengetahui nya Tuan. Nyonya dan Sean bersekongkol menyenbunyimannya dari kita," ucap Steve mendramatisir yang membuat Sean hanya memutar bola matanya malas begitupun dengan Evelyn.


"Sudah lah, kalian berlebihan. Aku pergi dulu," pamit Sean sambil menunduk hormat lalu segera pergi dari ruangan Kenrick meninggal Steve di sana bersama dengan Kenrick juga Evelyn.


"Kau tak ingin pergi Steve?" Tanya Kenrick dengan halus untuk mengusir Steve yang kini malah hanya menyengir mendengar ucapan atasannya itu.


Akhirnya ia hanya bisa berpamitan dan segera pergi untuk mengejar Sean yang sudah menjauh.


Evelyn berjalan ke arah sofa sambil meletakkan makanan yang di bawanya di atas meja. Siang ini ia memang sengaja membawakan makan siang untuk Kenrick.


"Jika kau kesusahan harusnya kau dirumah saja sayang. Aku bisa untuk memesan makanan," ucap Kenrick sambil memperhatikan Evelyn yang kini tengah menyajikan makanan untuknya.


"Tidak, aku hanya ingin ke kantor mu. Aku merasa bosan di rumah," jelas Evelyn yang kini memberikan sendok untuk Kenrick. Kenrick menerimanya dengan senyumannya yang mengembang sempurna.


"Terima kasih Eve," ucap Kenrick sambil tersenyum pada istrinya itu yang menjawabnya dengan anggukan. Setelahnya ia mulai memakan makanannya dengan begitu lahap di temani oleh Evelyn yang kini duduk di sampingnya.


"Aku akan meminta Sean melanjutkan pekerjaan ku, jadi setelah ini aku bisa menemani mu jalan-jalan," ucap Kenrick menjelaskan pada Evelyn yang kini memelototkan matanya tak percaya. Menatap Kenrick meminta kepastian akan ucapan laki-laki itu.


"Benarkan?" Tanya Evelyn yang Kenrick balas dengan anggukan. Mendengarnya Evelyn langsung memeluk Kenrick dengan begitu eratnya sambil menciumi wajah laki-laki tersebut.


"Aku mencintai mu Kenrick," ucap Evelyn yang membuat Kenrick tersenyum mendengarnya.


"Aku juga sangat mencintai mu sayang," ucap Kenrick sambil mengelus puncak kepala Evelyn sayang.


"Kemana kau ingin pergi?" Tanya Kenrick yang membuat Evelyn kini terlihat berpikir sejenak sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Terserah," ucap Evelyn dengan cengieannya yang hanya membuat Kenrick menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Evelyn. Setelah sedari tadi berpikir ternyata jawabannya seperti perempuan kebanyakan.


"Baiklah aku akan mengajakmu ke tempat yang bisa aku pastikan jika kau menyukainya," ucap Kenrick dengan senyumannya yang Evelyn balas dengan anggukan.


Setelahnya mereka melanjutkan acara makan mereka.


***