
Kenrick melempar tubuh Evelyn dengan begitu kasar ke atas ranjangnya, tatapan laki-laki tersebut kini begitu tajam menatap Evelyn yang kini sudah terbaring di atas ranjangnya dengan air matanya yang terus berderai.
“Kau membuatku terluka Evelyn,” ucap Kenrick dengan tatapan sendunya. Kenrick kini sudah membuka jas yang digunakannya melonggarkan dasi yang ia pakai.
“Tidak hanya dengan tindakanmu yang terkesan merendahkanku. Tapi hatiku juga sakit saat melihatmu berciuman Ronald,” ucap Kenrick dengan sendunya. Kini Kenrick sudah menindih Evelyn lalu mencium wanitanya tersebut dengan tidak sabarannya. Namun merasa kehabisan nafas Evelyn segera mendorong Kenrick.
"Maafkan aku Kenrick,” ucap Evelyn menatap lembut pada Kenrick berharap bisa meluluhkan laki-laki tersebut.
“Dan kau ingin pergi dengan Sean? Apa ada sesuatu yang tak kuketahui?” tanya Kenrick yang mengabaikan permintaan maaf Evelyn.
Mereka kini berada di jarak yang begitu dekat dan begitu intim karena Kenrick yang kini menindih namun tetap menempuh tubuhnya agar beratnya tak menjadi beban untuk wanitanya tersebut.
"Tidak. Aku hanya mencintaimu Kenrick,” ucap Evelyn dengan begitu tegasnya. Tangan wanita tersebut kini terulur dan membelai wajah tampan tersebut. Tatapannya kini menusuk pada Kenrick menyiratkan kekecewaan atas apa yang Kenrick lakukan padanya, juga rasa bersalah karena ia telah membuat laki-laki tersebut begitu terluka.
“Kau berbohong kau mengatakan tak mencintai ku. Dan jika kau memang mencintai ku, lalu mengapa kau melukaiku? Kau membuatku berpikir jika kau tak lagi mencintaiku,” ucap Kenrick menatap nyalang pada Evelyn dengan amarah yang melingkupinya. Wajah laki-laki itu mengeras berusaha menahan amarahnya.
"Kau tahu aku hanya membantumu. Maaf jika itu melukaimu,” ucap Evelyn. Ia tahu tak seharusnya ia mengatakan seperti itu pada Kenrick yang sedang marah dan tak seharusnya ia bertindak gegabah seperti ini.
“Aku sudah bilang, itu tidak perlu,” marah Kenrick menaikkan nada suara nya yang membuat Evelyn memejamkan matanya mendengar amarah laki-laki tersebut.
"Aku tahu dan aku tak akan melakukannya lagi,” ucap Evelyn sambil menangkup wajah Evelyn namun gadis tersebut malah menepis nya yang membuat Evelyn memejamkan matanya, berusaha menahan air matanya yang terus mendesak untuk keluar.
“Berjanjilah untuk bertanya padaku dulu sebelum bertindak,” ucap Kenrick yang kini mulai melunak, tatapannya pada Evelyn kini lembut kembali.
"Kau pasti tak akan mengizinkannya,” ucap Evelyn dengan senyuman sinisnya. Kenrick menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya dengan kasar.
“Jika itu hal buruk tentu saja tidak. Aku akan menjagamu! Kau adalah milikku,” ucap Kenrick tegas. Baginya Evelyn sudah menjadi hak paten miliknya. Hanya Kenrick lah yang bisa memiliki Evelyn, karena jelas ia tak akan melepaskan wanita tersebut.
"Yes, I’m Yours,” ucap Evelyn dengan senyumannya.
Kenrick mendekatkan wajahnya pada Evelyn mencium wanitanya tersebut dengan kasar melampiaskan rasa marahnya lewat ciuman tersebut.
“Jangan pergi dariku,” ucap Kenrick dengan begitu tegasnya. Evelyn hanya diam karena ia tak tahu bisakah ia tidak melakukannya?
“Dan jangan membuatku marah,” ucap Kenrick lagi melanjutkan ucapannya. Mendengar hal tersebut Evelyn hanya membalasnya dengan anggukan sambil tersenyum.
“Berhenti untuk berhubungan dengan Ronald lagi,” tegas Kenrick lagi yang masih saja tak ingin jika Evelyn sambil berhubungan dengan Ronald lagi.
"Tapi kenapa Kenrick?” tanya Evelyn. Wanita tersebut emang tak ada takutnya, setelah Kenrick menceritakan bagaimana kakak Kenrick yang sudah tiada ia masih berani bertanya.
“Aku tak ingin laki-laki itu mengambilmu dariku,” jujur Kenrick yang membuat Evelyn tersebut mendengarnya. Kenrick mengeratkan pelukannya pada Evelyn Lalu menciumnya lembut.
“Kau sudah mengusir jlangku?” tanya Kenrick kala mengingat wanita malam yang ia bawa. Mendengar pertanyaan Kenrick tersebut Evelyn memelototkan matanya dan menatap tajam pada Kenrick.
"Kau menginginkannya?” marah Evelyn yang justru membuat Kenrick tersebut lalu menelungkupkan wajahnya di ceruk leher Evelyn untuk bermanja-manja dengan wanitanya tersebut.
“Aku menginginkanmu,” ucap Kenrick yang suaranya sudah tenggelam karena Kenrick yang masih saja meletakkan wajahnya di ceruk leher Evelyn, menciumi wanita tersebut namun Evelyn malah dengan segera melepaskannya lalu mendorong Kenrick hingga kini mereka sama-sama duduk.
"Aku tidak mau. Kau bekas jlang,” sarkas Evelyn yang setelahnya akan bangun untuk menjauh dari Kenrick, tapi laki-laki itu malah menarik tangannya hingga Evelyn terjatuh di dada bidang laki-laki itu.
"Siapa yang tahu? Kau bahkan sedang mabuk,” ucap Evelyn dengan senyuman sinisnya.
“Kau benar, jadi kau tidak mau?” tanya Kenrick dengan tatapan sedihnya pada Evelyn berharap jika wanita tersebut luluh dan mau untuk menemaninya melampiaskan gairahnya.
"Tidak,” ucap Evelyn tegas.
“Kalau begitu panggil saja ****** tadi,” ucap Kenrick yang sudah hendak pergi dengan langkah pelannya namun suara Evelyn mengintrupsinya.
"Kau berani?” tanya Evelyn dengan begitu tajamnya.
“Bukankah kau tak mau?” tany Kenrick menaik turunkan alisnya menggoda Evelyn yang kini berhasil di buat begitu kesal oleh Kenrick.
Laki-laki tersebut memang selalu berhasil untuk membuatnya marah.
"Baiklah aku akan mencari Sean saja,” ucap Evelyn tak mau kalah.
Jika Kenrick bisa untuk mengancamnya maka kini ia juga bisa melakukannya. Evelyn memang begitu berani seolah ia memiliki begitu banyak nyawa hingga begitu berani menantang laki-laki seperti Kenrick.
“Kau berani?” tanya Kenrick begitu tajamnya.
Laki-laki tersebut kini sudah mendekatkan wajahnya pada Evelyn. Mengurung wanitanya tersebut dalam kukungan tangannya yang kini bertumpu pada ranjang yang diduduki oleh wanitanya tersebut.
"Tentu saja!” ucap Evelyn menirukan suara bicara Kenrick. Membuat senyuman sinis terukir di wajah laki-laki itu.
Evelyn tersenyum ke arahnya dan membuka bajunya untuk menggoda laki-laki di depannya kini yang sudah menatap Evelyn dengan tatapan nakalnya itu.
"Baiklah, aku memang tidak bisa menolakmu. Kau mendapatkannya!” ucap Evelyn dengan senyuman menggoda nya pada Kenrick yang kini justru terkekeh mendengar ucapan dari wanita nya tersebut.
“Selain cantik, kau benar-benar baik hati, Sayang!” puji Kenrick yang setelahnya langsung menindih Evelyn dan melancarkan serangannya.
Setelah puas dengan kegiatan mereka yang begitu panas kini mereka tengah berdiri di depan jendela kaca besar kamar Kenrick sambil berpelukan. Kenrick yang memeluk Evelyn dari belakang dengan tubuh mereka yang hanya dilapisi selimut yang sama.
“Aku benar-benar mencintai mu dan takut kehilanganmu,” ucap Kenrick mengungkapkan isi hatinya. Evelyn mengelus tangan Kenrick yang kini berada di pinggang nya. Senyuman wanita tersebut mengembang dengan begitu sempurna. Ia mengerti ketakutan Kenrick mengingat laki-laki tersebut memang sudah sering merasakan kehilangan, dan kali ini ia tak ingin untuk kehilangan Evelyn.
“Kenrick, jika nanti aku hamil dan tidak cantik lagi apa kau akan mencari wanita lain?” tanya Evelyn tiba-tiba yang membuat Kenrick mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan laki-laki tersebut.
“Apa yang kau tanyakan ini hm? Aku mencintai mu bukan hanya karena kecantikan dan tubuhmu namun aku tulus mencintaimu. Dan saat kau hamil aku malah akan menjaga mu dengan baik,” ucap Kenrick dengan senyumannya yang membuat Evelyn tersenyum bahagia mendengarnya. Walau hatinya masih sakit karena Kenrick yang malah membawa wanita lain namun ia cukup tenang mendengarnya.
“Evelyn maaf karena harus menunda pernikahan kita beberapa hari,” ucap Kenrick dengan penyesalannya. Pernikahan mereka yang harusnya sudah digelar lusa kini malah harus ditunda beberapa hari karena insiden yang terjadi.
“Tidak masalah Kenrick, kau tidak seharusnya meminta maaf karena semua ini adalah kesalahan ku,” ucap Evelyn dengan rasa bersalahnya. Sikap nya yang begitu keras kepala dan begitu ceroboh membuatnya kini merasa bersalah dan mengakibatkan pernikahannya di undar.
“Sudah tak perlu memikirkannya lagi,” ucap Kenrick dengan begitu perhatiannya. Evelyn memang beruntung mendapatkan laki-laki seperti Kenrick, harusnya ia bisa lebih mengerti laki-laki tersebut.
***